Haruskah bayi perempuan ditindik telinganya?

4 bulan lalu, by duniabunda

Bahaya Tindik telinga bayi

Saat bayi saya lahir (perempuan), saya dan suami sudah memutuskan untuk tidak menindik telinganya. Keputusan ini sering dianggap aneh oleh teman-teman maupun keluarga saya, katanya jadi tidak terlihat seperti bayi cewek. Hmmm terserahlah, pikir saya.

Hampir semua orangtua di Indonesia menindik telinga bayi perempuannya. Memasangkan anting-anting di telinga anak perempuan, dilakukan orangtua dengan alasan untuk “memberi identitas keperempuanan” bagi Si Kecil. Meski masih bayi, banyak orangtua ingin anaknya segera ditindik, agar anting-anting atau giwang bisa segera terpasang, dan anak belum cukup besar untuk merasakan sakit ditindik. Namun alasan seperti ini tidak membuat saya berubah pikiran, bagi saya ini hanyalah tradisi yang tidak harus diikuti dan saya tidak mau asal ngikut saja.

Penggunaan anting-anting pada bayi, bagi saya lebih mengarah pada kepuasan orangtua saja, karena orangtua senang melihat anaknya memakai perhiasan, seperti anting, gelang, dsb. Dan juga banyak yang merasa bangga menunjukkan kepada orang lain.

Lalu bagaimana dari sisi bayi? Apakah memakaikan anting-anting pada bayi akan membuatnya senang? Saya rasa tidak. Bayi belum tahu kesenangan memakai anting-anting, bayi juga tidak bisa komplin ketika ada benda asing ditelinganya.

Alasan yang patut dipertimbangkan sebelum menindik telinga bayi yang baru lahir

1. Resiko Bayi sering memainkan telinganya

Ketika bayi merasakan ada sesuatu yang lain ditelinganya, bayi akan berusaha terus memegang bahkan ingin menarik, sesuatu yang menarik perhatiannya itu. Bayangkan ketika bayi Bunda terus menerus menariknya, telinganya bisa jadi sakit dan kemerahan.

2. Resiko terjadinya alergi

Tidak semua telinga anak perempuan “akrab” dengan anting-anting emas atau perak. Ada kemungkinan anak alergi logam, sehingga saat dipasangkan anting-anting, terjadi reaksi alergi seperti iritasi atau ruam di sekitar lubang telinga, kalau sudah begini telinganya bisa bonyok.

3. Lebih mudah terinfeksi

Kalau Bunda tidak bisa sering-sering membersihkan telinga bayi Bunda yang ditindik, sangat mungkin bakteri bisa berkembangbiak disana, sehingga telinganya jadi gatal.

4. Menindik kembali telinga bayi baru lahir

Kalau bayi Bunda sering memainkan telinga dan antingnya, mungkin Bunda berpikir, “ah lepas aja dah antingnya daripada begini”. Kalau telinga bayi dalam waktu lama tidak dipasangkan anting-anting, ada kemungkinan lubang telinganya akan menutup kembali. Kalau sudah begini, satu-satunya jalan adalah dengan menindik telinganya lagi. Kasian donk ditindik lagi.

5. Harus telaten di bersihkan

Yang juga perlu diingat, umumnya bayi akan selalu memegang atau meraih telinga dan area telinga yang baru ditindik. Ini beresiko tinggi menimbulkan infeksi, kalau Bunda tidak telaten membersihkannya.

Saya bersyukur memutuskan tidak menindik telinga bayi saya, karena saya liat aktivitasnya sekarang (saat saya nulis artikel ini bayi saya usia 10 bulan) dia suka sekali narik rambut dan telinga kalau lagi kesal, bayangkan kalau dia pakai anting-anting, pasti telinganya sudah terluka. saya juga dengar banyak cerita ibu-ibu yang mengatakan telinga anaknya sampe berdarah karena anaknya suka narik-narik telinga yang dipasang anting-anting.

Persoalan tindik menindik bagi saya adalah sepenuhnya hak bayi saya. Kalau dia sudah besar dan berkeinginan menindik telinganya, ya tidak apa, asalkan dia bisa bertanggung jawab.

Banyak yang bilang bahwa bayi tidak merasakan kesakitan saat ditindik. Ohya? Bagaimana Bunda tahu? Karena bayi Bunda kan tidak bisa bilang “ ma, telingaku sakit”. Mungkin bayi tidak langsung menangis saat itu, namun setelahnya, dan saat itu mungkin menurut Bunda dia menangis karena hal lain bukan karena nyeri ditindik.

Sebagian besar orangtua beralasan kalau bayi perempuan tidak dipakaikan anting-anting nanti terlihat seperti bayi laki-laki. Menurut saya ini bukan masalah besar, jenis kelamin anak bukan dibedakan dari anting-antingnya.
Pakai anting atau tidak bayi perempuan Bunda tetaplah bayi yang cantik.
Tiap orang tua punya pandangan yang berbeda mengenai hal ini, jadi terserah Bunda , yang penting apapun keputusannya, lakukanlah apa yang terbaik untuk bayi Bunda .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *