Yuk Cari Tahu Penanganan dan Cara Mengatasi Bayi Kuning yang Benar

2 bulan lalu, by duniabunda

cara mengatasi bayi kuning

Kelahiran si kecil sudah pasti ditunggu-tunggu oleh Ayah dan Bunda, namun seringkali setelah kelahiran si kecil masih belum diperbolehkan pulang rumah karena mengalami kuning. Tidak jarang hal ini membuat Ayah dan Bunda menjadi sedih karena si kecil harus mendapatkan penanganan khusus atau melakukan pemeriksaan darah. Nah, kira-kira apa sih penyebabnya si kecil mengalami kuning dan bagaimana cara mengatasi bayi kuning? Simak ya artikel kami kali ini!

Bayi kuning atau yang sering disebut ikterus atau neonatal hyperbilirubinemia merupakan kondisi yang sering ditemui ketika si kecil sudah lahir, khususnya pada bayi dengan kelahiran prematur. Di Indonesia lebih dari 150.000 kasus ditemukan per tahunnya. Tanda dan ciri-ciri yang sangat jelas terlihat adalah warna kulit dan sklera mata (bagian putih pada mata) menjadi kekuningan dalam beberapa hari setelah kelahiran, biasanya sekitar 2 sampai 4 hari. Pada kebanyakan kasus, kondisi ini tidak membutuhkan penanganan khusus, namun jika si kecil mengalami kasus yang berbahaya dan parah maka dibutuhkan penanganan, seperti penyinaran.

Penyebab Bayi Kuning

1.Fungsi Liver Masih Belum Bekerja Secara Optimal

Penyebab si kecil menjadi kuning adalah akibat peningkatan bilirubin di dalam darah. Bilirubin adalah zat kuning yang dihasilkan oleh tubuh secara normal, sebagai hasil ketika tubuh menggantikan sel darah merah yang sudah tua. Organ hati (liver) akan membantu untuk memecah bilirubin sehingga bisa dikeluarkan oleh tubuh melalui tinja. Ketika bayi masih di dalam rahim Bunda, plasenta akan mengeluarkan bilirubin dari tubuh bayi. Setelah lahir si kecil harus mengeluarkan bilirubin sendiri, namun fungsi liver si kecil membutuhkan waktu untuk dapat bekerja secara optimal. Hal ini yang menyebabkan terjadi akumulasi bilirubin di dalam darah dan wajar terjadi pada bayi yang baru lahir.

Untuk kasus bayi kuning yang normal berapa lama akan menghilang? Jadi, Si kecil dapat mengalami kuning dalam waktu 2 sampai 4 hari setelah kelahiran dan kondisi tidak menyebabkan masalah serius dan dapat hilang dengan sendirinya sekitar 2 minggu. Kondisi ini lebih sering disebut dengan ikterus fisiologis. Nah, ini adalah tanda bayi kuning yang normal. Namun, penentuan si kecil harus mendapatkan penanganan khusus atau tidak, hanya boleh ditentukan oleh dokter ya Bund.

Tipe Bayi Kuning

Ada 2 tipe ikterus atau jaundice yang dapat terjadi pada bayi baru lahir yang mendapatkan air susu ibu (ASI) dan biasanya ini tidak berbahaya.

  • Ikterus pada bayi yang mendapatkan ASI dapat terlihat selama usia bayi 1 minggu pertama. Risiko ini akan meningkat ketika si kecil tidak bisa menyusu dengan baik, misalnya karena perlekatan si kecil dengan payudara Bunda tidak sempurna atau air susu Bunda masih sedikit atau lambat untuk keluar. Walaupun demikian, Bunda harus memastikan bahwa si kecil mendapatkan ASI dengan cukup.
  • -Ikterus pada bayi akibat ASI juga dapat terjadi pada si kecil yang sehat setelah usia 1 minggu, puncaknya adalah ketika usia minggu ke-2 dan ke-3. Kondisi ini dapat terjadi akibat kandungan di dalam ASI yang dapat mempengaruhi pemecahan bilirubin di hati. Kondisi ini berbeda dengan ikterus akibat proses menyusui.

2.Si Kecil Mengalami Penyakit atau Kondisi yang Tidak Normal

Berbeda dengan ikterus fisiologis, kondisi ikterus akibat adanya gangguan atau penyakit lain disebut dengan istilah ikterus patologis. Ada beberapa kondisi ikterus yang parah dan dapat membahayakan si kecil. Ikterus parah dapat terjadi bila si kecil memiliki kondisi yang meningkatkan pergantian sel darah merah yang tidak terjadi pada bayi normal. Kondisi-kondisi tersebut antara lain:

  • Kelainan darah,

    • Hal ini seperti sickle cell anemia atau yang sering disebut anemia sel sabit. Kondisi ini merupakan jenis anemia yang diakibatkan karena kelainan genetik (keturunan), sel darah merah si kecil memiliki bentuk yang tidak normal sehingga menyebabkan tubuh kekurangan pasokan darah yang sehat. Sel darah yang sehat berfungsi untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini akan menyebabkan tubuh menjadi kekurangan oksigen dan dapat menimbulkan kerusakan jaringan.
  • Gangguan saluran pencernaan, seperti sembelit (konstipasi) dan obstipasi

  • Terjadi kelainan rhesus antara si kecil dengan Bunda,

    • Kelainan rhesus merupakan kondisi yang terjadi ketika rhesus golongan darah antara Bunda dan si kecil berbeda, misalnya si kecil memiliki rhesus positif, namun Bunda memiliki rhesus negatif. Perbedaan rhesus tidak akan menjadi masalah bagi kesehatan seseorang, namun hal ini berpengaruh pada proses kehamilan. Perbedaan rhesus akan menyebabkan bayi yang baru lahir mengalami penyakit kuning dan kurang darah atau anemia. Hal ini dikarenakan tubuh Bunda mengenali si kecil sebagai benda asing, sehingga antibodi Bunda akan berusaha menghancurkan sel-sel darah bayi.
    • Jadi, jika Bunda memiliki golongan darah dengan rhesus yang berbeda dengan suami, segera konsultasikan ke dokter sebelum merencanakan kehamilan. Bunda juga akan diberikan pengobatan khusus oleh dokter yang bertujuan untuk mencegah sistem tubuh Bunda untuk menghasilkan antibodi yang dapat menyerang rhesus si kecil.
  • Sel darah merah yang melebihi batas normal

  • Infeksi virus atau bakteri

  • Kekurangan enzim tertentu,

    • Misalnya pada penyakit defisiensi glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD). Enzim G6PD merupakan enzim yang membantu sel darah merah untuk dapat tetap berfungsi secara normal. Bila si kecil kekurangan enzim ini makan sel darah merah akan lebih cepat lisis atau rusak dibandingkan dengan proses pembentukannya sehingga menyebabkan anemia. Bilirubin juga akan meningkat akibat hasil dari proses pemecahan sel darah merah.

3.Penyebab Lain yang Menyebabkan Bayi Kuning

Beberapa hal lain yang dapat menyulitkan si kecil untuk mengeluarkan bilirubin dari dalam tubuh dan menyebabkan ikterus yang parah, yaitu:

  • Penggunaan obat-obatan

    • Obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh bayi juga bisa menjadi salah satu penyebab peningkatan kadar bilirubin di dalam darah. Obat yang dilaporkan menyebabkan efek samping ikterus antara lain antibiotik, obat golongan kortikosteroid (seperti Dexamethasone, Methylprednisolone, Prednisone, dan Dexamethasone), obat antikejang (Diazepam, Phenytoin). Mungkin si kecil tidak meminum obat-obat tersebut secara langsung, namun obat tersebut juga bisa masuk ke dalam tubuh si kecil melalui ASI. Jadi, jika Bunda menyusui maka pastikan untuk tidak menggunakan obat-obatan tanpa persetujuan dari tenaga kesehatan, karena tidak semua obat aman digunakan pada ibu menyusui.
  • Infeksi saat kelahiran, seperti rubella

  • Penyakit yang mempengaruhi fungsi liver atau saluran empedu

    • Seperti hepatitis. Hepatitis merupakan suatu kondisi peradangan pada liver atau organ hati yang bisa disebabkan oleh virus ataupun obat-obatan. Terdapat beberapa jenis hepatitis yang disebabkan oleh virus, antara lain hepatitis A, hepatitis B dan hepatitis C. Nah, jika Bunda mengidap hepatitis B saat mengandung, maka risiko untuk menularkan kepada si kecil juga meningkat, pastikan Bunda sudah memberitahu dokter jika Bunda mengalami kondisi ini. Hepatitis B merupakan penyakit kronis yang belum bisa disembuhkan dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati. Oleh karena itu, bayi yang baru lahir wajib untuk mendapatkan vaksin hepatitis B, biasanya dalam 12 jam pertama setelah lahir yang didahului dengan pemberian injeksi vitamin K.
  • Hipoksia (kekurangan oksigen).

  • Mengalami sepsis atau infeksi lainnya

  • Kelainan genetik

Selain itu, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan si kecil untuk mengalami kondisi ikterus, yaitu bayi yang mengalami penurunan berat badan setelah lahir, dan Bunda yang mengidap penyakit diabetes.

Pemeriksaan Untuk Bayi Kuning

pemeriksaan bayi kuning

pemeriksaan bayi kuning

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah si kecil mengalami ikterus yang wajar atau akibat kondisi lain yang dapat membahayakannya. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain dengan mengambil sampel darah si kecil untuk melihat kadar bilirubin di dalam darah.

Tanda dan Gejala Bayi Kuning

  1. Demam
  2. Lemas
  3. Muntah
  4. Kulit dan sklera mata menguning
  5. Rewel dan gelisah
  6. Warna urin lebih pekat
  7. Tinja atau feses si kecil menjadi lebih putih atau pucat

Bahaya Bayi Kuning

Pada kondisi ikterus yang parah dan tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada si kecil, seperti masalah saraf seperti cerebral palsy, kerusakan otak, gangguan pendengaran, bahkan juga dapat menyebabkan kematian. Gejala lemas pada si kecil juga dapat menyebabkan kondisi dehidrasi atau kejang. Oleh karena itu, jika si kecil mengalami ikterus yang parah harus segera mendapatkan penanganan oleh tenaga medis.

Cara Mengatasi Bayi Kuning

Cara untuk menangani si kecil yang mengalami ikterus atau bayi kuning bergantung pada beberapa hal, yaitu kadar bilirubin, seberapa cepat waktu kadar bilirubin meningkat, usia kehamilan (pada si kecil yang lahir prematur, biasanya akan membutuhkan perawatan khusus untuk menurunkan kadar bilirubin), usia bayi. Si kecil akan mendapatkan terapi jika kadar bilirubin terlalu tinggi atau meningkat terlalu cepat. Nah berikut cara-cara untuk mengatasi bayi kuning

1.Berikan susu kepada si kecil lebih sering, sampai 12 kali/hari.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pergerakan saluran cerna, sehingga bilirubin dapat dikeluarkan tubuh melalui tinja atau feses. Namun, pastikan Bunda sudah berkonsultasi dengan dokter mengenai jumlah susu yang akan diberikan kepada si kecil dan jika dibutuhkan mungkin perlu penambahan susu formula terutama pada Bunda yang mengalami kesulitan untuk menyusui.

2.Pemberian Tambahan Cairan Pada Bayi Kuning

Pada kasus tertentu si kecil mungkin memerlukan tambahan cairan melalui pembuluh darah.

3.Fototerapi atau penyinaran

Fototerapi merupakan cara yang sering dilakukan untuk membantu menurunkan kadar bilirubin pada bayi. Fototerapi menggunakan sinar biru yang membantu untuk memecah bilirubin di kulit. Si kecil akan diletakkan di bawah sinar yang hangat dan si kecil hanya menggunakan popok dan penutup mata. Jika memungkinkan menyusui sebaiknya tetap dilakukan selama fototerapi.

Cara menurunkan kuning bayi dengan cepat yang disebabkan karena kurang asi adalah dengan mengusahakan agar asi bunda tercukupi dengan lebih sering memberikan asi si kepada si kecil. Lebih lebih saat musim hujan bun, yang menyulitkan untuk mendapatkan sinar matahari untuk bayi dijemur, bunda bisa gempur dengan asi. Simak cara memperbanyak asi secara alami ini ya bun.

Kesimpulan

Wah, ternyata penyebab si kecil mengalami kondisi kuning atau ikterus banyak ya Bund. Mulai dari ikterus fisiologis yang normal terjadi pada bayi baru lahir, ikterus karena proses menyusui sampai ikterus patologis atau ikterus yang disebabkan oleh kelainan atau penyakit tertentu. Tentunya, untuk menentukan si kecil tergolong jenis ikterus tertentu harus dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis atau dokter yang merawat si kecil.

Selain itu, jika si kecil mengalami kuning di rumah atau gejala kuning tidak kunjung sembuh (biasanya lebih dari 3 minggu) atau bertambah parah maka Bunda harus segera membawa si kecil ke dokter ya. Pastikan juga memberikan asupan ASI yang cukup untuk si kecil. Jadi, jangan terlalu khawatir ya Bund, tapi tetap harus waspada dan selalu memperhatikan perkembangan si kecil. Semoga informasi cara mengatasi bayi kuning diatas ini bermanfaat ya, ikuti terus website kami untuk mendapatkan informasi menarik dan bermanfaat lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *