10 Cara Menaikkan Berat Badan Bayi ASI yang Tepat dan Aman

4 bulan lalu, by duniabunda

cara menaikkan berat badan bayi asi

Bunda aktif menyusui namun si kecil belum mencapai bobot berat badan yang ideal. Yuk simak cara menaikkan berat badan bayi asi yang tepat berikut ini.

Apabila Bunda cermati kembali, berat badan bayi setelah melahirkan biasanya mengalami penurunan dalam jumlah tertentu.

Namun, Bunda tidak perlu khawatir karena kondisi ini merupakan sesuatu yang wajar dan normal karena berat badannya bisa naik kembali setelah 10 sampai 12 hari.

Beberapa bayi mungkin membutuhkan jangka waktu tertentu hingga berat badannya naik lagi secara optimal dalam masa perkembangan. Bunda bisa memanfaatkan ASI eksklusif secara maksimal untuk membantu si kecil menerima asupan nutrisi.

Bunda perlu memahami juga apa saja penghambat dan cara menaikkan berat badan bayi ASI yang aman sekaligus tepat diterapkan kepada bayi.

Mengapa Berat Badan Bayi ASI Susah Naik?

Jika Bunda menemukan kendala ketika berusaha menaikkan berat badan bayi ASI, berarti kondisi di bawah ini bisa jadi mewakilinya sebagai sebuah penghambat yang harus diatasi.

1. Masalah pelekatan ketika menyusui

Ketika si kecil menyusu dengan cara dan posisi yang tidak benar, ia tidak dapat menyerap ASI yang keluar dari payudara secara efisien pada konsistensi yang sehat.

Dilansir dari verywellfamily.com, masalah ini juga bisa terjadi karena Bunda memiliki payudara yang sangat besar, putting besar, putting rata, atau putting terbalik, sehingga bayi merasa kesusahan untuk melekatkan mulut dan menguncinya saat menyusu.

Selain itu, poor latch juga bisa terjadi karena adanya masalah fisik atau gangguan neurologis yang mengganggu kemampuannya menempel pada payudara dengan benar.

2. Frekuensi menyusui masih kurang

frekuensi menyusui bayi

perhatikan frekuensi menyusui bayi

Bagi bayi ASI, diperlukan asupan menyusui setidaknya 2 sampai 3 jam sekali setiap harinya. Hal ini bertujuan untuk menstimulasi pasokan ASI yang sehat sekaligus memberikannya dalam jumlah yang maksimal untuk menaikkan berat badan.

Apabila kurang dari itu, maka si kecil juga kesusahan untuk menaikkan berat badan. Asupan utamanya adalah ASI, jadi manfaatkan produksi ASI seoptimal mungkin untuk dikonsumsi oleh bayi.

3. Produksi ASI yang rendah

Ada beberapa penyebab produksi dan suplai ASI menjadi lebih rendah, sehingga bayi susah menaikkan berat badan.

Faktor psikis juga bisa memengaruhi kondisi ini, contohnya ketika Bunda merasakan ketakutan dan kekhawatiran tidak mampu menyusui secara maksimal. Hal ini memberikan sinyal kepada tubuh Bunda sendiri untuk mengurangi produksi ASI.

Selain itu, durasi menyusu, bayi jarang menyusu, dan kemampuan pelekatan bayi pada payudara juga menjadi faktor penyebab produksi ASI rendah pada ibu menyusui.

Menurut medela.com, sebagian kecil ibu menyusui merasa kesulitan memenuhi kecukupan produksi ASI akibat beberapa alasan medis berikut:

  • Kehilangan darah berlebihan selama persalinan, menyebabkan penundaan ASI yang masuk
  • Riwayat diabetes, tiroid, Polycystic Ovarian Syndrome, atau gangguan hormon lainnya
  • Hipoplasia mammae, tidak ada jaringan kelenjar penghasil susu yang cukup di dalam payudara
  • Riwayat operasi payudara

Bunda, baca juga cara memperbanyak asi secara alami berikut ini

4. Kondisi kesehatan si kecil

Bayi ASI dengan kondisi kesehatan tertentu, bahkan yang ringan sekalipun, biasanya rentan kesulitan menaikkan berat badan atau justru berat badannya sangat mudah untuk menurun.

Menurut kellymom.com, beberapa penyakit atau kondisi kesehatan tersebut dapat berupa infeksi telinga, thrush, reflux, anemia, alergi, hingga infeksi saluran kencing.

Menyusui jadi kurang efektif akibat keterbatasan yang mungkin dialami oleh si kecil.

5. Kurangnya durasi menyusui

Selain frekuensi, nyatanya durasi setiap menyusui bisa memengaruhi pertumbuhan berat badan bayi. Setidaknya, Bunda harus menyusui sekitar 7 sampai 8 menit pada setiap payudara.

Semakin bertambah usia si kecil, maka durasinya juga harus disesuaikan. Umumnya, kondisi ini bisa terjadi karena waktu menyusui kurang lama, padahal usia bayi ASI sudah menginjak beberapa bulan.

Cara Menaikkan Berat Badan Bayi ASI

Ada berbagai penyebab pasti mengapa berat badan si kecil terasa susah naik. Namun, beberapa solusi dan cara menaikkan berat badan bayi ASI sudah tersedia, sehingga Bunda tidak perlu cemas lagi soal kondisi si kecil.

1. Mengevaluasi cara menyusu bayi ASI

perhatikan cara menyusu pada bayi

perhatikan cara menyusu pada bayi

Dikutip dari laman wicbreastfeeding, Bunda bisa mengetahui pelekatan yang nyaman melalui tanda-tanda berikut:

  • Pelekatan nyaman dan tidak menimbulkan rasa sakit
  • Dada dan perut bayi bersandar pada tubuh Bunda, kepala lurus dan tidak menghadap ke samping
  • Dagu bayi menyentuh payudara
  • Mulut bayi terbuka lebar di sekitar payudara, tidak hanya pada putingnya
  • Lidah bayi menempel di bawah payudara
  • Bunda bisa melihat dan mendengar bayi menelan
  • Telinga bayi terlihat bergerak perlahan

Apabila pelekatan bayi belum memenuhi tanda-tanda tersebut, artinya Bunda harus mulai menerapkan langkah-langkah menyusui menggunakan pelekatan yang benar.

  • Gelitik bibir bayi menggunakan puting untuk membuka mulutnya lebar-lebar.
  • Arahkan puting susu tepat di atas bibir bayi. Pastikan dagu bayi tidak masuk ke dalamnya.
  • Arahkan bibir bawah menjauh dari pangkal puting. Putar bibir ke luar seperti ikan kemudian arahkan dan tempelkan dagu pada payudara.
  • Lidah bayi harus keluar dan panjang. Mulut bayi juga harus dipenuhi dengan payudara.

2. Tambah frekuensi menyusui

Kalau sebelumnya frekuensi menyusui bayi ASI sangat terbatas, mulai sekarang Bunda perlu memberikan ASI setiap 3 jam sekali.

ASI bersifat mudah dicerna oleh tubuh bayi, itulah mengapa asupannya harus diberikan sesering mungkin secara optimal.

Mungkin Bunda harus menyesuaikan si kecil yang juga sering tertidur. Namun, Bunda bisa membangunkannya tanpa mengganggu istirahatnya. Selain itu, segera berikan ASI apabila ia sudah menunjukkan tanda-tanda lapar.

Menurut Strong for Life, berikut tanda-tanda kalau bayi sedang kelaparan:

  • Mencari puting susu dengan mulut
  • Membuat gerakan dan suara menghisap
  • Mengisap jari-jari atau memasukkan kepalan tangan ke dalam mulut
  • Melenturkan tangan, lengan, atau kaki
  • Bernafas dengan cepat

3. Perhatikan asupan Foremilk dan Hindmilk

bunda harus perhatikan durasi dan asupan foremilk dan hindmilk pada bayi

bunda harus perhatikan durasi dan asupan foremilk dan hindmilk pada bayi

Dilansir dari healthline.com, ada dua jenis ASI yang keluar ketika Bunda menyusui, yaitu Foremilk yang keluar pada awal dan Hindmilk yang keluar di akhir.

Foremilk memiliki kandungan lemak yang lebih rendah, sementara Hindmilk mengandung kadar lemak yang lebih tinggi.

Hindmilk memberikan pengaruh yang lebih besar untuk menaikkan berat badan bayi ASI, di samping itu bayi juga merasa lebih kenyang. Bunda bisa memeriksa kecukupan Hindmilk melalui beberapa tanda berikut:

  • Sering menangis seperti gejala kolik
  • Buang air besar berwarna kehijauan
  • Si kecil terganggu dengan perut kembung
  • Keinginan menyusui lebih sering daripada biasanya

Karena Foremilk mengalir deras di awal menyusui, Bunda bisa mengatasi kondisi tersebut dengan rajin memompa ASI untuk menyisakan Hindmilk yang akan dihisap di kecil.

4. Durasi menyusui juga penting

Selain frekuensi, durasi setiap kali menyusui harus disesuaikan dengan perkembangannya, ya Bun.

Dikutip dari sutterhealth.org, setidaknya durasi menyusui bayi tiap sesinya membutuhkan waktu sekitar 20 sampai 45 menit. Karena bayi juga sering mengantuk, Bunda harus tetap sabar dan gigih untuk mengatasi hal tersebut.

Berikan ASI pada sisi payudara pertama sampai si kecil berhenti mengepal dan terlihat mengantuk atau santai. Kalau sudah, hentikan penghisapan dan bantu si kecil bersendawa.

Bunda bisa melanjutkan pemberian ASI payudara kedua sampai si kecil benar-benar selesai menerima asupan yang dibutuhkan.

5. Perhatikan asupan makanan Bunda

pastikan nutrisi terjaga saat menyusui

pastikan nutrisi terjaga saat menyusui

Nyatanya, asupan nutrisi yang diambil oleh Bunda dan dimasukkan ke dalam tubuh juga memengaruhi peningkatan berat badan si kecil yang masih menyusu.

Selain berkonsultasi dengan dokter mengenai konsumsi makanan yang tepat sebagai booster produksi ASI, Bunda bisa menyiapkan bahan makanan tersebut secara mandiri.

Dilansir dari parenting.firstcry,com, berikut beberapa bahan makanan yang mampu merangsang peningkatan produksi ASI:

  • Oatmeal atau oat milk. Terbuat dari biji-bijian utuh yang mengandung zat besi yang dibutuhkan ibu menyusui setiap hari.
  • Membantu mendorong Bunda untuk memberikan asupan ASI kepada bayi. Mengandung vitamin A yang juga meningkatkan kualitas produksi ASI dan laktasi.
  • Diperkaya dengan asam lemak Omega 3 dan EFA untuk membantu laktasi dan menghasilkan susu yang lebih bergizi.
  • Sayuran hijau. Mengandung sumber mineral, seperti zat besi, kalsium, dan asam folat untuk meningkatkan produksi ASI.
  • Ubi jalar. Menambah produksi energi dan kaya akan vitamin B kompleks, vitamin C, serta magnesium.

Bunda baca juga cara memperbanyak asi saat menstruasi berikut ini

6. Pelajari baby massage atau pijat bayi

Pijatan yang terasa rileks pada bayi memberikan manfaat yang besar terhadap kenaikan berat badan bayi ASI.

Cara menaikkan berat badan bayi ASI dengan pijat bayi dapat dilakukan melalui pelatihan ahli terapis pijat terlebih dahulu. Apabila dilakukan secara sembarangan, Bunda bisa jadi menciptakan risiko yang berbahaya bagi tubuh bayi.

Dikutip dari ergobaby.com, penelitian menunjukkan bahwa baby massage atau pijat bayi memiliki manfaat dapat menambah berat badan dan panjang tubuh secara optimal, bahkan terhitung lebih baik pada Brazelton Neonatal Behavior Assesment Scale.

Selain memperbaiki tinggi badan, ternyata pijat bayi juga membantu melancarkan masalah pencernaan pada bayi.

7. Bunda bisa tidur dekat dengan bayi

tidur dengan bayi memiliki banyak manfaat

tidur dengan bayi memiliki banyak manfaat

Tidur dengan dengan bayi akan meningkatkan hubungan batin dan fisik yang lebih intim. Bunda bisa membiasakan tidur dengan si kecil apabila selama ini ia tidur di ranjang khusus secara terpisah.

Menghabiskan waktu lebih banyak dengan si kecil mampu meningkatkan hormone prolaktin, sehingga Bunda bisa sering menyusui secara intensif.

Menurut laman Natural Child, bayi yang tidur di samping ibunya akan menerima kehangatan, perlindungan, jaminan emosional, sekaligus ASI sesuai kebutuhannya.

Sistem adaptasi ini juga bekerja secara fisiologi untuk menjaga kesehatan Bunda dan bayi.

8. Pijat payudara supaya ASI lebih lancar

Bunda pasti sudah memahami kalau produksi ASI yang lancar dan melimpah sesuai kebutuhan mampu menunjang kenaikan berat badan pada bayi ASI dengan aman.

Lakukan sedikit teknik pemijatan payudara untuk merangsang kelenjar air susu bekerja secara efektif untuk memproduksi penambahan volume ASI. Selain itu, payudara serta puting jadi lebih kuat dan lentur ketika digunakan bayi untuk menyusu.

Bunda bisa melakukannya secara mandiri atau dengan bantuan pasangan. Setelah dipijat, kompres menggunakan air hangat dan lap bersih.

9. Usahakan tidak memberikan makanan padat terlalu awal

hindari memberikan makanan padat terlalu awal

hindari memberikan makanan padat terlalu awal

Ketika bayi masih membutuhkan asupan berupa ASI eksklusif dan berusia di bawah 6 bulan, jangan terburu-buru untuk memberikan makanan MPASI yang teksturnya cenderung lebih padat.

Beberapa makanan memiliki kandungan nutrisi dan kalori lebih sedikit dibandingkan dengan Air Susu Ibu. Ditambah lagi, makanan ini juga cenderung menggantikan ASI yang bergizi lebih tinggi, bukannya menambah nutrisi yang diperlukan oleh bayi.

Supaya Bunda dapat menaikkan berat badan bayi ASI secara efisien, usahakan untuk memaksimalkan asupan ASI supaya nutrisi pentingnya tidak hilang begitu saja atau mulai tidak membuat si kecil tertarik untuk mengonsumsinya.

10. Periksakan dan ikuti anjuran medis apabila ada kondisi khusus pada bayi

Gagal tumbuh atau failure thrive merupakan sebuah kondisi di mana bayi mengalami pertumbuhan yang terhambat. Salah satu gejalanya adalah kurangnya kenaikan berat badan.

Untuk menaikkan berat badannya kembali, Bunda harus melakukan kontrol secara rutin dengan dokter atau tenaga kesehatan yang ahli di bidangnya.

Selain merasa terbantu, tenaga ahli biasanya memberikan saran secara lengkap, aman, dan tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Dokter akan mengevaluasi pola makan, asupan gizi, serta pertumbuhan bayi selama ini.

 

Cara menaikkan berat badan bayi ASI secara tepat dan aman bisa Bunda lakukan secara mandiri maupun dengan bantuan orang di sekitar. Apalagi, bayi ASI harus mendapatkan asupan ASI yang optimal untuk membantu perkembangan fisiknya.

Yang terpenting, Bunda jangan sampai gegabah dan tetap ikuti anjuran khusus apabila ada kondisi pada bayi yang tidak boleh ditangani sembarangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *