Cara Mencegah Kehamilan yang Aman dan Alami untuk Dilakukan

10 bulan lalu, by duniabunda

cara mencegah kehamilan

Memiliki anak memang menjadi impian bagi setiap pasangan yang telah menikah, tapi tidak jarang juga beberapa pasangan yang baru menikah masih ingin menikmati masa berdua dan tidak ingin buru-buru untuk memiliki momongan. Namun, jangan ditunda terlalu lama juga ya Bund, karena peluang untuk hamil bagi wanita adalah di bawah usia 35 tahun. Tidak hanya untuk pengantin baru, bagi Ayah dan Bunda yang sudah memiliki momongan dan sudah tidak ingin untuk menambah anak lagi, tentunya akan mencari cara agar Bunda tidak hamil lagi. Ada berbagai cara untuk mencegah kehamilan, misalnya dengan pengunaan pil KB, menggunakan kondom dan ada juga alternatif lain jika bunda dan suami memilih berhubungan tanpa pengaman. Jika bunda ingin mencegah kehamilan tanpa kb juga ada caranya bund. Nah, artikel kali ini akan memberikan pencerahan bagi Ayah dan Bunda yang sudah tidak ingin menambah momongan lagi dan untuk pengantin baru yang masih belum ingin memiliki anak.

Cara umum menunda kehamilan dibagi menjadi 2 cara, yaitu cara alami (tanpa menggunakan alat kontrasepsi) dan penggunaan alat kontrasepsi. Nah, Ayah dan Bunda bisa memilih cara yang dirasa cocok ya!

Cara Alami Untuk Mencegah Kehamilan

1.Sistem kalender

Sistem kalender merupakan cara pencegahan kehamilan dengan tidak melakukan hubungan suami istri pada masa subur Bunda. Jadi, Bunda harus wajib mencatat tanggal menstruasi setiap bulannya untuk mengetahui tanggal jatuhnya masa subur Bunda. Namun, cara ini biasanya digunakan pada Bunda yang memiliki siklus menstruasi yang teratur, karena dibutuhkan ketelitian untuk menentukan masa subur Bunda.

Masa subur atau ovulasi merupakan faktor penting untuk terjadinya kehamilan, karena terjadi pelepasan sel telur dari ovarium untuk dibuah oleh sperma Ayah, sehingga jika hubungan suami istri dilakukan saat masa subur maka kemungkinan besar Bunda akan hamil. Nah, bagaimana cara menghitung masa subur? Yuk simak penjelasannya Bund.

Cara Menghitung Masa Subur

Catatlah hari pertama Bunda menstruasi setiap bulannya. Sebagai contoh, pada bulan Januari Bunda menstruasi pada tanggal 1, dan menstruasi lagi pada tanggal 29 di bulan yang sama. Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama menstruasi sampai hari sebelum menstruasi berikutnya. Berdasarkan perhitungan tersebut, maka Bunda memiliki siklus 28 hari. Setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda, umumnya adalah 28 hari, tapi pada beberapa wanita bisa memiliki siklus menstruasi sampai 35 hari.

Masa ovulasi dihitung mundur dari menstruasi terakhir, yaitu tanggal 29 Januari dikurangi 14 hari, maka masa ovulasi diperkirakan terjadi pada tanggal 15. Mengingat dapat terjadi perubahan atau pergeseran, maka masa ovulasi plus minus 2 hari. Jadi, masa subur Bunda adalah tanggal 13, 14, 15, 16, 17 Januari, artinya tanggal-tanggal tersebut memiliki peluang yang cukup besar untuk hamil. Jadi, hindari untuk berhubungan pada tanggal-tanggal tersebut ya!

2.Coitus interruptus atau Senggama Terputus

Kehamilan terjadi ketika sel telur Bunda bertemu dengan sperma Ayah pada saat berhubungan suami istri. Cara ini mencegah sperma masuk ke dalam tubuh Bunda, yaitu dengan mengeluarkan sperma Ayah di luar tubuh Bunda. Namun, cara ini masih berisiko untuk terjadi kehamilan. Ayah harus memiliki kontrol diri yang baik agar tidak ada setetes sperma pun yang masuk ke tubuh Bunda.  Dan jika ingin berhubungan lagi dalam waktu singkat, maka disarankan agar Ayah buang air kecil terlebih dahulu untuk membersihkan sisa sperma yang masih menempel dari ejakulasi sebelumnya. Cara ini merupakan alternatif jika Ayah dan Bunda tidak ingin menggunakan alat kontrasepsi. Selain itu, cara ini disukai karena tidak membutuhkan biaya tambahan, dan tentunya tanpa efek samping, seperti ketika menggunakan pil KB.

Penggunaan Alat Kontrasepsi Untuk Mencegah Kehamilan

alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan

Alat Kontrasepsi untuk Mencegah Kehamilan

1.Kondom

Alat kontrasepsi yang satu ini mudah digunakan dan lebih ringkas. Tidak hanya untuk mencegah kehamilan, kondom juga dapat mencegah penularan penyakit seksual. Ayah dapat membelinya di apotek atau di mini market, pastikan kondom tidak melewati tanggal kedaluwarsa dan tidak robek atau bocor. Cara ini cukup efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan.

2.Pil KB

Nah, kalau yang satu ini merupakan metode kontrasepsi dengan mengonsumsi pil KB. Pil KB juga direkomendasikan oleh pemerintah untuk mengontrol angka kelahiran. Pil KB mengandung hormon progesteron, atau kombinasi estrogen dan progesteron. Hormon tersebut bekerja dengan cara mencegah terjadinya ovulasi atau pelepasan sel telur, mengentalkan lendir serviks sehingga sperma Ayah sulit untuk bertemu dengan sel telur, serta mempengaruhi endometrium agar sel telur yang sudah dibuahi tidak dapat menempel atau tertanam di dinding rahim Bunda.

Di Indonesia, sudah sangat banyak beredar berbagai macam merk Pil KB dengan kandungan bahan aktif yang berbeda-beda. Nah, pastikan Bunda berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menggunakan Pil KB merk tertentu. Cara penggunaan yang tidak tepat dapat mempengaruhi efektivitas dan memperbesar risiko terjadinya kehamilan.

Aturan Konsumsi Pil KB

Pil KB juga tersedia dalam 2 pilihan, yaitu paket 21 hari atau paket 28 hari. Perbedaannya terletak pada jumlah tablet yang akan dikonsumsi oleh Bunda. Paket 21 hari terdiri dari 21 tablet yang mengandung bahan aktif, sedangkan paket 28 hari terdiri dari 21 tablet dengan kandungan bahan aktif dan 7 tablet plasebo atau pil kosong yang tidak mengandung bahan aktif. Penggunaan paket 28 hari memudahkan Bunda untuk tidak lupa minum obat. Pada paket 21 hari, akan ada jedah 7 hari Bunda tidak mengonsumsi pil KB sebelum melanjutkan kemasan berikutnya. Menstruasi akan terjadi ketika Bunda mengonsumsi pil plasebo (paket 28 hari), sedangkan pada paket 21 hari Bunda akan menstruasi pada saat obat habis (jedah 7 hari).

Nah, yang paling penting untuk menjamin agar Pil KB bekerja dengan baik adalah dengan mengonsumsinya secara rutin dan di waktu yang sama agar kadar obat di dalam darah tetap stabil. Kami rekomendasikan Bunda untuk mengonsumsi setiap malam hari agar tidak terlupakan saat aktivitas dan dapat mengurangi keluahan mual yang mungkin muncul dari penggunaan Pil KB. Konsultasikan juga jika Bunda menggunakan obat lain, karena risiko terjadinya interaksi obat dapat menurunkan efektivitas dari Pil KB.

3.KB Implan

KB implan merupakan suatu benda yang berbentuk seperti susuk berbentuk tabung seperti batang korek api dengan kandungan hormon progesteron yang ditanam di kulit lengan atas dari tubuh Bunda. Pemasangannya harus dilakukan oleh dokter ya Bund. KB implan ini bekerja dengan melepaskan hormon secara perlahan dan efektif untuk menunda kehamilan. KB implan ini juga memiliki batas waktu, sehingga perlu diganti setiap 3 tahun sekali untuk menjamin efektivitasnya. Efek yang paling sering terjadi adalah gangguan menstruasi, kenaikan berat badan, sakit kepala, jerawat, nyeri pada payudara, perubahan suasana hati, dan sakit kepala. Namun, tidak semua wanita akan mengalami efek samping tersebut, jadi jangan terlalu khawatir ya Bund.

4.KB Suntik

Metode kontrasepsi ini merupakan metode yang paling sering digunakan oleh wanita Indonesia. KB suntik merupakan cara alternatif bagi Bunda yang sering lupa untuk mengonsumsi Pil KB secara rutin. Ada 2 jenis KB suntik berdasarkan waktu pengulangan dosisnya, KB suntik 1 bulan mengandung kombinasi hormon esterogen dan progesteron, sedangkan KB suntik 3 bulan hanya mengandung hormon progesteron. Kandungan hormon pada KB suntik yang membantu untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan mempengaruhi ovulasi atau mencegah pertemuan sel telur dengan sperma Ayah.

Selain itu, penggunaan KB suntik juga dapat mempengaruhi kondisi dinding rahim sehingga sel telur yang berhasil dibuahi tidak dapat menempel. Namun, sama seperti penggunaan Pil KB, KB suntik juga memiliki beberapa efek samping, yaitu siklus menstruasi menjadi tidak teratur atau bahkan tidak mengalami menstruasi, peningkatan berat badan, perubahan suasana hati, sakit kepala dan terasa nyeri pada payudara.

KB suntik juga tidak disarankan untuk digunakan untuk Bunda yang memiliki rencana untuk hamil dalam waktu dekat, karena kesuburan Bunda tidak dapat segera kembali dalam waktu singkat. Waktu yang dibutuhkan akan berbeda-beda pada setiap wanita, umumnya adalah sekitar 9 bulan setelah menghentikan penggunaan KB suntik.

5.Intrauterine Device (IUD)

Intrauterine Device atau yang sering disebut sebagai KB spiral merupakan alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim Bunda. Sama seperti KB implan, pemasangannya harus dilakukan oleh dokter. KB spiral mampu mencegah terjadinya kehamilan sampai 99%. Cara kerjanya dengan menghambat sperma untuk masuk ke tuba fallopi sehingga tidak terjadi pembuahan. IUD juga memiliki batas waktu penggunaan, jadi juga harus diganti setiap beberapa waktu.

Pemasangan IUD sering dijadikan pilihan karena selain itu perlu mengonsumsi obat setiap hari, cara ini juga tidak mempengaruhi kenyamanan saat berhubungan serta dapat digunakan segera setelah melahirkan dan tidak mempengaruhi produksi air susu Bunda (ASI). Namun, beberapa efek samping yang mungkin muncul dari pemasangan IUD adalah gangguan siklus menstruasi, pendarahan di antara menstruasi, dan nyeri saat menstruasi.

6.Kontrasepsi Darurat

Adakah cara mencegah kehamilan tapi sperma sudah masuk? Nah, Bunda bisa coba memakai kontrasepsi darurat. Kontrasepsi darurat merupakan pilihan terakhir dan biasanya digunakan jika Bunda lupa menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan suami istri. Kontrasepsi darurat merupakan obat yang mengandung Levonorgestrel yang juga merupakan salah satu jenis Pil KB, bertujuan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Dosis pertama harus diminum secepat mungkin setelah berhubungan dan dalam waktu 72 jam setelah berhubungan, dan diperlukan dosis kedua yang diminum 12 jam setelah mengonsumsi dosis pertama. Namun, jika menggunakan dosis awal yang lebih besar, Bunda tidak perlu mendapatkan dosis kedua. Pastikan Bunda berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.

Kesimpulan

Nah, gimana nih Bund? Sudah jelaskan ulasan kami ini tentang cara yang dapat Bunda terapkan untuk mencegah kehamilan atau menunda kehamilan bagi pasangan yang masih belum ingin memiliki momongan. Pastikan Bunda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi. Dokter akan membantu Bunda untuk memilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Ayah dan Bunda.

Anak adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa, oleh karena itu ketika terjadi kehamilan diluar harapan Ayah dan Bunda, jangan digugurkan ya! Ingat, menggugurkan kandungan adalah dosa yang seharusnya tidak boleh dilakukan.

Semoga artikel kali ini bermanfaat ya Bund, ikuti terus website Dunia Bunda untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *