Cara Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan Si Kecil

9 bulan lalu, by duniabunda

olahraga untuk mengecilkan perut setelah melahirkan

Wah, si kecil sudah lahir, selamat ya Ayah Bunda atas kelahiran buah hati. Lengkap sudah kebahagiaan Ayah dan Bunda dengan kehadiran si buah hati yang akan mengisi hari-hari Ayah dan Bund. Berakhir pula perjuangan Bunda mengandung selama si kecil. Berbeda dengan Ayah, setelah melahirkan Bunda mulai kepikiran dan galau nih dengan bentuk badan dan mulai memikirkan berbagai cara mengecilkan perut setelah melahirkan. Ingin kembali menggunakan baju-baju yang sudah lama disimpan selama kehamilan. Peningkatan berat badan selama masa kehamilan kadang banyaknya nyantol di tubuh Bunda. Tidak jarang Bunda menjadi stres ingin menurunkan berat badan secara instan dengan mengonsumsi pil diet atau melakukan perawatan ke salon kecantikan.

Eits, sama seperti ketika hamil, Bunda yang menyusui juga tidak boleh sembarangan menggunakan obat ya. Beberapa obat memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam air susu ibu dan berisiko terminum oleh si kecil. Jika obat tersebut aman untuk bayi tentunya tidak akan menjadi masalah yang berarti, namun beberapa obat juga sudah diketahui dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan pada bayi, terutama bayi baru lahir yang fungsi tubuhnya masih belum sesempurna orang dewasa. Jadi, tetap konsultasikan semua obat-obatan yang akan dikonsumsi ya Bund.

Tentunya semua Bunda mengidam-idamkan tubuh kembali indah seperti masih gadis. Meskipun tidak semua Bunda mengalami hal ini, karena sebagian Bunda dikaruniai badan yang tetap langsing ketika hamil dan membuat iri Bunda lainnya.

Jangan stres dulu ya Bund, kali ini kita bantu nih kasih cara untuk mengecilkan perut setelah melahirkan yang bisa Bunda coba, selain untuk menurunkan berat badan, juga dapat mengecilkan dan mengencangkan perut dan bagian tubuh lainnya. Perlu Bunda ingat juga ya, penurunan berat badan tidak boleh terlalu drastis karena dapat mempengaruhi produksi ASI. Penurunan berat badan sekitar 0,5-1 kg per minggu masih tergolong aman dan tidak mengganggu produksi ASI.

1. Menyusui si kecil

Menyusui si kecil ternyata bisa membantu Bunda untuk menurunkan berat badan. Selain untuk memberikan makanan terbaik dengan nutrisi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan si kecil melalui ASI, percaya atau tidak proses menyusui dapat membakar kalori Bunda loh sekitar 500 kalori sampai 700 kalori/hari. Banyak juga ya Bund! Proses menyusui juga merangsang kontraksi rahim, sehingga dapat membantu mengecilkan rahim dan bagian di sekitarnya.

2. Pilihlah makanan dengan Gizi Seimbang

Penurunan berat badan tentunya harus diikuti dengan pengaturan pola makan yang sehat. Pemilihan makanan juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penurunan berat badan.Beberapa tips yang dapat Bunda terapkan dalam memilih makanan, yaitu:

  •  Hindari makanan instan atau cepat saji.
  •  Hindari minum soft drinks atau minuman kaleng lainnya karena mengandung gula tinggi.
  •  Hindari makanan yang digoreng, olah makanan dengan dikukus atau direbus, selain baik untuk diet juga baik untuk kesehatan
  •  Hindari makanan ringan tinggi kalori, seperti keripik kentang, kerupuk, pop corn, cookies.Daripada Bunda mengonsumsi makanan tinggi kalori namun tidak memiliki nilai nutrisi. Pilihlah makanan rendah kalori dan mengenyangkan, seperti oatmeal, roti gandum, salad sayuran ataupun sereal.
  •  Perbanyak konsumsi buah dan sayur. Buah dan sayur memiliki banyak vitamin dan mineral, sehingga dapat memenuhi nutrisi si kecil dan bisa membantu Bunda merasa kenyang lebih lama, serta melancarkan pencernaan.
  •  Konsumsi kacang dan biji-bijian, seperti kacang merah yang merupakan sumber protein yang baik
  •  Pilihlah jenis lemak yang baik, seperti ikan salmon, daging tanpa lemak.
  •  Mengonsumsi teh hijau juga bisa dijadikan pilihan untuk program penurunan berat badan Bunda. Telah sejak lama diketahui kandungan teh hijau memang sudah terbukti dapat menurunkan berat badan dan mengecilkan perut. Disarankan untuk mengonsumsi teh hijau tanpa gula secara teratur sebelum makan.
  •  Hindari konsumsi jamu atau ramuan herbal.
    Sama seperti pil diet atau obat-obatan lainnya, penggunaan jamu atau ramuan herbal juga berpotensi menimbulkan efek yang tidak diinginkan pada si kecil.

Tidak disarankan Bunda untuk melakukan diet yang terlalu ketat. Meningat makanan si kecil masih bergantung dari ASI, sehingga apa yang Bunda makan akan mempengaruhi nutrisi untuk si kecil. Makanlah makanan yang sehat dengan porsi seimbang, diselingi dengan snack. Jika Bunda kesulitan untuk menghitung asupan kalori dan pemilihan makanan yang sehat, Bunda juga dapat berkonsultasi dengan ahli gizi atau nutritionist.

3. Makanlah dengan porsi kecil tapi sering

Makan besar diselingi dengan snack atau makanan ringan dianjurkan untuk ibu menyusui. Bunda yang kelaparan dapat menyebabkan Bunda tidak dapat mengontrol keinginan untuk makan, sehingga makanan yang dikonsumsi bisa lebih banyak dari yang seharusnya. Jadi, jangan lewati jadwal makan Bunda ya. Selain itu, kondisi lapar dapat menurunkan hormon prolaktin. Hormon prolaktin merupakan hormon yang mengontrol produksi ASI.

4. Kurangi kalori

Bunda yang menyusui bayi tentunya membutuhkan asupan nutrisi yang cukup, sehingga tidak disarankan untuk mengurangi kalori harian terlalu banyak. Total kalori harian tidak kurang dari 1.800 kalori/hari masih direkomendasikan dan aman untuk ibu menyusui.

5. Olahraga teratur

mengecilkan perut setelah melahirkan

perut rata setelah melahirkan – Photo via pexels.com

Tidak hanya dapat mengecilkan perut setelah melahirkan. Olahraga juga dapat membakar kalori dan membuat otot-otot menjadi kencang kembali. Bunda dapat melakukan lari pagi, kelas aerobik atau yoga, berenang, atau olahraga lain yang Bunda senangi. Tapi, sebelum mulai aktif berolahraga, konsultasikan dulu dengan dokter ya Bund, karena Bunda juga memerlukan proses pemulihan dan penyembuhan luka jahitan. Umumnya, tunggu 6 sampai 8 minggu setelah melahirkansebelum Bunda melakukan olahraga beratdan dapat lebih lama untuk Bunda yang melakukan operasi sesar. Selain olahraga, Bunda juga disarankan untuk aktif bergerak selama di rumah, misalnya dengan tetap melakukan pekerjaan rumah atau menggendong si kecil dan berjalan-jalan di luar rumah.

6. Melatih otot perut

Nah cara untuk mengecilkan perut setelah melahirkan lainnya adalah melakukan latihan yang terfokus pada bagian perut, hal ini tentunya akan membantu Bunda untuk menurunkan lingkar perut. Latihan perut dapat dilakukan kapan saja dan dengan berbagai posisi. Coba deh beberapa gerakan di bawah ini Bund.

 Crunches

Gerakan ini melatih otot perut bagian tengah. Duduk di atas lantai atau matras, angkat kedua kaki dengan lutut ke arah perut dan kedua tangan diletakkan di samping paha, tahan beberapa detik dan turunkan kedua kaki. Ulangi sampai 2 sampai 3 set.

Squat

Gerakan ini tidak hanya bagus untuk perut, tapi juga dapat membantu Bunda mengencangkan bokong. Berdirilah dan buka kaki selebar bahu, luruskan kedua tangan ke depan dan posisikan bokong ke bagian belakang dan tekuk lutut seolah-olah Bunda ingin duduk, dan pastikan jangan bungkuk ya Bund, arahkan pandangan ke depan.

Plank

Berbagai variasi plank dapat Bunda pilih untuk melatih otot perut dan bagian tubuh lainnya, seperti high plank, forearms plank, flying plank, cycling plank dan side plank. Ternyata plank 1 menit saja dalam sehari sudah cukup loh Bund untuk melatih otot perut, tapi harus dilakukan secara rutin ya.

Sit up

Gerakan ini juga baik untuk melatih otot perut. Berbaringlah terlentang di lantai atau di matras, lalu tekuk kedua lutut 90° dengan telapak kaki di atas lantai. Tekuk siku dan arahkan ke samping kepala dan bangunkan tubuh dari lantai dan diarahkan dada ke arah paha dan kembalikan ke posisi semula. Ulangi gerakan sebanyak 10-15 kali, lakukan sebanyak 3 kali.

Push up

Sama seperti plank, latihan ini juga memiliki beberapa variasi gerakan, seperti push up di dinding biasnya dilakukan untuk pemula, push up berlutut dan push up sempurna.Tidak hanya otot perut, otot bagian lengan, dada dan paha juga kencang dengan latihan yang satu ini.

Gerakan-gerakan di atas bisa Bunda pilih sesuai dengan kesenangan dan kemampuan Bunda ya, ingat jangan dipaksa dan pastikan luka jahitan sudah sembuh sebelum memulai latihan otot perut.

7. Minum air yang cukup

Tahukah Bunda bahwa air putih memiliki nilai kalori nol? Dibandingkan dengan Bunda mengonsumsi minuman manis yang tinggi kalori, ada baiknya Bunda mulai menggantinya dengan minum air putih yang banyak. Air putih sekitar 8 gelas per hari tidak hanya membantu untuk mengeluarkan toksin, tetapi juga mampu membuat Bunda merasa lebih kenyang, sehingga dapat mengontrol porsi makan, serta menghindari dehidrasi.

8. Hindari tidur setelah makan

Hayo siapa nih yang sehabis makan langsung rebahan? Ternyata kebiasaan tidur setelah makan membuat perut semakin buncit loh Bund. Jika Bunda sering melakukannya, segera dihilangkan ya kebiasaan ini. Selain membuat perut buncit, tidur sehabis makan juga tidak baik untuk kesehatan karena dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan lambung seperti GERD(Gastroesophagel reflux disease).

9. Memakai korset

Penggunaan korset atau kain yang diikat erat pada perut merupakan cara yang sudah dilakukan sejak dahulu. Teknik tradisional ini bertujuan untuk mengecilkan dan mengencangkan kulit yang kendor setelah melahirkan. Biasanya korset digunakan selama 3 bulan setelah melahirkan.

10. Tidur siang

Tangisan bayi baru lahir di malam hari tentunya mengharuskan Bunda untuk bangun, padahal siklus tidur yang tidak teratur dikatakan dapat mengganggu metabolisme Bunda. Jadi, jika si kecil sedang tidur siang, Bunda juga boleh ikut si kecil tidur. Beberapa manfaat dari tidur siang:

  • – Tidur siang juga dikatakan dapat membantu penurunan berat badan karena mengurangi kesempatan untuk mengonsumsi makanan yang lain.
  • – Tekanan darah kembali normal
  • – Otot-otot menjadi rileks
  • – Aliran darah menjadi lancar
  • – Detak jantung dan pernapasan menjadi stabil dan konsisten

Gimana Bund? Sudah nggak galau lagi kan? Perlu Bunda ketahui, bahwa penurunan berat badan masing-masing orang berbeda, jadi berhentilah untuk membanding-bandingkan kondisi Bunda dengan Bunda lainnya. Beberapa faktor juga mempengaruhi kecepatan seseorang dalam menurunkan berat badan, yaitu kecepatan metabolisme, diet yang dijalani, frekuensi latihan atau olahraga, serta penambahan berat badan selama kehamilan.

Tidak masalah jika berat badan Bunda turun secara perlahan. Dengan perencanaan makan yang sehat dan seimbang, disertai dengan olahraga rutin tentunya akan menurunkan berat badan Bunda. Jadi, jangan khawatir ya Bund! Semoga cara mengecilkan perut setelah melahirkan dari Dunia Bunda dapat bermanfaat dan diterapkan ya Bund.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *