Bunda Ini Lho Cara Menyimpan Pakaian yang Benar Agar Tidak Bau Apek

4 bulan lalu, by duniabunda

cara menyimpan pakaian agar tidak bau apek

Bunda apakah selalu bermasalah dengan pakaian di lemari yang selalu bau apek? Yuk simak disini cara menyimpan pakaian yang benar agar tidak bau apek.

Pakaian adalah salah satu esensial yang pasti dibutuhkan semua orang, tidak terkecuali Bunda.

Bunda dan keluarga pasti senang ketika sudah tiba waktunya untuk berbelanja pakaian.Seakan lemari Bunda di rumah sudah siap menampung koleksi pakaian baru di dalamnya.

Terkadang, pakaian yang sudah digunakan dan dicuci langsung masuk lemari begitu saja.Sampai-sampai pakaian yang lama suka tertimbun dengan yang baru.

Lemari jadi penuh dan terasa sesak.Bunda pernah mengalami keadaan seperti ini?

Biasanya tidak hanya terlihat sempit dan bejubel, lemari pakaian justru malah menimbulkan bau apek dan bisa mengganggu karena menyebar ke mana-mana.

Dilansir dari howtocleanstuff.net, kurangnya sirkulasi udara pada lemari pakaian menjadi salah satu penyebab pakaian menjadi mudah apek dan berbau tidak sedap.

Kemungkinan lain, ada hama atau hewan lain yang mulai mengobrak-abrik lemari pakaian dan meninggalkan jejak berupa kotoran di sana.

Atau mungkin lemari pakaian Bunda menempel pada tembok dan tidak sengaja mengalami kebocoran.Pakaian jadi basah karena kebocoran tersebut.

Keadaan ini bisa bikin pusing satu rumah.Bunda jadi kebingungan karena pakaian berbau tidak enak dan super mengganggu.

Tentu Bunda bisa risih dan tidak mau hal itu terjadi. Pakaian akan mudah rusak bila disimpan dengan keadaan seperti itu.

Namun, keresahan Bunda cukup sampai di sini. Kami sudah menyiapkan tips efektif mengenai cara menyimpan pakaian agar tidak apek.

Mengapa Pakaian Bisa Bau Apek?

1. Mesin cuci Bunda belum dibersihkan, tuh!

Mesin cuci bisa jadi salah satu faktor utama pakaian jadi apek. Itulah mengapa alat-alat rumah tangga harus rajin dibersihkan.

Bunda tidak bisa membiarkan mesin cuci dalam keadaan lembap karena hal ini rentan menciptakan lingkungan yang mendukung untuk kehidupan jamur.

Biasanya, Bunda langsung menutup mesin cuci tanpa membiarkannya kering, sehingga bagian dalamnya menjadi basah dan lembap.

2. Terlalu banyak pakaian yang harus dicuci

Ketika pakaian kotor sudah menumpuk dan harus segera dicuci, Bunda sabar dahulu, ya.Bagi sesi cuci baju menjadi dua bagian.

Kalau terlalu banyak pakaian yang dimasukkan, bisa jadi mesin cuci kesulitan untuk membagi deterjen dengan rata.

Kemungkinan besar ada beberapa baju yang tidak sepenuhnya bersih karena kesulitan bergerak atau noda yang menempel tidak berhasil dibasmi dengan deterjen.

3. Pakaian yang sudah dipakai malah disimpan untuk digunakan kembali

Pakaian yang sudah dipakai seharusnya langsung dicuci dan tidak disarankan untuk digunakan kembali.

Mengapa?Pakaian tersebut sudah terpapar debu, sinar matahari, dan udara luar.

Kalau pakaian disimpan kembali, justru akan mengundang jamur untuk tumbuh. Kondisi tersebut tidak baik bagi kulit dan bisa menimbulkan gatal-gatal. Jangan sampai seperti itu, ya Bun!

4. Belum benar-benar kering, eh keburu dimasukkan ke dalam lemari

Keadaan ini rentan terjadi di musim hujan.Pakaian yang belum kering buru-buru Bunda angkat dan dimasukkan lemari.

Pakaian lembap akan mudah mengeluarkan bau apek dan menyebabkan satu lemari ikut terpapar.

Lebih baik Bunda membiasakan untuk menjemur pakaian yang di cuci sampai kering dengan maksimal.

5. Pakaian kehujanan tidak dicuci lagi

Di samping terburu-buru mengangkat jemuran, pada waktu musim hujan jemuran juga mudah kehujanan secara tiba-tiba.

Tidak jarang pakaian yang kehujanan hanya dikeringkan dan tidak dicuci kembali padahal air hujan cenderung kotor dan kain jadi mudah bau apek.

6. Berlebihan dalam menyemprotkan parfum setrika

Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.Hal itu juga terjadi ketika Bunda menyemprotkan parfum setrika terlalu banyak.

Menyemprotkan terlalu banyak akan menyebabkan suasana pakaian menjadi lembap. Kalau dimasukkan ke lemari tanpa menunggu kering, bakteri dan jamur akan mudah bertumbuh.

7. Lemari yang jarang dibersihkan

Lemari juga merupakan elemen penting supaya pakaian tidak mudah berbau apek.Kalau lemari saja dibiarkan berdebu dan tidak pernah bernafas, tidak heran kalau pakaian Bunda dan keluarga jadi mudah berbau tidak enak.

Tidak hanya itu, baju jadi rentan rusak, berjamur, atau menguning.

 

Lalu, berdasarkan berbagai penyebab di atas, bagaimana cara Bunda mengatasinya?

Tips Menyimpan Pakaian Agar Tidak Bau Apek

cara menyimpan pakaian yang benar

cara menyimpan pakaian yang benar agar tidak bau ape

Tetap tenang, Bun.Ada banyak solusi yang bisa dipraktikkan untuk membenahi lemari dan pakaiannya supaya tidak mudah apek.

1. Bersihkan dulu lemari pakaian di rumah

Tidak lain dan tidak bukan, tips paling dasar untuk mencegah pakaian menjadi apek adalah dengan membersihkan lemari pakaian.

Entah itu lemari baru atau lama, Bunda dan keluarga bisa saling bahu membahu untuk membasmi debu yang menempel pada permukaannya.

Dilansir dari bustle.com, ada beberapa alasan mengapa Bunda harus senang membersihkan lemari pakaian

  • Mengingat kembali akan pakaian-pakaian lama. Siapa tahu masih bisa dipakai, lho, Bun!
  • Menghemat ruang dan waktu
  • Menemukan kedamaian dan menjernihkan pikiran. Lemari yang rapid an bersih tentu meningkatkan mood Bunda jadi lebih baik dan tidak mudah emosi
  • Menyediakan tempat untuk calon pakaian baru

Gimana, Bun? Sekarang sudah ada banyak alasan kuat bagi Bunda untuk tidak bermalas-malasan lagi ketika membersihkan lemari pakaian.

2. Beri sedikit “napas” untuk lemari pakaian

Lemari pakaian juga membutuhkan sedikit ruang untuk bernafas.Kalau dibiarkan dibuka dan ditutup cepat hanya untuk sekadar meletakkan pakaian, tentu lemari mudah menjadi pengap.

Dalam satu waktu, Bunda dapat mengosongkan lemari sementara dan membiarkannya terbuka lebar.

Dengan begitu akan terbentuk sebuah sirkulasi udara atau ventilasi sementara yang baik bagi lemari dan pakaian Bunda nantinya.

Ketika lemari sudah mulai berbau tidak sedap, cara ini boleh Bunda coba untuk mengeluarkan aroma tidak sedap dan tidak diinginkan.

3. Meletakkan beberapa tembakau

Solusi ini dapat Bunda coba dengan meletakkan tembakau selama satu malam.

Biarkan aroma tembakau menyebar ke seluruh bagian dalam lemari. Bau tembakau yang khas akan membantu menetralisir bau apek dari lemari dan pakaian di dalamnya.

Esok hari, Bunda akan mulai merasakan efeknya, yaitu bau apek yang hilang secara alami.

4. Selain tembakau, kopi juga ampuh, Bun!

Kopi menjadi alternatif lain yang akan membantu Bunda menghilangkan bau apek yang sudah terlanjur menjangkau pakaian kesayangan.

Kopi berfungsi menetralisir bau-bauan. Sama seperti ketika Bunda mencoba aroma tester sebuah parfum dan menghirup kopi jika ingin mencoba aroma yang lain.

Seperti itulah cara kopi bekerja untuk menghilangkan bau apek.

Bau apek tersebut akan dibasmi dengan menggunakan kopi dan meletakkannya ke dalam lemari diantara lipatan pakaian.

Disarankan untuk mengosongkan lemari pakaian terlebih dahulu sebelum memanfaatkan kopi untuk hasil yang lebih memuaskan dalam menghilangkan bau apek pada lemari pakaian keluarga.

5. Menggunakan soda kue

Bunda dapat memasukkan beberapa sendok soda kue ke dalam sebuah wadah kemudian letakkan wadah ke dalam lemari.

Dalam waktu 2-3 hari soda kue akan bekerja dengan menyerap bau tidak sedap pada lemari pakaian. Pakaian yang semula apek akan berangsur menjadi netral.

Soda kue mengandung antimikroba maupun antibakteri yang ampuh mengusir bau tidak sedap, baik pada badan hingga peralatan rumah tangga lainnya.

Ganti soda kue selama 2-3 hari sekali. Pemakaian soda kue secara rutin akan membantu menghilangkan bau secara total.

6. Gunakan lemari pakaian berbahan dasar kayu

Ada apa dengan lemari pakaian berbahan kayu?

Kayu memiliki pori-pori yang cukup lebar untuk terjadi pertukaran udara. Pakaian tidak akan merasa pengap karena ada ventilasi berbentuk pori-pori.

Bunda juga dapat mengakalinya dengan membuat beberapa lubang di daerah tertentu.Tetap hati-hati ya, Bun ketika membuat lubang. Kalau terlalu lebar bisa ditembus oleh hama dengan mudah.

Bukannya jadi aman, pakaian malah jadi mudah rusak dan dihinggapi hewan yang tidak semestinya.

7. Tempatkan lemari di area yang aman

Letakkan lemari agak jauh dari dinding.Ketika lemari terlalu menempel pada dinding, tidak ada ruang bagi pakaian untuk melakukan pertukaran udara.

Dinding juga lebih mudah lapuk dan dihinggapi jamur karena keadaaan yang lembap.

Belum lagi dengan risiko apabila terjadi kebocoran pada rumah. Air akan menyerap melalui dinding dan masuk ke sela-sela lemari. Baju jadi terpapar air hujan dan melembapkannya. Tentu nanti akan lebih repot lagi.

8. Bunda boleh memasukkan pakaian ke lemari apabila sudah benar-benar kering

Pastikan pakaian sudah tidak dalam posisi yang lembap, ya Bun. Hal ini akan memicu bau apek dan jamuran pada pakaian yang sudah dicuci.

Pakaian yang belum kering sempurna akan menimbulkan penguapan di dalam lemari. Bau yang harusnya ditukar keluar, malah terlanjur terperangkap.

Ujung-ujungnya akan muncul bau tidak sedap dari dalam lemari, Bunda. Melelahkan sekali.

9.  Memilah pakaian milik Bunda dan keluarga

Bunda bisa memilah kembali pakaian yang jarang dan hampir tidak pernah digunakan dengan pakaian yang aktif keluar masuk lemari. Tindakan ini adalah salah satu cara menyimpan pakaian agar tidak bau apek.

Hal ini dilakukan supaya setiap satu bulan sekali, Bunda ingat kalau ada pakaian yang harus tetap dicuci meskipun tidak digunakan untuk membantunya tetap harum dan segar.

Pakaian yang terlalu lama mendekap di lemari lama kelamaan akan bernoda kuning, jamuran, dan berbau tidak sedap.

10.  Manfaatkan lemon untuk merendam baju sebelum dicuci

Bahan alami lain yang bisa digunakan untuk menghilangkan dan mencegah bau apek adalah lemon.

Sebelum menyampuri pakaian kotor dengan deterjen, Bunda dapat merendamnya di dalam bak berisi campuran air lemon.

Kemudian diamkan selama 15-30 menit dan cuci seperti biasa.

Lemon telah bekerja untuk menyerap kotoran penyebab bau apek pada pakaian sehingga dapat menyerap deterjen secara menyeluruh.

11. Pewangi dan pelembut pakaian serta kamper

Merupakan cara paling umum untuk menyimpan pakaian agar tidak apek. Saat menyeterika pakaian, gunakan pewangi dan pelembut pakaian, kemudian tunggu hingga kering.

Masukkan pakaian ke dalam lemari dan taburkan beberapa buah kamper.Bunda juga bisa meletakkanya di lipatan pakaian.

Pakaian akan bebas dari bau apek selama beberapa hari. Lakukan setiap mencuci pakaian yang kotor.

 

Itulah beberapa tips dari Dunia Bunda tentang cara mencuci dan menyimpan pakaian supaya terhindar dari bau yang mengganggu dan tidak sedap. Bunda dapat menggunakan cara yang paling nyaman dan efektif untuk dilakukan.

Bau apek adalah salah satu gangguan yang harus segera dibasmi agar pakaian jadi lebih awet, segar, dan tahan lama.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *