Pola Mengasuh Anak Yang Tepat Serta Tips Memahami Karakteristik Anak Usia Dini

4 bulan lalu, by duniabunda

tips memahami karakter anak

Penting bagi orang tua untuk memahami karakteristik anak sejak usia dini.  Dengan begini kita bisa menerapkan pola asuh yang tepat. Simak selanjutnya disini ya bun…

Apakah jenis pola asuh yang Bunda terapkan untuk mengasuh anak usia dini? Sudah tepatkah jenis pola asuh yang diaplikasikan untuk menemani tumbuh kembang si kecil?

Ketika menerapkan pola asuh dalam kehidupan dan pertumbuhan anak usia dini, Bunda juga perlu memahami karakternya supaya adaptasi menjadi lebih mudah.

Memahami pola asuh yang sesuai juga akan membuat keadaan Bunda serta si kecil menjadi lebih nyaman sekaligus mampu bekerja sama satu dengan yang lain.

Nah, apakah pengertian anak usia dini tersebut? Jadi pemerintah sendiri mendefinisikan anak anak dengan rentang usia 0-6 tahun dapat dikategorikan sebagai anak usia dini.

Sebelum beralih menuju tips memahami karakteristik anak usia dini dan mencobanya ketika mendidik maupun mengurus anak, Bunda perlu mengetahui model pola asuh yang bisa dipilih dalam penerapannya ketika membesarkan si kecil.

Tipe Pola Asuh

Dilansir dari brighthorizons.com, terdapat empat jenis pola asuh yang bisa diterapkan untuk mendidik si kecil sejak usia dini. Salah satunya bisa jadi pilihan terbaik untuk dikembangkan melalui kerja sama yang baik antara anak dan keluarga, termasuk Bunda.

Keempat jenis pola asuh ini juga mewakili empat area, yaitu kedisiplinan, komunikasi, ekspektasi, dan tentunya asuhan itu sendiri.

1. Authoritarian Parenting

pola asuh Authoritarian Parenting

pola asuh authoritarian parenting

Pola asuh ini dibentuk dari sikap disiplin yang diterapkan oleh Bunda kepada anak-anak. Dengan memberikan batasan perilaku pada anak secara konsisten dan jelas, seringkali jenis yang satu ini banyak disarankan oleh para ahli.

Meskipun terlihat ketat dalam pengawasan, namun Bunda tetap bisa mendidik mereka tanpa kekerasan serta menciptakan lingkungan yang responsif, mampu menghargai perbedaan pendapat, menerima anak dalam mengambil keputusan, dan mampu memecahkan masalah melalui diskusi.

Hukuman adalah sebuah hal yang biasa, namun tidak menghalangi anak untuk berkembang. Komunikasi sebaiknya didahulukan anak terhadap orang tua dan aturan umumnya tidak dijelaskan secara langsung.

Karakteristik anak dengan pola Authoritarian Parenting:

  • Anak lebih percaya diri untuk bergaul bersama teman-temannya.
  • Moral berkembang dengan baik.
  • Mandiri dan mampu sukses dalam belajar.
  • Tanggung jawab tinggi

2. Authoritative Parenting

Dengan penuh ambisi, tujuan, alasan yang jelas, serta asuhan yang terfokus pada anak, orang tua cenderung memberikan ekspektasi yang jelas  terhadap anak-anak. Orang tua yang mendemonstrasikan cara ini mengaplikasikan kedisplinan dan menuntut keinginannya sendiri kepada anak-anak.

Tidak hanya itu, orang tua yang menerapkan pola ini biasanya bercermin dari pengalamannya saat kecil. Pada akhirnya, mereka akan berusaha untuk mengontrol si kecil untuk mencapai sebuah target yang biasanya tinggi.

Apabila anak mulai tidak mematuhi perintah dan ucapan orang tua, maka ada konsekuensi berupa hukuman yang tidak jarang juga menyerang secara fisik. Namun, kalau pola asuh ini bisa diterapkan dengan benar, maka dampaknya tentu juga baik pada masa depan anak.

Karakteristik anak dengan Authoritative Parenting:

  • Merasa kesulitan untuk mengambil keputusan secara mandiri.
  • Takut kalau pilihannya salah.
  • Tidak ada motivasi dari dalam diri anak.
  • Mudah curiga serta tidak bahagia dengan diri sendiri.

3. Permissive Parenting

Pola asuh permissive parenting

Pola asuh permissive parenting

Pola asuh ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu Permissive Indulgent dan Permissive Indifferent. Bersifat sangat bebas bagi anak-anak untuk melakukan apa yang mereka inginkan, tetapi masih ada asuhan yang berfokus pada anak tanpa larangan.

Permissive Indulgent cenderung memberikan pengaruh pengendalian diri yang kurang pada anak-anak. Umumnya si kecil akan selalu menjadi penuntut yang semua keinginannya harus dikabulkan. Tidak adanya batasan maupun larangan tegas membentuk karakter anak yang minim kontrol.

Permisive Indifferent merupakan salah satu pola yang justru sama sekali tidak menyediakan campur tangan orang tua untuk mendidik dan membesarkan anak. Akibat terlalu bebas, tentu tidak jarang si kecil merasa kurang mendapatkan perhatian.

Karakteristik anak dengan didikan Permissive Parenting:

  • Tingkat kepercayaan diri rendah.
  • Memberontak dan mendominasi suatu keadaan.
  • Tidak bisa mengendalikan diri.
  • Tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas.

4. Univolved Parenting

Sedikit mirip dengan Permissive Parenting, namun bedanya kebebasan yang diberikan sudah melebihi batas. Tidak ada yang bisa mengingatkan anak-anak apabila mereka terjerumus ke dalam lubang yang salah.

Asuhan dan informasi yang sangat kurang dari orang tua akan membentuk karakter yang rentan bersikap individualis serta tidak mampu menyaring mana yang benar atau salah. Komunikasi dengan orang tua sangat terbatas dan tidak intens di kesehariannya.

Tidak ada ekspektasi dari orang tua. Anak-anak akan mengikuti alur kehidupan dengan tujuan yang kurang matang tanpa ada target signifikan tertentu.

Karakteristik anak dengan Univolved Parenting:

  • Terlalu semaunya sendiri.
  • Kurang mampu mendengarkan maksud dan tujuan dari orang lain.
  • Plin-plan tanpa tujuan dan arah tertentu.

Beberapa Tipe Karakter Anak

tipe karakter pada anak

tipe karakteristik anak usia dini berbeda beda

Tahukah Bunda, apa saja karakteristik yang umum ditemui pada anak-anak sejak dari usia dini?

1. Pemalu

Merupakan karakter yang bersifat slow to warm up, artinya perlu adaptasi lebih lama untuk menghadapi lingkungan yang baru. Dikutip dari webmd.com, anak pemalu cenderung bersifat mandiri, bijaksana, serta empatik.

Meskipun terkesan lamban, anak pemalu mudah mempelajari hal baru yang menarik baginya. Dengan perasaan yang halus, sebisa mungkin Bunda perlakukan anak pemalu dengan cara yang tidak kasar atau menyakitkan.

2. Easy going atau mudah beradaptasi

Dengan kepribadian yang ceria, aktif, dan mudah beradaptasi, anak Bunda yang memiliki karakter easy going sangat suka bertualang dan bertemu orang baru serta tidak sungkan untuk membangun hubungan atau relasi deengan orang baru tersebut.

Bunda harus berhati-hati dan teliti saat mengasuh anak easy going. Meskipun dirasa mampu berjalan dan menemukan hal baru secara mandiri, Bunda tetap perlu mengawasinya supaya tidak terlalu luang atau tidak terlalu dikendalikan. Lakukan secara wajar.

3. Penuh semangat

Anak dengan semangat tinggi atau wild child memang agak sulit untuk dikendalikan. Mereka termotivasi untuk melakukan segala sesuatu dengan keaktifan tinggi dan semangat yang menggebu-gebu.

Dengan tipe kepribadian yang juga moodswing, Bunda harus mampu menyesuaikan tabiat tersebut dengan aktivitasnya sehari-hari. Anak-anak penuh semangat mampu menghabiskan waktu dengan banyak kegiatan, terutama di luar ruangan.

 

Ketiga karakter di atas mampu menjadi bahan pertimbangan dan sedikit acuan untuk menentukan karakter anak-anak. Nantinya Bunda lebih dipermudah dengan ketiga karakter tersebut. Tentu Bunda sudah bisa membayangkannya, kan?

Tips Memahami Karakteristik Anak Usia Dini

Menyikapi beberapa jenis pola asuh di atas, Bunda perlu melihat dan merefleksikan kembali cara mencari tahu karakter anak yang sebenarnya.

Beberapa tips memahami karakteristik anak usia dini di bawah ini akan membuka pikiran dan perasaan yang mungkin selama ini belum digali secara mendalam oleh Bunda.

1. Observasi tindakannya sehari-hari

komunikasi dengan anak yang baik

Komunikasi juga salah satu bentuk observasi untuk mengetahui karakteristik anak usia dini

Cara paling mudah dan fleksibel untuk dilakukan adalah dengan melakukan observasi pada anak. Bunda bisa mengamati perilakunya lewat interaksi serta pembicaraan sehari-hari. Mulai dari hal paling sederhana, biasanya akan ada satu kesimpulan yang muncul di benak Bunda.

Apakah si kecil adalah anak yang jujur, ceria, penakut, atau pemarah, semuanya dapat dilihat melalui tingkah laku serta tindakan yang diberikan kepada orang lain.

2. Kenali temperamennya

Dilansir dari parents.com, temperamen sudah ada sejak lahir dan merupakan sekelompok sifat yang membuat manusia menjadi lebih unik. Temperamen adalah sebuah faktor penguat yang membantu manusia menghadapi interaksi dari lingkungan.

Bagaimana si kecil mampu menghadapi situasi yang baru adalah salah satu cara untuk mencari tahu. Erat kaitannya dengan adaptasi, temperamen merupakan sifat yang menimbulkan kesan pertama anak pada lingkungan baru.

Apabila keadaan berjalan tidak sesuai kehendaknya, Bunda harus lebih teliti untuk memperhatikan si kecil untuk memahami karakteristik yang sudah dibawanya sejak kecil.

3. Berbeda anak, berbeda karakter

beri pengertian yang baik pada anak

beda karakteristik, beda pola pengasuhan pada anak usia dini

Ketika menentukan pola asuh yang ingin diterapkan pada anak, sebagian besar Bunda pasti kebingungan untuk memilih salah satu yang cocok dan sesuai dengan kepribadian anak.

Nah, Bunda tidak bisa memaksakan cara yang diinginkan terhadap karakter anak. Jenis pola asuh yang pas harus disesuaikan dengan kenyataan pribadi anak. Biarkan mereka mampu mendapatkan asuhan yang maksimal dan mampu bekerja sama dengan Bunda dengan cara yang benar.

Perlu diingat bahwa berbeda anak, berbeda pula karakternya. Bunda yang memiliki anak lebih dari satu tentu memahami kondisi ini, sehingga cara mengasuh yang diterapkan pun harus berbeda-beda supaya anak dapat berkembang optimal dengan cara yang sesuai.

4. Menyikapi kelebihan dan kekurangan dengan baik

Selain memiliki kelebihan yang mampu memukau Bunda dan keluarga, tentu si kecil pasti memiliki kekurangan atau sesuatu yang tidak pandai mereka lakukan.

Memahami kelebihan dan kekurangan tersebut adalah salah satu cara yang tetap untuk mendalami karakter tertentu dari seorang anak. Jangan takut untuk mengapresiasi dan mendidiknya menjadi lebih baik.

Tentu sikap anak-anak sendiri ketika menyikapi kelebihan dan kekurangan harus mampu diberi pengertian untuk berlaku bijaksana. Disini akan terlihat apakah anak mampu menyikapi kelebihan dengan rendah hati atau kekurangannya dengan tetap semangat dan berpikir positif.

5. Berikan beberapa tanggung jawab

orang tua adalah sahabat terbaik anak

orang tua adalah sahabat terbaik anak

Sedikit tanggung jawab yang dibebankan kepada anak-anak membantu Bunda melihat kembali karakternya ketika sedang mengatasi sebuah masalah atau pekerjaan. Setelah pemahaman tersebut sudah tercetak dalam pikiran, Bunda bisa menyesuaikannya dengan berbagai hal.

Entah itu dalam pemberian tugas, maupun pola asuh yang tepat untuk mengembangkan minat, bakat, potensi, sekaligus memanfaatkan karakter dalam kehidupan nyata.

Karakter anak terbentuk secara alami seiring bertambahnya usia. Seiring pula dengan pertambahan tanggung jawab, mulai dari hal kecil sampai besar, karakter anak sesungguhnya akan muncul ke permukaan.

6. Jadilah pendengar yang baik

Mendengarkan kebutuhan dan keinginan si kecil adalah salah satu tips memahami karakter anak, lho Bun. Sebagian anak mungkin condong menuntut keinginannya untuk selalu dikabulkan, namun sebagian lagi berusaha bersikap dewasa dengan menunda keinginan tersebut.

Apabila anak memiliki karakter suka menuntut dan keras kepala, tidak ada salahnya untuk berkomunikasi sekaligus mendengarkan tujuannya meminta sesuatu yang pastinya tidak mendesak.

Beri pengertian secara perlahan dan sabar. Bunda bisa memberikannya alternatif lain supaya karakternya yang keras kepala bisa teralihkan dan terpenuhi dengan hal-hal yang lebih baik atau bermanfaat.

7. Lihat caranya bergaul dan berinteraksi

Merupakan salah satu cara di mana Bunda bisa menilai karakter dan memahaminya melalui sikap dan gerakan serta tutur kata yang dilontarkan saat sedang berkomunikasi.

Apabila si kecil sedang berkumpul bersama teman sebayanya, sebaiknya perhatikan sikap dan gerakannya ketika bermain bersama. Apakah karakternya yang kuat muncul di depan umum, ataukah mereka mampu beradaptasi dan lebih berbesar hati?

Anak-anak cenderung menunjukkan perasaan dan sikapnya secara terbuka. Dengan memperhatikannya secara cermat, Bunda mulai memahami apa saja yang ia butuhkan saat harus bergaul dengan teman-temannya.

 

Memahami karakter anak tentu tidak secepat yang dikira. Perlu ada perhatian yang khusus yang mendalam supaya Bunda dapat menyesuaikan pola asuh yang akan diterapkan kepadanya. Jangan sampai mengasuh anak dengan cara yang membuatnya tidak nyaman, ya Bun. Sekian ulasan tentang memahami karakteristik anak usia dini. Semoga Bunda terinspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *