Bolehkah ke Dokter Gigi Saat Hamil?

3 bulan lalu, by duniabunda

Bolehkah ke Dokter Gigi Saat Hamil

Selama kehamilan tentunya ada beberapa hal yang boleh dan tidak atau harus ditunda dulu untuk dilakukan.  Mulai dari jenis makanan sampai aktivitas fisik atau olahraga, semua harus dipastikan aman untuk dikonsumsi maupun dilakukan oleh ibu hamil. Nah, salah satu aktivitas yang harus dipertimbangkan oleh Ibu hamil adalah aktivitas ke dokter gigi. Tentu banyak Ibu hamil yang bertanya-tanya, amankan periksa gigi saat hamil? Bolehkah melakukan beberapa prosedur seperti tambal gigi atau cabut gigi saat hamil?

Kondisi Gigi Selama Kehamilan

Dilansir dari mouthhealthy.org, American Dental Association, American Congress of Obstetricians and Gynecologists, serta American Academy of Pediatrics mendorong setiap wanita untuk mendapatkan perawatan gigi saat hamil.

Aharon Hagai, D.M.D mengungkapkan bahwa kehamilan merupakan periode penting dalam kehidupan seorang wanita sekaligus menjaga kesehatan mulut secara langsung. Tidak hanya itu, hal ini dapat berhubungan dengan baik untuk keseluruhan kondisi tubuh.

Apa saja yang biasa terjadi pada gigi Bunda selama kehamilan berlangsung?

1. Gingivitis kehamilan

Daerah mulut akan mengalami dampak dari perubahan sistem hormon selama kehamilan. Beberapa wanita hamil mempunyai kondisi yang dikenal sebagai gingivitis kehamilan. Kondisi ini merupakan peradangan yang menyebabkan pembengkakak maupun nyeri tekan.

Selain itu, bisa terjadi sedikit perdarahan ketika Bunda menyikat gigi maupun memakai dental floss. Apabila tidak diatasi secara serius, hal ini dapat mengakibatkan kondisi lebih parah.

2. Meningkatnya risiko kerusakan gigi

Wanita hamil memang rentan mengalami gigi berlubang karena ada beberapa alasan yang menyertainya. Makanan dengan karbohidrat yang mengendap pada gigi dan jarang dibersihkan malah mudah memicu pembusukan.

Selain itu, morning sickness dapat menaikkan jumlah keasaman pada mulut dan mampu menggerogoti lapisan enamel pada gigi. Keadaan ini dapat meningkatkan potensi kerusakan gigi Bunda, terutama dalam masa krusial kehamilan.

3. Tumor pada kehamilan

Risiko lain yang biasa terjadi pada ibu hamil adalah pertumbuhan jaringan secara berlebih atau tumor pada area gusi. Kondisi tersebut juga sering terjadi pada trimester kedua. Tumor tidak akan menyebabkan kanker, melainkan adanya pembengkakan hampir setiap saat.

Kejadian tumor pada gusi bisa dikaitkan dengan adanya pertumbuhan plak. Bunda mudah mengalami perdarahan dan bisa hilang setelah bayi sudah lahir. Namun, biasanya Bunda akan merasa cemas jika terjebak dalam kondisi tumor yang ada.

Apa yang Harus Bunda Perhatikan Jika ke Dokter Gigi Saat Hamil?

Perhatikan beberapa hal saat ke dokter gigi

Perhatikan beberapa hal saat ke dokter gigi

Pergi dan menemui dokter gigi ketika hamil malah direkomendasikan untuk mengontrol kondisi gigi Bunda selama mengandung si kecil. Namun, ada baiknya Bunda ketahui beberapa wawasan di bawah ini terlebih dahulu.

1. Beritahukan ke dokter gigi bahwa Bunda sedang hamil

Pemberitahuan di awal sungguh penting untuk memberikan perawatan yang tepat sesuai kondisi Bunda dalam kehamilan. Beritahukan hal ini sesaat sebelum Bunda membuat janji temu rutin maupun untuk kali pertama sejak kehamilan berlangsung.

Hal ini tentu sangat penting, mengingat risiko kesakitan pada area gigi dan mulut menjadi lebih rentan saat hamil. Apabila Bunda sedang mengandung dalam risiko tinggi, dokter maupun dokter gigi akan menyarankan penundaan pada perawatan tertentu sampai bayi lahir.

2. Informasikan obat dan vitamin yang dikonsumsi

Jangan lupa untuk memberitahukan kepada dokter gigi soal obat-obatan Bunda terlebih dahulu. Informasi ini juga termasuk vitamin prenatal yang perlu Bunda konsumsi secara rutin. Tambahkan dengan saran medis yang mungkin harus Bunda patuhi selama kehamilan.

Jika Bunda menyampaikannya secara lengkap, dokter gigi jadi lebih mudah untuk menyesuaikan perawatan dengan kondisi kehamilan saat itu maupun yang menanti di masa depan.

Selain itu, dokter gigi mampu berkomunikasi dengan dokter yang menangani Bunda untuk berkonsultasi soal kecocokan pereda nyeri atau antiobiotik yang harus dikonsumsi. Jangan takut untuk bertanya apa pun mengenai obat-obatan yang harus Bunda gunakan selama kehamilan.

3. Anestesi lokal untuk mengatasi masalah pada gigi

Salah satu agenda yang mungkin harus Bunda lewati adalah ke dokter gigi saat hamil untuk menjalani penambalan atau pencabutan. Hal lain yang tidak perlu Bunda cemaskan adalah pemakaian anestesi lokal selama tindakan berlangsung.

Pemakaian anestesi lokal ternyata masih aman bagi Bunda dan janin di dalam kandungan. Hal tersebut dibuktikan melalui studi dalam Journal of American Dental Association edisi Agustus 2015.

Studi ini diikuti oleh sejumlah wanita hamil yang menjalani prosedur terkait kemudian dibagi menjadi penerima suntikan lidokain dan yang tidak.

Hasilnya menunjukkan perawatan yang tetap aman dalam masa kehamilan karena tidak akan berdampak pada outcome keguguran, resiko kelahiran prematur, hingga berat lahir rendah. Tidak ada risiko signifikan ketika anestesi lokal dipakai untuk menangani masalah gigi dan mulut pada kehamilan.

4. Rontgen gigi bisa dilakukan saat Bunda sedang hamil

Radiografi digital di masa yang modern sudah melakukan inovasi yang hampir meniadakan masalah radiasi. Sinar X bisa dipakai untuk melaksanakan diagnosis pada gigi dan mulut Bunda yang sedang hamil. Risikonya terlalu kecil untuk memengaruhi kesejahteraan janin.

Kemajuan teknologi ternyata sangat memengaruhi kinerja X-ray yang lebih aman dan nyaman untuk digunakan seluruh kalangan.

Namun, perlu diingat bahwa Bunda harus rajin-rajin memberikan konfirmasi bahwa sedang hamil. Petugas kesehatan akan menyediakan pakaian atau alat khusus untuk melindungi panggul maupun perut dari paparan radiasi tersebut.

5. Obat sakit gigi atau untuk mengatasi nyeri untuk ibu hamil

obat sakit gigi yang aman untuk ibu hamil

obat sakit gigi yang aman untuk ibu hamil

Setelah merasakan beberapa tindakan dan rasa nyeri pada bagian tertentu, Bunda juga memperoleh resep obat untuk mengatasinya. Dokter gigi umumnya memberikan resep acetaminophen yang dikombinasikan dengan kodein atau hidrokodon.

Bunda tidak perlu khawatir karena seluruhnya sudah pada takaran yang aman dan diresepkan secara khusus. Pihak tenaga medis juga mengupayakan resep seminimal mungkin untuk menekan risiko ketergantungan.

Bunda harus paham bahwa obat anti-inflamasi non steroid perlu dihindari selama kehamilan. Oleh sebab itu, ibuprofen menjadi salah satu yang sangat tidak dianjurkan dan perlu diganti dengan acetaminophen disertai sifat non-narkotika.

6. Perawatan gigi yang direkomendasikan di trimester kedua

Pergi ke dokter gigi saat hamil tentu aman untuk setiap trimester kehamilan. Namun, trimester kedua masih menjadi masa paling aman untuk mendapatkan perawatan gigi. Dilansir dari webmd.com, trimester tiga tetap aman, tetapi Bunda mungkin tidak bisa berbaring dalam waktu cukup lama.

Sebagian besar dari Bunda tentu tidak mempunyai keluhan tertentu sampai harus menunda perawatan gigi setelah kehamilan. Faktanya, para ahli juga percaya bahwa ada hubungan antara kondisi periodontal dengan outcome kehamilan, seperti prematuritas maupun pre eklampsia akibat gigi mulut tidak sehat.

Jika dokter gigi membutuhkan prosedur yang lebih kompleks, barulah Bunda bisa mempertimbangkan penanganan seusai kehamilan maupun persalinan. Hal tersebut sudah menjadi rekomendasi umum dalam dunia medis. Bisa jadi keputusan penundaan adalah pilihan paling aman bagi Bunda serta janin.

7. Manajemen kesehatan gigi pada morning sickness

Apabila morning sickness telanjur menghalangi Bunda untuk menggosok gigi, cobalah untuk menganti pasta gigi dengan yang bland-taste. Tidak perlu sungkan untuk menanyakan rekomendasi merk terbaik kepada dokter gigi Bunda.

Alternatif lain yang juga perlu diperhatikan adalah rajin membilas gigi dan mulut menggunakan air maupun obat kumur yang aman. Hal ini berguna untuk mencegah tumbuhnya bakteri akibat kondisi asam pada area mulut, gusi, maupun gigi Bunda.

Baca juga Cara Mengatasi Mual dan Muntah Pada Trimester Pertama Kehamilan

8. Asupan yang perlu diperhatikan demi kesehatan gigi dan janin

perhatikan asupan demi kesehatan gigi dan janin

perhatikan asupan demi kesehatan gigi dan janin

Salah satu aturan makan yang perlu Bunda patuhi adalah menghindari makanan manis. Mengidam makanan manis bisa saja tidak mudah ditangkal, namun Bunda bisa menggunakan alternatif manis dalam bentuk lebih sehat.

Semakin sering Bunda berkutat dengan cemilan manis, semakin tinggi pula risiko kerusakan gigi yang akan Bunda alami.

Makanlah asupan dalam porsi gizi sehat dan seimbang karena hal ini juga secara langsung memberikan kesempatan pertumbuhan gigi dan gusi yang baik untuk bayi. Ketika usianya sudah memasuki 3 bulan, ia berhak merasakan gigitan dalam bentuk paling optimal.

Upayakan makanan sehat yang mampu menyehatkan gigi Bunda maupun si kecil, seperti keju, susu, sampai yoghurt dalam porsi seimbang. Jangan lupa untuk mendapatkan ragam asupan gizi lainnya.

Baca juga Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Hamil

9.  Praktik kebersihan gigi dan mulut

Bunda perlu mengikuti praktik kebersihan gigi dan mulut demi menghasilkan kesehatan pada area terkait. Hal ini terdiri dari menyikat gigi setidaknya dua kali sehari, memanfaatkan benang floss bila perlu untuk mengangkat sisa makanan, maupun obat kumur yang terbukti aman tanpa merusak kondisi gigi.

Apabila Bunda memutuskan untuk melakukan pembersihan dengan bantuan profesional, jangan sekali-kali melewatkannya karena Bunda sedang hamil. Jika Bunda kesulitan untuk melakukannya sendiri, lebih baik minta bantuan profesional.

Di samping itu, perawatan juga termasuk pemakaian antibiotik maupun eksisi pada jaringan tertentu pada bagian gigi dan mulut.

10. Perawatan gigi setelah melahirkan dan pada bayi

Setelah melahirkan, perawatan gigi Bunda sendiri dan bayi sungguh sangat penting. Lanjutkan untuk menyikat gigi secara teratur untuk menunjang kesehatannya.

Selain itu, siapkan sikat gigi serta pasta gigi tanpa fluoride khusus bayiagar gusi dan gigi yang baru tumbuh tetap sehat. Hindari menidurkan bayi menggunakan dot botol karena mampu meningkatkan risiko kerusakan pada gigi.

Hal tersebut disebabkan oleh sisa susu yang menggenang pada bagian gigi dan mulut kemudian dibiarkan dalam waktu cukup lama untuk mengembangkan bakteri jahat. Jangan lupa untuk menjadwalkan si kecil ke dokter gigi kali pertama di usia 6 bulan atau saat gigi sudah tumbuh.

Dokter gigi berperan untuk melaksanakan pemeriksaan bila ada suatu kelainan yang mengganggu kemampuan berbicara maupun fungsi lainnya. Kunjungan yang dilaksanakan secara teratur dapat membantu bayi untuk terbiasa dan mengurangi rasa takut pergi ke dokter gigi di masa depan.

11. Kelahiran prematur dan kelainan pada gusi

Sebagian besar penelitian sudah menunjukkan betapa besarnya pengaruh antara kondisi gusi dengan kelahiran prematur. Sebuah studi yang telah dipublikasikan menyebut bahwa wanita hamil dengan penyakit gusi kronis ternyata empat sampai tujuh kali lebih mungkin melahirkan secara prematur.

Keadaan tersebut terhitung jika usia kandungan kurang dari 37 minggu. Selain itu, terdapat kerentanan bayi berat lahir rendah. Ibu hamil dengan penyakit gigi terparah paling tidak melahirkan di usia kandungan 32 minggu.

 

Tidak ada salahnya untuk berkunjung ke dokter gigi saat hamil karena Bunda mampu merasakan manfaatnya. Hal ini dapat mendukung persiapan fisiologis Bunda dalam menanti kelahiran buah hati. Namun, tetap ingat untuk senantiasa menjaga kesehatan gigi melalui kebiasaan dan nutrisi  yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *