Inilah 7 Cara yang Efektif Mengatasi Cegukan Pada Bayi

2 bulan lalu, by duniabunda

cara mengatasi cegukan pada bayi

Melihat si kecil cegukan, terkadang malah membuat Ayah dan Bunda menjadi khawatir. Cegukan juga dipercayai sebagai tanda bahwa si kecil sudah mau besar. Mungkin Ayah dan Bunda sering mendengar ucapan tersebut ketika si kecil mengalami cegukan, yang biasanya dialami setelah menyusui atau saat tidur. Namun, tidak jarang juga Ayah dan Bunda menjadi khawatir dan merasa kasihan, karena si kecil terus-menerus mengalami cegukan. Cegukan adalah kondisi ketika si kecil mengeluarkan suara “hik” tanpa dapat diatur oleh dirinya sendiri. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa detik, namun juga dapat terjadi secara berkepanjangan. Tidak hanya bayi, cegukan juga dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Cara mengatasi cegukan pada bayi tidaklah sulit. Namun sebelumnya bunda harus  ketahui apakah cegukan pada bayi itu sebenarnya normal atau tidak

Cegukan pada bayi baru lahir normal kah?

Cegukan atau yang dikenal dengan istilah medis hiccups dapat terjadi ketika diafragma si kecil berkontraksi. Hal tersebut akan memaksa udara keluar dari pita suara yang sedang tertutup, sehingga akan menimbulkan suara cegukan. Kondisi ini wajar terjadi pada si kecil usia 0 sampai 1 tahun, dan biasanya akan berkurang ketika telah melewati usia 1 tahun. Agar Ayah dan Bunda tidak khawatir dan kebingungan ketika si kecil mengalami cegukan, yuk simak penyebab dan cara mengatasi cegukan pada bayi kali ini.

Penyebab Cegukan

Secara medis, belum diketahui secara pasti tujuan dan fungsi dari cegukan. Walaupun ada beberapa sumber yang mempercayai bahwa cegukan bertujuan untuk mengeluarkan kelebihan udara di dalam perut si kecil. Cegukan terjadi ketika ada sesuatu yang menyebabkan diafragma mengalami kejang atau spasme. Diafragma adalah otot yang berfungsi dalam proses pernapasan, letaknya di bawah rongga dada. Diafragma akan bergerak naik turun saat seseorang bernapas. Kondisi kejang pada diafragma inilah yang menyebabkan pengeluaran udara secara paksa melalui pita suara yang sedang tertutup, sehingga menciptakan suara khas cegukan, yaitu “hik”.

Cegukan pada bayi lebih sering terjadi tanpa alasan yang jelas, namun proses menyusui atau makan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan diaftragma menjadi kejang. Hal ini dapat terjadi ketika si kecil makan terlalu cepat, makan dalam jumlah berlebih dan menelan terlalu banyak udara. Kondisi-kondisi tersebut menyebabkan perut si kecil menjadi membesar, sehingga terjadi tekanan pada diafragma. Tekanan tersebut menyebabkan diafragma menegang dan si kecil mengalami cegukan.

Apakah Cegukan Berbahaya?

Umumnya cegukan bukan merupakan suatu kondisi yang berbahaya, namun jika ini sering terjadi dan menyebabkan gangguan, maka ada kemungkinan cegukan menjadi sebagai sebuah pertanda adanya gangguan kondisi kesehatan. Salah satu yang mungkin menjadi penyebabnya adalah GER (Gastroesophageal reflux), yaitu kondisi ketika makanan yang sudah dicerna dan asam lambung kembali naik ke kerongkongan. Biasanya si kecil akan mengalami muntah atau kolik pada perut bayi.

Tanda atau gejala lain yang perlu Bunda waspadai

  1. Terjadi penurunan berat badan atau tidak terjadi kenaikan berat badan sesuai dengan usia si kecil. Hal ini merupakan pertanda bahwa si kecil tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, yang bisa disebabkan karena muntah atau yang sering dikenal masyarakat dengan istilah gumoh.
  2. Si kecil mengalami gejala sesak napas
  3. Si kecil tampak kebiruan, terutama pada bagian bibir, tangan atau kaki. Hal ini merupakan pertanda si kecil mengalami kekurangan oksigen
  4. Si kecil rewel ketika cegukan
  5. Si kecil tidak mau minum
  6. Si kecil menjadi lebih sering menangis
  7. Si kecil menangis saat atau setelah Bunda selesai menyusui atau ketika sehabis makan
  8. Si kecil sering batuk atau tersedak. Tersedak makanan juga berbahaya loh Bund, karena jika dibiarkan juga dapat meyebabkan penyakit paru yaitu Pneumonia. Pneumonia merupakan suatu kondisi peradangan pada paru yang dapat disebakan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tersedak makanan.

Selain itu, jika si kecil mengalami penurunan berat badan atau tidak terjadi kenaikan berat badan sesuai dengan usianya maka periksakan si kecil ke dokter ya Bund.

Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi

Ada beberapa cara yang bisa Bunda coba untuk menghilangkan cegukan pada bayi dan anak. Jangan mempercayai atau mencoba beberapa mitos yang digunakan masyarakat untuk mengatasi cegukan, karena selain tidak bermanfaat dapat menyebabkan risiko cedera pada si kecil. Beberapa cara alami untuk mengatasi cegukan telah kami rangkum dari berbagai sumber, salah satunya diberikan oleh dokter spesialis anak dr. Lucia Nauli Simbolon, Sp.A, antara lain:

1.Tenangkan si kecil

menenangkan bayi cegukan

menenangkan bayi cegukan

Tenangkan dan peluk si kecil terlebih dahulu agar ia merasa nyaman, lalu Bunda bisa memberikan si kecil air susu lagi. Namun, jika si kecil sudah terlalu kenyang, maka biasanya si kecil akan tenang dengan digendong.

2.Posisi kepala lebih tinggi

Pastikan posisi kepala si kecil lebih tinggi dibandingkan perutnya

3. Gendong Si Kecil

Gendong si kecil dengan keadaan tegak selama kurang lebih 20 menit dan goyangkan badan si kecil secara perlahan sambil ditepuk-tepuk bagian pungggungnya

4. Berikan sesuatu yang bisa dihisap kepada si kecil

Memberikan sesuatu yang bisa dihisap si kecil, seperti empeng, dot atau puting payudara Bunda. Gerakan mulut pada si kecil dipercaya dapat merilekskan diafragma yang kejang dan merangsang sendawa, sehingga membantu menghentikan cegukan pada si kecil.

5.Bawa si kecil ke tempat yang hangat

Beberapa ahli percaya bahwa perubahan suhu di perut si kecil dapat menyebabkan cegukan. Oleh karena itu, bawalah si kecil ke tempat yang lebih hangat, hindari ruangan ber-AC sementara waktu.

6.Perhatikan jadwal menyusui atau makan si kecil

Jika si kecil terlalu lapar maka berisiko terjadi banyak udara yang masuk ke dalam perut, sehingga perut si kecil menjadi kembung. Jadi, pastikan Bunda memberikan si kecil air susu atau makan sebelum ia rewel karena kelaparan.

7.Catat waktu setiap kali si kecil cegukan

Hal ini bertujuan untuk memperkirakan penyebab terjadinya cegukan pada si kecil, misalnya cegukan terjadi sehabis si kecil makan atau menyusui atau ketika Bunda membaringkannya pada posisi tertentu. Nah, dengan mengetahui saat terjadinya cegukan, Bunda bisa menyesuaikan atau memperbaiki cara menyusui atau menidurkan si kecil.

Beberapa sumber juga mempercayai cegukan dapat diatasi dengan memberikan beberapa minuman herbal, walaupun secara ilmiah cara ini belum direkomendasikan karena belum adanya bukti yang mendukung dugaan tersebut. Namun, secara pengalaman turun-temurun beberapa ramuan herbal dipercaya dan dapat digunakan untuk membantu mengatasi kolik perut atau masalah perut lainnya. Beberapa ramuan herbal yang bisa digunakan adalah air jahe, kayu manis atau chamomile. Namun, cara ini tidak disarankan jika si kecil masih mendapatkan ASI eksklusif ya Bunda, karena pada program ASI eksklusif tidak menyarankan penambahan cairan lain selain air susu ibu.

Beberapa Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Ketika Si Kecil Cegukan

Beberapa mitos atau cara yang sering dilakukan di masyarakat tidak boleh dilakukan pada si kecil, antara lain:

  1. Hindari membuat si kecil kaget
    Nah, cara ini seringkali kita temui di masyarakat. Ketika seseorang sedang mengalami cegukan, maka hal pertama yang dilakukan adalah berusaha membuatnya kaget. Tapi, jangan gunakan cara ini untuk menghentikan cegukan pada si kecil yah! Hal ini tidak ada hubungannya dengan cegukan dan berisiko membuat si kecil cedera.
  2. Jangan memberikan bantuan pernapasan
  3. Menarik lidah si kecil
  4. Menekan kepala atau ubun-ubun si kecil

Selain cegukan, gumoh juga sering terjadi pada si kecil. Gumoh yang terlalu sering berisiko menyebabkan si kecil menjadi kekurangan nutrisi dan mengganggu pertumbuhannya.

Cara untuk Mencegah Si Kecil Gumoh

1.Posisikan kepala bayi lebih tinggi dari perutnya.

Setelah menyusui, posisikan kepala si kecil lebih tinggi dari perutnya, dan tepuk-tepuk punggung si kecil agar ia bersendawa. Cegukan dan gumoh dapat terjadi akibat si kecil menghisap udara berlebihan pada saat menyusui, sehingga membuatnya bersendawa adalah salah satu cara ampuh untuk mengeluarkan udara berlebih dari perut si kecil.

2.Hindari minum terlalu banyak

Hindari agar si kecil minum terlalu banyak. Jika si kecil minum terlalu banyak, maka akan terjadi penekanan diafragma oleh udara di perut si kecil. Hal ini dapat menyebabkan air susu yang sudah terminum dapat terdorong kembali ke luar. Jadi, si kecil bersendawa namun air susu yang diminum juga ikut keluar. Oleh karena itu, lebih baik jika Bunda menyusui si kecil secara berkala, dan sering-seringlah membuatnya ia bersendawa di tengah-tengah proses menyusui.

3.Posisi kepala bayi lebih tinggi ketika tidur

Setelah si kecil tertidur, posisikan bagian kepala lebih tinggi daripada badannya. Bunda bisa menggunakan bantuan bantal untuk memposisikan kepala si kecil. Pastikan si kecil tidur dalam posisi terlentang ya Bund.

4.Posisi saat menyusu dengan botol

Jika Bunda tidak menyusui secara langsung atau menggunakan botol susu. Maka ketika memberikan air susu kepada si kecil, posisikan botol dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Hal ini bertujuan agar udara di bagian bawah botol dapat naik dan tidak terminum oleh si kecil. Tidak hanya posisi botol susu, Bunda juga harus memperhatikan ukuran dari lubang dot yang digunakan si kecil. Lubang yang terlau sempit atau terlalu lebar membuat udara terminum si kecil. Selain mencegah gumoh, cara ini juga bisa membantu si kecil terhindar dari cegukan.

5.Duduk tegak saat makan.

Jika si kecil sudah mulai makan, maka pangku atau dudukan si kecil pada posisi tegak ketika Bunda memberikannya makan. Hal ini bertujuan untuk mencegah jumlah udara yang masuk ke dalam perut.

6.Posisikan si kecil dalam posisi tegak sekitar 20 sampai 30 menit setelah ia selesai makan.

Jadi, hindari kebiasaan menidurkan si kecil setelah makan ya Bunda.

Cegukan atau hiccups merupakan suatu kondisi yang wajar terjadi pada bayi, terutama pada usia 0 sampai 1 tahun, bahkan cegukan pun sudah terjadi sejak si kecil berada di kandungan Bunda (biasanya sekitar usia kehamilan 6 bulan, ketika paru-paru si kecil mulai berkembang). Seiring bertambah usianya maka cegukan akan semakin jarang terjadi.

Umumnya, hal ini tidak akan membahayakan si kecil, namun Bunda tetap harus waspada dan mengamati gejala-gejala yang sudah kami jelaskan di atas ya. Semoga beberapa penjelasan cara mengatasi cegukan pada bayi bisa Bunda terapkan untuk mengatasi dan mencegah cegukan dan gumoh pada buah hati Ayah dan Bunda ya. Jangan lupa untuk selalu mengikuti Dunia Bunda untuk mendapatkan beragam informasi yang menarik dan tentunya bermanfaat Ayah, Bunda dan si kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *