Cara Menyimpan ASI Yang Benar Agar Asi Awet dan Nutrisinya Tetap Terjaga

11 bulan lalu, by duniabunda

cara menyimpan asi

Menyusui adalah hal terindah yang dimiliki oleh semua ibu. Melalui proses ini bunda dapat mencukupi gizi untuk masa depannya. Dibulan pertama dalam kehidupan sang buah hati, makanan yang bisa mencukupi kebutuhannya adalah ASI. Di dalam ASI terdapat berbagai nutrisi dan komponen penting lho bun, dan bukan hanya untuk perkembangan daya tahan tubuh saja, tetapi juga untuk perkembangan otak si bayi. Setelah mengetahui manfaat asi, tentunya ibu bekerja khususnya harus mengetahui bagaimana cara menyimpan asi dengan benar agar nutrisinya tetap terjaga. Tapi sebelumnya mari kita simak apa saja manfaat asi yuk bun…

Tau ga sih bun, kandungan apa saja yang ada didalam ASI kita ? Kandungan ASI nyaris tidak dapat tertandingi. ASI mengandung nutrisi yang secara khusus diperlukan untuk menunjang proses tumbuh kembang otak dan memperkuat daya tahan alami tubuh si kecil.

Berikut beberapa kandungan utama dalam ASI :

1. Laktosa, merupakan karbohidrat utama yang berperan sebagai sumber energi.
2. Lemak, merupakan zat gizi terbesar kedua yang berperan dalam pengatur suhu tubuh si kecil Bun.
3. Oligosakarida, ialah bioaktif yang berfungsi sebagai prebiotik yang terbukti meningkatkan jumlah bakteri yang menguntungkan yang secara alami hidup dalam sistem pencernaan bayi.
4. Protein, komponen dasar dari protein adalah asam amino yang berfungsi sebagai pembentuk struktur otak.

Sekarang sudah tahu kan bun kandungan ASI yang sangat penting untuk anak kita. Inilah mengapa banyak ibu-ibu diluar sana mencari berbagai cara agar dapat menyusui anaknya meskipun ia bekerja. Karena pekerjaan, seringkali Bunda meninggalkan si buah hati dalam waktu yang lama, dalam hal ini yang dipilih kebanyakan bunda adalah menyetok ASI sebanyak mungkin. Jika benar begitu, bunda perlua berhati-hati yah bun, lebih teliti dan telaten dalam proses penyimpanannya juga dalam hal menyajikannya, perhatikan ke sterilan media dan suhu tempat penyimpanannya Bun. Kita tidak ingin kan, jika anak sakit karena ketidak seriusan kita dalam memberikan ASI dengan penyimpanan yang tidak benar.

Nah, sekarang kita bahas bagaimana cara menyimpan asi yang benar setelah dipompa berikut penyajiannya. Dan hal apa saja yang boleh dan tidak dilakukan juga berbagai solusi kondisi tertentu semisal tanpa kulkas atau dalam kulkas 1 pintu, berikut penjelasannya :

Cara Menyimpan Asi dan Penyajian yang benar :

1. Media penyimpanan.

Hal pertama yang diperhatikan dalam tata cara menyimpan asi adalah media penyimpanannya. Ada dua jenis media yang bisa Bunda gunakan untuk menyimpan ASI yaitu botol dan juga kantung ASI. Botol pun memiliki dua jenis yaitu botol kaca dan botol plastik.

-Untuk botol kaca, pastikan botol steril dan juga tertutup rapat. Dan Untuk botol plastik, pastikan botol plastik yang digunakan food grade dan BPA Free (bebas Bisphenol A).

-Pastikan Bunda tidak mengisi ASI hingga penuh, sebaiknya Bunda mengisi ASI sampai batas leher botol atau 2.5 cm dari atas. Dan untuk botol kaca, ASI yang diisi terlalu penuh akan mudah pecah karena ASI akan memuai saat dibekukan. Selain itu tutup botol juga akan mudah terlepas, terutama bagi Bunda yang menggunakan botol dengan penutup karet.

Sedangkan untuk kantung ASI, pastikan Bunda tidak mengisinya terlalu penuh karena jika terlalu penuh kantung ASI dapat pecah dalam freezer.

Segera dinginkan ASI yang baru dipompa dalam waktu kurang dari 1 jam. Selain itu jangan mencampur ASI yang sudah didinginkan dengan ASI baru ya Bun.

2. Berikan label pada botol, dan tanggal kapan ASI disimpan / diperah.

Bunda perlu disiplin dalam menyimpan ASI perah (ASIP) pada wadah aman di lemari pendingin atau freezer. ASIP yang paling ideal adalah yang paling baru diperah atau segar, karena kandungannya paling mendekati kebutuhan bayi dan kualitasnya lebih baik dibandingkan yang sudah disimpan lebih lama.

Namun, jika ibu memiliki cukup banyak stok ASIP, metode LIFO (Last In First Out) dapat digabungkan dengan metode FIFO (First In First Out). Pemberian label tanggal dan jam pada botol ASIP penting dilakukan untuk memudahkan saat memberikan ASIP untuk bayi.

3. Sesuai kan jumlah ASI yang disimpan dengan kebutuhan bayi.

Agar ASI tidak terbuang, ada baiknya Bunda jumlah ASI di dalam botol disesuaikan dengan kebutuhan bayi sekali minum. Karena ASI yang sudah diminum, tidak dapat disimpan kembali dan harus dibuang.

Takaran ASIP dibotol sebaiknya antara 60 – 100 ml yang mana takaran tersebut sesuai dengan kebiasaan banyaknya bayi minum, hal ini agar botol yang digunakan habis dalam sekali minum dan tidak ada sisa.

4. Simpan dibagian belakang freezer

Jika Bunda harus menyimpannya di dalam frezeer, letakanlah pada bagian belakangnya, karena disana terdapat suhu paling dingin, sehingga ASIP dapat bertahan lama.

5. Ketahanan Asip jika diluar lemari pendingin

Nah, dalam beberapa kondisi bunda tidak dapat langsung menaruhnya di dalam pendingin / freezer, sehingga

ketika ingin memberikan ASIP cairannya telah berubah, bASI atau lainnya. Bunda perlu tahu juga berapa lama ketahanan ASIP sehingga dapat dikonsumsi bayi ;

A. Ketahanan ASI yang baru diperah.

– Jika berupa kolostrum bisa bertahan 12 – 24 jam dalam suhu ruangan 25 derajat. Apa itu Kolostrum, ialah cairan berwarna kekuningan yang keluar pertama kali sebelum ASI. Biasanya kolostrum keluar diminggu-minggu terakhir kehamilan hingga waktu melahirkan.

– ASI yang baru diperah dapat bertahan 4 jam dalam suhu standar 27 – 29 derajat.

– Jika dalam ruangan ber-AC dengan suhu 18 – 25 derajat , ASI dapat bertahan 6 – 8 jam.

B. Ketahanan ASIP beku yang sudah dicairkan tapi belum di hangatkan.

Jika ASIP dalam keadaan beku tentunya belum dapat disajikan untuk bayi kan Bun. Beberapa Bunda memindahkannya di chiller ( hanya pendingin bukan freezer), atau didiamkan saja dalam suhu ruang, yang nantinya ASIP akan mencair dengan sendirinya. Berikut lamanya ketahanan ASIP yang dicairkan tapi belumdihangatkan ;

– Dalam suhu ruangan ASIP dapat bertahan selama 4 jam.

– Jika sudah di taruh di dalam kulkas / chiller ASIP hanya bertahan 2 jam

– ASIP yang sudah dicairkan dalam kulkas / chiller, tidak dapat dibekukan kembali lho bun.

C. Ketahanan ASIP yang dicarikan dengan air hangat.

– Harus langsung diminum jika dalam suhu ruang.

– Tidak boleh dibekukan lagi

– Jika sudah diminum dan bersisa, harus langsung dibuang jika tidak habis dalam 1-2 jam. Jangan di kASIh ke bayi lagi ya Bun.

 Cara menyimpan ASIP, dengan atau tanpa kulkas

A. Tanpa Menggunakan Kulkas.

Bunda tidak perlu khawatir jika tidak memiliki kulkas. Bukanlah suatu keharusnya menyetok ASI di dalam freezer. Sebenarnya kurang bagus juga lho bun, sebab ASI yang tersimpan dalam freezer dapat mengurangi nutrisi yang terkandung di dalam ASI tersebut. Tapi jika tidak ada pilihan lain, sementara bunda tidak memiliki kulas, sebaiknya begitu diperah dapat langsung diminum sorenya usai bunda pulang kerja. Perlu diingatkan ketahan ASI nya juga ya bun, jika dalam suhu ruang 25 derajat ASI dapat bertahan 6 – 8 jam saja.

B. Menggunakan Kulkas

Menyetok ASI boleh saja, tapi jangan sembarangan ditaruh dikulkas ya Bun. Lalu, bagaimana cara yang baik menyimpan ASI di kulkas ? berikut caranya ;

– Jangan ditaruh dibagian pintu, sebaiknya taruh dibagian paling dalam kulkas, hal ini dapat mencegah fluktuIasi suhu karena kita sering membuka-tutup pintu kulkas.

– ASI yang disimpan didalam chiller / kulkas (bukan bagian freezer) dapat bertahan 3-8 hari dengan suhu ruang 0-4 derajat.

– Jika hendak menyimpan ASI dalam freezer kulkas satu pintu dapat bertahan maximal 2 minggu.

– Jika hendak menyimpan ASI dalam freezer kulkas dua pintu, atau freezer khusus , dapat bertahan selama 3 bulan dalam suhu -4 sampai -20 derajat celcius.

C. Menyimpan ASI di cooler bag

Cooler bag yang dilengkapi dengan ice gel atau blue ice, dapat bertahan 1 hari / 24 jam.

Table Penyimpanan ASIP

Dilansir dari AIMI (Asosiai Ibu Menyusui Indonesia) berikut table daya tahan penyimpanan ASIP. Bunda dapat melihat pada suhu berapa ASI dapat bertahan lama dan apa yang sebaiknya dilakukan. Perhatikan table berikut :

tabel penyimpanan asi perah

tabel penyimpanan asi – Photo via aimi-asi.org

Sumber : aimi-ASI.org

Tata Cara Penyajian ASIP

1. Pilih ASI yang lebih awal disimpan

Disinilah gunanya pelabelan, jadi bunda bisa memilih ASI yang lebih awal ditaruh di freezer. Jika Bunda disiplin menggunakan metode FIFO, tentu bunda akan mudah mengambilnya, karena ASI yang lebih awal disimpan otomatis terdapat dibarisan paling depan, dan ASI yang baru saja disimpang terdapat dibagian paling belakang. Mudah kan Bun.

2. Cairkan terlebih dahulu ASIP yang beku

Cara mencairkan ASIP yang beku adalah dengan dicairkan secara bertahap untukmenjaga kandungan nutrisi dalam ASIP. Jadi bunda bisa memindahkan ASIP beku dari freezer selama 8-12 jam atau semalaman.

3. Ada beberapa cara untuk menghangatkan ASIP setelah dicairkan di kulkas:

– Dengan bottle warmer, perhatikan suhunya dan jangan sampai terlalu panas.

– Rendam botol ASIP dalam mangkuk berisi air hangat. Jangan menaruh ASI di dalam wadah langsung diatas kompor menyala.

Tips:
Jika tidak perlu, ada baiknya ASI tidak disimpan di dalam freezer karena menyimpan ASI di dalam freezer dapat mengurangi kualitas ASI.

4. ASI memiliki tingkat kualitasnya tersendiri.

Kualitas ASI yang paling bagus adalah ASI yang baru di perah, selanjutnya ASI perah yang disimpan di lemari es dan yang terendah adalah ASIP yang di simpan di dalam freezer apalagi yang sampai di simpan selama berbulan-bulan.

5. Sebisa mungkin setelah diperah dikantor, ASIP langsung diberikan ke anak sesampainya dirumah.

Yang terpenting tetap jaga suhunya dibawah 25 Celcius, karena dalam suhu tersebut ASI Perah dapat bertahan 6-8 jam.
Jika terpaksa menyetok ASI di freezer guna menjaga kualitas ASI, saat diberikan kebayi ASI bisa dicampur 50:50 antara ASI yang berasal dari freezer dan ASI yang berasal dari lemari es.

6. Cairkan asi bertahap

Asip harus dicairkan bertahap agar nutrisi tetap terjaga ketika disajikan ke bayi.

7. Rendam asi yang sudah cair dalam air hangat

Setelah ASI cair, rendam botol penyimpanan ASI di dalam wadah yang berisi air hangat.

Hindari 5 kesalahan dalam tata cara menyimpan ASI berikut ini :

1. Menyimpan ASIP bersamaan dengan daging segar.

Bunda yang tidak memiliki kulkas khusus untuk menyimpan ASI , tidak jarang akan menumpuk berbagai bahan makanan lain bersamaan dengan ASI. Banyak ibu yang belum tahu, meskipun ASI tertutup rapat, bakteri tak kasat mata tetap saja akan menjajah di sekitar kemasan ASI tersebut. Jika di dekatkan dengan benda tidak steril, maka higienitas ASI akan diragukan.

2. Menyimpan ASIP di freezer dalam waktu yang lama.

Bunda boleh saja untuk menyetok ASIP di freezer, tapi jangan sampai terlalu lama ya Bun, apalagi sampai satu tahun lebih. ASI memang dapat bertahan dalam waktu yang lama jika dilakukan penyimpanan dengan benar. Namun, hal ini dapat menurunkan kualitas nutrisi-nutrisi yang terkandung dalam ASI tersebut. ASI yang berusia 24 jam atau beberapa jam saja di kulkas memiliki vitamin C yang lebih sedikit dari ASI yang segar. Artinya, semakin lama menyimpan ASI maka semakin rusaklah vitamin C di dalamnya.

3. Membekukan ASI pada cetakan ice

Hal ini harus bunda hindari, karena cetakan ice yang tidak tertutup rapat dapat memungkinkan bakteri masuk kesana.

4. Memanaskan dengan microwave

Terkadang karena sudah lelah, bunda memilih jalan praktis dalam mencairkan ASI agar cepat di berikan ke bayi. Perlu bunda ketahui, cara ini sangat tidak aman untuk bayi. Temperatur yang tinggi dalam microwave membuat vitamin dan sistem imum di dalam ASI melemah bahkan menghilang. Nah, bunda bisa coba cara mencairkan ASI seperti yang sudah dijelaskan di atas ya bun.

5. Membekukan lagi ASI yang sudah dicairkan.

Seperti halnya menyimpan ASI terlalu lama, ASI yang bersisa meskipun baru saja digunakan kemudian bunda bekukan lagi sangat mengurangi kualitas ASI. Jika listrik mati, dan dalam kemasan ASI mASIh terdapat titik beku nya, maka mASIh dapat dibekukan lagi. Atau langkah paling bijak adalah membuangnya.

Aturan penyimpanan asi jika listrik mati

Setelah bunda tahu hal-hal apa yang harus dihindari dalam penyimpanan ASIP. Bagaimana jika kondisi ketika listrik padam agar ASI tetap dapat diberikan bayi ? berikut caranya bun.

1. Selalu sedia stoke es batu, ice gel / blue ice di dalam freezer
2. Begitu listrik mati, ice gel / blue ice tersebut diletakkan pada sela-sela botol ASIP
3. Jangan buka-tutup freezer selama listrik padam
4. Ketika listrik hidup kembali, dan mASIh ada titik beku pada botol ASIP, maka ASIP mASIh bisa dibekukan kembali
5. Jika sudah cair semua, maka harus di habiskan dalam 24 jam

Nah, bagaimana tips dari Dunia Bunda ini , Bun? Mudah kan menyimpan ASI dengan baik dan benar. Untuk memberikan ASI yang berkualitas meskipun ditinggal kerja, bunda harus teliti dan telaten ya bun. Semuanya demi masa depan si buah hati. Happy pumping ^^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *