Inilah 14 Cara Menyapih Anak Agar Tidak Rewel

1 tahun lalu, by duniabunda

cara menyapih anak

Setelah berjuang untuk memberikan asi ekslusif untuk si kecil, ketika anak berusia dua tahun, umumnya para Bunda menghentikan pemberian asi dan mulai menyapih, mendekati masa-masa ini, justru si kecil semakin intens menyusu. Sehingga membuat bunda begitu emosional, tapi Bunda jangan khawatir, Bunda tidak berjuang sendirian, Disini bunda akan belajar cara menyapih anak dengan kasih sayang, jadi bunda tetap akan dekat dengan si kecil walaupun telah disapih. Untuk bisa konsisten agar anak tidak menyusu seharian sama sekali, masih perlu persiapan mental dan tentunya tenaga. Namun, hal ini untuk kebaikan si kecil dan harus Bunda lakukan. Mengapa ? Karena pada usia 2 tahun ini anak harus masuk ke tahap perkembangan berikutnya, yaitu untuk proses belajar mandiri.

Butuh komitmen dan usaha yang keras, Bunda harus melakukan berbagai cara agar si kecil ingin disapih. Meskipun begitu, Bunda tidak boleh sembarangan menyapih, apalagi mengambil cara mudah karena alasan tidak ingin repot.  Salah satu contohnya menggunakan Brotowali atau kunyit, hal ini tidak dianjurkan karena dapat mengurangi rasa kepercayaan anak pada Bunda. Lakukanlah penyapihan dengan benar dan tanpa mengurangi kasih sayang, atau metode Weaning With Love (WWL).

Nah, metode ini bisa Bunda mulai dengan menjalin komunikasi yang baik pada anak, coba jelaskan pada anak secara perlahan dengan penuh kasih sayang. Atau bisa juga dengan menawarkan pengganti asi, misalnya mulai mengganti wadah menyusui dari payudara ke gelas. Awalnya anak akan menolak, seiring berjalannya waktu dia akan terbiasa melakukannya kok Bun.

Perlu di ingat ya Bun, sebelum memulai proses menyapih, ada baiknya Bunda memperhatikan kondisi mental dan psikis anak terlebih dahulu.  Jadi, jangan asal sembarang menyapih ya Bunda.

Cara Menyapih Anak dari Asi Secara Alami Dengan Benar

Nah bagi bunda yang kini atau akan menjalani proses penyapihan, bisa ikuti beberapa tips dibawah ini :

1.Mengalihkan Perhatian Anak

Setiap hari sang anak akan hafal kapan waktunya ia menyusu dan tidur, ini karena ia sering melakukannya sehingga ia dapat menghafal pola kegiatannya yang dilakukan berulang, apalagi jika bersama bundanya. Cobalah untuk mengalihkan perhatian anak jika anak ingin menyusu, buatlah ia sibuk dengan melakukan berbagai kegiatan. Bunda bisa mengajak ia mengobrol, bernyanyi-nyanyi, atau mengajaknya jalan keluar rumah. Boleh juga memberikan camilan sehat, seperti roti, buah, keju, dan biskuit. Sehingga dia lupa jika ingin menyusu.

2.Mengurangi Frekuensi dan Durasi Menyusui

Nah ini adalah cara ampuh sekaligus menjadi cara favorite para Bunda diluar sana. Sebab dengan cara ini Bunda tetap dapat memberi asi pada anak tanpa harus menolaknya, apalagi sampai membuatnya menangis karena tidak diberi ‘nen’. Mulai lah untuk mengurangi frekuensi dan durasi menyusui. Adapun caranya adalah jika Bunda biasa menyusui selama 30 menit sehari maka ubahlah menjadi 15 menit saja, dan apabila dalam sehari menyusui 4 kali bisa dikurangi menjadi 2-3 kali sehari saja. Anak mungkin akan merasa cemas, rewel dan susah tidur, tapi ini hanya butuh waktu kok Bun.

Cara ini juga terkenal efektif untuk mengurangi produksi asi secara alami dan mencegah pembengkakan dan masititis pada payudara pasca penyapihan lho Bun.

3.Menghindari Kebiasaan, Tempat, atau Pakaian yang Mengingatkan Anak Tentang Kegiatan Menyusui.

Ketika hendak menyusui sebaiknya Bunda tidak melakukan di tempat atau ruangan yang sama. Hal ini akan membuat si kecil terbiasa dan mengingatnya, juga hindari pemakaian pakaian yang sama tiap kali bunda akan menyusui ya.

4.Latih Anak Untuk Menunggu

Seringkali anak rewel jika meminta ‘nenen’, maunya dia cepet aja kan bun. Meskipun kini si kecil sedang proses menyapih, ini bukan berarti Bunda menolak saat ia meminta menyusui ya. Mintalah dengan lembut agar ia mau menunggu, katakan “ Nanti ya, sayang, Ibu masih sibuk.”  Sehingga lama kelamaan ia akan lupa, dan mungkin tertidur pulas karena lelah menunggu ^^.

5.Sounding / Komunikasi dengan Anak

tips menyapih anak dengan cinta

cara menyapih anak – Photo via pexels.com

Nah ini point yang paling penting Bun. Sejak usia anak 18 bulan, anak sudah dapat kita ajak berkomunikasi, saat Bunda sedang menyusui bisikan padanya kata-kata yang memberitahukan dia harus berhenti ‘nenen’, seperti  “Nanti kalau adik sudah 2 tahun, minumnya air putih saja ya”, cobadeh sambil sesekali mengusap kepalanya dengan cara ini ia merasa nyaman dan membuatnya mengerti kalau semua yang diberitahu Bunda adalah bentuk kasih sayang untuk nya. Atau ketika anak sudah berusia 2 tahun, Bunda bisa coba katakan seperti ini “ Kakak sudah besar, sebentar lagi sudah selesai ya ‘nenen’-nya, jadi kalau haus minum jus atau air putih saja ya .” Ulangi percakapan ini setiap hari, sehingga anak akan cepat mengerti bahwa kini ia sudah tumbuh besar.

Selain berkomuniasi secara langsung, Bunda juga bisa berkomunikasi melalui buku cerita. Yap, banyak anak yang cenderung lebih menyukai kalimat dengan unsur cerita karena mudah mereka pahami.

6.Tawarkan Pengganti Asi

Jika Bunda tidak ingin menghilangkan kebiasaan tertentu, jangan menghentikannya begitu saja ya Bun apalagi sampai menolaknya, karena anak belum dapat mengerti alasan Bunda berhenti memberikan susu pada dirinya. Coba deh bunda kasih camilan atau minuman yang sehat sebagai pengganti asi, seperti roti, jus buah, biskuit, dan air putih. Kebiasaan ini harus bunda lakukan ketika anak sudah bisa duduk sendiri dan menegakkan kepalanya, apalagi jika anak sudah tumbuh gigi. Berikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) ketika sarapan, camilan setelah bangun tidur, makan siang dan makan malam. Jika anak sudah merasa kenyang , maka mereka otomatis  akan mengurangi  keinginan minta ‘nenen’.

 

7.Lakukan Secara Bertahap dan Berlahan Satu Persatu

Bunda tidak perlu menargetkan kapan proses penyapihan ini harus berakhir, hal ini akan membuat anak tertekan dan membuat bunda merasa stress karena target itu sendiri. Lakukan saja seperti biasa, namun perlu diperhatikan pentingnya menyapih ini. Bunda bisa coba mengatur waktu penyapihannya sendiri, jangan melakukan penyapihan pada malam hari dan siang hari secara bersamaan, tidak perlu melakukannya setiap kali anak meminta ‘nen’, fokuslah hanya pada satu waktu saja dulu. Misalnya, Lakukan penyapihan pada siang hari dulu sampai berhasil, baru dilanjutkan dengan malam harinya. Hal ini berkaitan juga dengan poin ke-2 ( Mengurangi Frekuensi dan Durasi Menyusui).

Kuncinya tidak menolak dan tidak juga menawarkan Asi (terutama melalui payudara) saat anak meminta.

8.Hindari Menyapih Saat Kondisi Anak Sedang Tidak Sehat, Sedih, Kesal, Atau Marah

Selain beberapa hal diatas yang harus Bunda perhatikan juga adalah kondisi anak, baik secara mental maupun psikis. Jangan membuat ia merasa terpaksa dan tertekan, peluk dan sentuh ia sesering mungkin agar ia merasa aman dan nyaman. Jangan dulu melakukan penyapihan ketika anak sedang sakit, dan hindari jika ada perubahan besar dalam hidupnya, seperti pindah rumah, mulai sekolah, ditinggal bekerja atau ganti pengasuh.

9.Hindari Menyapih Anak dari Menyusu ke Benda Lain seperti Empeng dan Botol Susu.

Menghisap memang sudah merupakan naluri bayi, termasuk menghisap jari, maupun empeng dan botol susu. Dengan cara menghisap ini membantu anak mendapatkan nutrisi dan memperoleh kepuasannya sendiri. Namun, bila Bunda ingin memberikan empeng dan botol susu untuk anak, pertimbangkan juga risiko yang dapat terjadi, terutama seiring bertambahnya usia anak. Bunda juga harus mencaritahu dan banyak membaca tentang pemberian empeng dan botol susu pada anak, agar tidak mengganggu kesehatan anak dan kelancaran menyapih.

10.Tips Menyapih Pada Malam Hari

Seringkali di malam hari, dimana rasanya badan sudah cukup lelah, kita lebih memilih untuk menidurkan anak kita dengan disusui terlebih dahulu, dan dininabobokan. Solusinya, coba lakukan cara lain untuk meninabobokan, misalnya dengan melakukan pijatan pada anak, bercerita / mengobrol sebelum tidur, bisa juga dibacakan buku cerita kesukaannya.

Di awal mula proses ini mungkin anak tidak akan nyaman tidurnya karena tidak disusui, jadi Bunda bisa tepuk-tepuk ringan ‘pantat’-nya sambil dinyanyikan lagu, atau bisa juga digendong sampai terlelap. Juga pastikan perut anak sudah kenyang sebelum tidur agar tidak terbangun pada malam hari. Jika terbangun malam hari karena haus, berikan air putih dan puji ia begitu dia minum, itu akan membuatnya senang dan bangga.

11.Tips Menyapih Pada Siang Hari

Berbeda pada malam hari, di siang hari anak lebih banyak terjaga daripada ingin tidur. Bunda bisa alihkan ia dengan memberi cemilan sehat atau jus buah sebagai pengganti asi.

12.Hindari Mengatakan Sesuatu yang Mengingatkan Tentang Asi dan Semacamnya

Anak sering kali mengulang dan menghafal perkataan yang ia pelajari dari sekitarnya, terutama dari Bunda nih. Apapun yang Bunda ajarkan dan bicarakan ia selalu mencoba mencontohkannya bahkan mengingatnya. Disini Bunda harus membantu ia agar sukses menyapih nya, dengan tidak mengucapkan hal-hal yang mengingatkan ia tentang Asi, Mimic, atau Nenen. Nah Bunda bisa mulai mengubah kata Mimic atau Nenen  saat ia merengek karena haus, contohnya “ Adik tidak boleh nenen lagi ya” di ganti dengan “ Adik minum air putih saja ya”.

13.Menyapih Dengan Cinta

Teknik Weaning With Love  atau Menyapih Dengan Cinta ini harus Bunda terapkan dan pelajari agar anak tidak beranggapan berhenti menyusu berarti Bunda tidak lagi sayang. Berikanlah ia perhatian, kasih sayang, dan peluk ia sesering mungkin. Proses menyapih ini bukan hanya berat untuk Bunda saja, tapi juga untuk dia si buah hati.  Ditengah kesibukan Bunda mengurus rumah tangga, cobalah mengajak ia bermain, dengan cara ini anak akan merasa aman, nyaman dan dicintai. Jadi, anak tidak merasa kehilangan moment berdua bersama Bunda walaupun sudah tidak menyusu.

14. Menyapih dengan Susu Formula

Saat si kecil berusia lebih dari 2 tahun.  Selain mendapat asupan dari makanan sehat sehari hari. Bunda bisa memilih jika ingin mengenalkan si kecil dengan selingan berupa Susu Formula sebagai tambahan nutrisinya. Diharapkan juga dengan cara menyapih anak dari asi ke susu formula ini, anak lebih mudah di sapih dan tidak rewel. Sekali lagi ini merupakan pilihan ya Bunda. Jadi yang utama tetap bunda harus tawarkan air putih dulu sebagai pengganti asi. Susu Formula bisa sebagai tambahan untuk selingan nutrisinya.

 

Hal-hal yang Tidak Boleh Dilakukan Dalam Menyapih :

1.Jangan menggunakan oles-olesan pahit, seperti mengoleskan air lemon, lipstik dan menempelkan plester atau lainnya.

2.Jangan membohongi anak, hal ini tidak baik dilakukan selain karena akan ditiru olehnya juga mengurangi rasa kepercayaan anak pada Bunda.

3.Jangan menggunakan kalimat negatif atau mengintimidasi anak.

Banyak cara agar anak dapat lepas dari Asi, namun kebanyakan cara tersebut diatas malah membuat anak trauma atau malah merenggangkan hubungan Bunda dan anak, sehingga anak merasa tidak aman dan tidak nyaman.

Tips Dalam Menyapih

Kenyamanan dan kedekatan emosional adalah hal yang seringkali ditakutkan oleh anak (dan Bunda) hilang ketika terjadi penyapihan. Yakinkan diri dan anak bahwa kedua hal tersebut tetap akan ada dan selalu ada diantara kalian. Menyapih itu memang membutuhkan proses, jadi menyapilah sesuai kesepakatan orang tua dan anak, tidak perlu memaksakan juga tidak perlu di target ya, Bun.

Bila menyusui harus dilakukan dengan penuh cinta, maka mengakhiri menyusui juga harus penuh cinta juga. Ingat Bunda saat-saat pertama menyusui ? masing-masing Bunda pasti punya kendala tersendiri. Tapi semua itu kita hadapai demi bisa sukses memberikan anak Asi eksklusif. Menyusui itu gak mudah, Menyapih lebih sulit lagi. Yang harus diingat jangan sekali-kali menyapih dengan cara memaksa, maupun membohongi anak.  Jika ingin berhenti menyusui berikanlah penggantinya. Jangan hanya berkata tanpa memberikan solusi apapun, sehingga anak tidak akan mengerti bagaimana ia harus berhenti melakukan itu. Jika ingin anak berhenti menyusui maka beri dia kegiatan lain selain menyusui.

Nah itu dia cara dan tips yang benar dalam menyapih anak dari Dunia Bunda, semoga Bunda berhasil menyapih si kecil ya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *