Amankah Ibu Hamil Muda Menaiki Motor?

6 bulan lalu, by duniabunda

bolehkah ibu hamil muda naik motor

Kebiasaan berkendara setiap hari memang tidak bisa dihindari. Apalagi ketika Bunda adalah seorang yang sibuk dan harus melewati kemacetan kota menggunakan motor. Tetapi, apakah masih aman bila ibu hamil muda naik motor untuk berkendara kesana kemari?

Dengan usia kandungan yang masih kecil, tentu Bunda harus paham apabila janin sedang giat-giatnya mengalami proses konsepsi dan mengalami pertumbuhan optimal bagi kelangsungan organ tubuhnya.

Simak kembali risiko yang bisa terjadi sekaligus tips aman yang bisa diterapkan ketika Bunda terpaksa mengendarai motor selama beraktivitas di luar rumah.

Risiko Naik Motor Saat Hamil Muda

Dilansir dari youmotorcycle.com, mengendarai sepeda motor mampu memberikan beban tertentu pada tubuh. Rahim mudah merasakan guncangan ketika Bunda ingin menaiki sepeda motor.

Getaran ini mudah memengaruhi proses implantasi dalam kehamilan.

Meskipun sudah waspada, setidaknya Bunda harus ekstra hati-hati selama berkendara. Hal ini ditujukan untuk mengurangi beberapa risiko yang tidak diinginkan. Wah, apa saja itu?

1. Perdarahan

Risiko perdarahan merupakan salah satu kondisi yang harus diperhatikan dan tidak boleh diatasi sembarangan. Selain itu, kondisi ini dominan berpeluang terjadi pada usia kehamilan yang masih muda.

Tubuh yang terasa lemas dan ada kemungkinan kekurangan senyawa glukosa mampu memicu terjadinya kontraksi penyebab perdarahan. Keadaan ini bisa terjadi akibat stress dan rasa lelah yang Bunda rasakan selama berkendara.

2. Kelelahan

ibu hamil muda rentan kelelahan saat naik motor

ibu hamil muda rentan kelelahan saat naik motor

Di awal kehamilan, morning sickness atau mual muntah mudah sekali terjadi kepada Bunda. Biasanya, badan terasa tidak enak, tidak bertenaga, dan terkadang disertai sakit kepala.

Padahal, Bunda harus merasakan tubuh yang fit ketika menghadapi berbagai perubahan fisiologis selama kehamilan. Apabila hal ini dipaksakan untuk naik motor sekalipun, rasa lelah bisa semakin meningkat dan mengganggu kenyamanan.

3. Ada rasa trauma

Bunda tidak bisa pukul rata bahwa jalanan yang akan dilewati motor selalu mulus tanpa ada goncangan menentu. Namun, keadaan jalan memang tidak selalu memudahkan berkendara.

Refleks goncangan pada motor karena ada lubang atau tanjakan mudah meninggalkan refleks kaget terhadap Bunda. Selain itu, kekagetan yang sering terjadi mudah meninggalkan trauma sekaligus tekanan cukup kuat bagi janin.

4. Kecelakaan

Jika memang ada alternatif kendaraan lain, sebaiknya pilihlah solusi terbaik selain mengendarai motor. Kondisi jalan atau pengendara lainnya memang tidak bisa diprediksi. Apalagi mereka tidak tahu kalau Bunda sedang mengandung.

Risiko kecelakaan memang rentan terjadi apabila ada penyebab-penyebab yang tidak diinginkan. Selain itu, kecelakaan memberikan peluang yang buruk bagi kehidupan Bunda dan janin, sekecil apapun itu.

5. Keguguran

resiko keguguran ibu muda saat naik motor

resiko keguguran ibu muda saat naik motor

Tidak hanya perdarahan, keguguran juga menjadi salah satu kondisi yang bisa Bunda alami karena risikonya sangat tinggi pada awal kehamilan. Untuk itu, diperlukan kondisi yang tenang dan sehat secara jasmani maupun rohani.

Hal ini dikarenakan banyaknya guncangan naik motor saat hamil yang menekan perut, sehingga memengaruhi kesejahteraan janin. Selain itu, rasa lelah dan trauma yang terjadi mudah menimbulkan berbagai penyebab keguguran, seperti kontraksi tiba-tiba.

6. Sakit kepala sangat parah

Bunda sudah paham kalau morning sickness saja mampu menyebabkan ketidaknyamanan selama kehamilan. Namun, apa jadinya jika tekanan tersebut ditambah dengan kondisi yang juga merugikan?

Jika Bunda terus menerima hentakan dan goncangan selama naik motor, maka Bunda mudah mengalami hilangnya kesadaran. Bila dibiarkan, Bunda bisa pingsan dan kemungkinan terburuknya jatuh dari motor.

Tentu, kejadian tersebut harus bisa dihindari, bukan?

Tips Aman Naik Motor Untuk Ibu Hamil Muda

Dibalik itu semua, parentingfirstcry menyatakan bahwa tidak ada salahnya kalau Bunda naik motor saat masih mengandung di trimester pertama. Yang terpenting, konsultasikan bersama dokter terlebih dahulu.

Dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan oleh Bunda dan keluarga, setidaknya patuhi beberapa syarat penting sebelum mengendarai motor ketika bepergian.

1. Gunakan helm berstandar SNI

 menggunakan helm untuk keamanan saat naik motor


menggunakan helm untuk keamanan saat naik motor

Selain wajib dipakai ketika berkendara, ternyata helm mampu menunjang kebutuhan Bunda selama berada di atas motor, lho.

Helm berfungsi untuk menjaga dan melindungi kepala dari rasa pusing maupun terpaan angin yang cukup kencang. Rasa pusing dan mual bisa dihindari supaya tidak semakin parah.

Meskipun Bunda keluar rumah dan bepergian dalam jarak dekat, upayakan penggunaan helm berstandar SNI sebagai bentuk keamanan.

Selain itu, helm bekerja untuk mempertahankan kondisi kepala ketika terbentur akibat rem mendadak maupun hilangnya keseimbangan. Keamanan Bunda selama berkendara adalah hal utama.

2. Perhatikan kelengkapan lainnya

Utamakan penggunaan masker supaya Bunda tidak perlu menghirup udara penuh dengan debu. Di samping itu, masker mampu menjamin penyaringan udara yang lebih baik selama berada di jalan.

Polusi udara dapat menimbulkan penyakit pada Bunda atau janin, apalagi kandungan sedang menjalani masa pembentukan organ tubuh menjadi lebih sempurna. Racun atau timbal yang menumpuk di udara bisa tersaring jika menggunakan masker yang tepat.

Selain itu, pakailah jaket, sweater, atau luaran lain yang berwarna cerah supaya memperkecil peluang terjadinya kecelakaan.

Hal ini akan menciptakan pengalaman berkendara lebih antisipatif dalam menjaga kandungan Bunda di usia yang masih dini.

3. Pakai alas kaki yang tertutup

Sebelum bepergian, pastikan Bunda menggunakan sepatu dengan alas yang datar dan permukaannya tertutup.

Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan selama mengendarai motor, baik menyetir sendiri maupun dibonceng oleh orang lain.

Hindari sandal jepit atau high heels yang mudah lepas atau tidak nyaman. Lebih baik ganti dengan sneakers atau sepatu kets yang memiliki sol empuk dan nyaman.

Mengapa harus empuk? Bagian dalam sepatu yang cenderung keras malah menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri, atau terasa pegal. Padahal, Bunda harus mempertahankan kondisi kaki yang fleksibel selama beraktivitas.

4. Duduk hadap depan ketika dibonceng

Posisi yang aman untuk ibu hamil muda saat naik motor adalah duduk menghadap ke pengendara jika sedang dibonceng. Posisi duduk menyamping hanya memberikan rasa lelah dan kurangnya keseimbangan selama berkendara.

Di samping itu, tulang punggung rasanya tidak mampu menopang dengan sempurna akibat posisi menyamping yang tidak nyaman.

Posisi tulang punggung yang sudah melengkung semakin terasa nyeri, apalagi jika berkendara dalam waktu yang cukup lama.

Selain masalah keseimbangan, duduk menyamping rentan menyebabkan Bunda terjatuh dari sepeda motor. Hal ini dikarenakan beban yang tidak rata ketika arahnya tiba-tiba berbelok.

5. Gunakan celana, hindari pemakaian rok

Apa yang terjadi jika Bunda memakai rok panjang ketika mengendarai sepeda motor? Rok yang panjang cenderung mudah tersangkut pada bagian tertentu dari motor.

Supaya tidak terjadi hal yang merugikan, sebaiknya hindari penggunaan rok atau celana terlalu panjang ketika dibonceng maupun menyetir motor sendirian.

Tidak hanya itu, pakaian yang terlalu ketat dan tipis juga dirasa berlebihan sekaligus tidak nyaman. Sebaiknya, manfaatkan stok pakaian longgar, nyaman, dan memiliki model yang simpel.

Usahakan pakaian tersebut mudah menyerap keringat supaya keringat tidak mengganggu di lingkungan yang panas. Pemakaian jaket atau sweater juga direkomendasikan untuk melindungi kulit dari sinar matahari atau angin terlalu kencang.

6. Untuk berjaga-jaga, bawa perlengkapan kehamilan

pastikan ibu hamil menggunakan maternity belt untuk menyangga kehamilan

Ada beberapa perlengkapan yang menunjang kehamilan awal Bunda ketika harus naik motor untuk berkegiatan sepanjang hari.

Maternity belt bekerja sebagai penyangga perut yang baik dan menjaganya tertopang dengan optimal. Pemakaian celana hamil dengan potongan tinggi akan meningkatkan kenyamanan selama mengandung.

Selain itu, ada maternity bra yang menjaga payudara dari banyaknya guncangan selama perjalanan. Tidak perlu khawatir jika kehamilan Bunda termasuk normal karena tidak masalah jika harus melewati polisi tidur.

7. Batasi jarak dan waktu tempuh perjalanan

Meskipun pakaian dan posisi duduk sudah diperbaiki, sebaiknya kurangi juga batas jarak dan waktu tempuh untuk naik motor.

Paling tidak, maksimal berkendara dengan motor dalam jarak 5 sampai 6 Kilometer dalam rentang waktu hingga 30 menit. Apabila Bunda naik motor melebihi kapasitas tersebut, kaki terasa mudah bengkak dan tulang punggung lebih nyeri dibandingkan biasanya.

Selain itu, cara ini menjadi antisipasi untuk mencegah kelelahan ekstra akibat perjalanan terlalu lama. Kandungan yang sehat dan normal sebaiknya tidak diforsir melalui berkendara menggunakan sepeda motor.

8. Pilih alternatif jalan yang tidak ramai atau tidak macet

Saat sedang hamil muda, sebaiknya hindari jalur yang macet atau ramai supaya Bunda tidak perlu terlalu lama berada di jalan raya.

Kondisi terlalu lama di perjalanan mudah menyebabkan kelelahan dan menurunnya kesadaran. Polusi udara yang menumpuk selama kemacetan terjadi hanya menimbulkan penyakit sekaligus parahnya kondisi sakit kepala.

Di samping itu, kondisi macet di jalan raya rentan terjadi desakan antar sepeda motor. Bunda tidak akan merasa nyaman ketika harus berada di jalanan, entah kepanasan atau terkena angin dalam waktu yang lama.

9. Perhatikan kecepatan

Ketika sedang dibonceng oleh si Ayah, ingatkan untuk berjalan dengan kecepatan yang rendah dan menghindari ngebut di jalan. Meskipun sedang terburu-buru, pengendara harus paham bahwa ada ibu hamil yang duduk di belakang.

Kondisi jalan yang tidak terduga mudah memicu rem mendadak hingga hal-hal yang tidak menguntungkan bagi ibu hamil.

Selain itu, permukaan tanah yang tidak rata mampu menimbulkan guncangan dan sebaiknya dihindari oleh ibu hamil di atas motor.

Perkembangan kandungan pada lingkungan yang kurang nyaman mampu mengganggu tumbuh kembang janin. Beberapa jam berkendara nyatanya bisa berpengaruh dalam jangka panjang, Bun.

10. Cek kesehatan secara rutin

 ibu hamil muda bisa konsultasi ke dokter saat akan naik motor


ibu hamil muda bisa konsultasi ke dokter saat akan naik motor

Ibu hamil yang masih produktif dan bekerja menggunakan sepeda motor harus rutin memeriksakan kandungannya kepada dokter atau bidan.

Jika muncul tanda-tanda yang tidak normal, seperti flek, maka sebaiknya rutinitas mengendarai sepeda motor dikurangi sedini mungkin.

Bahkan, sebelum melanjutkan berkendara Bunda harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada tenaga medis atau kesehatan. Hal ini bertujuan mencegah kondisi kehamilan yang tidak diinginkan.

Pastikan Bunda memiliki kondisi tubuh yang fit jika terpaksa naik motor untuk bekerja atau aktivitas lainnya. Kandungan yang terjaga adalah tujuan utamanya.

 

Jadi ibu hamil muda boleh saja naik motor, namun yang terpenting mampu memenuhi syarat-syarat pendukung untuk menjaga kehamilannya. Untuk mencegah kondisi yang tidak baik bagi ibu dan janin, Bunda harus mampu berkendara dengan aman sekaligus nyaman.

Mintalah orang terdekat untuk mendampingi Bunda secara maksimal ketika naik motor saat bepergian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *