Panduan Cara dan Teknik Penyimpanan Asi Yang Benar Bagi Ibu Bekerja

5 bulan lalu, by duniabunda

cara penyimpanan asi

Bunda, DuniaBunda kembali dengan ulasan cara penyimpanan asi yang benar. Air susu ibu atau ASI adalah makanan terbaik yang diciptakan khusus oleh Tuhan untuk si kecil. Semahal apapun susu formula yang tersedia di pasaran, tidak ada yang dapat menandingi komposisi nutrisi dari ASI. Hebat ya Bund!

Berdasarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, air susu ibu (ASI) adalah cairan hidup yang mengandung sel-sel darah putih, imunoglobulin, enzim dan hormon serta protein spesifik, dan zat gizi lainnya yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Tentunya Bunda pasti sudah mengetahui mengenai manfaat luar biasa dari ASI bagi pertumbuhan dan perkembangan si kecil, sehingga Bunda pun ingin untuk terus dapat mengASIhi si kecil sampai ia berusia 2 tahun. Saat ini, pemerintah sedang menggalakkan program ASI eksklusif, yaitu si kecil hanya diberikan ASI tanpa cairan tambahan lainnya, termasuk air putih pada usia si kecil 0 sampai 6 bulan. Tentunya banyak tantangan yang akan Bunda hadapi selama proses menyusui, mulai dari nyeri pada payudara, puting lecet atau penurunan produksi ASI. Tidak hanya itu, tantangan tersendiri juga dirasakan bagi ibu yang sudah kembali bekerja.

Seringnya, Bunda takut tidak dapat memenuhi kebutuhan ASI bagi si kecil. Bunda juga harus menyiapakan waktu dan tenaga ekstra untuk memerah ASI selama di kantor. Selain itu, Bunda juga harus belajar bagaimana cara penyimpanan ASI perah yang benar (ASIP) selama berada di kantor. Penyimpanan yang salah dapat membuat ASIP Bunda menjadi rusak dan tidak dapat diminum lagi oleh si kecil. Jika Bunda mengalami dan sedang galau menyiapkan ASIP bagi si kecil, maka Bunda harus membaca artikel kami kali ini! Simak yuk Bund!

Dukungan Pemerintah untuk Memberikan ASI Eksklusif

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif, yaitu pada Pasal 30 ayat 3, menyatakan bahwa Pengurus tempat kerja dan penyelenggara tempat sarana umum harus menyediakan fasilitas khusus untuk menyusui dan atau memerah ASI sesuai dengan kondisi kemampuan perusahaan. Tidak hanya mengatur tempat, pada Pasal 34 juga dikatakan bahwa pengurus tempat kerja wajib memberikan kesempatan kepada ibu yang bekerja untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi atau memerah ASI selama waktu kerja di tempat kerja.

Wah, ternyata Pemerintah Indonesia tidak main-main ya Bund untuk mendukung program ASI eksklusif ini. Jadi, Bunda tidak perlu khawatir tidak bisa memerah ASI selama Bunda bekerja. Kalau begitu yuk sekarang kita cari tau cara penyimpanan asi yang benar agar bunda siap saat sudah bekerja nanti.

Kapan waktu terbaik  untuk memerah ASI?

Bunda sebaiknya memerah ASI secara rutin, minimal setiap 2 sampai 3 jam dan jangan menunggu sampai payudara Bunda terasa penuh. Payudara yang sudah penuh atau bengkak dapat menurunkan produksi ASI dan terasa lebih nyeri ketika diperah.

Peralatan untuk memerah ASI

Beberapa peralatan harus Bunda siapkan sebelum berangkat bekerja, antara lain:

1.Alat pompa ASI

Sebenarnya Bunda bisa memompa ASI dengan tangan atau menggunakan pompa ASI manual. Namun, jika cara tersebut menyulitkan Bunda maka Bunda bisa menggunakan alat pompa ASI listrik. Harga pompa ASI listrik memang lebih mahal dibandingkan pompa ASI manual, namun saat ini sudah banyak tersedia toko yang menyewakan pompa ASI listrik. Jadi, Bunda tidak perlu membeli pompa ASI secara khusus.
Ada beberapa keutungan memompa ASI dengan tangan dibandingkan menggunakan alat pompa ASI, yaitu:

  • Aman, karena tidak berisiko merusak jaringan payudara. Penggunaan alat pompa yang tidak sesuai dengan payudara Bunda dapat menyebabkan jaringan payudara menjadi rusak.
  • Praktis, karena Bunda tidak perlu membawa peralatan tambahan dan tidak perlu mensterilkan pompa ASI
  • Gerakan memerah ASI dengan tangan memiliki manfaat meningkatkan produksi ASI dan Bunda juga bisa merasakan bagian payudara yang masih terasa penuh
  • Murah, karena Bunda tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk membeli atau menyewa pompa ASI

2.Botol atau plastik ASIP

Botol yang digunakan adalah botol kaca yang sudah disterilkan terlebih dahulu. Botol kaca lebih dipilih dibandingkan dengan botol plastik, karena botol kaca dapat mencegah lemak ASIP menempel pada dinding botol. Selain itu, botol kaca dapat digunakan berulang-ulang, sehingga lebih hemat. Bunda juga dapat menggunakan plastik khusus untuk menyimpan ASIP. Plastik ini juga bisa Bunda beli di toko perlengkapan bayi.

3. Cooler Box

Cooler box dan ice pack untuk menyimpan dan mendinginkan ASIP

4. Label dan Spidol

label pada asip

pemberian label pada asip

Label dan spidol untuk menuliskan tanggal dan waktu ASIP diperah

Sebelum Bunda berangkat ke kantor, pastikan Bunda sudah mensterilkan botol untuk menyimpan ASIP. Caranya dengan memasukkan air mendidih ke dalam botol tersebut dan diamkan beberapa menit sebelum dibuang. Jika Bunda menggunakan pompa ASI maka harus dijaga kebersihan dan sterilitasnya ya Bund. Selain itu, sebelum memerah ASI Bunda harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sampai bersih, serta pilihlah tempat yang tenang dan santai agar Bunda bisa memompa dengan rileks. Bunda juga bisa melihat foto atau video si kecil sebagai booster ASI.

Bagaimana cara menyimpan ASIP  di tempat kerja?

1. Jangan isi terlalu penuh

Jika Bunda menggunakan wadah botol kaca, maka beri sedikit ruang udara di botol dengan tidak mengisi ASIP terlalu penuh atau diisi sekitar 3/4 botol. Botol yang terlalu penuh dapat menyebabkan botol pecah saat penyimpanan di dalam freezer. Jika Bunda menggunakan plastik khusus, maka Bunda bisa mengisinya sampai tanda yang tertera di masing-masing produk plastik ASIP.

2.Tutup botol atau plastik ASIP dengan rapat

Tutup rapat botol atau plastik ASIP agar tidak terkontaminasi

3.Beri tanggal dan waktu Bunda memerah ASI

Jangan lupa beri tanggal Bunda memerah ASI, agar mengetahui mana asi yang sudah lama dan yang baru diperah.

4.ASIP harus disimpan di lemari pendingin.

Jika tidak tersedia kulkas di tempat bekerja, Bunda dapat menggunakan cooler bag yang telah diisi dengan ice pack. Jika Bunda menyimpan di kulkas, pastikan Bunda memisahkan ASIP dengan makanan lain yang ada di kulkas.

Bagaimana cara menyimpan ASIP di rumah?

1.Simpan dalam kulkas terlebih dahulu

Sebelum menyimpan ASIP di freezer, terlebih dahulu simpanlah ASIP di lemari pendingin selama 1 jam.

2.Siapkan asi yang akan digunakan di lemari pendingin

Simpanlah ASI yang berlebih di freezer, dan sisakan ASIP yang akan digunakan di lemari pendingin

Masa Simpan ASIP

Selain mengetahui cara penyimpanan ASIP, Bunda juga harus memperhatikan waktu atau masa simpan ASIP.

  • ASIP dapat bertahan selama 6 jam jika dibiarkan di suhu ruang (sekitar 25°C)
  • Jika disimpan di cooler bag atau kotak pendingin dan ice pack, ASIP dapat bertahan hingga 24 jam
  • Jika disimpan di lemari pendingin (suhu minimal 4°C), ASIP dapat bertahan selama 5 hari. Pastikan Bunda menaruhnya di bagian dalam lemari pendingin (bukan di pintu) agar suhu ASIP tidak berubah selama penyimpanan.
  • Jika disimpan di dalam freezer dengan suhu minus 18°C, ASIP dapat Bunda simpan sampai 6 bulan

Bagaimana cara mencairkan ASIP?

ASIP yang telah dibekukan dapat memiliki warna, bau dan konsistensi yang berbeda dengan ASI segar. Bunda juga mungkin akan menemukan ASIP mengendap di dasar botol, hal tersebut adalah hal yang wajar terjadi. Bunda bisa mencampurnya kembali dengan mengocok botol beberap saat. Penyimpanan ASIP yang terlalu lama juga dapat mengurangi kandungan nutrisinya, jadi pastikan Bunda menggunakan ASIP yang lebih lama terlebih dahulu.

1. Pindahkan ke lemari pendingin terlebih dahulu sebelum dicairkan

Perubahan suhu pada ASIP dapat mempengaruhi kandungan antibodinya. Jadi, sebelum Bunda mengeluarkan ASIP beku ke suhu ruang, letakkan ASIP di lemari pendingin terlebih dahulu sampai agak mencair.

2.Tidak boleh di hangatkan dengan air mendidih

Setelah itu ASIP di hangatkan dengan meletakkannya di panci atau wadah yang berisi air hangat. ASIP tidak boleh dihangatkan dengan air mendidih atau direbus, karena dapat merusak kandungan gizinya. Bunda juga bisa menggunakan penghangat ASI elektrik.

3.Teknik mencairkan asi beku dalam keadaan darurat

Jika Bunda membutuhkan penggunaan ASIP yang segera, maka Bunda bisa mengaliri ASIP beku dengan air mengalir (suhu biasa) dan dilanjutkan dengan air hangat.

Tips Memerah ASI Bagi Bunda Bekerja

1. Yakin pada kemampuan diri

Yakinkan diri sendiri bahwa Bunda mampu memberikan ASI eksklusif walaupun Bunda sudah bekerja. Percaya diri adalah kunci utama keberhasilan dalam proses menyusui si kecil

2.Mintalah ijin kepada atasan terlebih dahulu

Minta ijin kepada atasan untuk menggunakan beberapa waktu di kantor untuk memerah ASI

3.Buat jadwal Bunda untuk memerah ASI.

Aktivitas dan kerjaan yang padat kadang membuat Bunda lupa untuk memompa ASI, hal ini tidak hanya dapat mempengaruhi produksi ASI, namun juga dapat menyebabkan pembengkakan pada payudara atau mastitis. Mastitis adalah infeksi pada saluran payudara yang ditandai dengan pembengkakan payudara, payudara terlihat memerah, gatal, adanya benjolan di payudara, serta rasa nyeri dan panas pada payudara. Jika Bunda mengalami gejala tersebut, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter.

4.Pilihlah pompa ASI yang cocok untuk Bunda.

Bunda mungkin bisa menggunakan pompa ASI manual, namun penggunaan pompa ASI elektrik akan mempercepat waktu Bunda memerah ASI. Bunda juga bisa menggunakan pompa ASI yang bisa memerah dua payudara secara bersamaan. Namun, pemilihan metode memerah disesuaikan dengan kondisi dan kebiasaan Bunda.

5.Gunakan pakaian yang mudah dibuka

Sebaiknya Bunda menggunakan pakaian yang mudah dibuka, seperti kemeja dengan kancing depan dan gunakan bra khusus untuk ibu menyusui.

6.Pilihlah tempat yang tenang untuk memerah asi

Tujuannya agar Bunda bisa memerah asi dengan relax dan santai tanpa harus mendapat gangguan pekerjaan

7.Cukupi asupan nutrisi Bunda.

Boleh saja melakukan diet untuk menurunkan berat badan, namun Bunda tetap harus menjaga asupan nutrisi dengan makan makanan yang bergizi dan menyehatkan agar ASI Bunda juga bergizi bagi si kecil. Selain makanan, pastikan juga Bunda mendapatkan cairan yang cukup agar tidak dehidrasi.

8.Lihatlah foto atau video si kecil saat memerah ASI

Hal ini dapat meningkatkan suasana hati Bunda dan membuat Bunda menjadi lebih tenang dan bersemangat.

Demikian ulasan cara penyimpanan asi yang benar dari DuniaBunda kali ini. Ternyata banyak hal yang harus Bunda pelajari untuk mempersiapkan ASI perah untuk si kecil ya. Beberapa kesulitan atau tantangan memberikan ASI eksklusif bagi si kecil, bukan menjadi penghalang dan membuat Bunda berhenti untuk mengASIhi. Percayalah bahwa ASI adalah tanda kasih terbesar Bunda untuk si kecil. Jadi, jangan pernah menyerah untuk memberikan selalu mengASIhi si buah hati ya Bund. Semoga informasi kali ini dapat membantu Bunda untuk menyiapkan beberapa keperluan memerah ASI sebelum Bunda kembali bekerja. Ikuti terus website kami untuk mendapatkan beragam informasi bermanfaat lainnya.

Baca juga tips menyimpan asi yang benar agar nutrisi tetap awet ini ya bun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *