Bunda Wajib Tahu Apa Saja Jenis Jenis KB untuk Suami Yang Tepat

1 bulan lalu, by duniabunda

Jenis Jenis KB untuk suami

KB ternyata bukan hanya untuk wanita lho Bun, pria pun kini bisa bisa menggunakan KB. Penasaran apa saja jenis kb untuk suami Bunda. Yuk cari tahu disini

Apakah saat ini Bunda dan Ayah sedang mempertimbangkan untuk menunda kehamilan pertama atau kehamilan berikutnya? Tentu ada banyak faktor yang sering ditemui ketika pasangan suami istri memutuskan untuk menahan terjadinya kehamilan.

Untuk memenuhi tujuan tersebut, Bunda mulai mencari informasi yang lengkap seputar program KB dan pilihan yang direkomendasikan sesuai situasi, kondisi, dan kebutuhan masing-masing pasangan.

Dilansir dari familyplanning.org.nz, berbagai pilihan kontrasepsi akan membantu pasangan suami istri untuk menjawab pertanyaan berikut:

  • Kapan mereka ingin mulai mempunyai anak?
  • Berapa perbedaan usia dari satu anak ke anak yang lainnya?
  • Kapan mereka ingin berhenti mempunyai anak?

Pertanyaan di atas akan membantu menjelaskan faktor alasan mengapa Ayah dan Bunda harus menunda kehamilan selama beberapa waktu.

Mengapa Pasangan Suami Istri Ingin Melakukan KB?

alasan suami istri melakukan kb

alasan suami istri melakukan kb

Ada banyak alasan yang tidak bisa diremehkan ketika Ayah dan Bunda harus memutuskan untuk melakukan penundaan kehamilan. Berikut beberapa alasan yang sering ditemui ketika pasangan suami istri ingin mengambil pilihan kontrasepsi.

1. Terkendala Aspek Finansial

Ayah dan Bunda belum siap pada aspek keuangan. Proses kehamilan, persalinan, hingga merawat anak hingga dewasa tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, Ayah dan Bunda hanya ingin mempersiapkan diri secara finansial supaya nantinya anak-anak bisa mendapatkan perawatan secara maksimal.

2. Kurangnya Kesiapan Mental

Pasangan yang belum siap mental. Tidak hanya secara fisik, terkadang masih ada pasangan yang belum mampu menerima kenyataan untuk membesarkan anak. Kesehatan mental adalah hal yang penting bagi seluruh keluarga.

3. Jarak Kehamilan Dengan Anak Pertama

Bunda mempertimbangkan jarak kehamilan yang ideal dengan anak pertama. Menghindari kehamilan yang terlalu dekat dengan anak sebelumnya. Hal ini bisa jadi sebuah strategi yang baik bagi Bunda untuk merencanakan masa depan dengan matang dan berhak menentukan jarak usia yang diinginkan antar kakak adik.

4. Ada Prioritas Lain

Ayah atau Bunda masih ingin meraih karir yang lebih tinggi. Dalam mencapai tujuan tersebut, tentu Bunda harus mampu menyediakan waktu yang lebih banyak untuk melakukan pekerjaan.

5. Gangguan Kesehatan

Gangguan kesehatan yang dialami salah satu pasangan atau keduanya. Beberapa gangguan kesehatan yang bisa jadi dialami, contohnya HIV AIDS, TBC, lupus, kanker, atau beberapa jenis penyakit seksual.

6. Faktor Resiko Yang Berpengaruh Pada Janin

Bunda memiliki faktor risiko yang berdampak pada outcome si kecil. Faktor risiko tersebut dapat berupa penyakit yang diderita, contohnya TBC. Bunda bisa jadi mengalami pre eklampsia, keguguran, hingga mendapati bayi dengan berat badan lahir rendah.

Metode Kontrasepsi Pada KB

apa saja jenis jenis kb

apa saja jenis jenis kb

Sebelum membahas lebih lanjut seputar jenis KB untuk suami, Bunda perlu memahami terlebih dahulu metode kontrasepsi yang diterapkan pada massing-masing program KB.

1. Metode kontrasepsi alami

Metode ini tidak membutuhkan alat untuk mengatur penundaan kehamilan, namun bisa dilakukan oleh pasangan suami istri itu sendiri. Umumnya, Ayah dan Bunda bisa lepas dari bantuan tenaga kesehatan untuk menyukseskan KB itu sendiri.

Contoh metode kontrasepsi alami, yaitu:

  • Senggama terputus atau coitus interruptus
  • Metode kalender
  • Metode symptom thermal
  • Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan

2. Metode kontrasepsi modern

Merupakan metode kontrasepsi yang membutuhkan bantuan alat atau obat-obatan sebagai sarana penundaan kehamilan. Ayah dan Bunda akan membutuhkan bantuan tenaga kesehatan untuk melaksanakan KB dengan metode kontrasepsi modern.

Contoh metode kontrasepsi modern:

  • Kondom
  • Pil KB
  • Internal Uterine Device
  • Implant
  • Vasektomi dan tubektomi

Jenis KB Untuk Suami

KB idealnya bukan untuk wanita saja lho. Ternyata ada juga KB yang diperuntukkan untuk kaum pria. Namun karena berbagai mitos dan alasan sosial lainnya, para suami jarang menggunakannya. Sehingga, KB untuk pria tidak sepopuler KB untuk para wanita.

Lalu, apa saja jenis KB yang bisa dipakai oleh suami Bunda dalam rangka menunda kehamilan?

1. Kondom

Jenis KB pria dengan menggunakan kondom

Jenis KB pria dengan menggunakan kondom

Merupakan salah satu alat yang sering digunakan oleh banyak orang ketika ingin berhubungan tanpa kekhawatiran terjadi kehamilan. Kondom bisa ditemukan di mana saja dengan cara pemakaian yang cenderung mudah bagi suami.

Selain mencegah terjadinya kehamilan, kondom akan menghindari Sexual Transmitted Disease menyerang Bunda atau suami. Namun, jangan digunakan bersamaan untuk menghindari kondom yang menempel dan akhirnya sobek.

Dilansir dari webmd.com, berikut tipe kondom yang harus diketahui, antara lain:

  • Lateks, plastik, atau lambskin

Lateks menjadi tipe kondom yang paling sering digunakan oleh pria. Namun, ketika suami sedang bermasalah dengan iritasi, sebaiknya gunakan kondom berbahan dasar plastik. Kondom lambskin terbuat secara khusus dari olahan pencernaan kambing.

Ketiga jenis di atas mampu melindungi pria dan wanita dari STD pada saat melakukan aktivitas seks secara vaginal, oral, maupun anal.

  • Lubricated

Merupakan cairan pelumas yang tipis dan mampu mengurangi iritasi selama berhubungan seks tanpa merusak kondom tersebut.

Apabila suami merasa pelumas pada kondom masih kurang, tambahkan sedikit lagi pelumas supaya mendapatkan kenyamanan sekaligus keamanan ketika berhubungan seks. Hindari pelumas berbahan minyak untuk mencegah kondom yang mudah robek.

  • Spermicide

Kondom yang satu ini berfungsi untuk membunuh sperma yang ingin menembus daerah kewanitaan. Meskipun terlihat efektif, sebenarnya hal ini tidak memberikan bukti yang jelas untuk menahan terjadinya kehamilan.

Spermisida yang umum ditemukan masih bisa mengiritasi area genital dan cenderung mendorong terjadinya HIV.

  • Kondom bertekstur

Dengan tekstur yang nyaman, kondom ini akan mendukung hubungan yang intim sekaligus melindungi pertahanan untuk mencegah kehamilan.

2. Pil KB

jenis kb pria dengan mengkonsumsi pil

jenis kb pria dengan mengkonsumsi pil

Selama ini, pil KB mungkin hanya memfokuskan penggunaannya untuk wanita. Nyatanya, pil KB tidak 100% bekerja dengan baik untuk mencegah kehamilan.

Oleh karena itu, pil KB saat ini sudah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kontrasepsi. Pil KB dengan kandungannya masing-masing dapat menurunkan libido hingga mengurangi pengeluaran testosteron dan sperma melalui FSH dan LH.

Namun, suami Bunda harus memahami juga beberapa efek samping yang mungkin terjadi, misalnya lemas, sakit kepala, jerawat, hingga disfungsi ereksi ringan. Pil KB masih dikembangkan dari banyak penyesuaian supaya efek sampingnya tidak merugikan suami.

Contoh pil KB untuk pria yang hampir mencapai tahap akhir pembuatan adalah DMAU dan 11-beta-MNTDC.

3. Injeksi

jenis kb pria dengan metode injeksi

jenis kb pria dengan metode injeksi

KB dengan jenis injeksi atau suntik pada pria efektif menahan produksi sperma dalam jumlah yang cukup banyak. Apabila dilakukan terus menerus, efektivitasnya bisa mencapai hingga 96%. Penyuntikan ini harus dilakukan dalam 8 minggu sekali.

Injeksi sudah terbukti efektif untuk mencegah kehamilan. Selain itu, ciri khas lain yang bisa dipertimbangkan oleh suami Bunda adalah komposisinya yang tidak mengandung hormon, bisa dihentikan, serta mampu bekerja maksimal hingga 10 tahun.

Metode yang digunakan hampir mirip seperti vasektomi, namun yang membedakannya ada sifatnya yang tidak permanen dibandingkan vasektomi. Suntikan akan diberikan menuju vas deferens dan menghancurkan aliran sperma yang ada di dalamnya.

Tanpa menimbulkan efek samping yang mengganggu, alat ini juga diluncurkan di Indonesia untuk mencegah terjadinya kehamilan melalui pihak pria.

4. Vasektomi

jenis kb pria dengan metode vasektomi

jenis kb pria dengan metode vasektomi

Adalah tindakan pembedahan minor yang bertujuan untuk memperlambat aliran sperma supaya tidak tercampur dengan air mani atau cairan semen. Vasektomi juga merupakan salah satu metode yang memberikan angka efektivitas sebesar 99%.

Vasektomi juga bertugas untuk menutup jalan yang dilalui oleh sperma. Prosedur pertama yang harus dilakukan adalah mengikat atau memotong vas deferens sebagai saluran penghantar sperma ke area testis atau uretra.

Selain itu, vasektomi bersifat aman dan cocok untuk penundaan kehamilan secara permanen. Setelah memikirkannya matang-matang dengan Bunda, suami Bunda masih bisa berkonsultasi dengan melibatkan dokter atau tenaga kesehatan mengenai vasektomi.

  • Vasektomi konvensional

Dokter yang bertugas akan menggunakan pisau beda untuk membuat sayatan pada skrotum. Vas deferens akan diikat, dipotong, atau dikaterisasi kemudian bekas luka dijahit untuk menghindari kontak antara sperma dan ovum.

  • Vasektomi tanpa pisau bedah

Dokter biasanya menggunakan penjepit untuk menahan saluran yang ingin dipotong. Saluran ini kemudian diikat sambil membuat lubang kecil pada bagian kulit skrotum. Jenis vasektomi yang satu ini banyak digunakan oleh masyarakat karena risikonya kecil dan minim terjadi komplikasi.

5. Coitus interruptus

jenis kb pria dengan melakukan metode coitus interruptus

jenis kb pria dengan melakukan metode coitus interruptus

Disebut juga dengan senggama terputus, merupakan sebuah metode tradisional ketika pihak pria mengeluarkan alat kelamin dari vagina sebelum puncak ejakulasi. Pencegahan kehamilannya bisa dilihat melalui tidak adanya pertemuan antara sperma dan ovum.

Ejakulasi harus benar-benar dilakukan di luar rahim apabila pasangan suami istri tidak ingin memulai kehamilan.

Ayah dan Bunda yang berkomitmen kuat, memiliki pengendalian diri tinggi, serta saling percaya dan berpengalaman cocok menggunakan KB alami ini selama beberapa waktu. Efektivitasnya tinggi apabila dilakukan dengan konsisten.

Mengapa jenis KB untuk suami ini juga dikhususkan untuk pria? Tentu suami harus mengontrol ejakulasi selama bersenggama. Secara tidak langsung, KB ini memberikan manfaat lain berupa peran serta suami yang besar dalam pematangan KB dan kesehatan reproduksi.

6. Abstinence

jenis kb pria dengan melakukan metode abstinence

jenis kb pria dengan melakukan metode abstinence

Merupakan sebuah aktivitas untuk menahan dorongan seksual yang bisa diterapkan oleh suami ketika ingin menunda kehamilan. Abstinence dilakukan secara sadar untuk tidak melakukan hubungan seks dan menjauhkan diri dari hal-hal yang mampu merangsang secara seksual.

Tidak hanya itu, pengendalian diri pada suami merupakan faktor terpenting untuk menghindari aktivitas seksual bersama Bunda. Apabila kondisi ini bisa berlangsung dalam waktu yang lama, maka tujuan KB juga bisa tercapai.

Namun, Bunda dan suami harus bisa menggantikan kebutuhan yang tertunda itu dengan beberapa kegiatan yang mendukung Bunda untuk menghabiskan waktu berdua bersama Ayah tanpa terjadi hubungan seksual.

7. Outercourse

jenis kb pria dengan melakukan metode outercourse


jenis kb pria dengan melakukan metode outercourse

Outercourse atau seks di luar bisa menjadi salah satu jenis KB yang dimanfaatkan oleh suami untuk menghindari terjadinya kehamilan. Beberapa bentuk dari outercourse, antara lain memeluk, berciuman, menggunakan sex toys, oral seks, pemijatan, atau masturbasi.

Wanita bisa mengalami orgasme tanpa harus mendapatkan pengaruh dari penis. Melalui beberapa aktivitas seksual, seperti stimulasi payudara atau sentuhan pada klitoris.

Selain itu, outercourse menjadi alternatif yang aman untuk menghindari kehamilan karena penetrasi yang terjadi di luar tubuh. Bunda tidak perlu khawatir apabila tidak akan merasakan kepuasan, justru kepuasan itu bisa diperoleh dari aktivitas seks lainnya.

 

Memilih jenis KB untuk suami yang tepat memerlukan banyak pertimbangan antara pasangan suami istri. Supaya penundaan anak dapat berjalan dengan lancar, maka salah satu dari sekian banyak kontrasepsi tersebut harus diterapkan oleh suami secara konsisten.

Beberapa alasan untuk mendapatkan layanan KB sudah pasti dipertimbangkan secara matang untuk menentukan kontrasepsi yang cocok bagi Bunda atau suami.

Usahakan untuk mendapatkan konsultasi langsung dari tenaga kesehatan yang bertugas supaya dapat menangani program KB secara tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *