Bagaimana Cara Mengatasi Masalah Kulit Kering Pada Bayi?

3 bulan lalu, by duniabunda

cara mengatasi kulit kering pada bayi

Masalah kulit kering pada bayi seringkali membuatnya tak nyaman sehingga mudah rewel. Simak penjelasan cara mengatasi kulit kering pada bayi berikut.

Setelah lahir, masalah kulit merupakan hal yang wajar terjadi pada seorang bayi. Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan luar setelah berada di dalam kandungan dalam waktu yang cukup lama.

Dengan kulit yang sensitif, bayi berusaha beradaptasi dengan memiliki kondisi kulit yang cenderung kering.

Sebelum masuk ke cara mengatasi kulit kering pada bayi tersebut, ada baiknya Bunda mengetahui terlebih dahulu penyebab si bayi memiliki kulit yang kering di tengah usia pertumbuhannya.

Penyebab Kulit Kering Pada Bayi

Dilansir dari medicalnewstoday.com, ada beberapa penyebab kulit kering pada bayi yang harus diketahui, yaitu:

1. Kulit kering adalah sesuatu yang normal

Salah satu penyebab kulit kering pada bayi adalah kemampuannya untuk beradaptasi selama satu minggu hingga dua minggu.

Di dalam kandungan, janin sudah terbungkus oleh cairan amnion selama 9 bulan lamanya. Kulit tidak mengalami pengelupasan sama seperti ketika bayi sudah berada di luar kandungan.

Untuk melindungi bayi dari cairan amnion, sebuah lapisan vernix akan melindungi tubuh janin. Meninggalkan sedikit jejak pada kulit bayi setelah dilahirkan akan membantu kulit tersebut untuk mengenali dan beradaptasi dengan lingkungan luar.

Beberapa bayi masih merasakan bahwa hal ini tentu wajar dan tidak perlu mendapatkan perawatan khusus untuk menghilangkan kulit kering.

2. Waktu mandi yang terlalu lama

Mandi terlalu lama, khususnya menggunakan air panas cenderung menghilangkan kandungan minyak pada kulit bayi. Kondisi ini akan meningkatkan risiko terjadinya kulit kering pada bayi Bunda.

Penggunaan sabun yang berbahan dasar terlalu keras juga memperbesar peluang terjadinya kulit kering saat bayi baru lahir.

3. Bayi mengalami dehidrasi

Lingkungan yang kering dan dingin, baik di dalam maupun di luar ruangan seringkali memicu kulit bayi menjadi lebih kering.

Dengan kadar kelembapan yang rendah, kulit rentan mengelupas dan kaku dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.

Pemberian ASI yang kurang maksimal juga berpengaruh terhadap level dehidrasi yang dialami. Bisa jadi karena kondisi tertentu Bunda belum bisa memberikan ASI sebanyak yang si kecil inginkan.

4. Lotion mengandung alkohol

pelembab untuk kulit kering pada bayi

pilih pelembab yang bagus untuk kulit kering pada bayi

Kulit bayi baru lahir sangat sensitif terhadap beberapa hal yang sebaiknya tidak diberikan kepadanya. Biasanya, Bunda terlalu cepat memilih lotion tanpa melihat terlebih dahulu kondisi yang dialami bayi nantinya.

5. Bayi mengalami Ichthyosis

Ichthyosis merupakan sebuah kondisi genetik yang menyebabkan kulit menjadi kering dan mudah mengelupas. Kondisi ini menyebabkan bayi memiliki kulit yang tampak bersisik seperti ikan.

Terdapat lebih dari 20 jenis Ichthyosis yang bisa dialami oleh manusia. Namun, pada bayi kondisi ini biasa disebut dengan Ichthyosis vulgaris.

Umumnya, dokter akan mendiagnosis apakah bayi benar-benar mengalami Ichthyosis melalui riwayat penyakit pada keluarga dan pengobatan fisik. Selain itu, dokter bisa jadi meminta sampel darah atau kulit untuk mengonfirmasi penyakit tersebut.

6. Eczema

Eczema atau dermatitis atopic biasanya juga menjadi penyebab kulit kering pada anak bayi. Beberapa ahli menyatakan bahwa kondisi ini disebabkan oleh terjadinya reaksi alergi, seperti asma atau alergi beberapa makanan.

Bayi dengan eczema umumnya memiliki ruam dan kulitnya terasa gatal. Tidak hanya itu, kulit juga lebih mudah mengelupas dan terjadi peradangan.

Cara Mengatasi Kulit Kering Pada Bayi

Apabila bayi Bunda dirasa telah memiliki permasalahan kulit kering dalam waktu yang cenderung lama dan tidak kunjung mereda, Bunda bisa mencoba beberapa cara berikut.

1. Memandikan si kecil tidak lebih dari 15 menit

mandikan bayi dengan durasi yang singkat

mandikan bayi dengan durasi yang singkat saja

Dalam rangka adaptasinya dengan dunia luar, ada baiknya Bunda mulai mengurangi jatah mandi si kecil yang mungkin terlalu lama.

Biasanya, Bunda menaruh bayi pada bak mandi dalam waktu yang lama untuk memastikan bahwa badannya benar-benar bersih.

Namun, Bunda bisa mengurangi waktu lebih cepat dibandingkan biasanya untuk memperkecil dan meredakan kulit kering pada bayi.

Dikutip dari healthychildren.org, bayi bisa dimandikan tiga kali dalam seminggu karena jarang berkeringat. Memandikan bayi terlalu sering hanya akan membuat kulitnya mudah kering.

Hal ini juga bertujuan untuk tidak menghilangkan kandungan minyak pada tubuhnya dalam proses adaptasi dengan lingkungan.

Sebagai tambahan, Bunda juga bisa memakai sabun bayi untuk kulit kering. Sabun jenis ini biasanya diformulasikan khusus untuk masalah kulit bayi yang sensitif.

2. Gunakan lotion atau pelembab yang bersifat hipoalergenik

Bunda harus pintar-pintar memilih pelembab untuk kulit kering pada bayi yang banyak disediakan di pasaran. Kandungan hipoalergenik memberikan kulit yang lembut dan mencegah terjadinya reaksi alergi pada bayi secara menentu.

Dikutip dari momlovesbest.com, kulit bayi lebih tipis dibandingkan orang dewasa dan kelembapannya mudah hilang, sehingga menyebabkan kulit kering yang membuatnya terasa tidak nyaman.

Kulit kering hanya akan membuat tubuhnya mudah iritasi, ruam, gatal, serta mudah terjadi infeksi. Untuk mencegah atau mengurangi dampak dari terjadinya kondisi tersebut, Bunda perlu rajin-rajin memberikan lotion dengan kandungan hipoalergenik yang cenderung lebih aman diaplikasikan.

3. Air suam-suam kuku saat memandikan bayi

Dilansir dari nationwidechildrens.org, salah satu tips aman untuk memandikan bayi adalah dengan memastikan bahwa suhu air yang digunakan tidak lebih dari 37,7 derajat Celcius.

Air yang terlalu panas akan menimbulkan rasa agak terbakar pada kulit si kecil. Kondisi ini akan memperburuk terjadinya kulit yang kering pada bayi.

Untuk mencegah hal tersebut, Bunda bisa mengecek kembali air yang digunakan mandi menggunakan siku sebagai pengganti termometer. Apabila sudah aman, Bunda bisa lanjut memandikan si kecil dengan air suam-suam kuku tersebut.

Pastikan si kecil merasa nyaman pada saat mandi untuk menghindari kondisi kulit yang kurang kenyal dan kering yang tidak wajar.

4. Hindari menggosok badan bayi setelah mandi

Tepuk badan bayi dengan lembut dengan handuk

Tepuk badan bayi dengan lembut dengan handuk setelah mandi

Menggosok badan dan kulit si kecil menggunakan handuk tidak disarankan untuk kegiatan setelah mandi. Apabila Bunda sudah terbiasa, maka sebaiknya kebiasaan tersebut dihilangkan, ya Bun.

Gesekan yang terlalu keras dan mengenai sekujur tubuhnya akan memudahkan terjadinya pengelupasan dan kulit yang kering. Kulit jadi mudah ruam dan iritasi. Padahal, Bunda sedang mencegah supaya hal tersebut tidak terjadi.

Dilansir dari whattoexpect.com, berikut adalah cara mengeringkan tubuh si kecil dengan benar:

  • Setelah aktivitas mandi selesai, Bunda bisa segera membungkus si kecil di dalam handuk dengan hati-hati.
  • Letakkan bayi di atas permukaan yang datar dan nyaman.
  • Bunda tepuk bagian tubuh yang masih basah dengan tepukan yang lembut dan tidak mengganggunya.
  • Perhatikan bagian lipatan dan bagian lain yang agak susah dijangkau. Jangan lupa untuk lakukan tepukan saja dan jangan digosok.

5. Berikan ASI eksklusif secara rutin

Dikutip dari medicalnewstoday.com, ASI adalah sumber yang paling baik untuk menhindari dehidrasi pada bayi. Sebagian besar kulit kering pada bayi memang disebabkan oleh kurangnya ASI eksklusif yang didapat setelah lahir.

Bunda harus rajin memberikan ASI eksklusif sejak bayi berusia 0 sampai 6 bulan. Bunda bisa memberikannya secara maksimal supaya si kecil mendapatkan nutrisi yang cukup serta terhindar dari risiko kulit yang kering.

6. Kenakan pakaian katun yang nyaman

Kulit yang sensitif mudah pecah-pecah dan mengalami kekeringan. Untuk menghindari hal tersebut, Bunda sebaiknya menyediakan pakaian berbahan katun yang ringan dan terasa nyaman apabila digunakan oleh anak bayi.

Pakaian berbahan katun sangat lembut dan tidak menggesek kulit secara kasar. Selain itu, pakaian katun akan menjaga kelembapan kulit si kecil secara maksimal.

Katun juga bersifat non alergenik, sehingga Bunda tidak perlu khawatir mengenai reaksi alergi tertentu karena bahan pakaian sangat mendukung kesehatan dan kulit.

Bunda bisa menghindari bahan pakaian yang cenderung ketat dan menimbulkan gatal-gatal pada kulit bayi, contohnya karet atau wol.

7. Pakaian juga memiliki bentuk yang tertutup

pakaian tertutup untuk bayi baru lahir

pakaian tertutup untuk bayi baru lahir

Bunda sudah memahami bahwa kondisi yang terlalu panas dan terlalu dingin mampu memberikan pengaruh yang cukup besar pada kulit anak bayi.

Apabila kulit si kecil sering terpapar sinar matahari yang menyengat atau terkena udara yang terlalu dingin, tentu akan membuat kulit menjadi kaku sekaligus terasa kering.

Pakaian tertutup tersebut dapat disertai dengan sarung tangan supaya seluruh tubuhnya dapat terlindungi dengan baik. Pastikan Bunda membawa si kecil ke tempat bersuhu stabil dan terjaga lembap.

8. Campurkan oatmeal pada air mandi

Mengapa Bunda bisa memanfaatkan oatmeal ketikan memandikan si kecil? Oatmeal memiliki kandungan koloid yang bekerja secara stabil. Koloid ini akan bekerja secara efektif untuk mengurangi rasa gatal dan inflamasi pada kulit.

Dilansir dari verywellfamily.com, mandi oatmeal merupakan solusi yang efektif dan cukup mudah dilakukan ketika harus menghadapi beberapa jenis masalah kulit pada anak-anak.

Oatmeal dapat berfungsi sebagai agen yang menghidrasi kulit kering pada bayi serta mengurangi eczema pada sebagian anak Bunda yang mengalami kondisi tersebut.

Berikut cara yang tepat untuk memulai mandi oatmeal:

  • Blender oatmeal sebanyak 1 cup hingga hancur menjadi bubuk halus.
  • Uji coba bubuk halus oatmeal pada sebuah sendok yang dicelupkan ke dalam air. Lihat daya absorpsinya.
  • Tuangkan bubuk ke dalam bak berisi air suam-suam kuku yang akan digunakan untuk memandikan si kecil kemudian aduk hingga merata.
  • Bunda bisa menggunakannya selama 15 sampai 20 menit untuk memandikan bayi. Usap ke badan bayi secara lembut dan perlahan.

9. Hindari bahan kimia yang terpapar di kulit bayi

Dengan kulit bayi baru lahir yang masih adaptasi dan bersifat sensitif, tentu Bunda harus berusaha untuk mengawasi penggunaan bahan kimia pada produk bayi yang sebaiknya dihindari.

Bahan kimia seperti aroma parfum atau sabun dengan pewangi justru rentan menjadi penyebab kulit yang kering dan iritasi pada anak bayi.

Usahakan untuk selalu cermat dalam memilih produk. Pastikan bahan yang digunakan aman dan tidak melukai kulit bayi dengan aroma atau zat-zat berlebihan.

Almond, aloe vera, susu, hingga minyak zaitun dan minyak kelapa dapat dipertimbangkan untuk menggantikan paparan zat kimia yang tidak jelas kegunaannya. Pastikan kulit bayi terpapar bahan alami yang lembut dan menyegarkan.

10. Konsultasikan ke dokter

Apabila kulit kering tersebut tampak tidak wajar dan sudah lama muncul dalam waktu yang lama, usahakan untuk memeriksakan si kecil ke dokter.

Dengan penanganan yang tepat, tentu obat yang diberikan juga akan tepat. Biasanya dokter akan memberikan salep untuk kulit kering pada bayi. Jangan lupa untuk selalu mengikuti anjuran dan saran dokter untuk mengurangi kondisi tertentu yang mungkin terjadi pada bayi Bunda.

 

Cara mengatasi kulit kering pada bayi bisa Bunda coba untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada si kecil. Kondisi tersebut bisa jadi normal dan Bunda hanya perlu mengurusnya secara telaten.

Apabila memang serius dan ada kondisi tertentu pada bayi, tidak perlu kebingungan dan segera bawa ke dokter pediatri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *