Bahaya Anemia Pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

2 bulan lalu, by duniabunda

cara mengatasi anemia pada ibu hamil

Kehamilan adalah pengalaman yang istimewa, karena Bunda sedang mengandung janin yang berkembang dalam perut Bunda. Tentunya harus benar-benar dijaga agar janin tumbuh sehat dan lahir sempurna. Nah, beberapa gejala kesehatan terkadang dialami selama kehamilan, salah satunya adalah anemia pada ibu hamil. Biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti wanita yang sudah memiliki riwayat anemia sebelum kehamilan dan kehamilan bayi kembar. Namun tidak menutup kemungkinan seseorang yang tidak mempunyai riwayat penyakit tersebut dapat menderita anemia selama kehamilan.

Nah bagi Bunda yang masih cukup awam dengan gejala penyakit ini dan cara mengatasinya, yuk kita cari tau penjelasan selengkapnya disini.

Apa itu anemia pada ibu hamil dan penyebabnya?

Kebutuhan sel darah merah atau hemoglobin pada ibu hamil lebih besar dari orang biasa, hal ini karena ibu hamil memerlukan lebih banyak sel darah merah untuk mendukung perkembangan janin yang sedang dikandungnya. Fungsi sel darah merah sendiri adalah untuk menyalurkan oksigen pada seluruh tubuh dan janin.

Penurunan sel darah merah rentan terjadi pada ibu hamil, penyebabnya adalah terjadi ketidakseimbangan antara jumlah plasma dan sel darah merah. Dimana penyebaran volume plasma darah lebih besar dibandingkan dengan laju peningkatan sel darah merah.

Beberapa faktor lain penyebab terjadinya anemia pada ibu hamil diantaranya adanya riwayat penyakit anemia yang sudah dimiliki oleh wanita sebelum kehamilan, sedang hamil bayi kembar dan kehamilan kedua yang terjadi dalam waktu yang berdekatan.

Selain itu anemia juga disebabkan oleh minimnya asupan zat besi pada ibu hamil atau penyerapan zat besi yang kurang optimal. Sehingga penting untuk selalu menjaga asupan makanan yang seimbang dan kaya nutrisi pada ibu hamil agar terhindar dari penyakit anemia atau kurang darah.

Bagaimanakah Ciri-Ciri Anemia Pada Ibu Hamil?

Ciri ciri anemia pada ibu hamil cukup beragam. Namun, tidak semua ibu hamil merasakan gejala saat mengalami anemia. Pada kasus yang ringan biasanya ibu hamil tidak akan merasakan gejala yang berarti. Tapi pada kasus sedang dan berat biasanya ibu hamil akan mengalami gejala sebagai berikut :

  • Denyut jantung cepat dan tidak teratur
  • Merasa kelelahan dan tubuh terasa lemah
  • Nafas pendek dan sesak
  • Pusing dan Nyeri Dada
  • Kulit tampak pucat
  • Tangan dan kaki dingin

Apakah Bahaya Anemia Pada Ibu Hamil?

Anemia jika dibiarkan dapat membahayakan kondisi janin. Oleh karena itu, menjelang persalinan, dokter biasanya akan menyarankan ibu hamil untuk melakukan tes darah. Tujuannya adalah untuk mengetahui jika ada kelainan maupun gangguan kesehatan pada ibu hamil yang dapat berpengaruh ke janin. Salah satunya adalah untuk mengetahui kadar hemoglobin pada ibu hamil rendah atau normal. Kadar hemoglobin yang rendah menandakan bahwa ibu hamil sedang menderita anemia. Dengan dilakukannya tes darah ini maka gangguan kesehatan seperti anemia dapat dideteksi lebil awal, sehingga kondisi tersebut dapat diperbaiki dan janin terhindar dari bahaya.

Berikut bahaya anemia pada ibu hamil :

  • Meningkatkan resiko persalinan prematur. Ibu hamil dengan penyakit anemia memiliki resiko 4 kali untuk mengalami persalinan bayi prematur
  • Ibu dapat mengalami depresi pasca melahirkan
  • Berat badan bayi rendah.  Anemia defisiensi besi pada ibu hamil dapat meningkatkan resiko bayi dengan berat lahir rendah bahkan kematian pada bayi
  • Kematian ibu pasca melahirkan. Kematian pada ibu hamil diseluruh dunia sebanyak 20-40% disebabkan oleh anemia.
  • Gangguan fungsi otak pada bayi.  Perubahan fungsi otak pada bayi dapat terjadi disebabkan oleh kekurangan zat besi selama didalam kandungan. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan interaksi sosial anak dalam perkembangannya.

Bagaimana Cara Mengatasi Anemia Pada Ibu Hamil?

 

suplemen penambah darah untuk mengatasi anemia pada ibu hamil

suplemen penambah darah untuk mengatasi anemia pada ibu hamil

Anemia pada ibu hamil tentunya bisa diatasi agar ibu dan janin tetap sehat dan mengurangi segala resiko yang terjadi. Berikut beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi dan mencegah timbulnya anemia.

1. Rutin Mengkonsumsi Suplemen Zat Besi atau Penambah Darah

Saat memeriksakan kehamilan di dokter kandungan, biasanya dokter akan meresepkan suplemen zat besi untuk mendukung asupan nutrisi ibu hamil. Nah beberapa Ibu hamil yang sensitif terkadang akan mengalami gejala seperti konstipasi, diare dan mual selama menkonsumsi suplemen ini. Tips untuk mengatasi gejala tersebut adalah Bunda dapat meminum suplemen tersebut sebelum beristirahat atau tidur.
Selain itu, hindari mengkonsumsi kopi, teh, telur, susu dan keju dua jam sebelum dan sesudah meminum suplemen zat besi karena jenis makanan tersebut dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh.

2. Konsumsi Aneka Sayur-sayuran

Selain berupa suplemen, alangkah baiknya jika Bunda memenuhi kebutuhan zat besi langsung melalui konsumsi makanan yang mengandung sumber zat besi. Sayur-sayuran berdaun hijau merupakan salah satu makanan dengan sumber zat besi yang tinggi. Contohnya seperti bayam dan brokoli. Selain zat besi sayuran ini juga kaya akan asam folat yang berperan penting dalam perkembangan otak janin.

3. Buah-buahan

Jika Bunda tidak terlalu senang menkonsumsi sayuran, Bunda dapat menggantinya dengan rajin menkonsumsi buah-buahan. Buah-buahan umumnya sangat kaya dengan kandungan mineral dan vitamin. Nah, buah-buahan dengan kandungan zat besi melimpah adalah pisang, kurma, kismis, plum, pir, aprikot dan buah peach.
Penting bagi Bunda untuk mengkonsumsi buah-buahan yang kaya akan vitamin C, karena vitamin C membantu mengoptimalkan proses penyerapan zat besi dari makanan.

4. Daging Merah

Daging mengandung sumber zat besi yang lebih tinggi dari buah dan sayuran. Salah satunya adalah daging merah, sebanyak 2 mg zat besi terkandung dalam 100 gram daging merah. Yang mana jumlah tersebut mencukupi kebutuhan zat besi harian ibu hamil.

5. Oatmeal

Tahukah Bunda? Oatmeal merupakan makanan yang sangat baik dikonsumsi selama kehamilan. Oatmeal mengandung zat besi yang cukup untuk memenuhi sebanyak 19 persen kebutuhan zat besi pada ibu hamil dalam setiap cangkirnya.
Selain itu, kandungan serat pada oatmeal adalah membantu melancarkan pencernaan serta mengurangi resiko kenaikan berat badan yang berlebihan pada ibu hamil.

6. Kacang-Kacangan

Konsumsi kacang-kacangan juga sangat bermanfaat lho untuk mengatasi anemia. Karena kacang-kacangan seperti kacang almond, kacang polong dan kedelai mengandung sumber zat besi yang juga tinggi.
Selain itu kacang-kacangan juga tinggi protein yang sangat dibutuhkan di masa kehamilan.

7. Asam Folat

Jangan lupa juga untuk rajin menkonsumi suplemen dan makanan yang mengandung asam folat ya Bun.

8. Penuhi Kebutuhan Vitamin C

Nah selain zat besi, vitamin penting untuk ibu hamil. Salah satunya Bunda juga harus mempertimbangkan untuk mengkonsumsi asupan vitamin C. Karena penyerapan zat besi yang optimal didukung oleh kebutuhan akan vitamin C yang sudah terpenuhi. Vitamin C berperan dalam memaksimalkan penyerapan zat besi dari makanan yang Bunda konsumsi.

9. Hindari Konsumsi Makanan yang Dapat Menghambat Penyerapan Zat Besi

Nah Bunda, selama masa kehamilan sebisa mungkin hindari mengkonsumsi minuman yang berkafein serta mengandung asam oksalat tinggi dan gluten. Hal ini disebabkan karena zat makanan ini dapat menghambat proses penyerapan zat besi oleh tubuh. Teh dan kopi merupakan salah satu minuman berkafein yang sebaiknya Bunda kurangi asupannya selama masa kehamilan. Sedangkan makanan dengan asam oksalat tinggi biasa ditemukan pada cokelat dan pemanis buatan. Jadi kalau bisa kurangi konsumsi makanan tersebut ya Bun.

Baca juga Makanan yang Wajib Dihindari saat Hamil

Penutup

Nah, Bunda itulah beberapa tips mengatasi anemia pada ibu hamil. Jadi penting sekali untuk selalu memperhatikan segala sesuatu yang Bunda konsumsi selama kehamilan. Karena hal ini untuk kepentingan Bunda dan janin agar tetap sehat dan selamat sampai proses persalinan nanti. Semoga sehat selalu ya Bund.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *