Terapkan 15 Cara Ini Untuk Mengajarkan Anak Berbicara

3 minggu lalu, by duniabunda

cara mengajarkan anak berbicara

Jangan khawatir si kecil terlambat berbicara ya ,Bun. Bunda bisa mulai menerapkan 15 cara mengajarkan anak berbicara berikut ini.

Sekarang ini makin banyak ditemui anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam berbicara.

“Kok udah 2 thn…tapi blm bisa ngomong ya?”

Setelah di telusuri ternyata penyebabnya adalah anak terlalu sering menonton tv dan terpapar gadget. Tidak ada salahnya anak menonton tv, namun sebaiknya waktunya dibatasi. Maksimal 1 jam dalam 1 hari.

Karena untuk melatih berbicara anak di perlukan interaksi dan komunikasi 2 arah yang intens antara anak dan orang tua. Menonton tv hanyalah komunikasi yang bersifat 1 arah. Jadi tidak ada rangsangan untuk anak dapat berbicara.

Dikutip dari parents.com, si kecil yang masih belia mampu mengucapkan 6 kata untuk membantunya berbicara. Menginjak usia 18 bulan, jumlah kata-kata tersebut meningkat secara signifikan menjadi 50 kata.

Setiap anak tentu memiliki kemampuan berbicara yang berbeda. Menurut penelitian, anak perempuan cenderung lebih cepat berbicara karena dibantu dengan kemampuan otak yang berkembang lebih kompleks.

Namun, ada juga anak-anak yang mengutamakan perkembangan fisiknya dibandingkan kemampuan berbicara.

Ada kalanya Bunda mulai memperhatikan perkembangan berbicara si kecil supaya kemampuannya dalam berkomunikasi dengan lingkungan semakin meningkat seiring dengan penambahan usianya.

Gambaran Perkembangan Anak Berbicara

Sebelum membiasakan anak-anak untuk mencoba kata-kata baru yang belum pernah ia dengar, Bunda perlu mengetahui gambaran rata-rata perkembangan kemampuan dalam berbicara.

  • Pada usia 0 sampai 3 bulan, anak-anak hanya bisa menangis dan tertawa.
  • Usia 4 sampai 6 bulan suara yang dikeluarkan dalam bentuk kata akan berbentuk pengulangan.
  • Usia 6 sampai 9 bulan Bunda akan mendengarkan gabungan dari beberapa kata.
  • Menginjak 10 sampai 12 bulan kemampuan berbicaranya akan semakin aktif dan rasa ingin tahunya tinggi untuk menirukan kata-kata Bunda meskipun belum sempurna.
  • Pada usia 1 sampai 4 tahun secara perlahan anak-anak akan meniru apa yang dikatakan oleh orang-orang di sekitarnya.

Cara Mengajarkan Anak Berbicara

Bunda bisa menerapkan cara-cara di bawah ini supaya anak lebih lancar dan fasih ketika belajar maupun sedang berbicara.

1. Jangan bosan untuk bersifat komunikatif

berkomunikasi secara intens dengan anak

Sejak si kecil adalah bayi yang baru lahir, Bunda perlu melakukan komunikasi secara intensif setiap saat. Jangan takut kelelahan atau merasa bosan bahkan ketika mengajaknya berbicara sebelum waktunya.

Bahasa ibu adalah salah satu pembiasaan yang bagus dan bisa diterima oleh bayi hingga anak-anak sejak dini.

Dikutip dari webmd.com, sering berkomunikasi dengan anak-anak sejak bayi juga membantu perkembangan otaknya. Apabila pada usia anak-anak masih ada yang kesulitan berbicara, terus ajak mereka untuk berkomunikasi.

Menjadi Bunda yang komunikatif akan membantu sinaps pada anak-anak meningkatkan kemampuannya untuk belajar mengolah dan mencerna berbagai informasi.

2. Bunda bisa mendongeng

Lakukan cara ini untuk membantu menambah kosakata yang bisa dipelajari oleh anak-anak. Bunda bisa memilih dongeng kesukaannya untuk dibaca beberapa kali.

Selanjutnya, pilih variasi cerita yang berbeda setelah membacakannya berulang. Semakin banyak cerita yang anak-anak ketahui, mereka akan berusaha untuk mengulangnya kembali setiap saat.

Sesekali ketika mendongeng, Bunda bisa memberikannya kesempatan untuk mengulang kembali apa yang sudah didengar. Apabila masih ada yang belum bisa dipahami, Bunda bisa mendampinginya untuk memberitahu mana yang benar.

Media mendongeng tidak hanya dari buku cerita saja. Bunda bisa menggunakan media edukatif yang beragam, seperti menggunakan boneka atau mainan figur sekaligus memperkuat daya imajinasinya untuk mempresentasikan kembali dengan bahasa yang baru.

3. Selain mendongeng, menyanyilah bersama anak

bernyanyi bersama anak untuk melatih berbicara

bernyanyi bersama anak untuk melatih berbicara

Cara mengajarkan anak berbicara dengan media edukatif lainnya adalah melalui kegiatan bernyanyi bersama antara Bunda dan anak-anak.

Dikutip dari naeyc.org, melalui nyanyian, anak-anak dapat belajar secara komprehensif. Mereka akan mengingat sesuatu melalui nada yang diberikan kemudian secara tidak langsung ingin melagukannya dalam bentuk kata-kata.

Berikan lagu anak-anak yang menyenangkan dan mudah dihafal. Bunda bisa menyiapkan lebih banyak lagu sebagai sarana mengajarkan anak-anak berbicara setiap harinya.

Selain mudah diingat, nyanyian biasanya bertahan lama karena mampu tertanam di alam bawah sadar anak-anak. Mereka akan berceloteh setiap hari dengan nyanyian yang sudah diberikan.

4. Perbaiki celotehan si kecil

Tidak bisa dipungkiri bahwa semakin besar, si kecil juga semakin cerewet menanggapi peristiwa yang terjadi di sekitarnya.

Tidak jarang juga Bunda menemukan beberapa kesalahan ketika mereka mengungkapkan apa yang dimaksud. Di sini peran Bunda dibutuhkan untuk memperbaiki kosakata yang terpleset dan terlanjut diucapkan oleh anak-anak.

Bunda bisa memberikan bentukan kata yang benar kemudian mengajak anak untuk mengulanginya secara bersamaan.

Pastikan mereka juga terbiasa untuk mngucapkan kosakata yang benar. Jangan lupa untuk membantu menambah perbendaharaan kata dengan memberikan sebuah kata dan melakukan variasi yang berbeda-beda dalam bentuk kalimat.

5. Buat flash card sekreatif mungkin

flash card untuk melatih anak berbicara

menggunakan flash card untuk melatih anak berbicara

Bunda bisa memanfaatkan media gambar dan tulisan untuk membantu anak berbicara. Sediakan beberapa perangkat DIY untuk membuat flash card yang berisi banyak sekali kosakata disertai gambar pelengkap.

Cara ini akan efektif apabila Bunda saat itu sedang ingin mengajarkan kosakata seputar benda maupun makhluk hidup.

Gambar akan berfungsi sebagai alat bantu supaya anak-anak bisa membayangkan kata benda yang dimaksud. Perhatikan juga ejaan kata per kata dan pastikan anak-anak bisa mengikutinya dengan baik.

Apabila mungkin si kecil mulai bosan dengan lembaran flash card pertamanya, buat flash card baru dengan tema yang berbeda. Ini memang saat bagi Bunda untuk mengeluarkan ide-ide yang kreatif dan tidak jauh dari lingkungan sekitar.

6. Ajak mereka berinteraksi dengan teman sebaya

Termasuk salah satu cara mengajarkan anak berbicara yang efektif dan menyenangkan. Ketika bergaul dengan anak sebayanya, tentu si kecil akan mengungkapkan pendapatnya melalui pembicaraan yang dimengerti satu sama lain.

Tips yang satu ini merupakan langkah awal bagi anak-anak untuk melakukan interaksi, dimulai dari anak-anak lain yang seumuran dengannya.

Bunda bisa mengamati dan memberikan koreksi apabila masih ada pembicaraan yang belum fasih ketika diucapkan. Biarkan mereka mengungkapkan pertanyaan dan jawaban yang diinginkan terhadap lawan bicaranya.

Disamping itu, anak-anak juga mulai belajar untuk berkomunikasi dengan baik dan memberikan jawaban yang saling bersambung sekaligus interaktif.

7. Rajin mengajukan pertanyaan

berinteraksi dengan sering mengajukan pertanyaan kepada anak

Dilansir dari zerotothree.org, mulai dari usia 6 bulan Bunda sudah bisa mengajak anak-anak untuk menanggapi pertanyaan yang diajukan.

Dimulai dari pertanyaan yang sangat sederhana, seperti memilih warna pakaian yang ia suka. Di usia 6 bulan si kecil mulai memahami menunjuk sesuatu yang pasti menarik perhatiannya.

Semakin bertambah usia, Bunda bisa memberikan pertanyaan yang bersifat tertutup dan membutuhkan jawaban “ya” dan “tidak”. Apabila dirasa sudah cukup memahami bahasa, ajak mereka untuk mulai menjelaskan alasan mengapa memilih “ya”atau “tidak”.

Di usia yang cukup besar, Bunda bisa memberikan pertanyaan yang sifatnya sudah terbuka dan melatih mereka untuk berbicara dalam bahasa yang mudah dipahami. Mereka akan terbiasa berbicara sembari memberikan penjelasan.

8. Mulai dengan kalimat yang pendek

Anak-anak perlu beradaptasi dengan cara berbicara yang ringkas untuk melatih mereka berbicara secara efektif. Selain itu, kalimat pendek juga bersifat lebih mudah dipahami.

Kalimat yang pendek dan cenderung sudah mencakup inti pembicaraan lebih mudah diserap atau dicerna untuk disimpan di dalam memori.

Maksud jadi lebih mudah disampaikan dan biasanya mereka mengulanginya ketika berkomunikasi dengan orang lain.

Salah satu contoh yang baik dan tepat sasaran untuk mempengaruhi alam bawah sadar dan menjadikannya sebuah kebiasaan yang alami.

9. Sebut nama supaya anak merasa dihargai

Selama berlatih bersama anak-anak untuk memperbarui perbendaharaan kata untuk meningkatkan kemampuan bicara, Bunda perlu menyebut namanya ketika melakukan komunikasi timbal balik.

Hal ini akan berpengaruh kepada kebiasaan dan rasa penghargaan dari Bunda saat berbicara dengannya. Anak akan mencoba mempraktikkannya kepada orang lain ketika berkomunikasi.

Menyebut nama menjadi sarana perantara supaya anak lebih memperhatikan lawan bicara. Mereka lebih bersemangat untuk belajar karena adanya rasa saling menghargai.

Selain lebih lancar berbicara, anak-anak akan merasa bahwa membiasakan komunikasi seperti itu bersifat sopan dan bisa diterapkan ketika berbicara.

10. Ajak interaksi saat mereka bermain

hindari anak bermain sendirian

hindari anak bermain sendirian

Biasanya anak-anak akan asik dan tenggelam ke dalam dunianya sendiri apabila sudah menyentuh berbagai macam mainan yang menarik hatinya.

Daripada membiarkannya sendiri, Bunda bisa menemaninya bermain sambil melatihnya berbicara melalui beberapa interaksi.

Dengan bertanya dan berpendapat, Bunda akan melihat reaksi sekaligus respon yang diberikan ketika menanggapi sesuatu dalam bentuk pembicaraan.

Perlihatkan kepada mereka bahwa Bunda juga tertarik untuk menemani mereka. Namun, tetap sesuaikan dengan situasi ketika ingin mengajarkan anak berbicara saat mereka bermain.

11. Bahasa asing bukan sesuatu yang buruk

Sambil menyelam minum air, itulah peribahasa yang tepat digunakan ketika Bunda ingin mengajarinya berbicara sekaligus fasih seikit demi sedikit dengan bahasa asing.

Bunda bisa memulainya dari kata-kata sederhana dalam Bahasa Inggris. Dapat berupa kata benda atau sifat yang sederhana dan sering digunakan sehari-hari.

Usia anak-anak memang mudah menerima dan menyerap banyak informasi baru. Bunda tidah perlu khawatir kalau anak-anak tidak akan mengerti. Justru, kondisi seperti itu membantunya mengingat lebih banyak amunisi kata untuk berbicara.

Bunda bisa mencobanya dengan mempraktikkan bahasa ibu dan dilanjutkan dengan bahasa asing. Dengan bimbingan yang baik dan benar, anak-anak mampu berbicara dengan mudah sesuai dengan perkembangan umurnya.

12. Kurangi penggunaan gadget

Kurangi penggunaan gadget pada anak

Kurangi penggunaan gadget pada anak

Rasanya sebagian anak-anak terata betah apabila sudah diberikan gadget yang mengalihkan perhatiannya dari orang tua.

Kegiatan ini justru mendorong anak-anak untuk diam dan hanya berbicara melalui pikiran. Tidak ada kata-kata yang keluar kecuali mereka memang diajak sambil berbicara.

Kurangi penggunaan gadget apabila si kecil terus menerus bermain dan tidak melatih kemampuannya berbicara dengan benar pada kesempatan tertentu.

Sebenarnya, dengan penggunaan dan arahan yang bijak, gadget bisa berfungsi sebagai sumber belajar yang lebih interaktif. Saat ini Bunda sudah bisa menemukan banyak sekali sarana penyediaan pendidikan dengan berbasis teknologi.

13. Kosakata baru setiap hari

Belajar berbicara memang tidak mudah bagi anak-anak. Bahkan, sebagai orang tua biasanya hanya mengulangi siklus yang sama tanpa ada improvisasi.

Supaya si kecil semakin memahami berbagai judul dan makna sebuah tulisan, Bunda bisa menyuapkannya kosakata terbaru yang semakin rumit dari hari ke hari.

Tidak perlu terburu-buru, cukup amati penggunaannya ketika mereka berkomunikasi dengan lingkungan sekitar.

Semakin lama si kecil makin paham apa yang harus diucapkannya setelah membahas beberapa hal akademis. Tentu lebih mudah ketika memakai bahasa dan tata kata yang baru sesuai kebutuhan.

14. Cari aktivitas yang berhubungan dengan mendengarkan

Melalui kebiasaan mendengarkan, anak-anak mudah menyimpan berbagai bunyi dan suara di dalam kepala serta memanfaatkannya ketika berkomunikasi sewaktu-waktu.

Selain bernyanyi, Bunda juga bisa memberikan rekaman berisi cerita atau dialog yang memiliki intonasi jelas supaya isi dari dialog dapat diterima anak-anak dengan baik.

Selain menyimpan isi dari dialog, perbendaharaan kata si kecil juga semakin bertambah sebagai sarana belajarnya.

Melihat, membaca, dan mendengarkan menjadi aspek penting ketika dikombinasikan untuk mengajarkan anak berbicara.

15. Didik mereka dengan sabar dan telaten

Mengajarkan anak berbicara tidak selalu mudah. Selalu ada tantangan dan hal baru yang menyertai perjalanan tersebut.

Ketika Bunda berkomitmen untuk mengajarkan anak berbicara, lakukan dengan penuh antusias demi hasil yang lebih baik.

Kesabaran dan ketelatenan yang diupayakan maksimal akan mempengaruhi hasil akhir anak-anak yang fasih berbicara kepada orang lain.

 

Nah itulah beberapa cara mengajarkan anak berbicara, Bun. Mengajarkan dan mendidik anak-anak untuk berbicara bukan sesuatu yang mudah. Bunda harus bekerja ekstra dan tidak mudah bosan atau lelah untuk membina si kecil jadi lancar berbicara.

Selamat mengajar, Bun!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *