8 Pantangan Pekerjaan Rumah Tangga Untuk Ibu Hamil

2 bulan lalu, by duniabunda

pantangan ibu hamil

Mengandung si buah hati merupakan momen yang paling membahagiakan dan dinanti-nantikan oleh Bunda. Segala persiapan dibutuhkan mulai dari mempersiapkan kehamilan, proses kehamilan dan sampai mempersiapkan kelahiran si kecil. Asupan nutrisi dan vitamin harus dikonsumsi Bunda untuk memberikan nutrisi penting bagi pertumbuhan janin. Tidak hanya itu, aktivitas Bunda pun juga harus mulai dibatasi. Dan ada beberapa pantangan untuk ibu hamil dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Bagi sebagian Bunda yang sedang mengandung, agak sulit untuk membatasi aktivitas, apalagi jika Bunda adalah tipe orang yang aktif. Namun, pembatasan aktivitas harus tetap dilakukan ya Bund, demi kesehatan Bunda dan si kecil.

Salah satunya adalah membatasi aktivitas berat, seperti olahraga berat. Tidak hanya itu, ternyata aktivitas di rumah, seperti pekerjaan rumah tangga juga harus diperhatikan oleh Bunda loh. Mungkin Bunda masih ingin untuk tetap aktif membereskan rumah ataupun berolahraga secara rutin seperti sebelum kehamilan. Namun sebelum melakukan aktivitas tersebut sebaiknya Bunda simak dulu artikel kami. Kali ini Dunia Bunda  akan membahas beberapa aktivitas yang tidak boleh dilakukan Bunda selama mengandung si buah hati, terutama saat usia kandungan Bunda masih muda. Selain pekerjaan rumah tangga, kami juga akan membahas olahraga yang tidak disarankan untuk ibu hamil.

Pekerjaan Rumah Tangga yang Harus Dihindari Selama Hamil

1.Mengangkat benda berat

Nah pantangan untuk ibu hamil pertama adalah mengangkat benda berat. Bunda sebaiknya menghindari mengangkat benda atau beban yang terlalu berat, seperti galon air, baju kotor atau benda lain yang terlalu berat. Mengangkat benda yang terlalu berat dapat menyebabkan masalah pada punggung Bunda, seperti kondisi kecetit. Tidak hanya itu, kontraksi juga bisa terjadi akibat Bunda mengangkat beban berat. Hal ini tentunya dapat membahayakan Bunda dan buah hati karena bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. Nah, jika butuh untuk memindahkan barang, sebaiknya minta bantuan Ayah untuk melakukannya.

2.Mengepel lantai

Mengepel lantai mungkin terlihat ringan dan tidak membahayakan bagi kehamilan. Namun pekerjaan ini harus dilakukan dengan hati-hati karena berisiko menyebabkan nyeri pinggul, selain itu lantai yang licin dapat membuat Bunda tergelincir.

3.Membersihkan kamar mandi

Sebagai seorang ibu rumah tangga tentunya tidak akan tahan melihat rumah yang kotor, apalagi kamar mandi yang jorok. Namun, sebaiknya urusan membersihkan kamar mandi diserahkan ke Ayah karena lantai yang licin berisiko membuat Bunda tergelincir dan jatuh. Selain itu, penggunaan produk pembersih yang mengandung bahan kimia juga dapat membahayakan kesehatan dan perkembangan janin.

4.Mengecat rumah

Nah, kalau aktivitas mengecat rumah sebenarnya tidak terlalu berat ya Bund, namun masalahnya ada pada cat yang digunakan. Cat mengandung bahan kimia yang dapat membahayakn janin jika terjadi kontak langsung dengan bahan kimia tersebut.

5.Membersihkan kandang hewan

Seperti yang kita ketahui, hewan merupakan salah satu media yang menyebabkan terjadinya infeksi toksoplasmosis pada Bunda. Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii yang merupakan parasit dan seringkali terdapat pada kotoran kucing atau daging mentah atau daging yang belum matang. Infeksi ini sangat berbahaya jika terjadi pada ibu hamil, karena dapat menyebabkan kecacatan, keguguran dan kematian janin di dalam kandungan.

Oleh karena itu, sebaiknya Bunda tidak membersihkan kandang hewan dan sebaiknya menghindari kontak dengan hewan. Namun, jika Bunda memelihara hewan, pastikan hewan peliharaan Bunda sudah mendapatkan vaksin dan dinyatakan sehat oleh dokter hewan. Selain kandang hewan, Bunda juga tidak disarankan untuk membersihkan tempat sampah.

6.Membersihkan rumah menggunakan produk berbahan kimia

Sama seperti produk cat, produk kebersihan seperti pembersih toilet juga mengandung bahan kimia yang dapat terhirup oleh Bunda dan dapat memengaruhi kesehatan janin dan Bunda. Jadi membersihkan rumah dengan menggunakan bahan kimia yang keras merupakan pantangan untuk ibu hamil. Sementara jangan memakai produk pembersih yang keras dulu ya bun.

7.Aktivitas yang membuat Bunda berdiri terlalu lama

Berdiri dalam waktu yang lama dapat menambah tekanan pada kaki dan punggung Bunda. Tentunya hal ini dapat menimbulkan keluhan nyeri pinggang, pembengkakan dan nyeri pada kaki Bunda. Jadi, sebaiknya Bunda mengurangi aktivitas yang menuntut Bunda berdiri terlalu lama, lakukan aktivitas tersebut dengan duduk, misalnya pada saat Bunda memasak.

8.Membersihkan tempat-tempat yang berbahaya

Mungkin Bunda tidak menggunakan produk kimia berbahaya untuk membersihkan ruangan atau sudut-sudut rumah, Bunda hanya ingin mengelapnya dengan air biasa. Namun, jika bagian yang Bunda bersihkan berada di tempat yang tinggi, sebaiknya Bunda mengurungkan niat tersebut. Selama kehamilan, Bunda tidak disarankan untuk melakukan aktivitas yang berbahaya misalnya membersihkan perabotan yang mengharuskan Bunda untuk menaiki kursi atau tangga.

Olahraga yang Harus Dihindari Selama Hamil

latihan yoga ringan untuk ibu hamil

latihan yoga ringan untuk ibu hamil

Olahraga baik bagi kesehatan, namun bagaimana jika dilakukan ketika sedang mengandung? Nah, jika Bunda adalah orang yang aktif berolahraga dan ingin terus melakukan olahraga secara rutin selama kehamilan, maka Bunda harus memperhatikan beberapa aktivitas olahraga yang sebaiknya dihindari selama Bunda hamil. Latihan atau aktivitas fisik yang dilakukan dengan tepat memberikan keuntungan bagi ibu hamil. Yaitu baik untuk mempersiapkan tubuh Bunda untuk proses melahirkan. Jadi olahraga itu penting, akan tetapi ada beberapa kegiatana berolahraga yang menjadi pantangan untuk ibu hamil.

1.Angkat beban

Sama seperti pekerjaan rumah tangga yang harus Bunda hindari, mengangkat beban atau barbel saat berolahraga juga tidak boleh dilakukan ya Bund. Mengangkat beban berat dapat membuat cedera pada punggung dan panggul Bunda. Selain itu, juga dapat menyebabkan kebocoran dan kemungkinan rahim masuk ke dalam vagina.

2.Yoga

Saat ini sudah banyak tersedia kelas yoga untuk ibu hamil. Jadi, jika Bunda ingin melakukan yoga, pilihlah yang khusus untuk ibu hamil. Karena beberapa posisi yoga pada umumnya membutuhkan banyak peregangan, gerakan yang memutar, dan penekanan pada perut. Posisi tersebut berisiko membuat Bunda dan janin cedera.

3.Latihan dengan posisi menekan perut

Latihan dengan posisi perut di bawah dapat menekan janin dan membahayakannya, terutama ketika Bunda sudah memasuki usia kehamilan trimester pertama.

4.Sauna atau merendam air panas

Merendam di air panas juga berbahaya bagi ibu hamil. Karena dapat meningkatkan risiko kecacatan janin dan jika ini dilakukan di tempat umum juga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. Bunda boleh-boleh saja jika ingin berendam, namun pastikan suhu air yang digunakan mendekati suhu tubuh.

5.Lari atau joging

Selama kehamilan hindari berlari agar menghindari risiko cedera. Bunda melakukan aktivitas jalan santai atau jalan cepat karena Bunda dapat mengontrol kecepatan Bunda.

6.Bersepeda

Bersepeda merupakan olahraga yang cukup menarik, namun olahraga ini sama sekali tidak disarankan untuk ibu hamil. Perut yang semakin membesar tentu saja dapat menghalangi Bunda untuk mengayuh sepeda, selain itu akan terjadi perubahan keseimbangan tubuh, sehingga Bunda berisiko terjatuh. Jika Bunda tetap ingin melakukan aktivitas ini, maka Bunda dapat mencoba menggunakan sepeda statis, namun aktivitas ini hanya disarankan sampai usia kehamilan trimester kedua.

7.Senam aerobik

Aktivitas ini dapat meningkatkan risiko Bunda terjatuh, sehingga dapat melukai sendi dan ligamen yang berfungsi untuk menyeimbangkan tubuh. Jika Bunda memiliki pengalaman melakukan senam ini, Bunda tetap harus menghindarinya ketika sudah memasuki usia kehamilan trimester kedua dan ketiga, karena ligamen cenderung menjadi lebih longgar, sehingga rentan cedera.

8.Menyelam

Aktivitas ini mungkin sedikit tidak lazim di negara kita. Namun, jika Bunda memiliki hobi diving atau menyelam, hindarilah selama kehamilan. Saat Bunda naik ke permukaan, maka ada kemungkinan gelembung udara terbentu di dalam aliran darah, sehingga berisiko membahayakan Bunda dan janin di dalam kandungan.

9.Tenis

Hindari olahraga ini selama kehamilan ya Bunda, karena kondisi hamil membuat tubuh menjadi tidak seimbang sehingga berisiko terjatuh.

10.Berkuda

Berkuda memang merupakan aktivitas yang menyenangkan, namun hal ini sangat berbahaya jika dilakukan ketika Bunda sedang hamil, karena kita tidak bisa memprediksi reaksi dari kuda yang ditunggangi, sehingga sangat berisiko untuk terjatuh.

Olahraga ringan yang aman dilakukan untuk ibu hamil

Kehamilan merupakan waktu Bunda untuk bersantai atau melakukan hal-hal yang ringan saja. Namun, jika Bunda tetap ingin melakukan latihan fisik atau olahraga, maka Bunda bisa melakukannya di rumah. Pastikan Bunda memilih latihan ringan di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik atau nyalakan pendingin ruangan dan pastikan juga detak jantung Bunda masih di bawah 140 kali per menit. Durasi latihan yang disarankan untuk ibu hamil 120 menit dalam seminggu, dibagi menjadi 4 sesi latihan per minggu, tiap sesi dilakukan selama 30 menit.

Beberapa latihan fisik yang dapat Bunda lakukan adalah jalan pagi, berenang, sepeda statis, yoga atau senam khusus ibu hamil, atau senam aerobik ringan. Berenang merupakan latihan fisik yang direkomendasikan bagi ibu hamil karena selain tidak berisiko, berenang juga dapat dijadikan pilihan pada Bunda yang mengalami nyeri punggung bagian bawah saat melakukan olahraga lainnya. Jangan pernah melakukan latihan fisik yang terlalu berat dan terlalu memaksa, jika Bunda sudah mulai terasa lelah, maka sebaiknya berhenti dan beristirahatlah. Selain aktivitas olahraga, Bunda juga tidak disarankan untuk bermain di wahana taman hiburan, seperti roller coaster, tornado dan jenis permainan ekstrim lainnya.

Kondisi pada ibu hamil yang tidak disarankan untuk melakukan olahraga

Perlu diketahui juga ada beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk melakukan latihan fisik, yaitu ketika Bunda mengalami atau berisiko mengalami pendarahan, Bunda mengandung anak kembar dengan faktor risiko mengalami kelahiran prematur, Bunda mengalami hipertensi pada kehamilan atau preeklamsia, Bunda mengalami plasenta previa setelah usia kehamilan 26 minggu atau pada Bunda dengan kondisi anemia parah atau memiliki riwayat penyakit jantung atau paru.

Aktivitas fisik seperti pekerjaan rumah tangga dan olahraga memang bisa dilakukan selama kehamilan. Latihan fisik juga diperlukan untuk membantu proses persalinan, namun itu bukan suatu kebebasan bagi Bunda untuk melakukan berbagai aktivitas fisik. Bunda tetap harus berhati-hati dalam setiap gerakan, terutama setelah usia kehamilan trimester pertama. Bunda dapat melakukan senam atau yoga yang diperuntukan khusus bagi ibu hamil.

Namun, pastikan Bunda sudah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang merawat sebelum melakukan latihan fisik dan pilihlah instruktur senam yang profesional yang sudah berpengalaman dalam melatih ibu hamil. Semoga informasi kami kali ini bermanfaat dan dapat menambahkan pengetahuan Bunda untuk menjaga kandungan selama kehamilan ini ya, dan jangan sungkan untuk meminta Ayah atau orang di sekitar untuk menolong Bunda jika diperlukan untuk melakukan aktivitas atau pekerjaan rumah yang tidak boleh Bunda lakukan.

Baca juga makanan pantangan untuk ibu hamil disini bun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *