10 Penyebab dan Cara Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi

2 bulan lalu, by duniabunda

cara mengatasi ruam popok pada bayi

Ruam popok pada bayi tidak boleh disepelekan karena dapat mengganggu aktivitas bayi dan menyebabkan bayi rewel. Berikut cara mengatasi ruam popok pada bayi.

Ruam popok merupakan iritasi atau peradangan dan terjadi pada kulit bayi yang tertutup oleh popok karena ada reaksi terhadap feses serta urine.

Kondisi ini wajar ditemui karena hampir semua bayi pernah mengalaminya.

Ruam popok mudah mengganggu aktivitas si kecil dan menyebabkan ketidaknyamanan dalam jangka waktu tertentu.

Mereka tidak bisa bergerak dengan leluasa atau bermain tanpa merasakan efek samping dari gejala-gejala yang ada.

Beragam jenis popok memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hal ini seringkali menjadi penyebab munculnya ruam popok pada si kecil.

Selain masalah popok itu sendiri, sebenarnya apa saja gejala, penyebab, dan cara mengatasi ruam popok pada bayi dengan benar?

Apa Saja Gejala Ruam Popok Pada Bayi?

Si kecil mengalami ruam popok paling tidak satu kali selama tiga tahun pertumbuhannya. Rata-rata dalam jangka usia 9 sampai 12 bulan.

Ruam popok biasanya ditandai dengan warna kulit kemerahan dan bengkak pada bagian yang ditutupi popok, seperti paha, bokong, dan area genitalia.

Selain itu,  si kecil biasanya cenderung merasa tidak nyaman dan menyebabkannya mudah rewel. Bayi mudah rewel ketika popok sedang diganti.

Kondisi tersebut bisa terjadi karena area ruam popoknya yang disentuh atau sedang dibersihkan.

Apakah Penyebab Ruam Popok Pada Bayi?

Gejala ruam popok pada bayi

Gejala ruam popok pada bayi

Dilansir dari mayoclinic.org, Bunda bisa mencari tahu melalui beberapa kemungkinan berikut untuk memastikan penyebab ruam popok yang terjadi pada si kecil.

1. Iritasi akibat feses atau urine

Paparan jangka panjang akibat feses atau urine mudah mengiritasi bayi dengan kulit yang masih sensitif. Si kecil mudah mengalami ruam popok karena sering buang air besar atau terkena diare.

Feses lebih mudah menyebabkan iritasi dibandingkan urine.

2. Gesekan yang melukai

Pemasangan popok terlalu ketat sampai tidak ada sirkulasi udara memberikan peluan besar kepada si kecil untuk mengalami ruam popok.

3. Iritasi karena cleaning product yang baru

Ruam popok juga bisa terjadi karena kulit bayi yang bereaksi dengan produk baru yang diaplikasikan pada daerah bokong, paha, atau kemaluan.

Beberapa produk tersebut antara lain, tisu basah, merk popok sekali pakai yang baru, detergent, hingga softener yang berfungsi sebagai pengharum popok kain.

Sumber ruam popok lainnya bisa jadi diperoleh dari komposisi bedak, baby oil, atau baby lotions yang tidak cocok untuk kulit si kecil.

4. Infeksi bakteri atau jamur

Infeksi kulit yang kecil seringkali mudah menyebar ke area lainnya. Bagian-bagian yang tertutup popok merupakan area yang hangat dan lembap, sehingga rentan menjadi tempat pertumbuhan bakteri atau jamur.

Ruam ini bisa ditemukan pada area lipatan kulit disertai titik-titik berwarna kemerahan.

5. Perkenalan dengan makanan yang baru

Feses bayi mulai memperlihatkan perubahan tekstur setelah diberi asupan makanan yang lebih padat. Hal ini memperbesar peluang terjadinya ruam popok.

Perubahan pola makan juga memengaruhi frekuensi buang air besar. Apabila hanya mendapatkan ASI eksklusif, kemungkinan penyebabnya adalah makanan yang sudah dikonsumsi oleh Bunda sendiri.

6. Kulit sensitif

Kulit sensitif pada bayi mungkin sebuah hal yang wajar. Namun, beberapa bayi mengalami kondisi khusus yang membuat kulitnya harus menerima perlakuan lembut dan tidak sembarangan.

Kondisi bayi dengan atopic dermatitis atau seborrheic dermatitis mudah terserang ruam popok apabila Bunda tidak terlalu memperhatikannya.

Baca juga artikel cara mengatasi kulit kering pada bayi ini ya ,Bun.

7. Penggunaan antibiotik

Antibiotik membunuh bakteri, yang baik maupun yang jahat. Ketika bayi harus mendapatkan antibiotik, bakteri yang mempertahankan keseimbangan flora normal menjadi hilang dan menyebabkan terjadinya ruam popok.

Begitu juga dengan Bunda yang menyusui, hati-hati dalam mengonsumsi antibiotik karena si kecil berpeluang terkena diare sebagai faktor risiko ruam popok.

Bagaimana Cara Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi?

Berbicara mengenai popok, nyatanya Bunda harus terbiasa memeriksa popok yang akan dipakai oleh bayi. Pastikan bersih dan kering supaya terasa nyaman ketika digunakan.

Selebihnya, Bunda bisa mengikuti beberapa tips dan cara mengatasi ruam popok pada bayi di bawah ini.

1. Sering-sering mengganti popok si kecil

mengganti popok bayi dengan lebih sering

mengganti popok bayi dengan lebih sering

Ganti kemudian buang popok basah atau kotor secara berkala dan tepat untuk mencegah terjadinya ruam popok pada bayi.

Dikutip dari pampers.com, para ahli merekomendasikan penggantian popok pada bayi dilakukan 2 sampai 3 jam sekali.

Si kecil sudah banyak mengeluarkan urin dalam 3 jam, sedangkan buang air besar bisa terjadi dalam 2 sampai 5 kali sehari.

Popok yang terlalu basah dan kotor hanya mengiritasi kulit si kecil. Selain itu, kotoran yang kaya bakteri bisa menimbulkan risiko infeksi saluran kencing, terutama pada bayi perempuan.

Cara paling mendasar untuk mengatasinya adalah dengan memperbaiki jadwal penggantian popok secara lebih rutin.

2. Bilas bokong dengan benar saat mengganti popok

Bunda bisa menggunakan bantuan bak mandi atau botol untuk membilas area penggantian popok.

Alternatif lainnya bisa berupa handuk basah, kapas, atau tisu basah khusus bayi. Gunakan secara lembut dan perlahan.

Dilansir dari kidshealth.org, sebisa mungkin gunakan air hangat dan kapas untuk bayi dengan kulit sensitif.

Selain itu, bersihkan dengan benar dari depan ke belakang supaya tidak ada bakteri yang masuk ke area sensitif pada kemaluan. Jangan lewatkan lipatan-lipatan yang tersembunyi.

Apabila Bunda ingin menggunakan sabun, pilihan yang berbahan non alkohol, lembut, dan ringan. Kalau bisa belilah yang hipoalergenik.

3. Pastikan kulit si kecil kering seutuhnya

mengeringkan kulit bayi dengan benar sehabis mandi

mengeringkan kulit bayi dengan benar sehabis mandi

Kondisi yang lembap cenderung menimbulkan risiko gangguan pada kulit si kecil. Apabila dibiarkan terlalu lama, bisa terjadi efek samping kesehatan yang serius.

Mengeringkan tubuh bayi setelah mengganti popok adalah aturan dasar yang penting dan berpengaruh besar untuk mencegah terjadinya ruam popok.

Bunda harus membiarkan area kemaluan, pantat, dan sekitarnya tidak berakhir basah maupun lembap.

Tepuk-tepuk secara lembut supaya air yang masih menempel atau permukaan kulit yang basah bisa segera kering. Usahakan untuk tidak menggosoknya supaya tidak terjadi iritasi.

Dilansir dari whattoexpect.com, Bunda bisa meletakkan handuk kering di bawah bokong supaya penyerapannya maksimal sambil mengajaknya bermain sebentar.

Apabila sudah benar-benar kering, Bunda boleh melanjutkan tahap berikutnya untuk mengganti popok.

Bunda baca juga cara mengatasi biang keringat pada bayi ini ya…

4. Pasang popok dengan longgar

Kulit bayi harus memiliki sirkulasi yang cukup untuk pertukaran udara. Jika kelembapannya sudah tinggi, maka mudah terjadi ruam popok pada area yang terlalu tertutup.

Cara mengatasi ruam popok pada bayi berikutnya adalah pemasangan popok secara longgar dan nyaman.

Selain mencegah ruam popok, pemasangan yang tidak ketat juga menghindari bayi terluka pada daerah pinggang dan paha.

Cari tahu apakah Bunda sudah memakaikan popok tanpa membuat si kecil terluka atau tidak nyaman. Dikutip dari kidshealth.org, perhatikan apabila muncul area yang bertanda dan mengelilingi bagian kaki atau pinggang.

Itu artinya pemakaian masih terlalu ketat hingga menekannya sampai meninggalkan bekas popok. Apabila masih belum berkurang, maka gantilah popok dengan ukuran yang lebih besar.

5. Jangan pakaikan popok sesekali

Biarkan kulit bayi bernafas dengan tidak mengenakannya popok untuk sementara waktu jika memungkinkan.

Kondisi ini tentunya harus dalam pengawasan Bunda. Jangan sampai malah tubuhnya terluka karena kurang diawasi.

Membiarkan kulit mendapatkan pertukaran udara supaya terasa kering bisa meminimalisir atau membantu mengurangi ruam popok pada si kecil.

Apabila tidak ingin terlalu banyak bergerak, Bunda bisa menyediakan handuk bersih berukuran besar. Ajak si kecil bermain di atas handuk tersebut untuk memperkecil gerakan yang berisiko.

Sambil bermain, biarkan area yang sering ditutupi popok dapat terbuka dengan leluasa.

6.  Gunakan salep atau krim ruam popok secara rutin

Pakaikan krim ruam popok untuk obati ruam

Pakaikan krim ruam popok untuk obati ruam photo via netdoctor.co.uk

Kalau ruam popok masih sering terjadi, pertimbangkan penggunaan salep selama mengganti popok untuk mencegah iritasi yang lebih parah.

Cari salep dengan kandungan petroleum jelly atau zinc oxide supaya hasilnya terlihat dengan cepat pada si kecil yang mengalami ruam popok.

Zinc oxide juga bekerja sebagai barrier yang melindungi kulit dari kondisi lembap, namun tetap halus dan terjaga kesehatannya.

Selain itu, muncul lingkungan yang mendukung untuk penyembuhan kulit yang sudah telanjur iritasi atau membuat si kecil tidak nyaman.

Pengaplikasikan salep juga membantu mencegah gesekan tertentu yang bisa jadi melukai area yang ditutupi oleh popok.

Oleskan salep secara rutin tiap kali mengganti popok supaya ruamnya berkurang atau tidak akan muncul sama sekali.

7. Bunda harus rajin cuci tangan

Cara mengatasi ruam popok pada bayi selanjutnya bisa Bunda terapkan melalui cuci tangan ketika mengganti popok si kecil.

Biasakan memiliki tangan yang sudah steril sebelum menyentuh area-area yang ingin dibersihkan. Pastinya sebelum menyentuh si kecil, Bunda sudah banyak melakukan kontak dengan lingkungan sekitar.

Tidak hanya mencegah ruam popok untuk anak-anak, ternyata cara ini membantu menghindari penyebaran lebih lanjut kepada anak-anak atau bayi yang lainnya.

8. Bantu bayi untuk membersihkan tangannya juga

Tidak hanya Bunda, ternyata si kecil harus bertangan bersih ketika sedang diganti popoknya. Tangan mungilnya bisa jadi menyentuh bagian-bagian yang ditutupi dengan popok.

Meskipun kelihatannya bersih, lebih baik Bunda membantunya untuk mendapatkan tangan yang bersih dan bebas dari kuman supaya tidak menimbulkan penyakit lainnya.

9. Cuci popok kain dengan benar

Mencuci popok kain dengan benar

Mencuci popok kain dengan benar photo via airtasker.com

Apabila Bunda masih memakaikan popok kain untuk bayi, maka popok tersebut harus bisa dicuci dengan benar-benar bersih sebelum dipakai kembali.

Mencucinya dengan hati-hati juga membantu mencegah munculnya ruam popok. Berikut langkah-langkah yang bisa Bunda ikuti.

  • Rendam popok kain yang kotor di dalam air dingin.
  • Cuci popok kain menggunakan air panas dan deterjen yang ringan. Tambahkan sedikit pemutih supaya benar-benar bersih.
  • Tambahkan cuka bila perlu untuk menetralisir bau dan menghapus residu.
  • Bilas popok kain dua kali menggunakan air dingin untuk menghilangkan sabun dan bahan kimia yang dipakai untuk membersihkannya.
  • Hindari pelembut atau pengharum setelah mencuci supaya kulit bayi tidak mengalami iritasi lebih lanjut.

10. Bawa ke dokter untuk bantuan lebih lanjut

Ruam popok tidak lepas dari kulit sensitif atau terjadinya peradangan. Ketika beberapa cara di atas sudah Bunda coba dan hasilnya belum maksimal, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan atau saran khusus jika diperlukan.

Apalagi ketika ruam popok sudah berlangsung selama berhari-hari tanpa ada perubahan kecil yang signifikan.

Bunda bisa membawa si kecil ke dokter kulit sebelum memutuskan untuk memberikan salep supaya diagnosisnya lebih jelas dan tidak ragu-ragu

 

Ruam popok merupakan kondisi di mana Bunda bersama si kecil harus mempraktikkan hidup yang lebih bersih dan higienis. Pastikan Bunda mengurus kebutuhan popoknya dengan baik dan benar. Semoga ulasan cara mengatasi ruam popok pada bayi di atas dapat menjadi referensi bagi Bunda dalam merawat si kecil.

Namun, ketika ruam popok tersebut tidak bisa Bunda tangani sendirian, lebih baik segera menghubungi tenaga kesehatan untuk melakukan konsultasi tindakan yang sebaiknya diambil untuk si kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *