Jangan Disepelekan, Bun. Inilah 14 Cara Ampuh Menghilangkan Bruntusan Pada Bayi

2 bulan lalu, by duniabunda

cara ampuh menghilangkan bruntusan pada bayi

Tidak hanya orang dewasa yang bisa memiliki bruntusan pada wajah. Nyatanya, Bunda juga bisa menemukan bruntusan pada bayi. Ada beberapa penyebab munculnya bruntusan pada bayi. Bunda jangan lekas cemas dan panik ketika bayi mengalami bruntusan pada area tubuhnya. Berikut tips dan cara paling ampuh untuk menghilangkan bruntusan pada bayi tersebut.

Mengapa Bayi Bisa Mengalami Bruntusan?

Dilansir dari whattoexpect.com, bruntusan bisa terjadi saat keringat dalam jumlah berlebih menyumbat kelenjar keringat. Kelenjar keringat pada bayi memang belum berkembang sepenuhnya.

Hal ini menjebak keringat di bawah kulit dan memicu benjolan merah atau lecet-lecet. Kondisi ini biasa terjadi pada musim panas dan cuaca yang cenderung lebih lembap.

Selain itu, bruntusan bisa muncul akibat kondisi tubuh si kecil yang sedang demam. Bahkan, bruntusan pada bayi bisa terjadi karena si kecil memakai terlalu banyak lapisan pakaian.

Bunda juga perlu berhati-hati apabila buah hati terkena ruam popok. Biasanya, ruam popok terjadi karena popok terlalu lama dipakai, pemakaian terlalu ketat, bahan yang kurang bagus, serta produk popok memang tidak sesuai.

Jika tidak segera diatasi, muncul bruntusan berukuran kecil-kecil dan dan terkadang berisi air yang bisa pecah. Si kecil jadi tidak nyaman beraktivitas dengan bruntusan tersebut.

Baca Juga 14 Cara Tepat Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi

Jenis-Jenis Bruntusan

Dilansir dari medicalnewstoday.com, berikut jenis-jenis ruam yang biasa ditemui pada bayi, antara lain:

  • Miliaria ruba

Terjadi ketika ada penyumbatan di kelenjar keringat dekat epidermis atau dermis. Menyebabkan terjadinya benjolan, perubahan warna kemerahan, dan gatal-gatal.

  • Miliaria crystallina

Merupakan bentuk yang paling parah dan terjadi karena penyumbatan keringat di daerah epidermis. Mampu memicu lepuhan putih yang bening dan kecil.

  • Miliaria profunda

Salah satu jenis yang paling parah, namun jarang terjadi. Keringat yang berada di area dermis mampu menyebabkan rasa terbakar yang cukup intens. Bayi dengan kondisi ini mampu mengalami tanda-tanda kelelahan akibat panas dan bisa berujung pada infeksi.

Cara Menghilangkan Bruntusan Pada Bayi

Bruntusan bisa jadi salah satu keadaan yang mengganggu kenyamanan bayi. Untuk itu, sebaiknya Bunda terapkan beberapa tips berikut dalam menghilangkan  bruntusan yang terjadi pada bayi.

1. Jaga si kecil dengan cuaca yang dingin dan sejuk

pastikan si kecil tidak kepanasan

pastikan si kecil tidak kepanasan

Jika bayi merasakan hawa yang sejuk, tentu tidak akan ada keringat dan artinya tidak perlu khawatir dengan bruntusan.

Pipi bayi yang memerah menandakan bahwa ia sedang kepanasan Oleh sebab itu, kapan saja Bunda melihat pipi bayi mulai kemerahan, segera pindahkan ke tempat yang lebih dingin.

Whattoexpect.com menyarankan untuk memindahkan bayi ke tempat-tempat dengan AC atau kipas angin. Hal ini akan menambah sirkulasi udara yang lebih baik daripada sebelumnya.

Alternatif lain untuk menjaganya merasakan kesejukan adalah mengucurkan air dingin secukupnya ke permukaan kulit bayi supaya keringat dan minyak bisa dibilas dengan baik.

Bunda bisa rajin-rajin menggunakan waslap basah untuk menurunkan suhu tubuh bayi sebagai cara tepat lainnya.

2. Kurangi intesitas terpapar sinar matahari

Memang tidak ada salahnya untuk menikmati sinar matahari bersama si kecil. Namun, tentu Bunda sudah tahu kalau menjemur bayi di bawah sinar matahari juga tidak boleh terlalu lama.

Terlalu banyak sinar matahari secara langsung mudah memicu kulit yang mudah terbakar dan berbahaya bagi kulit sensitif buah hati Bunda.

Panas yang ditimbulkan oleh sinar matahari mudah menyebabkan terjadinya ruam pada bayi dan bruntusan pada bagian kulit tertentu.

3. Jaga kulit bayi tetap kering

Kulit yang lembap memang bagus bagi bayi, namun kelembapan yang berlebihan mudah menyebabkan iritasi pada kulit sebagai pemicu bruntusan.

Apalagi, kalau kondisi lembap tersebut disertai dengan cuaca yang panas. Untuk itu, Bunda bisa menggunakan produk pelembap khusus bayi supaya kelembapannya tidak berlebihan. Sebelum diaplikasikan, keringkan kulit bayi terlebih dahulu.

Jangan lewatkan lipatan kulit ketika mengeringkannya setelah mandi. Area lengan, kaki, leher, dan pemasangan popok harus dipastikan kering secara lebih teliti.

4. Pakaikan pakaian longgar untuk bayi


kenakan pakaian yang longgar saja dan hindari yang terlalu ketat

Bunda sudah paham sekarang kalau pakaian yang terlalu ketat juga mudah memicu berkembangnya bruntusan di kulit bayi.

Untuk itu, Bunda bisa mengenakan pakaian yang lebih longgar dan nyaman untuk membantu menenangkan kulit si kecil.

Pakaian yang longgar tidak akan bergesekan dengan kulit lembut bayi. Kemungkinannya sangat kecil untuk memicu iritasi ruam penyebab bruntusan. Sedangkan, pakaian ketat cenderung meradangkan ruam karena si kecil mudah berkeringat.

Ketika memakaikan pakaian longgar, pastikan kainnya lembut dengan sirkulasi udara lebih lancar supaya kulitnya bisa bernafas.

5. Perhatikan juga bahan pakaiannya

Kain sintetis, seperti polyester, rayon, dan nilon memiliki ciri khas memerangkap panas. Pilih serat yang alami sebagai pengganti bahan tersebut.

Dilansir dari babycenter.in, pakaikan pakaian yang berbahan lembut, ringan, dan tidak abrasif atau merusak kulit.

Pakaian yang menggunakan sulaman, payet, maupun benang tertentu bisa jadi menggores kulit bayi yang sudah terkena iritasi sejak awal, terutama

6. Batasi lamanya waktu membedong bayi

Meskipun bayi juga menyukai perasaan dibedong, Bunda harus menghentikan bedong untuk sementara jika si kecil mulai menampakkan tanda-tanda bruntusan.

Selain bedongan, Bunda harus membatasi untuk menghabiskan waktu bersama si kecil di kereta dorong maupun kursi mobil. Tempat-tempat tersebut hanya menyebabkan ruam panas dan sebaiknya dihindari sampai kulit bayi kembali normal.

Ketika mendandani si kecil, Bunda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan cuaca saat itu juga.

7. Lakukan perawatan pada kuku jari bayi

Cara lainnya untuk menghilangkan bruntusan pada bayi adalah dengan merapikan kuku jari pada kedua tangannya. Hal ini dilakukan supaya ketika bruntusan terasa gatal, si kecil tidak menggaruk-garuk area tersebut.

Selain itu, bayi yang sedang mengalami bruntusan bisa dipakaikan sarung tangan atau kaus kaki berukuran kecil untuk mencegahnya menggaruk-garuk saat tidur.

Garukan si kecil yang tidak dicegah hanya akan memperparah terjadinya bruntusan dan jumlahnya juga semakin menyebar di sekitar kulit.

8. Kulit bayi harus dirawat dengan lembut

rawat kulit bayi dengan lembut

rawat kulit bayi dengan lembut

Berhati-hatilah supaya tidak menggosok maupun menggaruk kulit bayi ketika sedang mengenakannya beberapa pakaian. Bunda bisa mengangin-anginkan si kecil terlebih dahulu apabila diperlukan.

Dibanding menggosok-gosok kulitnya ketika mengeringkan badan setelah mandi, Bunda tepuk-tepuk area yang sekiranya masih lembap sebelum ditutupi oleh pakaian.

Gunakan handuk lembut dan pakai produk perawatan khusus bayi yang sudah dirancang secara khusus bagi kulitnya.

9. Sesuaikan jadwal mandi dengan kebutuhan

Sudah pasti bayi mandi setiap hari untuk membantu membersihkan tubuhnya. Namun, apabila salah satu penyebab bruntusannya karena bayi terlalu sering dimandikan, sebaiknya perbaiki rutinitas mandi tersebut.

Bunda bisa memandikannya sebanyak satu kali dalam sehari. Lebih dari itu masih diperbolehkan ketika memang badannya kotor karena alasan tertentu atau setelah beraktivitas bersama Bunda.

Mandi terlalu sering hanya akan membuat kulitnya terlalu kering. Kulit yang harus kering setelah mandi memang wajar, namun jika berlebihan juga merugikan bagi minyak dan zat-zat pelindung lainnya.

10. Sesuaikan suhu di dalam rumah

Salah satu cara lain untuk menghilangkan bruntusan yang menyerang si kecil adalah menurunkan suhu di dalam rumah. Kebiasaan ini akan membantu menjaga kulit bayi supaya tetap sejuk dan kering.

Bisa jadi, bruntusan bisa mereda dan hilang dengan sendirinya. Jadi, rasanya sangat penting apabila Bunda mengecek kembali lingkungan sekitar bayi sebelum ia tidur. Jika tidak menggunakan AC, kipas angin tetap menjadi alternatif terbaik untuk menyejukkan ruangan.

11. Mandikan bayi dengan air suam-suam kuku

Masalah bruntusan seringkali masih menyebabkan rasa ketidaknyamanan pada bayi. Bahkan, Bunda menjadi lebih cemas dibandingkan biasanya.

Selain kebiasaan mandi yang harus dibatasi menjadi sekali sehari, hal tersebut juga bisa dibarengi dengan menggunakan air mandi bersuhu suam-suam kuku.

Dilansir dari parenting.firstcry.com, suhu air yang tepat untuk memandikan bayi adalah sekitar 37-38 derajat Celcius. Setelah itu, mandikan si kecil secara menyeluruh supaya pembersihan tubuhnya juga bisa maksimal.

Si kecil akan lebih rileks dan tidak terasa memberatkan bagi bruntusan pada kulitnya. Selain itu, kenyamanannya terjaga selama beraktivitas bersama Bunda seharian.

12. Hindari penggunaan sabun

Kebanyakan sabun memang terlalu berat dan keras untuk diaplikasikan pada kulit bayi. Oleh karena itu, penggunaan sabun harus bisa dihindari terlebih dahulu.

Bunda bisa menggunakan alternatif mild cleanser untuk menggantikan sabun yang dipakai memandikan si kecil setiap hari. Namun, tetap diingat kalau Bunda harus memilih produk yang komposisinya khusus untuk bayi.

Rutinitas mandi ini bisa dilakukan untuk mengurangi bruntusan yang dialami oleh si kecil. Saat ini, sudah banyak produk-produk bayi pengganti sabun yang ramah untuk kulit sensitif bayi.

13. Biarkan si kecil mendapatkan waktu bebas dari pangkuan

Selama berada di rumah bersama anggota keluarga lainnya, biasanya si kecil akan mendapatkan pangkuan sepanjang hari. Umumnya, bayi senang dipangku oleh Ayah, kakek, maupun nenek di rumah.

Seringkali, kondisi tersebut membuatnya merasa panas, berkeringat, dan gerah karena terlalu lama didekap oleh beberapa anggota keluarga. Hal ini memicu terjadinya bruntusan pada kulit si kecil.

Jika memang bayi tertidur di pangkuan Bunda, letakkan si kecil dengan segera di atas ranjangnya secara lembut dan perlahan.

Selama terbangun, biarkan ia merangkak, bermain, atau beraktivitas sesuka hatinya. Namun, Bunda harus tetap mendampinginya selama melakukan banyak kegiatan sepanjang harinya.

14. Gunakan krim untuk mengobati bruntusan

Sebenarnya, ada merk krim yang bisa Bunda pakaikan untuk menghilangkan bruntusan bayi. Namun, penggunaannya harus dianjurkan oleh dokter supaya dosisnya cukup bagi buah hati.

Biasanya, Bunda akan berkonsultasi terlebih dahulu bersama dokter ketika bruntusan masih belum mereda dalam jangka waktu yang panjang.

Tetap diingat, ya Bun. Penggunaan obat ini harus di bawah pengawasan tenaga medis supaya hasilnya juga sesuai dengan kebutuhan.

 

Semoga cara menghilangkan bruntusan pada bayi diatas bisa menginspirasi Bunda. Hal ini memang membutuhkan ketelatenan dan kesabaran dari Bunda sebagai orang tua yang menemaninya sepanjang hari. Jangan ragu-ragu untuk menerapkan beberapa strategi di atas supaya bruntusan bisa segera mereda dan tidak lagi mengganggu kenyamanan si kecil sepanjang hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *