Dicatat Bunda! 12 Cara Tepat Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

2 minggu lalu, by duniabunda

cara mengatasi perut kembung pada bayi

Sistem pencernaan pada bayi belum tumbuh sempurna sehingga rentan terkena masalah kesehatan salah satunya perut kembung. Hal ini disebabkan oleh gas yang terperangkap pada lambung dan usus bayi, dimana tidak seperti pada orang dewasa, gas tersebut tidak bisa langsung dikeluarkan oleh bayi. Nah, hal inilah yang menyebabkan bayi rewel karena rasa sakit akibat tekanan pada perutnya. Untuk mencegah hal tersebut, solusinya Bunda bisa menyimak cara-cara mengatasi perut kembung pada bayi berikut ini.

Sebelum mengetahui tips-tips yang bisa Bunda terapkan ketika si kecil mengalami perut kembung,  ada baiknya jika Bunda ketahui terlebih dahulu apa saja penyebab terjadinya perut kembung pada bayi.

Penasaran? Yuk, simak penjelasannya!

Penyebab Perut Kembung Pada Bayi

Ada beberapa alasan mengapa si kecil mengalami kembung dan seringkali membuatnya tidak nyaman seharian, antara lain:

1.  Sindrom hiperlaktasi

Ketika Bunda menyimpan ASI dalam jumlah yang melimpah, hal ini tentu akan sebanding dengan pengeluarannya saat menyusui si kecil.

Foremilk umumnya mengandung lebih banyak air, tinggi laktosa, dan dikeluarkan dengan kekuatan yang lebih besar ketika menyusui.

Dilansir dari coliccalm.com, jumlah foremilk yang berlebihan bisa memicu perut kram dan rewel pada bayi. ASI yang mengalir dengan cepat juga membuat bayi menelan sekaligus menghirup lebih banyak udara yang menyebabkan perut kembung.

Bayi yang tidak cukup mendapatkan asupan hindmilk cenderung minum lebih banyak dan masalahnya akan semakin memburuk. Sindrom hiperlaktasi ini disertai dengan gejala rewel, meningkatnya gas, serta kenaikan berat badan pada bayi.

2.  Stimulasi yang berlebihan

Sama seperti orang dewasa yang rentan mengalami masalah perut dan pencernaan, begitu juga dengan bayi yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya.

Bayi sensitif yang diserang dengan kebisingan, cahaya, sentuhan, atau berbagai kondisi lingkungan akan melakukan mode rehat untuk mengurangi pengaruh stimulasi. Namun, respons ini tidak benar-benar sepenuhnya membantu.

Bayi yang kelebihan beban dari lingkungan sering mengalami kembung dan semakin parah, rewel, serta sulit tidur pada siang atau malam hari.

Semakin banyak aktivitas di sekitarnya, maka semakin tinggi kemungkinan bayi mengalami kembung dan rewel hingga malam hari.

3.  Perkenalan dengan makanan padat

Menurut coliccalm.com, pengenalan makanan padat kepada bayi akan menciptakan perubahan perilaku dan hal ini membutuhkan waktu bagi bayi supaya bisa terbiasa.

Enzim dan probiotik yang berbeda harus terbentuk dengan baik dalam mencerna sekaligus memberikan nutrisi bagi tubuh si kecil.

Di samping itu, makanan yang diketahui menghasilkan gas, seperti sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan tertentu memiliki efek samping sama seperti orang dewasa.

4.  Menangis terlalu sering

Menangis dalam jumlah tertentu termasuk normal pada semua bayi karena hal ini merupakan alat komunikasi verbal mereka.

Tangisan bayi mungkin menunjukkan bahwa si kecil lapar, kesepian, kedinginan, tidak nyaman, maupun ingin popoknya diganti.

Kebanyakan bayi mengalami tangisan tanpa alasan yang jelas karena bertemu dengan dunia baru. Namun, menangis akan membuat si kecil menghirup udara ke dalam sistem pencernaannya.

Gelembung udara terperangkap di perut atau diteruskan sampai ke usus. Perut kembung ini juga bisa terjadi akibat udara yang tertelan secara langsung.

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

pijat bayi merupakan salah satu cara mengatasi perut kembung pada bayi

pijat bayi merupakan salah satu cara mengatasi perut kembung pada bayi

Kini, Bunda tidak perlu merasa kebingungan mengenai apa yang harus dilakukan ketika bayi mengalami perut kembung. Apa saja yang bisa Bunda lakukan?

1.  Perbaiki menu makanannya

Jika Bunda sedang menyusui dan si kecil rewel ketika makan makanan tertentu, cobalah untuk mengurangi jumlah asupan yang sekiranya memiliki kandungan gas dalam jumlah tinggi.

Ketentuan diatas juga termasuk susu maupun sayuran selingan, seperti brokoli dan kembang kol. Baik itu makanan Bunda sendiri, maupun makanan padat yang dikenalkan kepada si kecil.

Jenis makanan tertentu memang terasa sulit dicerna oleh bayi dan mengandung jumlah gas berlebih. Untuk itu, perlu ada diet khusus dalam mengatasi rewel akibat perut penuh dengan gas.

2.  Periksa kembali apabila bayi menyusu lewat botol

Bayi yang minum melalui botol dipastikan bisa menelan gelembung dalam jumlah lebih banyak. Untuk mengatasi masalah ini, miringkan botol pada sudut yang mengisi seluruh dot dengan susu.

Dilansir dari parents.com, Dr. Jennifer Shu, M.D., seorang dokter anak yang berasal dari Atlanta, hal tersebut perlu dilakukan karena semakin banyak udara yang tertelan, maka semakin tinggi potensi gas yang masuk ke dalam tubuh.

Kalau Bunda menggunakan susu formula bubuk, biarkan bubuk mengendap dengan baik di dalam botol sebelum diberikan kepada si kecil.

Mungkin, ada banyak getaran yang terjadi dan botolnya seringkali penuh dengan gelembung di atas formula sebenarnya.

Bunda bisa mempertimbangkan penggunaan susu formula siap pakai untuk bayi yang kembung. Botol berventilasi khusus juga mampu mengurangi gas di dalam perut si kecil.

Baca Juga Rekomendasi Merk Botol Dot Yang Bagus dan  Berkualitas

3.  Kendalikan udara di sekitar bayi

Dilansir dari whattoexpect, entah makanannya berasal dari ASI ataupun botol susu, Bunda bisa coba memberi makan bayi dalam posisi lebih tegak untuk mengurangi masuknya udara ke dalam tubuh.

Untuk menyusui, periksa kembali apakah pelekatannya sudah benar dan bisa dinikmati oleh si kecil dengan baik. Bayi dengan susu botol bisa dibantu dengan menguji dot dan botol antigas yang dipakai.

Kedua alat tersebut harus mampu mengubah aliran ASI dan mengurangi jumlah udara yang ditelan saat menyusu.

Puting payudara harus selalu penuh dengan ASI supaya bayi tidak perlu mengejar susu menggunakan udara. Mengocok botol juga harus bisa dikurangi karena mampu menambah jumlah gelembung pada susu.

4. Menghangatkan tubuh bayi

Nah cara berikutnya untuk mengatasi perut kembung pada bayi adalah dengan menghangatkan perut bayi. Yaitu  bisa dilakukan dengan mengompress perut bayi dengan kain handuk yang telah direndam dalam air hangat. Selain itu proses menghangatkan perut bayi juga bisa dilakukan dengan menggosok perut bayi dengan minyak telon. Rasa hangat yang ditimbulkan dapat memicu keluarnya gas dalam perut bayi.

5. Bantu si kecil bersendawa

Ada banyak ketidaknyamanan bayi baru lahir yang disebabkan oleh menelan udara selama menyusui.

Selain bersendawa setelah menyusu, tepuk-tepuk punggung bayi dengan lembut ketika menyusui supaya udara yang tertelan bisa hilang sebelum masuk ke usus bayi.

Salah satu tanda bahwa bayi membutuhkan sendawa adalah ia berpaling dari ASI atau botol dibarengi rewel setelah menyusu beberapa saat.

Daripada mengira buah hati sudah kenyang, hal ini malah lebih cenderung karena perutnya terasa kembung. Bunda bisa membantunya bersendawa setiap 200 sampai 300 ml asupan susu botol. Atau setiap 5 sampai 10 menit ketika menyusui dengan ASI.

6. Pijat Bayi

Pijat bayi juga dipercaya efektif dalam mengatasi perut kembung pada bayi, Bunda bisa mulai melakukan pijatan lembut di seluruh anggota badan si kecil seperti area perut, punggun dan dada. Jangan lupa balurkan minyak untuk menghangatkan tubuhnya. Pemijatan sebaiknya dilakukan 1 jam setelah bayi menyusu ya Bun. Dan jika bayi makin rewel maka hentikan pemijatan.

7. Pertimbangkan penggunaan probiotik

Cara mengatasi perut kembung pada bayi berikutnya adalah dengan menggunakan bantuan probiotik. Senyawa ini merupakan bakteri yang mendukung sistem pencernaan.

Biasanya, probiotik banyak ditemukan dalam makanan yang sudah difermentasi. Bunda bisa menemukan probiotik berupa suplemen khusus untuk menangani masalah perut pada bayi.

Banyak penelitian yang sudah dikembangkan dan menyatakan bahwa probiotik bekerja secara efektif untuk mengatasi keluhan gas pada pencernaan bayi.

Meskipun penggunaan probiotik untuk bayi dianggap aman, pastikan Bunda berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan produk apapun sebagai salah satu konsumsi bagi si kecil.

8.  Posisi tengkurap kalau si kecil dirasa sudah kuat

Tengkurap bagus untuk memperkuat otot yang diperlukan bayi untuk mengangkat kepalanya kemudian membantunya merangkak dan berjalan.

Selain itu, tekanan yang cenderung lembut pada perut bayi juga mampu mendorong pengeluaran gas.

Beberapa bayi bisa muntah ketika tengkurap segera setelah makan, oleh sebab itu berikan jeda 20 sampai 30 menit sebelum tengkurap.

Jangan lupa untuk tetap mengawasinya selama melakukan posisi tengkurap. Selain itu, hindari menidurkan bayi dalam posisi tengkurap supaya tidak terjadi sindrom kematian bayi mendadak.

9.  Pertimbangkan obat tetes gas untuk bayi

Meskipun tidak semua bayi bisa menggunakannya, namun obat tetes ini tergolong aman jika digunakan untuk mengatasi kembung pada bayi.

Tetes gas bayi mengandung simetikon yang memecah gelembung gas serta menjadi bahan utama obat antigas terkenal di pasaran.

Selain itu, tetes gas juga dikenal efektif dan mudah digunakan untuk membantu melepas gas di dalam perut bayi. Sebelum memutuskan pemberiannya, konsultasi hal ini terlebih dahulu kepada dokter dalam memilih obat yang pas.

10.  Melakukan gerakan bersepeda

Bantu si kecil mengeluarkan gas di dalam tubuh melalui gerakan bersepeda pada kaki si kecil. Gerakan melingkar akan membantu menggerakkan usus dan melepaskan gas yang terperangkap lebih rendah pada jalur perut.

Bayi akan berbaring telentang dan pegang kedua kakinya. Putar-putar perlahan ke depan dan ke belakang seolah-olah si kecil sedang bersepeda.

Beristirahatlah sesekali untuk menekan kedua lututnya dengan lembut menuju perutnya supaya ia mendapatkan tekanan ekstra.

11.  Cobalah teknik distraksi

Sebelumnya, Bunda pasti sudah semakin paham bahwa bayi mampu menelan udara sembari menangis. Semakin banyak menangis, semakin banyak udara yang ditelan.

Hal tersebut bisa memicu penumpukan gas dalam tubuh. Jika si kecil menangis, gendong dan alihkan perhatiannya sampai berhenti menangis.

Buatlah suara yang lucu, menyanyi, menari, atau apapun yang ampuh membuatnya berhenti menangis. Tidak butuh waktu lama, bayi akan berhenti menangis dengan sendirinya supaya gas tidak lagi ditelan dan memicu perut yang kembung.

12.  Menyusui lebih singkat dan lebih sering

Menyusui terlalu banyak dalam satu waktu akan membuka kemungkinan bahwa si kecil mudah mengalami perut kembung.

Apabila kebiasaan ini telanjur menjadi penyebab utama perut bayi terisi penuh dengan gas, maka Bunda harus tahu apa yang harus dilakukan.

Dilansir dari happyfamilyorganics.com, jika kelebihan suplai susu menjadi masalah Bunda, cobalah untuk sering menyusui si kecil dalam waktu yang relatif singkat.

Sebagai ketentuan yang lebih praktis, Bunda bisa memberinya makan dua kali lebih sering daripada biasanya. Perlu diingat, kalau perut bayi itu seukuran kepalan tangan. Coba sesuaikan dengan kebutuhan ASI sepanjang hari.

 

Beberapa cara mengatasi perut kembung pada bayi di atas akan membantu Bunda selama berada di rumah. Apabila ingin memberikan makanan atau obat tambahan dalam menyelesaikan masalah bayi, jangan lupa untuk berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan saran perawatan yang terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *