Penyebab dan Cara Menghilangkan Bau Mulut Pada Anak

4 minggu lalu, by duniabunda

cara menghilangkan bau mulut pada anak

Tidak hanya pada orang dewasa, ternyata anak-anak pun juga bisa mengalami masalah bau mulut. Tentu ada beberapa penyebab terjadinya bau mulut pada anak ini. Nah, jika sudah berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan tidak kunjung membaik, Bunda wajib mencari tahu cara menghilangkan bau mulut pada anak yang ampuh dan efektif berikut ini.

Apa sih penyebab bau mulut pada anak dan cara yang tepat untuk mengatasinya? Mari simak penjelasannya!

Halitosis atau Bau Mulut

Bau mulut merupakan sebuah kondisi yang disebabkan oleh bakteri penghasil sulfur dan biasanya ditemukan hidup pada permukaan lidah dan tenggorokan.

Terkadang, bakteri ini mudah memecah protein dengan kecepatan yang sangat tinggi dan senyawa sulfurnya dilepaskan dari bagian belakang lidah maupun tenggorok.

Anak-anak bisa dikatakan bau mulut bukan karena bau yang ditimbulkan saat bernafas ke permukaan telapak tangan. Saat bernafas, manusia tidak menggunakan tenggorokan dengan cara yang sama seperti berbicara.

Saat berbicara, manusia cenderung mengeluarkan bau dari mulut bagian belakang yang tidak hanya bisa diperoleh ketika bernafas.

Jika si kecil mulai merasakan atau mengalami bau mulut, sebaiknya Bunda segera tanggap untuk mengatasinya supaya tidak semakin memburuk.

Mengapa Anak-Anak Bisa Bau Mulut?

Mungkin Bunda bertanya-tanya, mengapa anak bisa bau mulut ya? Padahal, Bunda sudah menjaga makanan yang diasupnya dan si kecil tidak menyantap makanan yang umumnya menjadi pencetus bau mulut seperti pete atau yang lainnya secara berlebihan.

Ditambah lagi, si kecil yang mungkin juga sudah rajin sikat gigi dan tidak pernah melewatkan jadwalnya untuk membersihkan gigi.

Namun, setelah diteliti kembali, ternyata si kecil tidak menggosok giginya secara maksimal. Ia menyikat gigi kurang dari 2 menit dan tidak membersihkan bagian lain dari mulutnya.

Selain itu, ada beberapa pemicu lain yang menyebabkan si kecil mengalami bau mulut. Apa sajakah itu?

1. Dehidrasi

Merupakan salah satu penyebab terjadinya bau mulut pada anak. Ketika si kecil tidak cukup minum air, maka terjadi penurunan jumlah air liur di dalam mulut.

Dilansir dari sproutpediatricdentistry, penurunan ludah ini juga diikuti dengan penurunan kemampuan alaminya untuk membersihkan lingkungan mulut secara signifikan.

Akibatnya, terjadi peningkatan bakteri penyebab bau mulut pada anak-anak. Wah, merepotkan sekali, ya?

2. Pengaruh makanan

Salah satu sumber utama lainnya adalah makanan yang dikonsumsi oleh anak Bunda. Kondisi ini bisa disebabkan oleh bawang putih, bawang bombay, makanan pedas, hingga minuman asam seperti kopi.

Sebagian besar bau mulut bisa berlangsung dalam waktu yang singkat. Namun, sebagian lagi tersangkut pada gigi.

Menurut medicinenet.com, makanan yang tersangkut pada gigi akan mendorong pertumbuhan bakteri dan plak yang menyebabkan bau tidak enak.

Kondisi ini juga bisa terjadi ketika si kecil memang sedang menjalani diet keton. Diet ini menyebabkan tubuh membakar lemak sebagai sumber energi. Bau nafas bisa menjadi seperti aseton seketika. Menunjukkan perubahan gula darah menjadi tidak terkontrol pada anak dengan diabetes.

3.  Masalah kesehatan

Tidak hanya akibat kebiasaan ataupun pengaruh lingkungan, bau mulut bisa dialami karena masalah personal yang dialami oleh anak-anak.

Beberapa keluhan kesehatan yang dialami si kecil bisa jadi penyebab serius terhadap terjadinya bau mulut, antara lain:

  • Infeksi sinus
  • Radang paru-paru atau tenggorokan
  • Sariawan
  • Bronkitis
  • Intoleransi laktosa
  • GERD
  • Masalah pencernaan lainnya

4.  Pengobatan alergi

Ada beragam obat alergi yang bisa memicu terjadinya bau mulut pada anak. Di samping itu, post nasal drip menjadi gejala alergi yang umum menjadi penyebab bau mulut. Sinus akibat alergi juga menyebabkan seseorang bernafas lewat mulut yang lama kelamaan menjadi kering dan berbau tidak sedap.

5. Buruknya kesehatan mulut

Ketika anak tidak menyikat atau membersihkan giginya secara teratur, partikel makanan yang tertinggal di mulut akan menyebabkan terjadinya pembusukan dan bau tidak sedap.

Selain itu, plak yang mengeras bisa menjadi karang gigi. Penumpulan plak ini awalnya dapat menimbulkan bau mulut dan apabila dibiarkan bisa menjadi sarang penyakit yang berbahaya bagi si kecil.

Tanda-Tanda Bau Mulut

Umumnya, terasa sederhana untuk mengetahui bahwa si kecil memiliki bau mulut. Tanda atau gejala bau mulut yang paling jelas adalah munculnya bau tidak sedap melalui mulut.

Selain itu, betterhealth.vic.gov.au merangkum beberapa gejala berikut:

  • Lapisan putih di lidah, terutama di bagian belakang
  • Mulut kering
  • Post nasal drip
  • Bau mulut pagi hari dan lidah terbakar
  • Air liur yang kental
  • Sering membersihkan tenggorokan
  • Rasa asam dan pahit yang konstan

Akibat bau mulut ini, tidak jarang si kecil merasa tidak percaya diri karena orang-orang di sekitarnya selalu spontan menjauhinya.

Cara Menghilangkan Bau Mulut Pada Anak

cara menghilangkan bau mulut pada balita

cara menghilangkan bau mulut pada si kecil

1.  Sikat gigi dan flossing lebih sering

Plak, penumpukan yang lengket pada gigi anak-anak. Hal ini bisa mengumpulkan bakteri yang menyebabkan bau mulut. Belum lagi dengan sisa makanan yang menambah masalah.

Bunda bisa terus mengajarkan si kecil untuk menyikat giginya sebanyak 2 kali sehari. Bila dirasa sudah siap, Bunda bisa membantunya untuk flossing setidaknya satu kali sehari. Apabila ada kekhawatiran lebih, lakukan keduanya lebih sering.

Namun, perlu diingat kalau kedua cara tersebut tidak boleh berlebihan. Menyikat terlalu keras dapat membuatnya rentan terhadap kerusakan gigi.

2. Rajin berkumur

Selain menyegarkan nafas, obat kumur yang ramah bagi anak-anak mampu menambah perlindungan ekstra dalam melawan bakteri.

Rasa mint yang tidak terlalu keras dapat memberikan rasa nyaman. Namun, pastikan bahwa obat kumur tersebut ampuh membunuh bakteri di dalam mulut, tidak hanya menutupi baunya.

Selain itu, si kecil dapat berkumur menggunakan air putih setelah makan. Hal ini akan membantu menghilangkan partikel makanan yang tersangkut di dalam mulut.

3. Kikis lidah secara lembut dan perlahan

Lapisan yang biasanya terbentuk di atas permukaan lidah biasanya menjadi inang bakteri penyebab bau mulut. Untuk menghilangkannya, anak bisa menyikat lidahnya secara lembut menggunakan sikat gigi.

Sikat gigi anak biasanya berukuran kecil dan mudah menjangkau seluruh permukaan lidah. Pastikan mereka menggosoknya secara perlahan dan tidak terlalu sering melakukannya. Yang terpenting, ia bisa rajin membersihkan lidahnya secara lembut untuk meminimalisir bau mulut yang terjadi.

4.  Hindari makanan yang memicu bau mulut asam

Bawang putih atau bawang bombay bisa jadi penyebab utama bau mulut. Cara menghilangkan bau mulut pada anak ternyata tidak cukup dengan berkumur saja setelah makan makanan yang mengandung bawang-bawangan.

Dilansir dari webmd.com, zat yang menyebabkan bau tidak sedap ini akan masuk ke aliran darah dan berjalan menuju paru-paru, di mana si kecil akan mengeluarkannya.

Cara menghentikan masalah tersebut adalah dengan tidak memakannya atau menghindarinya supaya bau mulut tidak terjadi secara terus menerus.

5. Konsumsi yogurt

Yogurt mengandung bakteri sehat yang disebut Lactobacillus. Bakteri ini mampu memerangi bakteri jahat, terutama di usus manusia.

Penelitian telah menyebutkan bahwa konsumsi yogurt mampu membantu mengurangi bau mulut. Dalam sebuah studi, 80% pastisipan mengalami penurunan bau mulut setelah mengonsumsi yogurt selama 6 minggu.

Probiotik di dalam yogurt nyatanya mampu mengurangi keparahan yang mengakibatkan terjadinya bau mulut. Untuk itu, Bunda bisa menyiapkan yogurt tanpa lemak bagi si kecil, setidaknya satu porsi dalam satu hari.

6. Konsumsi teh hijau

Merupakan obat rumahan yang termasuk efektif untuk mengobati bau mulut. Penelitian juga menunjukkan bahwa teh hijau memiliki sifat desinfektan dan penghilang bau yang dapat menyegarkan nafas.

Karena mint juga mempunyai efek samping yang serupa, Bunda bisa memberikan teh hijau mint sebagai penyegar nafas yang ideal.

Seduh dua cangkir teh sebelum tidur dan biarkan mendingin sampai semalaman. Tuangkan teh dingin ke dalam botol dan tunggu bahan aktifnya bekerja. Si kecil dapat menghabiskannya dalam satu hari.

7. Buatkan anak obat kumur sendiri

Obat kumur alami yang bisa Bunda buat adalah obat kumur baking soda atau obat kumur cuka. Bunda bisa pilih salah satu dari kedua cara yang efektif tersebut.

Soda kue atau Natrium Bikarbonat dapat membunuh bakteri di dalam mulut secara lebih optimal. Bahkan, pasta gigi yang mengandung soda kue berkonsentrasi tinggi terbukti mengurangi bau mulut.

Tambahkan 2 sendok soda kue ke dalam 1 cangkir air hangat. Si kecil bisa kumur-kumur di sekitar mulut hingga 30 detik sebelum meludahkannya.

Sedangkan, cuka atau Asam Asetat mampu mengurangi bau mulut karena lingkungannya yang asam membuat bakteri tidak suka bertumbuh di sana.

Sama seperti soda kue, ambil cuka sari apel sebanyak 2 sendok dan aduk bersama secangkir air hangat. Bantu anak berkumur sampai 30 detik kemudian obat kumur dapat diludahkan.

8. Kurangi asupan gula

Tidak dipungkiri kalau setiap hari anak-anak pasti mengonsumsi makanan yang mengandung gula dalam kadar cukup tinggi.

Ketika muncul situasi yang mengganggu, cara menghilangkan bau mulut pada anak bisa dilakukan dengan mengurangi atau membatasi asupan gula dalam makanan si kecil.

Kurangi minuman berkarbonasi dan manis, seperti soda, permen, coklat, maupun gula-gula kapas. Bunda bisa menggantinya dengan beragam makanan pendukung lainnya.

Manfaatkan nasi merah, sayuran berwarna oranye dan hijau tua, buah-buahan, kacang-kacangan, hingga ikan untuk diet sehat bagi si kecil.

9. Rutin berkunjung ke dokter gigi

Cara hebat lainnya untuk melawan bau mulut adalah dengan rutin berkunjung ke dokter gigi.  Dokter gigi biasanya akan melakukan pemeriksaan gigi dan melakukan  pembersihan gigi secara menyeluruh.

Selain itu, terdapat edukasi seputar petunjuk tentang menjaga dan meningkatkan rutinitas kebersihan mulut selama berada di rumah.

Kunjungan gigi yang dilakukan secara rutin juga dapat membantu mengidentifikasi dan memantau potensi masalah pada anak, antara lain plak, karang gigi, gigi berlubang, serta gigi sensitif sebelum berubah menjadi sarang penyakit berbahaya.

10.  Jika tidak kunjung reda, hubungi dokter konsultasi lebih lanjut

Jika bau mulut tidak berangsur-angsur berkurang, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter maupun dokter gigi. Bisa jadi, bau mulut menjadi sebuah gejala dari penyakit tertentu yang harus segera dicegah.

Umumnya, dokter gigi akan membantu Bunda dalam mendiagnosis penyakit yang mungkin mulai bersarang di dalam tubuh anak-anak.

Jika memang belum parah, pastikan setiap saran maupun obat-obatan yang diberikan bisa Bunda bantu berikan kepada si kecil untuk meminimalisir bau mulut yang sudah mengganggu kepercayaan dirinya.

 

Kini, Bunda sudah mengetahui beragam informasi seputar bau mulut. Mulai dari gejala, penyebab, hingga cara menghilangkan bau mulut pada anak. Pastikan si kecil juga senantiasa mulai memperhatikan kesehatan mulutnya, untuk mencegah penyakit bau mulut sejak dini yang dapat memengaruhi kesehatan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *