Kekurangan dan Kelebihan Menggunakan Dot Pada Bayi

4 bulan lalu, by duniabunda

kelebihan dan kekurangan pemakaian dot pada bayi

Pemakaian dot pada bayi banyak mengundang pro dan kontra. Sebagian menyayangkan penggunaan dot karena dianggap dapat kurang menciptakan bonding pada ibu yang berakibat pada berkurangnya produksi asi, bahkan ada yang menganggap penggunaan dot hanya di lakukan oleh ibu yang malas menyusui bayinya. Namun sebagian menganggap pemakaian dot sangat membantu terutama  bagi ibu bekerja yang tidak bisa menyusui langsung bayinya selama jam kerja.  Atau kondisi ibu yang tidak memungkinkan untuk menyusui atau asinya tidak mencukupi sehingga dibutuhkan tambahan asupan susu formula yang mana salah satunya  bisa disajikan dengan dot.

Alasan Bunda Menggunakan Dot Bagi Bayi

Dilansir dari verywellfamily.com, penggunaan dot juga didominasi oleh adanya kelainan selama menyusui. Mulai usia 3 sampai 4 minggu, bayi dikenalkan pada dot agar lebih mudah menyusui dan mencegah terjadinya komplikasi selama menerima asupan ASI.

Kekurangan Menggunakan Dot Pada Bayi

Meskipun pemberian dot juga bermanfaat dan mampu memenuhi kebutuhan mendesak selama menyusui, nyatanya dot juga mempunyai kekurangan. Berikut ini adalah macam-macamnya:

1. Pelekatan cenderung lemah pada puting susu Bunda

Pengenalan dot yang terlalu dini pada anak bayi ternyata mampu memengaruhi pelekatannya saat menyusui secara langsung dari Bunda. Bayi memang terangsang dengan mudah ketika menyusu, tetapi pelekatannya bisa salah, tidak pas dalam waktu lama, dan berujung pada risiko kesehatan Bunda sendiri.

Hal-hal yang akhirnya terjadi adalah beberapa masalah menyusui, seperti puting bengkak, pembengkakan, penyumbatan saluran ASI, hingga mastitis. Oleh sebab itu, Bunda disarankan untuk mulai mengenalkannya minimal pada usia 3 sampai 4 minggu.

2. Penurunan berat badan bayi

Terlalu sering memberikan dot juga menjadi faktor penyebab menurunnya berat badan si kecil selama masa pertumbuhannya. Hal ini dikarenakan suplai ASI yang ikut semakin sedikit secara perlahan sehingga tidak mencukupi kebutuhan harian bayi.

Mungkin Bunda bisa memompa ASI kemudian memasukkannya ke dalam botol bersama dengan dot. Namun, hal ini justru mampu memicu kondisi berat badan bayi yang rendah karena penyajian ASI cenderung membutuhkan waktu lama sehingga konsumsinya jadi lebih jarang.

3. Rentan menjadi sarang bakteri

Ketika bayi sudah mulai menangis dengan keras dan sulit dihentikan, biasanya Bunda siap sedia meletakkan dot untuk disedot oleh bayi. Namun, pernahkah terpikirkan oleh Bunda bagaimana kondisi dot saat tidak sengaja terjatuh?

Dot yang jatuh rentan dihinggapi oleh bakteri di lingkungan. Bisa jadi hal tersebut menimbulkan risiko penyakit akibat bakteri tertentu. Dalam kondisi ini, sterilisasi rutin dan cara membersihkan dot dengan benar harus Bunda pelajari dengan baik.

4. Bayi berisiko sering tersedak

Tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan dot bayi menggunakan lubang cukup besar supaya susu mampu diminum lebih mudah oleh si kecil. Tetapi, dari sinilah akar permasalahan yang berikutnya. Bayi Bunda mudah tersedak dengan derasnya aliran asupan dari botol dot.

Tentu sangat berbeda jika bayi benar-benar menyusu secara langsung dari Bunda. Alirannya cenderung lebih stabil dan keluar sembari menyesuaikan rangsangan isap yang dilakukan oleh anak bayi.

Belum lagi dengan kesalahan pemilihan ukuran dot yang terlalu besar hingga menyentuh area sensitif tenggorokannya.

5. Masalah pertumbuhan pada gigi

bayi mengalami masalah pertumbuhan gigi

bayi mengalami masalah pertumbuhan gigi

American Dental Asssociation menyatakan bahwa penggunaan dot dapat memengaruhi pertumbuhan serta pembentukan gigi dan mulut. Bahkan, dot dapat mengubah akar-akar pada gigi. Hal ini mampu menghambat pertumbuhan gigi yang seharusnya dapat terjadi secara optimal.

Sedangkan, pemakaian dot untuk memberikan asupan susu pada bayi juga berpotensi menyebabkan gigi yang hitam dan berlubang. Biasanya, bayi mudah tertidur ketika sudah disusukan dengan botol dot sehingga mudah menciptakan genangan pada area tertentu dari mulutnya.

Hal ini dapat memicu pertumbuhan bakteri tidak baik yang mampu merusak lingkungan gigi dan mulut. Padahal, bayi memerlukan dukungan dalam menantikan pertumbuhan giginya.

6. Bagian gusi dan rahang yang berubah

Bunda sudah mengetahui bahwa terdapat masalah yang muncul pada gigi dan mulut saat pemakaian dot terlalu dibiasakan. Tidak berhenti sampai di situ saja, ternyata masih ada kondisi perubahan gusi maupun rahang pada si kecil.

Masalah ini akan terlihat ketika Bunda menyadari bahwa posisi gigi tidak beraturan atau terlihat tongos seiring perkembangannya. Tentu hal ini harus diperhatikan, apalagi jika perlahan usianya sudah mencapai 24 bulan atau lebih.

7. Risiko terjadinya infeksi telinga

Penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara pemakaian dot dengan kejadian infeksi telinga pada bayi. Risiko ini tiga kali lebih besar mudah terjadi pada si kecil yang sudah memakai dot sejak dini.

Sebuah studi yang dilansir dari friendshipcircle.org menyatakan bahwa buah hati Bunda yang tidak diberikan dot dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi telinga tengah sebesar 33%. Setidaknya, ada lebih dari dua kejadian infeksi dalam satu tahun dan berdampak sangat signifikan.

Hal tersebut memengaruhi perkembangan berbicara yang seharusnya memadai dan adanya persepsi soal informasi pendengaran. Mengapa infeksi telinga bisa terjadi? Mengisap dot terus menerus mampu menyebabkan saluran pendengaran terbuka secara tidak normal.

Selain itu, kondisi memungkinkan terjadinya sekresi dari tenggorokan hingga meresap ke telinga tengah. Transmisi bakteri pada sekret dapat memicu infeksi telinga tengah.

8. Kemampuan berbicara menjadi terlambat

kemampuan berbicara terlambat

kemampuan berbicara terlambat

American Speech Language Hearing Association atau ASHA menyatakan jika pemberian dot yang berlebihan dapat mengganggu perkembangan si kecil dalam berbicara.

Lidah menjadi terlalu sering terdorong ke depan di antara gigi sehingga gigi bagian atas mampu mengarah ke depan atau arah bibir. Tidak menutup kemungkinan bahwa terjadi pembentukan langit-langit mulut lebih sempit.

Selain itu, dot mampu mengganggu perkembangan gerakan ujung lidah yang dibutuhkan untuk memproduksi suara. Dot yang berlebihan dapat berpengaruh negatif pada keterampilan anak dalam berbicara.

9. Ketergantungan yang terasa sulit untuk dikontrol

Situasi ini sangat mungkin terjadi karena adanya pembiasaan dengan dot ketika si kecil mulai menangis dan susah ditenangkan. Bunda jadi merasa tidak kerepotan untuk menimangnya lebih lama karena sudah ada dot untuk diberikan.

Namun, hal ini hanyalah membawa ketergantungan yang sulit dikontrol karena ia akan bergantung pada dotnya saat menangis. Ditambah lagi, ketika Bunda memutuskan untuk memasangkannya pada botol untuk mengedot sepanjang waktu tanpa ada kesempatan menyusu secara langsung.

Sekali bayi telanjur ketergantungan, Bunda harus berupaya lebih keras untuk menghentikannya dari pemakaian dot ketika bertumbuh menjadi lebih besar.

Kelebihan Menggunakan Dot Pada Bayi

kelebihan penggunaan dot pada bayi

kelebihan penggunaan dot pada bayi

Meskipun menyimpan beberapa kerugian yang bisa terjadi pada Bunda maupun si kecil, tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada kelebihan dari pemakaian dot. Hal ini tenyata mampu menjadi pertimbangan lebih jauh untuk memakaikan dot pada bayi. Apa sajakah itu?

1. Kenyamanan saat menangis

Dot mampu menjadi penenang yang optimal ketika bayi kecil Bunda merasa gelisah hingga menangis. Dot dapat menghiburnya ketika Bunda memang sedang sibuk untuk mengerjakan sesuatu dan si kecil harus dijaga oleh orang lain.

Kegiatan yang mirip seperti menyusu mampu membantu bayi dalam mencari dan menemukan posisi ternyaman bagi diri sendiri.

2. Dapat dikenalkan saat bayi sedang menerima ASI eksklusif

Dot bisa diberikan kepada bayi sehat yang sudah disusui sejak lahir. Penelitian sudah memperlihatkan bahwa pemakaian dot tidak memengaruhi frekuensi maupun durasi dari pemberian ASI eksklusif maupun parsial sampai umurnya 4 bulan.

Namun, tetap pertimbangkan bahwa Bunda lebih baik mengenalkan dot saat bayi sudah sangat nyaman untuk menyusu secara langsung. Sangat penting juga untuk memastikan bahwa dot tidak akan menjadi pengganti atau penunda bagi waktu menyusui.

3. Mampu menjadi pereda nyeri bagi bayi

Pembuktian ilmiah telah menunjukkan bahwa dot mampu membantu bayi dalam mengatasi tekanan maupun ketidaknyamanan akibat kegiatan tertentu, seperti menerima suntikan atau tindakan ambil darah oleh dokter.

Hal ini biasanya juga berpengaruh saat si kecil sudah tumbuh gigi karena ada rasa tidak nyaman, gatal, dan nyeri. Tetapi, Bunda perlu mengingat bahwa kondisi dot bayi perlu diperhatikan dan jangan pakai lagi jika sudah kotor atau tidak layak fungsi.

4. Lebih mudah dihentikan ketimbang mengisap jempol

Di umur 1 sampai 2 tahun, Bunda perlu mengupayakan penghentian pemakaian dot pada si kecil. Apabila memang sudah terbiasa, Bunda mampu mencari beragam cara yang efektif dan lebih mudah untuk melepaskannya dari ketergantungan.

Sungguh berbeda saat bayi malah kebiasaan untuk mengisap jempol untuk menggantikan pemakaian dot. Mengapa terasa lebih sulit untuk menghilangkan kebiasaan ini? Nyatanya jempol akan selalu berada di sisi bayi, sedangkan dot bisa dibuang ketika sudah tidak terpakai lagi.

5. Mengurangi risiko Sudden Death Infant Syndrome (SIDS)

SIDS merupakan kematian mendadak yang biasa terjadi pada bayi yang usianya belum mencapai satu tahun. Sedangkan, penyebabnya tidak bisa diketahui secara pasti akibat sifatnya yang mendadak.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan kemungkinan bayi terserang SIDS ketika menggunakan dot tanpa minum susu saat bayi tertidur sebesar 90%. Walaupun demikian, penelitian ini masih belum memberikan kajian yang lebih lanjut.

Tips dan Rekomendasi

Selain memahami kekurangan sekaligus kelebihan yang ditawarkan oleh dot, berikut ini tips dan rekomendasi yang perlu diterapkan oleh Bunda dalam mempersiapkan end aini bagi bayi:

  • Pemakaian dot juga perlu dibatasi ketika bayi minum susu dan akan ditidurkan
  • Dot mampu memicu terjadinya laserasi parah ketika pelindungnya masuk ke dalam bibir
  • Gunakan dot yang memiliki lubang ventilasi pada pelindungnya agar memungkinkan terjadinya sirkulasi udara dalam mengantisipasi kejadian dot tersangkut pada tenggorokan
  • Pakai dot yang memanfaatkan model cincin ketimbang tali leher
  • Jangan lupa untuk melakukan perawatan pada payudara Bunda agar bayi tetap bertahan dalam posisi mengisap yang benar
  • Buang dot yang selesai digunakan karena kurang sehat jika disimpan terlalu lama

Baca juga Rekomendasi Merk Dot Bayi Yang Bagus

Itulah berbagai kelebihan dan kekurangan dari pemakaian dot yang bisa Bunda pelajari. Pertimbangkan dengan betul waktu pengenalan sekaligus pemberiannya supaya memberikan manfaat, bukan masalah kesehatan yang justru merugikan Bunda maupun si kecil.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *