Beras Merah atau Beras Putih Ya yang Bagus?

1 bulan lalu, by duniabunda

perbedaan beras merah dan beras putih

Di beberapa negara di Asia, beras merah dulunya dikaitkan dengan masa kemiskinan atau masa perang dan jarang sekali dikonsumsi kecuali oleh orang yang sedang sakit, manula, dan penderita sembelit. Faktor suplai yang yang terbatas hingga kesulitan dalam penyimpanan dan masalah transportasi adalah penyebab tingginya harga beras merah dipasaran.

Sering disebut sebagai whole grain atau jika didalam Bahasa Indonesia berarti berbulir utuh, beras merah tidak melalui proses penggilingan atau terkadang setengah digiling. Dengan rasa yang lebih kenyal daripada beras putih menyerupai kacang. Dan jika dibandingkan dengan beras putih, tipe beras ini relative lebih cepat basi. Akan tetapi nilai gizinya tinggi.

Perbedaan Beras Merah dan Beras Putih

Tak banyak perbedaan yang kentara yang ditemui pada beras merah dan putih. Perbedaan keduanya terletak pada pemrosesan dan kandungan nutrisinya. Jika lapisan terluar atau kulit ari/ sekam dari biji padi dikupas maka hasilnya adalah beras merah. Namun jika lapisan dalam atau kulit padi juga dikupas, maka hasilnya adalah beras putih biasa.

Pada proses penggilingan biasanya akan menyebabkan hilangnya sejumlah jenis vitamin dan mineral yang terkandung didalam beras seperti Vitamin B1, B3 dan zat besi. Zat-zat yang hilang ini terakadang harus ditambahkah kembali pada beras putih, sehingga Bunda sering melihat beberapa merk beras yang bertanda “diperkaya”. Pada beras merah. Pada beras merah, mineral jenis Magnesium tidak perlu lagi dimasukkan.

Baca juga Manfaat Beras Merah disini ya bun

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Beras Merah:

1. Mengandung lebih banyak magnesium.

Pada beras merah, dalam 1 piringnya (195mg) kaya akan mineral jenis Magnesium yaitu sekitar 84 mg. Berbanding jauh dengan beras merah yang hanya mengandung 19 mg magnesium saja.

2. Kaya akan fiber dan asam lemak.

Beras putih sebenarnya kaya akan fiber dan selulosa, namun karean pada proses penggilingan bagian kulit ari juga terkupas sehingga menyebabkan kandungan minyak, fiber dan selulosa pada lapisan ini terkikis. Padahal beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan minyak pada lapisan kulit dalam padi tersebut dapat membantu menurunkan kolesterol LDL. Jadi nutrisi yang hilang termasuk fiber dan asam lemak. Berbeda dengan beras putih, pada beras merah kandungan fiber dan selulosanya tetap terjaga

3. Mencegah sembelit.

Konsumsi beras merah yang teratur dapat mencegah sembelit karena selain bergizi baik, kandungan fibernya sangat tinggi sehingga baik untuk memperlancar saluran cerna.
Semua manfaat tersebut tergantung bagaimana kita mengolahnya, apakah kita cuci atau tidak sebelum dimasak.

4. Sangat cocok untuk diet.

Beras merah juga sangat cocok untuk melakukan diet, karena fiber didalamnya berfungsi mengenyangkan dalam waktu yang lama setelah dikonsumsi. Tidak seperti beras putih yang membuat kita lebih cepat lapar.
Salah satu contohnya, beras merah digunakan dalam hidangan diet makrobiotik, dimana teorinya adalah masakan yang tidak banyak mengalami pemrosesan dianggap lebih sehat.

5. Kaya akan asam amino dan GABA.

Ada salah satu teknik memasak beras merah yang unik, yang dapat mengaktifkan berbagai jenis enzim yang terkandung dalam beras merah yaitu teknik Gamma-aminobutyric acid atau disebut GABA. Jadi sebelum dimasak, beras merah cukup direndam dalam air hangat (380OC) dalam waktu kurang lebih 20 jam.

Dengan cara memasak seperti ini, akan diperoleh kandungan asam amino yang lebih lengkap termasuk GABA. GABA juga sudah dikenal dapat meningkatkan hormon pertumbuhan pada manusia.

Jenis beras ini sangat baik dikonsumsi oleh para binaragawan, karena mereka umumnya membutuhkan banyak protein asam amino untuk kesehatan ototnya.

6. Merupakan sumber mineral mangan.

Sebanyak 1, 1 mg mangan terkandung dalam 100gram beras merah. Hal ini dapat memenuhi kebutuhan tubuh terhadap mineral ini sebanyak 55 persen.

Beras merah kini mudah didapatkan di supermaket atau swalayan dengan harga yang cukup terjangkau.

Dalam suhu ruang biasa, beras merah dapat bertahan kurang lebih selama 6 bulan. Namun jika disimpan dalam lemari pendingin atau disimpan dalam wadah kedap udara ketahanannya dapat lebih lama. Penyimpanan dalam lemari pendingin juga dapat menghindarkan beras merah dari gangguan ngengat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *