Jangan Cemas Asi Sedikit. Inilah Cara Melancarkan Asi Saat Menstruasi

1 bulan lalu, by duniabunda

cara melancarkan asi saat menstruasi

Halo bunda, kali ini Dunia Bunda akan mengulas tentang cara melancarkan asi yang sedikit saat menstruasi. Nah seperti yang sudah bunda ketahui ASI atau air susu ibu adalah makanan terbaik untuk bayi. Tidak ada susu formula yang dapat menandingi nutrisi ASI. WHO (World Health Organization) melaporkan bahwa pemberian ASI secara eksklusif dapat mencegah kematian lebih dari 200 ribu bayi setiap tahunnya. Selain mengandung nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan si kecil, ASI juga mengandung immunoglobulin yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh si kecil. Hebatnya ASI komposisi nutrisi dari ASI bisa menyesuaikan sesuai dengan usia dan kebutuhan si kecil. Oleh karena itu, tidak heran pemerintah Indonesia sangat merekomendasikan pemberian ASI eksklusif yaitu pemberian ASI pada usia bayi 0 sampai 6 bulan, tanpa tambahan cairan apapun termasuk air putih. Setelah 6 bulan si kecil boleh mendapatkan makanan pendamping ASI, namun ASI tetap dilanjutkan sampai si kecil berusia 2 tahun.

Namun, bagi Bunda yang sedang berusaha mengASIhi tentunya banyak sekali tantangan yang mesti dihadapi. Mulai dari masalah perlekatan sampai produksi ASI yang berkurang. Tidak jarang masalah-masalah yang muncul selama menyusui membuat Bunda menjadi stres, cemas dan tidak jarang juga beberapa Bunda menyerah untuk menyusui dan memutuskan untuk beralih ke susu formula. Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi produksi ASI, seperti stres, asupan nutrisi yang kurang, alergi, pendarahan paska persalinan, menggunakan obat KB dan masih banyak penyebab lainnya. Namun kali ini kami akan mencoba membahas penurunan produksi ASI saat Bunda sedang menstruasi dan cara untuk melancarkan asi saat menstruasi. Simak yuk Bund!

Menstruasi Setelah Melahirkan

Pada wanita, menstruasi berhubungan erat dengan kesuburan, kehamilan dan menyusui. Telat menstruasi bisa menjadi pertanda awal Bunda sedang mengandung buah hati. Lalu, setelah melahirkan, menyusui dapat meneyebabkan menstruasi Bunda menjadi terlambat, selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Beberapa Bunda berpikir bahwa pendarahan yang terjadi setelah proses kelahiran adalah menstruasi, tapi ternyata tidak demikian adanya. Pendarahan tersebut merupakan campuran darah, lendir dan jaringan dari rahim Bunda, kondisi ini disebut dengan istilah lochia.

Bunda dapat mengalami menstruasi pertama paling cepat dalam waktu 6 minggu setelah kelahiran si kecil. Jika Bunda tidak menyusui, mungkin menstruasi akan terjadi lebih cepat, namun perlu diingat bahwa hal ini dapat bervariasi pada setiap orang. Menyusui memang bisa menunda menstruasi Bunda lebih lama dibandingkan Bunda yang tidak menyusui, namun tidak berlaku mutlak ya Bunda, karena meskipun Bunda menyusui, bisa saja Bunda juga segera menstruasi kembali. Perlu Bunda ingat juga ketika menstruasi sudah terjadi, maka Bunda sudah mulai subur dan sudah bisa hamil kembali.

Beberapa Kondisi yang Bisa Mempercepat Menstruasi

Bunda bisa lebih cepat mengalami menstruasi setelah melahirkan, jika:

1.Bunda memutuskan untuk tidak menyusui
2.Bunda menyusui namun tidak menyusui secara eksklusif. Menyusui secara eksklusif dilakukan setiap 2 sampai 3 jam sekali setiap harinya.
3.Bunda tidak menyusui secara langsung
Memompa ASI memang bisa menjadi salah satu pilihan untuk ibu yang bekerja, namun ternyata mempompa ASI tidak memiliki efek yang sama seperti menyusui secara langsung. Jika Bunda memilih untuk memompa dan memberikan ASI melalui botol untuk si kecil maka bisa saja menstruasi akan lebih cepat terjadi.
4.Si kecil tidak mau menyusui atau tidur saat sepanjang malam
5.Si kecil sudah mulai mendapatkan makanan pendamping ASI atau Bunda menambahkan susu formula atau air putih. Sebaiknya Bunda tidak memberikan makanan pendamping ASI sampai si kecil berusia 6 bulan atau paling cepat 4 bulan (Baca juga artikel mengenai tanda-tanda si kecil sudah siap mendapatkan makanan pendamping ASI, “Makanan Pendamping ASI untuk Si Kecil”.

Mengapa Produksi ASI Menurun Saat Menstruasi?

Ketika Bunda mengalami menstruasi kembali setelah melahirkan, produksi ASI memang dapat menurun. Namun, bukan berarti Bunda harus menghentikan proses menyusui ya Bund. Menstruasi tidak akan mengganggu kandungan nutrisi dari ASI Bunda dan tentunya ASI tetap aman diberikan kepada si kecil selama Bunda menstruasi. Tidak jarang juga beberapa Bunda tidak mengalami perubahan yang berarti saat sudah kembali menstruasi.

Beberapa perubahan yang dapat terjadi ketika Bunda sudah kembali menstruasi, yaitu:

1.Puting payudara terasa lebih lembut atau lunak

Hal ini mungkin menyebabkan Bunda merasa tidak nyaman ketika menyusui karena adanya rasa nyeri. Kondisi ini tidak hanya bisa disebabkan karena menstruasi saja loh Bunda, tapi juga bisa disebabkan oleh perlekatan yang tidak baik saat menyusui, pembengkakan payudara, mastitis atau munculnya blebs.

Beberapa tips bisa Bunda terapkan untuk mengatasi gejala ini, antara lain:

  • Berusaha untuk menahan rasa tidak nyeri tersebut. Ayah juga perlu mendukung dan memotivasi Bunda untuk terus menyusui
  • Tetaplah menyusui si kecil untuk mencegah munculnya masalah baru, seperti pembengkakan pada payudara, mastitis (infeksi pada payudara), atau penyumbatan pada saluran ASI.
  • Jika Bunda merasakan sakit yang tidak tertahankan, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat antinyeri yang aman. Bunda tidak boleh menggunakan obat-obatan tanpa sepengetahuan dokter, karena tidak semua obat aman untuk ibu menyusui. Beberapa obat juga diketahui dapat menurunkan produksi ASI dan yang lebih bahaya adalah jika obat dapat masuk ke ASI dan terminum oleh si kecil.
  • Jangan menggunakan obat antinyeri topikal, karena berisiko tertelan dan menyebabkan efek samping pada si kecil.
  • Jika terasa sangat menyakitkan untuk menyusui secara langsung, Bunda dapat memompa ASI. Cara ini mungkin dapat membantu Bunda untuk mengurangi rasa nyeri.

2. Penurunan jumlah ASI

Ketika pada masa ovulasi dan sebelum menstruasi, akan terjadi perubahan hormon estrogen dan progesteron yang akan mempengaruhi payudara dan produksi ASI Bunda. Ketika hormon estrogen dan progesteron meningkat, Bunda akan merasakan payudara terasa penuh dan lebih lunak. Namun, estrogen yang meningkat juga dapat mempengaruhi produksi ASI. Tidak hanya karena pengaruh kedua hormon tersebut. Penelitian juga menunjukkan adanya penurunan kadar kalsium di dalam darah setelah ovulasi, hal ini juga berkonstribusi dalam penurunan produksi ASI.

3.Perubahan suasana hati atau mood Bunda

Sebagian wanita mengalami perubahan mood saat menstruasi, hal ini berpengaruh juga terhadap produksi asi lho bun.

4.Rasa ASI yang berubah

Berdasarkan penelitian, komposisi Asi berubah ketika Bunda memasuki siklus ovulasi. Kadar garam dan klorida akan meningkat, serta terjadinya penurunan kalium pada ASI Bunda. Hal ini menyebabkan ASI akan terasa lebih asin dan tidak manis seperti biasanya. Tapi, perlu diingat hal ini wajar dan tidak akan mempengaruhi nutrisi bagi si kecil ya Bunda. Jadi, jangan khawatir!

Bagaimana Cara Melancarkan Produksi ASI Saat Menstruasi?

1. Tetap Menyusui

Tingkatkan produksi ASI secara alami, misalnya dengan tetap menyusui si kecil. Hisapan si kecil pada puting payudara Bunda merupakan stimulan yang terbaik untuk meningkatkan produksi ASI. Selain itu, pastikan si kecil memiliki perlekatan yang baik, agar ASI dapat keluar secara sempurna.

2.Memompa ASI secara berkala

Jika si kecil mengalami masalah perlekatan, Bunda bisa membantu peningkatan produksi ASI dengan melakukan pumping atau pompa ASI. Tubuh kita akan menyesuaikan produksi ASI dengan kebutuhan, jadi semakin sering Bunda mengeluarkan ASI maka produksinya pun akan semakin meningkat.

3.Gunakan suplemen yang dapat meningkatkan produksi ASI

Selama menstruasi agar produksi asi tetap mencukupi untuk si kecil, bunda bisa mencoba menkonsumsi supplemen asi

4.Konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang

Seperti makanan yang kaya akan zat besi (seperti daging merah, dan sayuran berdaun hijau) dan makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI (seperti daun katuk, kacang-kacangan, oatmeal). Baca juga artikel kami mengenai Makanan Pelancar ASI yang Wajib Bunda Coba.

5.Pastikan kebutuhan cairan Bunda terpenuhi

minum air putih untuk melancarkan asi

minum air putih agar asi tetap lancar

6.Istirahat yang cukup

Jangan lupa untuk beristirahat yang cukup ya bun. Hal ini untuk merileksasi dan mengurangi rasa tidak enak badan yang dirasakan selama menstruasi.

7.Hindari stres dan cemas yang berlebihan

Sebisa mungkin bunda harus mengurangi stress dan cemas karena hal ini malah akan menurunkan produksi asi.

8.Pijat payudara sebelum dan sesudah menyusui

Lakukan pijat payudara sebelum menyusui untuk semakin melancarkan asi yang keluar, bunda juga bisa meminta bantuan suami.

9.Konsumsi suplemen yang mengandung kalsium dan magnesium

Misalnya kalsium 1000 mg dengan magnesium 500 mg. Bunda dapat mengonsumsinya sebelum dan selama Bunda mengalami menstruasi.

Tanda bayi tidak mendapatkan asi yang cukup

Selain itu, Bunda juga harus tetap memperhatikan kondisi si kecil. Jika produksi ASI Bunda sangat sedikit, maka bisa si kecil tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Hal itu tentu saja dapat membahayakan si kecil. Beberapa tanda ketika si kecil tidak mendapatkan ASI yang cukup, yaitu:

  • Tidak ada peningkatkan berat badan si kecil
  • Penurunan produksi urin
  • Si kecil terlihat lemas
  • Nah, jika si kecil mengalami tanda-tanda kekurangan ASI maka Bunda harus konsultasi ke dokter ya.

Adakah penyebab lain yang menurunkan produksi ASI?

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi produksi ASI selain menstruasi, yaitu:

1.Bunda stres atau cemas berlebihan

Bukan rahasia lagi kalau stres atau emosi dapat menurunkan ASI Bunda. Jadi, Bunda wajib untuk selalu bahagia ya!

2.Bunda tidak mendapatkan istirahat yang cukup atau dalam kondisi lelah

Kelelahan adalah salah satu faktor berkurangnya produksi asi. Jangan lupa beristirahat agar badan tetap fit ya bun.

3.Penyakit lain, seperti hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid di dalam tubuh), anemia (kekurangan darah), infeksi.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan tubuh membuat ASI dalam jumlah kecil.

4.Hamil

Jika Bunda hamil lagi, maka hormon kehamilan akan membuat produksi ASI menurun.

5.Bunda tidak memperhatikan asupan nutrisi

Keinginan Bunda untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan bisa jadi membuat Bunda memilih-milih makanan atau bahkan mengurangi asupan makanan. Boleh-boleh saja diet Bunda, tapi jangan sampai berpengaruh pada produksi ASI.

6.Konsumsi kafein yang berlebih

Minuman yang mengandung kafein, seperti soda, teh, kopi atau cokelat dapat membuat tubuh Bunda menjadi dehidrasi dan menurunkan produksi ASI. Oleh karena itu, Bunda tidak boleh mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan.

7.Gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol.

Hindari merokok dan alkohol, selain mempengaruhi produksi dan kualitas asi juga berbahaya untuk si kecil dan bunda.

8.Penggunaan obat-obatan tertentu

Menyusui dapat menunda Bunda mengalami menstruasi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, namun menstruasi juga dapat mempengaruhi proses menyusui. Hal tersebut adalah hal yang wajar, meskipun ada beberapa gejala yang cukup mengganggu dalam proses menyusui. Oleh karena itu, diperlukan semangat dan tekad Bunda untuk terus menyusui si kecil selama masa-masa yang menyulitkan tersebut. Tetap semangat ya Bunda! Percayalah ASI adalah nutrisi terbaik untuk si kecil dan hanya Bunda yang bisa memberikannya. Semoga ulasan tentang cara melancarkan asi saat bunda menstruasi dari Dunia Budna kali ini cukup untuk membantu Bunda untuk memahami beberapa masalah ketika menyusui dan semoga tips dari kami juga bisa Bunda terapkan ya! Jangan lupa untuk selalu mengikuti artikel kami untuk mendapatkan beragam informasi yang bermanfaat lainnya.

Baca juga ulasan Cara Memperbanyak Asi Secara Alami ini ya Bun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *