12 Cara Yang Bisa Bunda Terapkan Untuk Meninggikan Badan Anak

1 bulan lalu, by duniabunda

cara meninggikan badan anak

Apakah tinggi badan si kecil tidak sesuai anak seusianya? Bunda khawatir pertumbuhan badannya kurang optimal?  Yuk simak ulasan cara untuk meninggikan badan anak berikut ini.

Masa pertumbuhan pada anak-anak biasanya juga ditandai dengan bertambahnya tinggi badan. Namun, kondisi ini tidak selalu terjadi secara optimal bagi semua anak di dunia.

Dilansir dari parenting.firstcry, gen merupakan salah satu faktor yang mendominasi pertumbuhan tinggi anak di masa tumbuh kembangnya, namun bukan satu-satunya faktor paten yang harus ditanamkan.

Sebagian besar anak-anak bisa jadi harus mendapatkan dorongan faktor-faktor khusus supaya rangka tubuhnya semakin memperlihatkan proses yang memanjang setiap harinya.

Masih ada peluang yang juga cukup tinggi bagi orang tua dan lingkungan dalam menunjang kebutuhan tersebut melalui beberapa cara untuk meninggikan badan anak.

Kapan Anak Mulai Menunjukkan Pertumbuhan Tinggi Badan Secara Signifikan?

Menurut betterhealth.vic.gov.au, ada dua hormon yang bekerja untuk meningkatkan pertumbuhan tinggi badan dan pembentukan massa tulang, yaitu Human Growth Hormone (HGH) dan Insulin-Like Growth Factor-1 (IGF-1).

Kedua hormon ini merupakan pekerja yang aktif untuk membangun fisik si kecil. Awalnya, HGH yang diproduksi mendorong liver untuk mengeluarkan senyawa IGF-1 yang fungsinya sama, yaitu meningkatkan pertumbuhan tulang, otot, kartilago, dan jaringan lain yang harus berkembang.

Anak-anak akan menunjukkan pertumbuhan tinggi badan mulai dari usia 2 hingga 8 tahun. Selanjutnya, sisa pertumbuhan tinggi badan dilanjutkan pada masa pubertas.

Pada masa inilah Bunda memiliki peran penting untuk mendampingi si kecil yang selalu ingin mempunyai tinggi badan maksimal, namun tetap mengutamakan kesehatan dan kebugaran.

Bagaimana Cara Meninggikan Badan Anak?

Apakah Bunda sudah siap membentuk anak-anak mengembangkan massa tulang untuk kelangsungan tinggi badannya? Berikut 12 cara untuk meninggikan badan anak yang bisa dibiasakan kepada mereka dalam masa emas pertumbuhannya.

1. Faktor penting, asupan makanan dan gizi seimbang

Salah satu aspek penting yang mampu meningkatkan tinggi badan anak adalah pemberian nutrisi seimbang yang dikonsumsi setiap hari. Seluruh bahan dan olahan makan harus bernilai gizi sehat supaya bekerja maksimal di dalam tubuh.

Dikutip dari parenting.firstcry, nutrisi seimbang dapat diperoleh dari kombinasi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam proporsi atau takaran yang optimal.

Biasanya, Bunda memanjakan anak-anak dengan memberikannya asupan makanan cepat saji. Bahkan, bisa jadi terlalu sering atau hampir setiap hari. Siklus makan yang seperti ini harus dihindari karena kandungan makanan cepat saji yang berlebihan tidak baik bagi tubuh.

cara meninggikan badan anak dengan gizi seimbang

cara meninggikan badan anak dengan gizi seimbang

Berikut beberapa bahan makanan yang bisa mempengaruhi tinggi badan anak-anak:

  • Susu dan produk olahannya

Bunda pasti sudah tahu kalau susu termasuk bahan makanan tinggi kalsium dan protein, bukan? Kedua nutrisi ini akan bekerja untuk memperkuat dan memperbesar massa tulang.

Selain tumbuh tinggi, si kecil yang rutin dan menyukai konsumsi susu sejak dini akan terhindari dari risiko terjadinya osteoporosis pada usia tua.

Olahan susu lainnya, seperti keju dan yogurt memberikan asupan kalsium dan vitamin yang melewati proses metabolisme menuju tulang agar semakin sehat dan berkembang.

  • Daging ayam

Mengandung protein hewani yang mampu mempengaruhi fungsi tinggi badan, membangun, memelihara, serta memelihara jaringan otot menjadi lebih stabil.

Pemberian makanan seimbang yang dilengkapi dengan protein tentu akan membantu memanjangkan tinggi badan anak-anak secara maksimal.

  • Sayuran hijau

Sayuran hijau kaya akan zat besi, mineral, dan kalsium yang sudah pasti berperan untuk menambah tinggi badan si kecil di tengah aktivitasnya yang padat.

Bunda dapat mengolah bayam, kangkung, selada, sawi, dan lain sebagainya menjadi menu konsumsi bagi anak-anak sesuai pola makannya sehari-hari.

  • Telur

Bagian putih pada sebuah telur mengandung protein tinggi yang membantu menambah tinggi badan. Kandungan zat besi, biotin, serta riboflavin juga mendominasi komposisi yang aktif bekerja di dalam tubuh manusia.

Perlu diingat untuk memperhatikan anak-anak, apakah mereka mempunyai alergi tertentu pada telur beserta ragam olahannya.

  • Kedelai

Kedelai menjadi salah satu alternatif untuk mengganti protein susu apabila anak Bunda tidak suka susu atau mengalami intoleransi laktosa.

Namun, jangan salah ya Bun. Kedelai juga bermanfaat untuk menambah tinggi badan anak. Bahan baku protein nabati yang menyusun kedelai juga bernilai tinggi dalam memperkuat tulang dan fisik anak-anak.

2. Kegiatan stretching secara rutin

Saat ini, sudah banyak aktivitas fisik berupa stretching yang mampu dikenalkan kepada si kecil dalam rangka meningkatkan tinggi badannya.

Latihan stretching yang rutin umumnya akan merangsang hormon dan fisik bekerja secara sinergis dalam memanjangan postur dan kondisi tubuh.

Apabila aktivitas ini sudah rutin dilakukan sejak dini, banyaknya hormon pertumbuhan yang bekerja akan semakin didorong untuk membentuk badan menjadi lebih lentur, fleksibel, dan bisa diatur pemanjangannya sesuai keinginan.

Salah satu stretching atau peregangan yang bisa dilakukan dengan mudah adalah si kecil duduk di lantai dengan kaki terbuka lebar kemudian ajak mereka untuk menyentuh kedua ujung kaki dengan tangan telentang.

Lakukan dalam beberapa hitungan. Kalau sudah terbiasa, tubuh yang lentur bisa sampai mencium lantai sambil menyentuh atau menggenggam kedua ujung kaki.

3. Jadwal tidur yang efektif

Kebiasaan tidur yang lelap dan cukup akan mempengaruhi pertambahan tinggi badan anak-anak sesuai usia pertumbuhannya.

Dikutip dari parents.com, tulang bekerja aktif untuk menaikkan pertumbuhan fisik pada malam hari. Hormon Human Growth Hormone akan bekerja secara maksimal apabila waktu tidur yang dimiliki si kecil juga mencukupi.

Dikutip dari caringforkids.cps.ca, berikut adalah durasi tidur yang sudah mencakup kebutuhan dan pengalaman tidur nyenyak bagi anak-anak sekaligus mempengaruhi tinggi badan:

  • Bayi usia 0-3 bulan 14-17 jam setiap hari
  • Bayi usia 4-12 bulan 12-16 jam setiap hari
  • Usia 1-2 tahun 11-14 jam setiap hari
  • Usia 3-5 tahun 10-13 jam setiap hari
  • Usia 6-12 tahun 9-12 jam setiap hari

4. Rajin berjemur dibawah sinar matahari pagi

Sinar matahari merupakan salah satu sumber vitamin D yang tinggi dan mampu menambah kekuatan serta pertumbuhan tulang.

Vitamin D akan menyerap kalsium pada makana secara maksimal supaya tulang dan sendiri penuh dengan asupan nutrisi yang baik bagi regenerasinya.

Bunda bisa mengajaknya berjemur di bawah sinar matahari pukul 7 pagi hingga 8 pagi yang aman bagi pertumbuhan tulang. Ini saatnya bagi Bunda untuk membawa si kecil yang mungkin sangat suka bermain di dalam rumah untuk merasakan manfaat yang baik bagi tinggi badan.

Jangan lupa untuk mengoleskan sunscreen sebelum berjemur bersama anak-anak supaya sinar UV yang berbahaya bagi kulit dapat ditangkal ataupun malah membuat warna kulitnya menjadi kusam.

Sinat matahari bagus untuk penambahan tinggi badan, namun perhatikan juga jam-jam yang ideal, ya Bun.

5. Postur yang baik sejak kecil

Untuk menambah tinggi badannya, Bunda harus membiasakan si kecil untuk berpostur tegak. Apabila sejak kecil anak-anak dididik dengan pembawaaan yang tegap, maka tulang akan memberikan efek samping positif pada pertumbuhannya.

Postur bungkuk atau melengkung justru memberikan efek negatif dan berpengaruh pada tulang. Postur yang jelek mendorong tulang belakang untuk terlalu pasrah dan susah untuk berkembang.

Tidak hanya menambah tinggi badan, Bunda dapat mengedukasinya untuk berpostur dengan baik untuk mencegah si kecil terkena masalah kesehatan yang lainnya.

Setiap kali mereka bungkuk ketika duduk atau berdiri, ubah posisinya menjadi lebih tegap dan terbiasa untuk tidak terpaku pada tulang belakang yang melengkung.

Tulang belakang yang selalu lurus mampu mengambil posisi yang siap untuk bekerja secara aktif, dibantu dengan hormon pertumbuhan dan penyerapan nutrisi seimbang dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

6. Aktivitas renang juga membantu, lho Bun!

cara meninggikan badan anak dengan berenang

cara meninggikan badan anak dengan berenang

Selain bermanfaat bagi kesehatan, kegiatan renang yang rutin akan meningkatkan tinggi badan secara signifikan.

Kaki dan tangan yang aktif bergerak akan merangsang pertumbuhan tulang belakang sekaligus rangka tubuh menjadi lebih lentur dan fleksibel.

Otot dan tulang yang meregang aktif selama beberapa saat membiasakan tubuh untuk semakin memanjang dari waktu ke waktu.

Dikutip dari growthmax.com, semakin lama berenang dilakukan, maka semakin banyak pula penambahan tinggi badan, terutama pada bagian tulang, sendi, dan seluruh anggota badan.

Bunda bisa mengajaknya dan menjadwalkan olahraga renang beberapa kali dalam seminggu supaya perbedaannya jauh terlihat secara rutin dibandingkan yang jarang berenang.

7. Sudah pernah coba main lompat tali?

Lompat tali adalah sebuah aktivitas yang melatih dan memompa kinerja jantung. Seluruh sendi dan otot pada bagian tubuh meregang sekaligus berkontraksi. Kondisi ini mendorong elastisitas tinggi pada seluruh anggota gerak.

Tulang belakang yang diajak bergerak secara proporsional dan tegak akan bekerja aktif melakukan pemanasan atau peregangan secara maksimal ketika anak-anak mulai bermain lompat tali.

Dilansir dari stylecraze.com, aktivitas lompat tali bisa menambah massa tulang melalui pemanjangan pada tulang tersebut. Semakin hari si kecil akan terlihat lebih tinggi beberapa centimeter.

Dengan lompat tali, postur dan bentuk tubuh menjadi lebih tegap dan ramping. Tentu tubuh yang ramping memberikan tampilan luar yang terlihat tinggi.

Bunda bisa menganjurkan kegiatan ini secara bertahap untuk membiasakannya aktif terlebih dahulu. Apabila sudah biasa, semakin hari mereka akan menambah porsinya sendiri. Selain menambah tinggi badan, lompat tali juga memberikan efek samping berupa tubuh yang sehat dan bugar.

8. Gerakan yoga yang cocok untuk anak

Melakukan pose atau gerakan yoga juga membantu menambah tinggi badan anak melalui kelenturan dan elastisitas.

Yoga tidak jauh-jauh dari orang dewasa, Bunda bisa melakukan kegiatan yoga bersama si kecil ketika ada waktu luang untuk beraktivitas fisik bersama.

Ajarkan gerakan peregangan yoga yang santai, ringan, namun berpengaruh untuk menstimulasi hormon perkembangan di dalam tubuh.

Si kecil dapat berusaha sendiri secara perlahan untuk tetap rilek ketika melenturkan badan dan melakukan berbagai posisi yang berbeda.

Bunda sebaiknya selalu mengawasi anak-anak saat memperagakan gerakan yoga yang bervariasi supaya tetap aman dan memberikan efek yang pasti pada pertumbuhan tingginya.

9. Bermain basket disukai anak laki-laki dan perempuan

cara meninggikan badan dengan bermain basket

cara meninggikan badan dengan bermain basket

Olahraga atau permainan basket sudah pasti akan disukai oleh anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan.

Bunda dapat berkolaborasi dengan Ayah ketika ada waktu luang bermain basket bersama anak-anak yang aktif bergerak.

Permainan basket membutuhkan gerakan melompat dan menuntut badan untuk melentur, meregang, dan bersifat elastis ketika berlari kesana kemari secara gesit saat memainkan bola.

Bagi anak-anak yang memang menyukai basket sedari kecil, tidak heran mengalami pertumbuhan tinggi badan yang sangat terlihat akibat kebiasaannya yang membawa manfaat.

Gerakan melompat atau melangkah yang lincah ketika bermain basket menyebabkan otot-otot serta tulang yang bergerak memberikan timbal balik berupa bentuk atau postur tubuh tegap yang memanjang ke atas.

10. Posisi tidur yang benar

Selain jam tidur yang memadai dan postur tubuh yang baik ketika duduk berdiri, posisi tidur yang benar juga memperhitungkan pertambahan tinggi badan anak-anak.

Hormon pertumbuhan bekerja aktif pada malam hari, maka posisi tidur yang baik akan mendukung pekerjaan hormon tersebut untuk memberikan efek pada pemanjangan tulang, sendi, dan seluruh anggota badan.

Posisi tidur yang terlalu melengkung, meringkuk, dan bungkuk malah berdampak sama seperti postur tubuh duduk berdiri yang jelek.

Tidak aka nada stimulasi yang berpengaruh besar pada cara kerja HGH selama masa pertumbuhan. Maka, tugas Bunda adalah mengecek posisi tidur si kecil saat malam hari, apakah sudah lurus, namun tetap mengutamakan kenyamanan atau belum.

Tulang belakang tidak merasa kesulitan saat harus bekerja sama dengan tubuh dalam memproduksi pasukan penambah tinggi badan pada malam hari.

11. Bergelantungan pada tiang

Mungkin Bunda masih meragukan si kecil yang suka bergelantungan ketika ada tiang di dekatnya. Namun, sebaiknya Bunda tidak melarang mereka untuk bergelantungan di sana.

Aktivitas tersebut juga termasuk salah satu pemicu tinggi badan bertumbuh dengan cepat pada anak-anak.

Selain menambah tinggi badan, bergelantungan pada tiang juga melatih kekuatan otot tangan dan ketahanan optimal pada tubuh anak-anak.

Tulang belakang bekerja secara fleksibel saat berayun supaya melenturkan otot dan sendi yang bekerja ketika melakukan gerakan.

Bunda bisa membiarkan si kecil bermain gelantung dalam pengawasan apabila mereka kurang tertarik dengan aktivitas fisik lain yang menambah tinggi badannya.

12. Jogging pagi bersama keluarga

Selain menyenangkan dan menyegarkan tubuh serta pikiran, jogging pagi beramai-ramai tidak akan membuat si kecil mengeluh saat ingin mencapai jarak tertentu.

Gerakan aktif pada kaki mempengaruhi kekuatan otot dan tulang yang berkontraksi saat jogging. Jogging juga merupakan salah satu aktivitas yang bisa dilakukan melalui pembiasaan.

Bunda bisa mengajaknya untuk mulai dari jarak dekat terlebih dahulu kemudian mengambil langkah lebih jauh untuk dihabiskan melalui jogging.

Aktivitas ini membantu tinggi badan si kecil bertambah beberapa centimeter dalam jangka waktu tertentu.

 

Bunda tetap bisa mengusahakan anak-anak untuk meningkatkan tinggi badannya dalam masa pertumbuhan. Beberapa cara untuk meninggikan badan anak di atas dapat Bunda kombinasikan supaya lebih maksimal.

Namun, tetap diingat ya Bun untuk tidak mengajarkannya secara berlebihan. Tubuh anak-anak harus mampu disesuaikan kondisinya dengan aktivitas fisik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *