Berbagai Kebiasaan Pada Anak yang Harus Dipupuk Sedini Mungkin

5 bulan lalu, by duniabunda

kebiasaan-kebiasaan baik pada anak yang harus ditanamkan sejak dini

Saat ini banyak orang tua modern yang terlalu fokus mengejar pendidikan dan kecerdasan intelektual anaknya, sehingga lupa mengajarkan hal-hal mendasar yang seharusnya lebih dahulu ditanamkan yaitu kecerdasan emosi dan sosial anak. Sayangnya, hal ini sering dilewatkan, padahal beberapa kebiasaan-kebiasaan ini yang nantinya dapat menjadi pondasi si kecil dalam menghadapi dunianya.

Sekedar mengajarkan si kecil kebiasaan-kebiasaan seperti tidak memotong pembicaraan dan mengucapkan salam mungkin terdengar cukup sepele. Akan tetapi sesungguhnya melalui kebiasaan ini kita telah menanamkan nilai-nilai budi pekerti yang luhur bagi si kecil yaitu salah satunya dengan menghormati orang lain.

Mungkin sering kita mendengar ada orang tua yang memaklumi anak-anak yang bersikap tidak sopan dan menganggap sepele hal tersebut hanya karena mereka masih anak-anak. Justru karena masih anak-anak kita harus bersikeras mengajarkan nilai-nilai kesopanan padanya. Karena kelak jika sudah dewasa nanti akan lebih susah dibentuk, dan tentunya hal ini akan berpengaruh kepada kehidupan sosial dan perkembangan psikologisnya nanti. Jadi Bunda ingin seperti apa anak Bunda kelak. Semuanya tergantung bagaimana Bunda menyikapinya dari sekarang.

Mengapa Harus Memupuk Kebiasaan Baik Pada Anak Sejak Kecil?

Selain penting dan bermanfaat di masa depan, Bunda perlu tahu alasan pendukung lain dari penanaman nilai-nilai kebiasaan baik sejak si kecil masih kanak-kanak. Berikut alasannya:

1.  Kebiasaan adalah investasi masa depan

Investasi tidak hanya berupa materi saja, tetapi juga lewat good attitude dan bagaimana bersikap yang benar di lingkungan sosial. Kebiasaan baik yang mengalir secara natural mampu menghasilkan bibit luar biasa di masa depan.

Selain terhadap lingkungan sosial, hasil dari kebiasaan baik mau berinvestasi bagi kesejahteraan dirinya sendiri. Contohnya bisa dilihat dari perilaku hidup sehat lewat olahraga.

Kebiasaan yang mendukung kesehatan ini mampu menghasilkan individu yang tetap sehat tanpa melewatkan satu hari pun untuk melatih kebugarannya.

2. Tidak mudah terpengaruh hal-hal buruk

Bersosialisasi dan bergaul dengan banyak teman menjadi kebutuhan utamanya selama beranjak dewasa. Kebiasaan baik merupakan fondasi terbaik dalam menumbuhkan sikap sosial anak-anak terhadap teman-temannya.

Hal ini akan membentenginya dari pengaruh buruk yang mengancam dan merusak masa depan. Ia mampu memilah mana yang harus dilakukan dan mana yang menjadi larangan norma atau aturan sosial. Kebaikan ini mampu diteruskan oleh generasi berikutnya.

3.  Pembentukan karakter

Penanaman perilaku dan kebiasaan terpuji mampu membentuk karakter anak-anak secara tidak langsung. Coba pikirkan kembali, jika sang anak terbiasa memberikan salam kepada orang-orang di sekitar, apa jadinya? Ya, ia tumbuh menjadi anak yang sopan dan ramah terhadap lingkungannya.

Karakter senantiasa melekat dalam pribadi seseorang. Untuk itu, dalam mewujudkan hasil dari pendidikan yang optimal, diperlukan pembiasaan-pembiasaan kecil bernilai positif bagi anak-anak.

4.  Memanfaatkan tingkat sensitif anak-anak menjadi sesuatu yang berharga

Apa pun yang didengar, dilihat, dan dirasakan anak-anak tentu meningkatkan sensitivitasnya setiap saat. Hal ini berdampak pada keingintahuan dan banyak sekali pertanyaan muncul di dalam kepalanya.

Setiap kali ia bertanya soal yang ingin diketahui dari sebuah kebiasaan baik, Bunda bisa memberikan jawaban yang bijaksana selagi membantunya melakukan praktik. Jika praktik ini dilakukan setiap hari, tidak heran si kecil memiliki bekal yang mendorongnya bertumbuh istimewa di masa depan.

Baca juga Rekomendasi 12 Buku Parenting Terbaik untuk Panduan Bunda Mengasuh Balita

Kebiasaan Anak yang Harus Dipupuk Sedini Mungkin

Setelah mengetahui manfaat yang ditimbulkan lewat pembangunan kebiasaan sejak dini, ini saat yang tepat bagi Bunda untuk mengerahkan cinta kasih sepenuh hati kepada anak-anak dalam bentuk sebagai berikut:

1.  Menabung

Ajarkan anak kebiasaan menabung sejak dini

Ajarkan anak kebiasaan menabung sejak dini

Kemampuan pengelolaan finansial menjadi skill yang sangat dibutuhkan di masa depan. Kondisi ini bisa terjadi jika Bunda menerapkan kebiasaan menabung sedari kecil.

Di samping itu, kebiasaan menabung akan membesarkan anak yang melek keuangan dengan menghindari terjadinya rutinitas belanja impulsif. Rutinitas tersebut hanya membawa kerugian, pemborosan, serta masa depan yang kurang tertata dengan baik.

Bunda bisa mulai mencegah didikan yang manja di hadapan anak-anak. Kegiatan menabung ini bisa dibantu dengan beberapa cara kreatif dan mudah menyesuaikan kebutuhan, antara lain:

  • Menabung uang receh menggunakan botol atau jar layaknya celengan pribadi
  • Memberikan komisi dan bukan uang saku
  • Buka rekening di bank dengan Bunda sebagai pengawas keuangannya
  • Menggunakan jar bersticker untuk tabungan dengan goal tertentu bagi anak-anak

2.  Merapikan mainan setelah bermain

Umumnya, kebiasaan ini sulit diwujudkan dan Bunda membutuhkan kesabaran ekstra untuk menumbuhkan kesadaran si kecil akan kegiatannya sendiri.

Anak-anak memang senang bersikap ingin tahu dan tidak takut untuk mengeksplorasi apa saja menggunakan mainannya. Namun, hal ini bukan berarti tidak terjadi batasan tertentu untuk membereskan apa saja yang sudah diperbuatnya.

Kebiasaan merapikan mainan ini akan mengejarkan si kecil mengenai tanggung jawab sejak dini. Yaitu dengan merapikan mainan setelah selesai digunakan. Hal ini tidak hanya berlaku dirumah saja, tetapi juga di tempat lain ya Bun.Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk membiasakan anak dalam merapikan mainannya:

  • Ciptakan sebuah batas. Misalnya, sang anak hanya boleh mengeluarkan mainannya di area ruang keluarga saja
  • Berikan contoh yang baik dengan mempraktikkan cara efektif untuk merapikan mainan
  • Jadwalkan bersih-bersih mainan untuk anak
  • Manfaatkan kotak mainan khusus supaya ia kegiatan merapikan mainan lebih terpusat dan mudah memengaruhi kebiasaan anak

Baca juga Arti dibalik Perilaku Suka Merusak Mainan Pada Anak

3.  Tidak menyisakan atau membuang makanan

Mungkin Bunda juga sudah tidak asing dengan kebiasaan sebagian orang yang tidak menghargai makanan. Kebanyakan mengambil makanannya terlalu banyak tanpa perkiraan, sehingga terpaksa harus dibuang jika tidak habis.

Kebiasaan buruk tersebut ternyata muncul sedari kecil. Dalam mengantisipasi kondisi tidak baik itu, Bunda harus mampu membiasakan dan mendidik anak untuk menghargai setiap butir nasi di atas piringnya.

Tidak membuang makanan menjadi bentuk ucapan syukur atas anugerah Sang Pencipta bagi kehidupan. Secara tidak langsung, Bunda turut membantu memupuk pribadi yang lebih bersyukur dalam diri seorang anak.

  • Bantu anak untuk mengambil makanannya sendiri sesuai porsi cukup
  • Ajak si kecil makan bersama keluarga
  • Jaga anak supaya mau bersyukur dan tidak mengeluh akan santapannya
  • Biarkan sang anak terlibat dalam proses memasak, menyiapkan piring, atau mencuci alat setelah makan

4.  Mencuci tangan sebelum makan

Biasakan anak ingat untuk selalu mencuci tangan

Biasakan anak ingat untuk selalu mencuci tangan

Kebersihan adalah sebagian dari iman. Setidaknya, itulah pepatah umum yang sering Bunda dengar. Salah satu langkah kecil yang berdampak besar bagi kebersihan adalah dengan mencuci tangan sebelum makan.

Kebiasaan ini tentu akan mencegah anak terserang penyakit tertentu yang berkaitan dengan kebersihan saat makan. Bakteri yang menempel tidak mudah berpindah menuju hidung atau mulut dan masuk ke dalam tubuh.

Dengan membiasakan rutinitas ini, anak-anak semakin sadar bahwa menjaga kesehatan bisa dimulai dari hal-hal simpel dan terasa wajar dilakukan setiap hari. Bunda bisa mengajarkan pentingnya mencuci tangan melalui perlakuan berikut:

  • Mencuci tangan dilakukan sebelum dan sesudah makan
  • Siapkan sabun dan air mengalir untuk mengajarinya cuci tangan dengan benar
  • Minimalisir penggunaan hand sanitizer

5.  Tidak memotong pembicaraan

Kebiasaan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi sekaligus menghargai orang lain. Untuk itu, sangat penting jika anak mau mendengarkan orang lain berbicara terlebih dahulu sebelum menyampaikan pendapatnya.

Ingatkan buah hati ketika mereka mencoba untuk menyela pembicaraan Bunda. Dengan memberikan perhatian dan anjuran yang benar saat berkomunikasi, anak-anak tumbuh menjadi individu yang kritis karena mampu mendengarkan dengan baik.

Keterampilan ini menjadi poin penting dalam berhubungan sosial. Jangan sampai anak melewatkan masa kecilnya tanpa pengetahuan seputar menghargai dan menghormati posisi orang di sekitarnya.

  • Jadilah role model dengan tidak menyela pembicaraan bersama anak
  • Jangan berikan kesempatan bagi si kecil untuk menyela
  • Ajak anak untuk menerapkan sikap yang harus diutamakan sesuai kondisi

6.  Mengucapkan kata ‘tolong’, ‘maaf’, dan ‘terima kasih’

Ketiga kata di atas adalah rahasia emas dari kehidupan yang damai, nyaman, sejahtera, dan mudah berdampingan dengan orang lain. Sebagai manusia yang berbudi pekerti, kata ‘tolong’, ‘maaf, dan ‘terima kasih’ adalah kebiasaan luhur yang melekat pada setiap individu.

Sebagai kata-kata yang ajaib, tentu orang yang mendengar dan menerimanya mampu merasakan kepedulian tinggi dari buah hati Bunda.

Si kecil tumbuh menjadi orang-orang yang tidak egois dan bersikap lapang dada ketika melakukan kesalahan. Di samping itu, bentuk penghargaan kepada orang lain mampu diwujudkan dalam ungkapan terima kasih yang tulus.

7.  Meminta izin dan mau mengucapkan kata ‘permisi’

Dalam menciptakan lingkungan sopan dan tentram, diperlukan sikap hormat yang diperuntukkan bagi siapa saja tanpa membeda-bedakan. Anak-anak harus mampu menerapkannya lewat keberanian untuk berkata ‘permisi’.

Beberapa kondisi yang membawanya menuju kebiasaan berkata ‘permisi’ adalah sebagai berikut:

  • Sebelum memasuki ruangan atau rumah orang lain
  • Berjalan melewati orang yang lebih tua
  • Mengambil makanan yang ada di depan orang lain
  • Sendawa atau bersin
  • Ingin menyela pembicaraan antara dua orang

Dalam memantau perkembangannya, Bunda tidak usah ragu untuk memberikan pujian atau contoh secara langsung supaya lebih mudah mempraktikkannya.

8. Tidur tepat waktu

disiplinkan jam tidur pada anak

disiplinkan jam tidur pada anak

Dewasa ini, anak-anak cenderung mudah menghabiskan waktunya di depan gawai atau perangkat elektronik. Padahal, mereka membutuhkan istirahat yang cukup demi menjaga tumbuh kembangnya.

Oleh sebab itu, kebiasaan tidur tepat waktu menjadi syarat utama supaya tetap bugar, sehat, dan produktif sepanjang hari. Biasakan untuk membantunya tertidur lelap agar tidak mengantuk di tengah-tengah aktivitas sekolah yang cukup padat.

Anak Bunda masih susah untuk tidur tepat waktu? Gunakan tips di bawah ini untuk mendukungnya menyediakan waktu khusus istirahat:

  • Hindari pemakaian gawai sampai malam
  • Ciptakan suasana dan lingkungan tempat tidur yang nyaman bagi si kecil
  • Jadwalkan waktu tidur ketat khusus anak
  • Berikan camilan tertentu yang menjaganya tetap kenyang tanpa manis-manis

9.  Tidak mengomentari penampilan fisik

Mengomentari penampilan fisik tidak jarang berujung pada body shaming, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Hal tersebut adalah sikap yang tidak terpuji.

Anak-anak harus memahami bahwa setiap orang itu spesial dan memiliki keunikannya masing-masing. Tentu, apresiasi lebih menyenangkan sekaligus memberikan energi positif bagi orang-orang di sekitar buah hati Bunda.

Si kecil tidak boleh membiasakan diri sebagai orang yang suka membeda-bedakan. Sebaliknya, kebiasaan bergaul di dunia yang beragam akan mengajarkannya lebih banyak seputar makna kehidupan, penghargaan, dan penerimaan diri sebagai bentuk aktualisasi.

10. Berdoa

Doa adalah sebuah kekuatan luar biasa yang melebihi apa pun di dunia. Manusia mampu berkomunikasi kepada Sang Pencipta dan mensyukuri karuniaNya lewat doa-doa yang dipanjatkan.

Mau apa pun agama Bunda dan keluarga, tentu mengajarkan anak-anak untuk berdoa adalah tugas orang tua yang tidak bisa dilewatkan. Berdoa mampu meningkatkan makan dan pemahaman spiritual mendalam bahwa Tuhan adalah pusat segala kehidupan.

Bunda ajarkan mereka untuk berdoa kapan saja dan di mana saja. Entah itu sebelum dan setelah makan, ketika bepergian agar mendapatkan perlindungan, dan lain sebagainya. Kebiasaan ini berpengaruh pada penyerahan diri anak kepada kehendak dari Tuhan sendiri.

11. Belajar berbagi bersama teman dan saudara

Berkat merupakan salah satu anugerah yang sifatnya meluas dan tidak berhenti pada kehidupan satu orang saja. Ajarkan anak Bunda untuk menjadi manfaat bagi sekitar dengan membiasakan berbagai bersama orang di lingkungannya.

Awali dengan teman-teman dan saudara untuk membantunya belajar berbagi sekaligus menikmati berkat tanpa pandang bulu. Berbagi tidak hanya soal makanan tetapi juga hal lainnya contohnya seperti mainan. Jadi Bunda harus mengajari si kecil untuk belajar berbagi ketika bermain bersama teman. Jadi tidak pelit dalam meminjamkan mainannya ketika bermain bersama atau secara bergantian.

Pada akhirnya, anak kesayangan Bunda akan menjadi orang dewasa yang memahami kondisi orang lain dan mampu memutuskan untuk berbagi memberikan bantuan dalam rupa-rupa tertentu. Berikan pengertian bahwa sepatutnya anak-anak juga bersikap ikhlas tanpa pamrih.

12. Membuang sampah pada tempatnya

Ajarkan anak kebiasaan membuang sampah ditempatnya

Ajarkan anak kebiasaan membuang sampah ditempatnya

Selain berfokus pada relasi, pertumbuhan pribadi, serta pemahaman akan konsep sosial, pembiasaan juga memengaruhi keberadaan lingkungan yang lebih baik.

Anak-anak harus mendapatkan arti sebenarnya dari menjaga dan melestarikan lingkungan. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Apalagi, masih banyak orang tua yang memberikan contoh buang sampah sembarangan saat bepergian menggunakan mobil.

Bantu anak untuk menyimpan sampahnya terlebih dahulu sampai menemukan tempat sampah sendiri. Jangan sampai ia membuangnya lewat jendela sebagai pembiasaan akan kesadaran lingkungan bersih sekaligus sehat.

13. Mengucapkan salam

Bentuk menghargai dan rasa menghormati lainnya yang bisa ditunjukkan oleh anak adalah memberikan salam saat bertemu siapa saja. Entah itu berupa sapaan ‘hai’, ‘selamat pagi’, dan ‘sampai jumpa’. Seluruhnya menjadi bentuk kesopanan dalam menyikapi keberadaan orang-orang di sekelilingnya.

Bunda mampu membiasakan si kecil dengan memulainya dari lingkungan rumah. Bilang padanya bahwa setiap hari anak harus memberikan ungkapan salam kepada Ayah dan Bunda. Tidak terasa, kebiasaan ini akan melekat dan diteruskan pada seluruh lingkungan barunya.

Di samping itu, si kecil tidak akan dianggap sebagai pribadi yang sombong atau tidak mudah memperhatikan sekitarnya. Karakternya mudah terbentuk secara luar biasa.

 

Anak-anak membutuhkan ajaran dan didikan paling optimal seputar kebiasaan yang harus diterapkannya sejak dini. Kondisi tersebut akan membawa si kecil menjadi pribadi dewasa yang mampu beradaptasi, bersikap terpuji, dan mampu memberikan dampak positif untuk lingkungannya.

Selamat belajar bersama anak, Bun!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *