Anak Tidak Menurut Perintah Bunda? Ini Lho Cara Mendidik Anak yang Baik, Bun!

2 minggu lalu, by duniabunda

cara mendidik anak yang benar

Apakah bunda bingung bagaimana cara mendidik anak yang  baik agar mau nurut kepada orang tua? Apalagi tipe anak yang harus dihadapi adalah tipe anak yang keras. Ternyata karakter anak sangat dipengaruhi oleh pola pengasuhan kita sebagai orang tua. Yuk kita cari tahu bun, cara mendisiplinkan anak sedini mungkin agar kelak kita tidak susah dibuatnya.

Dalam mendidik anak, ada begitu banyak hal yang Bunda bagi menjadi dua, yaitu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Ketika Bunda memberikan kata “boleh” untuk setiap permintaan si kecil, tentu ekspresinya akan sangat bahagia. Mungkin karena pada akhirnya mereka boleh melakukan sesuatu yang belum pernah dicoba sebelumnya.

Dikutip dari parents.com, dengan memberikan persetujuan kepada anak, maka akan semakin mudah bagi mereka untuk melakukan eksplorasi dan meningkatkan jiwa kreativitas.

Mereka akan jadi lebih percaya diri untuk menemukan bakat alami yang mereka miliki. Di samping itu, banyak hal baru yang akan didapatkan, sehingga mengolah rasa keingintahuan untuk menyampaikan banyak pertanyaan.

Tetapi, jika yang keluar adalah kata “tidak” anak bisa jadi tidak terima dan memberontak kepada Bunda.

Pernah merasakan hal ini, Bun?

Padahal, ada maksud dan tujuan tersendiri mengapa Bunda harus melarangnya untuk melakukan sebuah hal terlebih dahulu.

Mungkin karena si kecil belum cukup umur atau hal tersebut terindikasi berbahaya untuknya.

Anak harus belajar menerima kata “tidak boleh”

Bunda sangat perlu memberikan batasan demi kebaikan si kecil. Sebuah anjuran yang diberikan kepada anak-anak berupa, “Patuhi perintah orang tua” itu sangat benar dan tepat di usia pertumbuhannya.

Mereka akan belajar untuk terbiasa dengan pergaulan, aktivitas, dan kebiasaan yang membawa kebaikan yang positif dan berdampak bagi lingkungannya.

Anak akan cenderung memilah mana yang tidak boleh dan tidak selaras dengan aturan di keluarga dan masyarakat. Sehingga, hal-hal buruk akan mudah dijauhi olehnya.

Tentu Bunda ingin si kecil dapat bertumbuh dengan optimal dan berakhlak tinggi dengan mau patuh dengan perintah dan nasehat orang tua.

Bagaimana Cara Mendidik Anak yang Baik?

cara mendidik anak yang baik

cara mendidik anak yang baik dan benar

Ada beberapa hal yang mampu Bunda lakukan dan aplikasikan kepada keseharian anak untuk membuatnya menjadi tanggap dan peka terrhadap lingkungan.

Tidak selalu dengan teriakan dan kekerasan, justru kelembutan dan cara penyampaian yang baik yang akan membuat si anak mau mendengar perintah kita.

Sebenarnya, apa saja cara mendidik anak yang baik agar mau mematuhi perintah kita sebagai orang tua ?

Kita akan kupas satu per satu mulai dari penjelasan di bawah ini.

1. Bunda biasakan untuk memanggil namanya dengan lembut, ya

Sering kali, Bunda memanggil anak dengan cara berteriak secara keras. Entah itu pada saat Bunda sedang membutuhkan bantuan atau akan memberikan perintah.

Kalau bisa, Bunda biasakan untuk memanggilnya dengan cara yang lembut dan tidak mengomel.

Dengan membiasakan hal ini, si kecil akan terbiasa untuk segera manghampi ketika dipanggil dan akan melakukan pekerjaan dari Bunda dengan tulus hati.

Jika Bunda masih kasar dan mengomel, anak akan menjadi malas dan kesal, sehingga bermalas-malasan ketika membantu Bunda.

Dikutip dari healthline.com, berdasarkan penelitian terbaru, kebiasaan meneriaki anak akan berdampak pada sikapnya yang menjadi lebih agresif, baik secara fisik maupun verbal.

Di sisi lain, ketenangan malah akan berdampak pada anak yang merasa diterima dan disayang oleh orang tuanya.

Ketika berada di luar bersama teman-temannya, jangan jatuhkan mental anak ya, Bun. Saat Bunda memutuskan untuk memanggilnya dengan kasar dan marah-marah di depan teman-temannya, ia akan merasa malu dan sedih.

Yuk, kita biasakan memanggil si kecil dengan lembut dan rasa penghargaan yang tinggi.

2. Dengarkan si kecil dengan penuh perhatian

Setiap hari, anak Bunda suka mempertanyakan banyak  hal baru yang ia ketahui. Atau mungkin anak senang sekali berceloteh riang dan bercerita mengenai apapun yang ia rasakan dan pikirkan.

Cobalah untuk mendengarkan dengan baik dan tidak mengabaikannya.

Ketika anak mengeluhkan sesuatu kepada Bunda, itu berarti ia sedang lelah menghadapi lingkungannya dan membutuhkan tempat untuk melepaskan kejengkelannya.

Bunda dapat memberikan umpan balik dengan cara memberikan banyak pertanyaan sehingga ia semakin antusias dalam bercerita. Hal ini akan membantu memperbaiki moodnya dan ia akan merasa didengarkan.

Dilansir dari Family Education, mendengarkan anak dengan baik akan membuat Bunda memahami perspektif baru untuk dipelajari.

Tentunya sebelum ia suka mendengarkan Bunda ia terlebih dahulu mempelajari cara untuk mendengarkan orang lain melalui bunda sendiri.

Melalui kebiasaan selalu didengarkan, anak akan melakukan perintah atau ajakan Bunda dengan senang hati.

4. Tatap mata anak ketika sedang berbicara

Menatap mata anak ketika sedang berbicara akan memberikan energi perhatian yang luar biasa. Eye contact menjadi salah satu cara mendidik anak yang baik agar mau mematuhi perintah orang tua .

Ia akan merasa dibutuhkan dan diberi sebuah tanggung jawab yang besar untuk dilaksanakan. Anak tidak akan merasa dikekang atau diatur dengan cara yang keras.

Selain itu, mereka akan belajar untuk memahami perasaan dan kebutuhan orang lain melalui caranya memandang mata orang lain.

Mereka akan segera peka dan tidak terbebani dengan perintah dari Bunda. Mereka akan menjadi pemerhati dan pengamat yang baik.

Dikutip dari socialexpress.com, salah satu cara terbaik untuk memberikan perintah secara langsung adalah melalui eye contact atau kontak mata. Bunda bisa mempraktikannya dan membiasakannya pada anak.

Sebagai tambahan, saat berbicara sambil menatap matanya, Bunda dapat menyentuh pundaknya sebagai bentuk kontak fisik.

4. Bunda dapat mengondisikan kapan anak harus mematuhi perintah

Sewaktu bunda ingin memberikan perintah untuk anak, bisa jadi ia masih merasa suntuk dan lelah karena aktivitas yang padat. Jangan langsung mengomel ya, Bun!

Anak memerlukan sedikit jeda untuk beristirahat selepas pulang dari sekolah atau menyelesaikan kegiatan les.

Selalu perhatikan situasi dan kondisi kapan anak Bunda sudah memiliki waktu yang renggang.

Biarkan mereka bermain dan bersantai sejenak setelah mengisi kesehariannya dengan belajar dan berinteraksi dengan guru dan teman-temannya.

Hal ini dikarenakan anak perlu mengisi energinya kembali untuk siap memberikan bantuannya. Barulah setelah mereka sudah siap berikan perintah dengan lembut dan tidak tergesa-gesa.

5. Bercerminlah pada diri sendiri

Tidak jarang Bunda juga luput dari kesalahan ketika mengurus si kecil. Itu adalah sebuah hal yang wajar.

Ketika Bunda mau untuk menyadari kesalahan dan belajar dari pengalaman, maka Bunda akan memahami posisi seorang anak yang bisa saja memberontak untuk tidak mematuhi perintah.

Coba untuk maklumi perasaan si kecil dan pahami apa yang ia mau.

Dengan mengerti perasaannya, Bunda mampu memberitahukan maksud dan tujuan yang baik untuk kebaikannya.

Dilansir dari brighthorizons.com, dengan merefleksikan pengalaman, Bunda mampu mengajar anak dan memberinya pengertian untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

Bunda dapat bertindak secara konsisten supaya anak mendapatkan pengertian untuk mendengarkan secara patuh kepada ucapan Bunda.

6. Pilah mana yang harus diprioritaskan

Bunda dapat mengkategorikan perintah untuk anak menjadi dua, yaitu mendesak dan tidak mendesak. Aplikasikan kepada anjuran yang penting dan harus segera diselesaikan.

Kemudian untuk yang tidak terlalu penting, Bunda bisa memberikan anak sedikit waktu lebih untuk melaksanakannya.

Seorang anak juga cenderung memprioritaskan sesuatu yang dianggapnya penting. Mereka akan kebingungan apabila terlalu banyak perintah yang harus diselesaikan saat itu juga.

Berilah tugas secara bertahap mulai dari yang mudah hingga susah.

Dengan memberinya tugas secara bertahap, berarti Bunda mengirimkan pesan tersirat kepada mereka untuk mematuhi perintah dan amanat yang bermanfaat.

Menjadi latihan tersendiri bagi anak untuk mengatasi masalah yang lebih besar kedepannya.

7. Hindari kekerasan

Salah satu poin penting yang harus Bunda hindari adalah melakukan kekerasan ketika memberikan perintah.

Hal itu akan menimbulkan masalah psikologis dan trauma pada anak, lho Bun. Akan sayang disayangkan apabila awalnya mereka adalah anak yang aktif, namun lama kelamaan menjadi anak yang pendiam.

Dikutip dari moray.gov.uk, kekerasan akan menimbulkan luka secara fisik dan emosional. Anak sangat rentan dengan trauma, apalagi harus menerima kekerasan yang berat.

Bunda harus melatih kesabaran ketika memberikan perintah untuk anak.

Jangan sampai karena terlalu jengkel, Bunda secara reflek menggunakan kekerasan untuk memaksa anak patuh kepada Bunda.

Tentu hal ini akan meninggalkan kesan yang buruk dan menimbulkan ketakutan ketika seharusnya ada inisiatif dari si kecil untuk bertindak.

8. Bangunlah kepercayaan yang tinggi terhadap anak

membangun kepercayaan diri pada anak

membangun kepercayaan diri pada anak dengan kasih sayang

Apakah Bunda pernah merasa khawatir dan was-was kalau si kecil tidak sanggup mematuhi perintah?

Bunda sudah masuk ke tahap tidak percaya dan justru hal itu harus segera dikurangi. Mengapa? Membangun kepercayaan sedikit demi sedikit akan meningkatkan kepercayaan diri sang anak.

Dengan memberikan perintah dan arahan saja, itu sudah merupakan bentuk pemberian tugas dan tanggung jawab yang harus dipenuhi.

Anak akan tanggap untuk mencerna perintah tersebut dan memenuhinya sesuai kapasitas yang dimiliki.

Apabila masih ada kesalahan, Bunda bisa mengevaluasi dan memberikan arahan untuk tindakan selanjutnya. Ingatkan untuk selalu berhati-hati

Berikan banyak kesempatan untuk anak bertumbuh dan berkembang sejak dini melalui pemberian kepercayaan yang lebih daripada biasanya.

Tenang Bun, anak-anak memang perlu banyak diedukasi untuk mendukung kemampuannya menjadi lebih baik.

9. Bunda bisa sedikit membatasi penggunaan gadget pada anak

Di zaman yang serba modern dan digital ini, anak lebih suka untuk melakukan kegiatan dengan gadget dan permainan yang ada di dalamnya.

Tentu menggiurkan dan tidak jarang mereka jadi kecanduan. Suka merengek apabila keinginannya untuk bermain game tidak dikabulkan.

Anak jadi rentan tidak nurut dan patuh dengan perintah Ayah dan Bundanya. Salah satu solusinya adalah dengan membatasi anak untuk memegang gadget.

Mungkin awalnya terasa sulit, namun apabila dibiasakan sejak dini, anak akan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang lebih positif.

Bunda dapat mengatasinya dengan memberikan aktivitas tambahan yang melatih skill baru dan kemampuan kognitif anak. Dengan berbagai kegiatan baru yang menyenangkan, mereka akan melupakan gadget untuk dimainkan.

10. Last but not least, tunjukkan apresiasi dan rasa sayang Bunda kepada buah hati tercinta

Setelah melaksanakan tugasnya dengan baik, jangan lupa berikan bentuk penghargaan dan apresiasi yang mendalam. Apresiasi tersebut berupa pujian, ciuman, hingga pelukan yang hangat.

Dilansir dari wowparenting.com, pemberian apresiasi kepada anak akan membantu meningkatkan motivasi untuk meraih prestasi yang lebih besar. Ia memiliki rasa percaya diri yang tinggi karena sanggup dan bisa mengerjakan sesuatu.

Mereka akan selalu menjadi pribadi yang percaya bisa menaklukkan sebuah tujuan.

Ketika mereka sudah menjadi anak yang patuh, berikan semangat supaya mereka bisa menaati kepercayaan yang lebih besar lagi.

 

Itulah beberapa cara mendidik anak yang baik agar mau mematuhi perintah orang tua dari Dunia Bunda . Ayah dan Bunda harus senantiasa menjadi partner yang senang bekerja sama untuk perkembangan pribadi si kecil.

Tidak ada kata terlambat untuk mendidik anak menjadi pribadi yang patuh dan taat dengan orang tua. Bunda harus melatih kesabaran dan memberikan perhatian yang luar biasa agar anak lebih termotivasi untuk membiasakan hal-hal positif dalam hidupnya.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *