Jarak Kehamilan yang Ideal Setelah Melahirkan Anak Pertama

2 bulan lalu, by duniabunda

jarak kehamilan ideal

Kelahiran anak pertama memang merupakan suatu kebahagiaan bagi Ayah dan Bunda, apalagi jika si buah hati sudah sangat lama dinantikan. Namun, jika ditanya kapan untuk menambah momongan lagi, apa nih jawaban Ayah dan Bunda? Beberapa pasangan biasanya lebih suka menunggu beberapa tahun sebelum memutuskan untuk menambah momongan. Berbagai alasan yang masuk akal juga diberikan, salah satunya agar si kecil mendapatkan perhatian yang cukup sebelum memiliki adik. Tidak dapat dipungkiri kelahiran si kecil juga mengubah hidup Ayah dan Bunda menjadi lebih repot, misalnya harus begadang, menemani si kecil bermain, mengajarinya banyak hal, menyuapi si kecil dan masih banyak hal lainnya, sehingga diperlukan persiapan yang matang jika ingin menambah momongan. Jadi berapa sih jarak kehamilan yang ideal bunda?

Dipihak lain, ada juga pasangan yang tidak ingin memberikan jarak kelahiran anak kedua yang terlalu jauh dengan anak pertama loh. Alasan yang sering diberikan adalah agar kakak dan adik bisa menjadi teman bermain dan dapat tumbuh dewasa bersama. Selain itu, agar Ayah dan Bunda tidak mengurus bayi selama bertahun-tahun, karena keduanya akan tumbuh bersama. Hmmm, kalau Ayah dan Bunda pilih yang mana nih?

Tentu tidak ada salahnya untuk memberikan adik kepada anak pertama, namun Ayah dan Bunda harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang ya. Nah, apa saja sih yang harus dipertimbangkan untuk merencanakan kehamilan kedua? Simak yuk Bund artikel kami kali ini, agar Ayah dan Bunda tidak bingung lagi.

Jarak Kehamilan yang Ideal

Menurut Jeannie Kidwell dari Universitas Tennessee di Knoxville, jarak kehamilan yang ideal untuk memiliki anak kedua adalah ketika anak pertama berusia kurang dari 1 tahun atau lebih dari 4 tahun. Beliau melihat dari sisi psikologi atau kejiwaan anak, ketika usia kurang dari 1 tahun anak belum memiliki rasa ekslusif, sehingga akan mengurangi risiko anak untuk merasa tersaingi dengan adiknya. Sedangkan pada usia lebih dari 4 tahun, anak pertama mulai memiliki kesenangan tersendiri dengan mempelajari banyak hal baru, sehingga dia tidak terlalu merasa tersaingi dengan kehadiran anak kedua. Namun, jika dilihat dari sisi kesehatan, jarak yang direkomendasikan adalah sekitar 2 sampai 4 tahun sejak kelahiran anak pertama.

Apa sih risiko yang dapat dialami Bunda dan anak pertama jika Bunda hamil dalam jarak yang dekat? Yuk, kita kupas lebih dalam lagi Bund!

Risiko Bagi Ibu dan Janin

1.Risiko komplikasi kehamilan meningkat baik bagi Bunda dan janin

Berdasarkan penelitian, jika Bunda hamil dalam waktu 18 bulan setelah kelahiran anak pertama, maka risiko kelahiran prematur akan meningkat. Selain itu, juga dapat menyebabkan anak kedua lahir dengan berat badan yang rendah, memiliki ukuran yang lebih kecil dari seharusnya dan meningkatkan risiko bayi masuk NICU setelah kelahiran. Tidak hanya itu, penelitian lain menyatakan jika Bunda hamil dalam waktu 12 bulan setelah kelahiran anak pertama, maka akan ada peningkatan risiko Bunda mengalami solusio plasenta dan jika Bunda melahirkan anak pertama dengan operasi sesar, maka Bunda bisa saja mengalami plasenta previa.

Solusio plasenta atau yang lebih dikenal dengan istilah solutio placentae merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang terjadi ketika plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum proses persalinan. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan janin kekurangan nutrisi dan oksigen, dan berisiko menyebabkan kematian janin. Tidak hanya meningkatkan risiko kematian janin, kondisi ini juga bisa menyebabkan kematian Bunda, karena dapat menyebabkan terjadinya pendarahan yang hebat. Sedangkan pada plasenta previa, plasenta atau ari-ari berada di bagian bawah rahim, sehingga menutupi jalan lahir. Sama seperti solusio plasenta, plasenta previa juga dapat menyebabkan pendarahan yang hebat pada Bunda.

Pertimbangan lain adalah tubuh Bunda butuh waktu untuk beristirahat dan mengembalikan fungsinya sebelum hamil kembali. Jika Bunda ingin memiliki Anak dengan jarak yang tidak terlalu jauh, maka sebaiknya Bunda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan Bunda. Di sisi lain, menunggu terlalu lama (lebih dari 5 tahun) juga kurang ideal, karena beberapa penelitian menyatakan dapat menyebabkan kelahiran prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah dan ukuran yang lebih kecil.

2.Risiko autis meningkat

Penelitian menyatakan bahwa kehamilan dalam waktu kurang dari 2 tahun sejak kelahiran pertama mungkin berhubungan dengan peningkatkan risiko autis bagi anak kedua. Risiko tertinggi terjadi pada kehamilan dengan jarak kurang dari 12 bulan.

3.Risiko Bunda mengalami anemia meningkat

Memiliki kehamilan dengan waktu yang berdekatan berisiko menyebabkan anemia, akibat zat besi yang belum kembali normal dari kehamilan sebelumnya.

4.Risiko Bunda mengalami stres, gangguan emosional, depresi

Mengurus anak memang bukan hal yang mudah, sebagai ibu baru tentu masih banyak yang harus Bunda pelajari, mulai dari menyusui sampai mengurus keperluan rumah dan si kecil. Apalagi jika Bunda tidak menggunakan baby sitter untuk membantu mengurus keperluan si kecil. Selain itu, setelah melahirkan juga terjadi perubahan hormon estrogen dan progesteron yang berdampak pada perubahan suasana hati dan menyebabkan emosi menjadi tidak terkendali. Nah, Ayah berperan dalam membantu Bunda melewati hal-hal sulit, pastikan Ayah selalu mendampingi dan berusaha untuk memahami kondisinya. Bantulah Bunda untuk mengurus si kecil dan mengurus rumah.

5.Kelelahan

Bunda harus memiliki energi ekstra untuk mengurus dua orang anak, apalagi jika Bunda juga harus menggerjakan pekerjaan rumah. Hal itu dapat menyebabkan Bunda kelelahan dan berisiko stres.

Risiko Bagi Anak Pertama

jarak kehamilan yang disarankan1.Anak pertama berisiko tidak mendapatkan air susu ibu (ASI)

Sebenarnya kehamilan tidak menjadi halangan untuk menyusui anak pertama, Bunda tetap bisa memberikan ASI walaupun sedang hamil. Namun, kebanyakan wanita mengalami penurunan jumlah ASI pada trimester kedua dari usia kehamilan. Ketika hal itu terjadi, segera konsultasikan kepada dokter untuk penambahan susu formula. Beberapa hal yang mungkin terjadi pada tubuh Bunda adalah dapat terjadi kontraksi rahim akibat produksi hormon oksitosin ketika menyusui, ASI dapat berubah menjadi kolostrum, sehingga dapat menyebabkan anak pertama tidak mau menyusui. Bunda membutuhkan tenaga dan nutrisi yang ekstra ketika menyusui dan mengandung anak kedua.

2.Kakak akan merasa tersaingi dan merasa tidak mendapatkan perhatian dengan kehadiran anak kedua.

Usia anak 1 sampai 4 tahun merupakan masa keemasan bagi pertumbuhannya, sehingga membutuhkan perhatian dan merupakan masa terbaik bagi orang tua untuk memberikan ilmu baru bagi si kecil. Jadi, harus dipastikan Ayah dan Bunda juga dapat memberikan perhatian kepada anak pertama agar tidak mengganggu perkembangannya fisik dan emosinya.

3.Kakak masih belum mandiri dalam melakukan banyak hal. Pastikan Ayah dan Bunda selalu mendampinginya.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Saat Ingin Menambah Momongan

1.Gaya hidup

Tanyakan kesiapan diri Bunda dan pasangan sebelum memutuskan untuk menambah momongan. Beberapa pertanyaan yang perlu dipertimbangkan, antara lain:

  1. Apakah Bunda sudah siap tenaga dan waktu untuk mengurus dua anak sekaligus?
  2. Apakah Bunda sudah menyiapakan pengaturan sistem dalam mengasuh kedua buah hati?
  3. Apakah Ayah dan Bunda bisa bersikap adil kepada kakak dan adik?
  4. Apakah Ayah bersedia membantu menjaga si kecil?
  5. Apakah perlu bantuan baby sitter?

Beberapa pertanyaan di atas akan memberikan sedikit gambaran dan pertimbangan jika Ayah dan Bunda harus mengurus dua anak sekaligus. Apalagi jika Bunda juga bekerja, tentunya harus dipikirkan pengasuh yang memadai untuk mengurus kedua buah hati Bunda.

2.Kesiapan ekonomi

Tidak dapat dipungkiri memiliki buah hati, tentunya membutuhkan pengeluaran yang cukup besar. Mulai dari membeli pakaian, perlengkapan mandi, sekolah dan masih banyak pengeluaran lainnya. Pastikan Ayah dan Bunda memiliki kondisi finansial yang memadai untuk memenuhi kebutuhan dua orang anak.

3.Usia Bunda

Kehamilan di atas usia 35 tahun akan meningkatkan risiko janin untuk mengalami kelainan kongenital, sehingga jika usia Bunda sudah lebih dari 35 tahun maka Bunda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan.

4.Kondisi tubuh Bunda

Kehamilan membutuhkan tubuh yang sehat, jadi sebelum hamil lagi, pastikan Bunda sudah benar-benar pulih. Beberapa kondisi pada kehamilan sebelumnya yang membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama, seperti mengalami hiperemesis gravidarum yang berkepanjangan, diabetes pada kehamilan (diabetes gestasional), atau tekanan darah tinggi pada kehamilan.

5.Metode kelahiran anak pertama

Jika kelahiran anak pertama dengan persalinan normal, maka sebenarnya tidak ada waktu minimum yang pasti untuk menentukan jarak kehamilan berikutnya. Namun, jika sebelumnya Bunda menjalani operasi sesar, maka biasanya dokter akan merekomendasikan untuk menunggu setidaknya 12 bulan sehingga luka parut akibat operasi sudah benar-benar sembuh.

Bagaimana Mengetahui Jika Anak Pertama Sudah Siap Untuk Menjadi Kakak?

Nah, bagian ini juga harus menjadi perhatian penting bagi Ayah dan Bunda yang sudah memutuskan untuk menambah momongan. Kehadiran adik bagi anak pertama bisa membawa kebahagiaan atau malah membawa kesedihan dan persaingan. Pastikan kakak sudah siap untuk menerima adiknya. Beberapa cara yang dapat Ayah dan Bunda lakukan untuk mengetahui kesiapan anak pertama, yaitu:

  1. Tanyakan pendapat kakak mengenai sosok adik, apakah ia sudah menginginkan seorang adik atau tidak. Biasanya kakak dapat terpengaruh dari lingkungan, melihat teman-temannya sudah memiliki adik dan ia akan meminta adik kepada Ayah dan Bunda. Hal tersebut bisa menandakan kakak sudah siap menerima anak kedua.
  2. Ikut sertakan kakak dalam mempersiapkan kehadiran anak kedua, misalnya kakak diajak untuk menenami Bunda saat melakukan pemeriksaan ke dokter, membantu Bunda untuk menyiapkan pakaian dan perlengkapan bayi lainnya.
  3. Ajak kakak untuk mengobrol dan berinteraksi dengan adik sejak dalam kandungan
  4. Ajarkan dan berikan motivasi untuk menjadi sosok kakak yang baik bagi anak kedua, seperti membantu menjaga adik dan berbagi mainan dengan adik.

Gimana nih Ayah dan Bunda, apakah sudah mendapatkan pencerahan mengenai waktu yang tepat untuk menambah momongan? Pastikan sudah ada kata sepakat antara Ayah dan Bunda mengenai jarak kehamilan yang ideal  ya, jadi keduanya bisa saling mendukung dan membantu untuk menjaga si buah hati. Konsultasikan juga dengan dokter kandungan Bunda sebelum merencanakan kehamilan dalam waktu dekat ya. Semoga informasi dari Dunia Bunda kali ini bermanfaat ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *