11 Cara Cepat Hamil Untuk Pasangan Yang Baru Menikah

11 bulan lalu, by duniabunda

cara agar cepat hamil

Apakah Bunda baru saja menikah dan  sedang menantikan kehamilan? Bunda harus coba 11 tips dan cara cepat hamil dari Dunia Bunda berikut ini. Kehadiran buah hati tentunya merupakan impian bagi setiap pasangan suami istri. Banyak cara yang sudah dilakukan tetapi masih belum juga dikaruniai anak, terkadang membuat suami istri menjadi stres. Kali ini, kami akan memberikan beberapa tips yang dapat Ayah dan Bunda terapkan agar cepat dikaruniai buah hati setelah menikah. Yuk kita simak 14 cara agar cepat hamil berikut, bun….

Namun, sebelum membahas tips-tipsnya, mari sekilas kita kenali mengenai proses pembuahan. Syarat untuk terjadinya pembuahan adalah adanya sperma dan sel telur.
Saat terjadi ejakulasi, jutaan sperma dihasilkan dan akan berenang menuju sel telur. Dari sekian banyak sperma, hanya satu sperma yang akan menembus sel telur. Proses bertemunya sperma dengan sel telur itulah yang disebut dengan pembuahan. Setelah berhasil dibuahi, maka akan terbentuk zigot yang akan menuju rahim dan kemudian akan menjadi embrio atau janin.

Sebelum merencanakan kehamilan, ada baiknya terlebih dahulu Ayah dan Bunda melakukan pemeriksaan kesehatan. Hal ini untuk memastikan Ayah dan Bunda dalam kondisi sehat dan siap untuk memulai kehamilan. Pada umumnya, untuk pengantin baru, kehamilan dapat terjadi dalam tahun pertama pernikahan.

1. Lepas alat kontrasepsi

Alat kontrasepsi bertujuan untuk mencegah kehamilan. Alat kontrasepsi yang sering digunakan, yaitu kondom, pil KB, KB suntik, KB implan, dan IUD (intrauterine device) atau yang sering dikenal dengan KB spiral.

Umumnya, Bunda bisa langsung hamil setelah melepaskan alat kontrasepsi, namun jika Bunda adalah pengguna KB suntik, maka diperlukan waktu yang lebih lama untuk bisa mengembalikanfungsi normal dari hormon tubuh seperti sedia kala.

Waktu yang dibutuhkan dapat bervariasi pada masing-masing orang, umumnya sekitar 9 bulan setelah menghentikan KB suntik.Jadi, jangan lupa ya Bunda untuk terlebih dahulu melepas alat kontrasepsi.

2. Mengetahui masa subur

Masa subur merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam merencanakan kehamilan. Masa subur atau yang dikenal dengan ovulasi adalah saat ovarium melepaskan sel telur yang kemudian akan dibuahi oleh sperma Ayah. Melakukan hubungan suami istri pada masa subur tentunya akan meningkatkan kesempatan Bunda untuk hamil.

Selain untuk mengetahui waktu terbaik untuk melakukan hubungan suami istri, mengetahui masa subur juga berguna untuk merencanakan jenis kelamin anak, dan dapat juga digunakan sebagai alat kontrasepsi alami.

Setiap wanita memiliki masa subur yang berbeda-beda, jadi jangan dibanding-bandingkan dengan orang lain ya Bunda. Masa subur tergantung dari siklus menstruasi, umumnya 28 hari, namun beberapa wanita memiliki siklus yang lebih lama sampai 35 hari. Lalu, bagaimana sih cara menghitung masa subur?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencatat hari pertama menstruasi setiap bulannya. Sebagai contoh, pada bulan Januari Bunda menstruasi pada tanggal 1, dan menstruasi lagi pada tanggal 29 di bulan yang sama. Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama menstruasi sampai hari sebelum menstruasi berikutnya. Berdasarkan perhitungan tersebut, maka Bunda memiliki siklus 28 hari. Lalu, bagaimana cara mengetahui masa ovulasi?

Masa ovulasi dihitung mundur dari menstruasi terakhir, yaitu tanggal 29 Januari dikurangi 14 hari, maka masa ovulasi diperkirakan terjadi pada tanggal 15. Mengingat dapat terjadi perubahan atau pergeseran, maka masa ovulasi plus minum 2 hari. Jadi, masa subur Bunda adalah tanggal 13, 14, 15, 16, 17 Januari, artinya tanggal-tanggal tersebut memiliki peluang yang cukup besar untuk hamil.

Menghitung Masa Subur

Nah, biasanya sebagian besar Bunda malas dan merasa ribet jika harus menghitung masa subur secara manual. Dengan kemajuan teknologi saat ini, sudah banyak tersedia aplikasi yang dapat diunduh di gadget Bunda untuk menghitung masa ovulasi. Bunda juga dapat melakukan pemeriksaan mandiri dengan menggunakan alat ovulasi (ovulation test) yang dapat diperoleh di apotek.

Selain dengan perhitungan, ada beberapa tanda-tanda ovulasi yang bisa Bunda amati, yaitu:
• Peningkatan produksi cairan vagina (lendir). Lendir bening, tidak berbau dan Bunda tidak merasa gatal. Bedakan dengan keputihan ya Bunda.
• Nyeri pada perut bagian bawah, seperti ketika akan menstruasi
• Payudara terasa nyeri atau keras
• Libido atau hasrat seksual meningkat
• Peningkatan suhu tubuh basal, yaitu pengukuran suhu tubuh segera setelah bangun tidur

3. Jangan stres

Nah cara agar cepat hamil lainnya adalah dengan menghindari stress. Mungkin Bunda pernah mendengar mengenai hukum tarik-menarik. Hal ini juga berlaku untuk pikiran loh Bun. Pikiran yang positif akan menarik hal-hal yang positif, begitu juga dengan pikiran yang negatif.

Tekanan lingkungan untuk segera memiliki momongan, tentunya sering membuat pasangan suami istri menjadi stres dan bisa memicu pertengkaran. Tapi, Ayah dan Bunda harus tau, jika kondisi stres dapat mempengaruhi kualitas sperma dan sel telur loh.

Perlu dipahami juga, bahwa melakukan hubungan suami istri bukan hanya sekedar untuk memiliki anak, tapi juga untuk menjalin kedekatan yang lebih intim antar pasangan. Jadi, jangan terlalu khawatir ya Bun, santai dan nikmati prosesnya tanpa harus berpikir akan hamil atau tidak. Harus diingat semua akan indah pada waktunya.

4. Menjaga kualitas sperma

olahraga agar cepat hamil

olahraga bersama pasangan – Photo via pexels.com

Tentunya Bunda sudah tahu bahwa artis dari proses pembuahan adalah sel telur dan sperma, oleh karena itu kualitas sperma harus dijaga. Sperma yang berkualitas dan sehat dengan jumlah yang cukup memiliki peluang untuk mencapai dan menembus sel telur.

Pemeriksaan yang umum dilakukan adalah analisis sperma, meliputi jumlah, bentuk (morfologi) dan gerakan (motilitas). Idealnya untuk membuahi sel telur diperlukan 15 juta/ml sperma dan 40% harus memiliki kualitas yang baik. Beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi kondisi sperma adalah riwayat penyakit menular seksual, penyakit pada testis (seperti varikokel) yang merupakan tempat untuk memproduksi sperma atau gangguan pada saluran sperma.

Tips-tips Untuk Meningkatkan Sperma

• Olahraga secara rutin dan tidak berlebihan. Olahraga memang sangat baik untuk tubuh, namun jika dilakukan secara berlebihan malah dapat mengganggu kesehatan. Olahraga disarankan untuk dilakukan 30 menit, 3-5x/minggu. Olahraga dapat membantu memperlancar aliran darah, meningkatkan vitalitas dan kualitas sperma.
• Pertahankan berat badan yang ideal. Obesitas atau kegemukan dapat mempengaruhi jumlah sperma dan memperlambat gerakan sperma
• Jangan merokok
Berdasarkan systematic review dan meta analisis yang dilakukan oleh Bundhun, dkk (2019), dikatakan bahwa rokok dapat menurunkan jumlah dan motilitas sperma, serta mempengaruhi bentuknya. Sperma dikatakan memiliki bentuk yang sempurna ketika memiliki kepala dan ekor.
• Kurangi alkohol
• Kurangi minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, dan minuman soda
• Hindari paparan radiasi dan bahan kimia
• Hindari berendam air panas
Testis sebagai tempat produksi sperma bekerja optimal pada suhu 34,4°C – 35,6°C. Paparan suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat mempengaruhi produksi sperma.
• Hindari menggunakan celana yang terlalu ketat
• Hindari stres
• Hindari mengonsumsi obat golongan steroid secara bebas, seperti Dexamethasone, Prednison, Prednisolone, Methylprednisolone
• Konsumsi vitamin
• Jangan terlalu sering ejakulasi

5. Posisi ketika berhubungan

Nah, salah satu cara agar cepat hamil adalah dengan memperhatikan posisi saat berhubungan. Ayah dan Bunda sudah tahu belum kalau ternyata posisi ketika berhubungan dapat mempengaruhi proses pembuahan. Posisi klasik atau yang dikenal dengan posisi misionaris dikatakan merupakan posisi terbaik untuk memaksimalkan proses pembuahan, yaitu posisi pria di atas. Dengan bantuan gaya gravitasi, maka akan mempermudah penyaluran sperma ke sel telur. Namun, juga perlu dipastikan Bunda tidak memiliki gangguan atau sumbatan pada saluran tuba ya.

Selain itu, beberapa pakar menganjurkan untuk mengganjal pinggul Bunda dengan bantal dengan posisi kaki sedikit terangkat kurang lebih selama 20 menit.

6. Frekuensi melakukan hubungan suami istri

Frekuensi yang direkomendasikan untuk berhubungan adalah 3-4 kali dalam seminggu. Berhubungan terlalu sering juga dapat mempengaruhi kualitas sperma ayah loh Bun. Walaupun sperma diproduksi setiap hari, tetapi sperma membutuhkan waktu untuk regenerasi. Sehingga jika sering dikeluarkan akan menurunkan jumlah dan kualitas sperma.

7. Jangan melakukan aktivitas berat setelah berhubungan

Untuk memaksimalkan proses pembuahan, maka Bunda disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat setelah berhubungan. Contohnya lompat-lompat, mengangkat beban berat, senam, atau kegiatan lain yang memungkinkan sperma keluar dari tubuh.

8. Hindari menggunakan pelumas

Pelumas mengandung bahan kimia yang dapat merusak sperma, sehingga dapat memperkecil kemungkinan untuk hamil. Gunakan cara alami untuk menghasilkan pelumas ya Bun, misalnya dengan melakukan foreplay.

9. Makan makanan bergizi

Makanan juga berpengaruh loh Bun untuk menghasilkan kualitas sel telur dan sperma. Makanan yang dianjurkan adalah makanan sehat, yaitu:

– Pilih karbohidrat yang memiliki indeks glikemik rendah, seperti nasi merah atau roti gandum
– Makanan dengan kandungan Vitamin B12, seperti daging sapi, ikan dan olahan susu
– Buah dengan kandungan Vitamin C, seperti jeruk, strawberry, kiwi
– Kacang-kacangan, seperti kacang almond, kacang merah, kacang hijau
– Biji-bijian, seperti oat (gandum) atau sereal
– Selain itu, juga disarankan untuk mengonsumsi buah yang mengandung lycopene, seperti tomat dan semangka.
– Perbanyak juga untuk mengonsumsi sumber lemak baik, seperti lemak tidak jenuh dan omega-3, seperti ikan salmon, alpukat.
– Satu gelas susu setiap hari juga disarankan untuk dikonsumsi oleh Bunda, susu yang disarankan adalah susu murni. Jangan takut gendut karena minum susu ya Bun, karena beberapa penelitian menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi susu lebih mudah hamil dibandingkan wanita yang tidak mengonsumsi susu.
– Hindari makanan cepat saji dan makanan yang sudah diawetkan, seperti makanan kalengan, mie instan, atau buah-buahan yang dikeringkan

10. Konsumsi vitamin

Vitamin diperlukan oleh Ayah dan Bunda. Vitamin C (antioksidan untuk menangkal radikal bebas yang dapat mempengaruhi merusak sperma), Vitamin D, Zinc, Coenzym Q-10 dan Selenium diperlukan untuk menghasilkan sperma yang berkualitas. Selain itu, vitamin yang disarankan adalah Asam folat. Asam folat memiliki peran penting untuk meningkatkan kesuburan Ayah dan Bunda, serta membantu tumbuh kembang janin dan mengurangi risiko cacat janin.

11. Berdoa

Untuk setiap usaha manusia yang sudah dilakukan, tetap ada kuasa Tuhan yang menentukan. Jadi, sambil berusaha, jangan lupa untuk selalu berdoa ya Bun.

Gimana nih Bun, semoga tips dan cara agar cepat hamil dari kami dapat membantu Bunda untuk segera mendapatkan buah hati ya.

Jangan lupa, untuk selalu ikuti website kami untuk mendapatkan berbagai informasi menarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *