Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak dan Dampak Negatifnya

2 bulan lalu, by duniabunda

kesalahan yang dilakukan orang tua dalam mendidik anak

Sebagai orang tua Bunda pasti menghendaki yang terbaik untuk anak. Dan mendisiplinkan anak adalah salah satu cara terbaik untuk membentuknya menjadi pribadi yang lebih tangguh dalam menghadapi lingkungan disekitarnya.

Namun tanpa sadar terkadang kita terlalu bersemangat dalam mendidik dan menggembleng anak dengan idealisme kita yang yakini sehingga tanpa kita sadari dapat mengakibatkan dampak negatif pada mentalnya.

Kita sendiri tentu pernah merasakan pengalaman negatif dimasa kecil yang mempengaruhi kehidupan kita sampai saat ini.

Nah bercermin dari hal tersebut, apa saja kesalahan-kesalahan yang kerap kita lakukan dalam mendidik anak yang dapat berpengaruh pada perkembangan mentalnya?

Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak

Inilah kesalahan-kesalahan yang umumnya di lakukan orang tua dalam mendidik anak yang mempengaruhi perkembangan mentalnya.

1. Orang Tua Mendorong Anak Untuk Menjadi Yang Terbaik Dalam Semua Hal

Sadarkan Bunda bahwa seringnya kita sendiri lebih ambisius dan mendorong agar anak kita harus menjadi yang terbaik dalam segala hal. Bahkan ujung-ujungnya kita memaksa anak melakukan aktivitas yang kurang diminatinya demi menjadi yang terbaik dalam bidang tersebut.

Padahal seorang anak yang tampil baik dalam ilmu matematika belum tentu bisa memiliki prestasi yang sama dalam bidang kesenian.

Tidak ada seorangpun yang bisa menjadi yang terbaik dalam segala hal.

Dampak negatifnya rasa percaya diri anak akan menurun drastis jika suatu ketika dia tidak bisa melakukan yang terbaik. Selain itu anak akan merasa bersalah karena telah mengecewakan orang tuanya.

Setelah dewasa nanti anak akan cenderung mudah marah dan depresi ketika tidak mampu memenuhi apa yang diharapkan orang lain.

2. Tidak Bisa Menjadi Teladan yang Baik

Anak adalah peniru yang ulung dan merupakan cerminan dari orang tuanya. Setiap polah tingkah dan karakter anak merupakan hasil tiruan dari sikap orang tuanya.

Sehingga penting bagi Bunda untuk menjadi teladan yang baik bagi anak. Jika Bunda tidak suka si kecil berteriak-teriak saat menyampaikan keinginannya, maka Bunda sendiri harus memberi contoh yang baik dengan tidak bersuara keras saat marah baik kepada si kecil maupun pasangan.

Seorang anak tidak akan berubah menuruti keinginan Bunda jika Bunda sendiri tidak konsisten dengan menjadi teladan yang baik baginya.

Baca juga Tips Memahami Karakteristik Anak Usia Dini

3. Anak Harus Selalu Berprestasi

Hampir sama dengan poin pertama, sikap orang tua yang cenderung mendorong anaknya agar berprestasi bahkan menunjukkan ketidaksukaan ketika harapan tersebut tidak terpenuhi, akan membuat anak merasa bahwa cinta dari orang tuanya adalah cinta yang bersyarat.

Anak akan merasa hanya dicintai ketika dia berhasil dan tidak dicintai ketika ia gagal. Akibatnya anak selalu merasa tidak aman dan selalu menggantungkan diri kepada prestasi yang mereka capai.

Setelah dewasa anak akan cenderung menjadi pribadi yang sering merasa frustasi, tidak ramah dan tidak bisa menerima kritikan.

4. Berbohong Kepada Anak

Berbohong kerap dianggap sebagai cara termudah untuk membujuk anak mau mengikuti apa yang Bunda inginkan.

Contohnya agar anak anak mau meminum obat, Bunda berbohong dengan mengatakan kalau rasanya manis.

Hal ini dapat berakibat fatal karena anak dapat tidak percaya lagi dengan perkataan Bunda. Bunda jangan kaget jika si kecil tidak lagi mau mengikuti perintah Bunda.

5. Anak Tidak Diperbolehkan Menunjukkan Emosi Negatif

“anak laki-laki tidak boleh menangis ya”

Hal ini adalah hal yang sering Bunda ungkapkan ketika si kecil menangis karena sesuatu hal.

Padahal sebenarnya mengekspresikan emosi adalah sesuatu yang alami dan wajar. Seorang anak laki-laki juga berhak mengungkapkan emosinya

Selama masih dalam batas wajar merupakan sah-sah saja jika anak-anak kita meluapkan emosinya.
Seseorang yang sejak kecil diberikan kebebasan mengungkapkan emosi mereka secara alami, akan menjadi pribadi yang lebih terbuka untuk menjalin pertemanan ataupun hubungan percintaan setelah dewasa.

6. Harus Jadi Anak Baik Kepada Semua Orang

Sejak kecil kita melatih anak anak untuk dapat bergaul dan bersosialisasi, baik dengan teman sebaya, lebih kecil dan yang lebih tua. Tanpa kita sadari kita mengajarkan anak untuk selalu bersikap baik dan menyenangkan semua orang. Anak-anak diajarkan untuk dapat bermain dengan baik dengan teman dan menghindari adanya perselisihan.

Tentu tak ada yang salah dengan hal ini. Penting untuk melatih kemampuan bersosialisasi sejak dini kepada anak-anak. Namun, perlu Bunda ketahui bahwa dalam pertemanan pasti akan ada perselisihan yang terjadi dan tidak terus-terusan rukun.

Seorang anak juga berhak untuk mengekspresikan perasaan mereka dan tidak menyenangkan hati semua orang saja untuk menghindari perselisihan.

Tahukah Bunda jika si kecil yang terlanjur dibiasakan untuk selalu menyenangkan hati semua orang, akan sering merasa ragu, kurang percaya diri dan gelisah. Karena hidupnya tergantung pada pendapat orang lain. Tentunya akan baik-baik saja ketika seseorang senang berteman dengannya. Namun masalah akan timbul ketika ada yang tidak suka, hal ini akan menyebabkan dia merasa sedih dan menyalahkan dirinya.

Hal ini berbahaya karena anak dapat terjebak dalam hubungan pertemanan yang tidak sehat bahkan bisa terjadi eksploitasi dalam pertemanannya.
Latih anak untuk tidak ragu mengekspresikan keinginan mereka terhadap temannya dan tetap pada pendiriannya jika berada pada pihak yang benar

7. Tidak Ada Toleransi Terhadap Kesalahan Kecil

Pernahkah bunda mengalami si kecil tanpa sengaja memecahkan piring atau menumpahkan minumannya dan bunda bereaksi seolah olah dia melakukan kesalahan yg sangat fatal.

Membuat kesalahan adalah hal yang alami. Apalagi jika hal tersebut bukanlah disengaja. Tak ada seorang anak pun didunia ini yang begitu sopan dan sempurna dan tidak pernah melakukan kesalahan.

Daripada bunda menghabiskan energi dengan marah-marah, yang alih alih akan melukai hatinya. Lebih baik bunda mengambilkan lap dan menyuruhnya mengelap tumpahan makanan tadi. Sambil menasihatinya dengan pelan-pelan agar lain kali lebih berhati hati.

Dampak negatif dari pola didik yang terlalu keras ini adalah anak akan memilih berbohong untuk menyembunyikan kesalahannya karena takut dimarahi.

Tentu ini tidak baik karena ini menunjukkan ketidaknyamanan anak untuk bersikap terbuka terhadap orang tuanya.

 

Nah itulah beberapa kesalahan orang tua dalam mendidik anak dan dampak buruk terhadap perkembangan mentalnya. Jadi Bunda harus berhati-hati dalam menyikapi setiap permasalahan yang dihadapi saat mendidik anak, karena masa kanak-kanak adalah masa emas yang akan menentukan karakternya disaat dewasa nanti. Pengalaman di masa kanak-kanak adalah masa yang akan selalu diingat dan terpatri didalam memorinya serta akan menentukan kesuksesan seseorang ketika dewasa.

Baca juga Tips Mengetahui Bakat Anak Usia Dini dan Cara Mengoptimalkannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *