Kenali Penyebab Kista Ovarium dan Pencegahannya

2 tahun lalu, by duniabunda

bahaya kista ovarium

Ovarium atau yang lebih dikenal dengan indung telur merupakan salah satu organ reproduksi pada wanita yang memiliki fungsi untuk memproduksi dan melepaskan sel telur ke dalam saluran reproduksi, serta menghasilkan hormon wanita seperti estrogen dan progesteron yang berperan penting dalam siklus menstruasi. Setiap wanita dikaruniai dua buah ovarium. Peranan ovarium sangat penting dalam proses reproduksi, namun sayang fungsinya dapat terganggu, salah satunya adalah akibat kista ovarium.

Penyakit kista ovarium mungkin sudah tidak asing lagi di telinga sebagian besar wanita dan merupakan momok yang cukup menakutkan. Di Indonesia, kista ovarium ditemukan lebih dari juta kasus per tahunnya. Kista ovarium juga disebut-sebut dapat menyebabkan wanita menjadi sulit untuk mendapatkan keturunan. Memang benar, namun bukan berarti tidak bisa ya Bund. Beberapa kasus kista ovarium tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan, namun permasalahan akan muncul jika kista tidak hilang dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi. Jadi, tetap harus waspada ya Bund, karena komplikasi yang muncul memang dapat menyebabkan kecacatan dan menurunkan kesempatan untuk hamil.

Pada kebanyakan kasus, kista ovarium memang tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak wanita yang tidak menyadarinya sampai muncul gejala yang mengganggu atau komplikasi. Nah, kali ini Dunia Bunda akan membahas tuntas mengenai kista ovarium, mulai dari gejala awal yang perlu dicurigai sebagai kista, pengobatan, dan tentunya cara pencegahan yang dapat Bunda terapkan dan bagikan untuk para wanita lainnya.

Apa sih Kista Ovarium?

Kista ovarium adalah kantong yang umumnya berisi cairan, namun juga dapat berisi semi padat atau padat yang tumbuh pada ovarium atau indung telur. Kista ovarium memiliki ukuran yang bervariasi, umumnya antara 1 sampai 4 cm. Kista dengan ukuran kurang dari 5 cm biasanya tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun, pada kista yang tidak normal dapat berukuran lebih dari 5 cm, dan harus dilakukan operasi.

Siapa Saja yang Dapat Mengalami Kista Ovarium?

Hampir semua wanita pada usia produktif, yaitu antara 19 tahun sampai 45 tahun dapat terkena kista ovarium. Namun, tidak menutup kemungkinan juga dapat terjadi pada wanita post menopause.

Penyebab Kista Ovarium

1. Ketidakseimbangan hormon, biasanya menyebabkan kista fungsional

2. Pertumbuhan sel yang tidak normal

3. Endometriosis
Kista endometrioma dapat terjadi pada wanita dengan endometriosis. Jaringan endometriosis dapat menempel pada ovarium dan bertumbuh. Kista ini dapat menimbulkan rasa nyeri saat berhubungan intim dan saat menstruasi.

4. Pelvic inflammatory disease (PID)
Peradangan pada panggul atau infeksi dapat menyebar sampai ke ovarium dan tuba fallopi dapt menyebabkan terbentuknya kista

5. Kehamilan
Kista ovarium normal terjadi pada awal kehamilan yang berfungsi untuk mendukung kehamilan sampai plasenta terbentuk. Kista ini biasanya dapat hilang, namun juga dapat menetap sampai akhir kehamilan dan perlu dioperasi.

Jenis Kista Ovarium

1. Kista fungsional

Kista jenis ini merupakan jenis yang umum terjadi pada wanita yang terbentuk secara normal dari jaringan yang berubah saat proses menstruasi dan biasanya akan menghilang dengan sendirinya, sehingga tidak berbahaya dan tidak membutuhkan penanganan khusus.

Terdapat 2 tipe dari kista fungsional, yaitu kista folikel dan kista Corpus luteum. Saat proses menstruasi, sel telur akan tumbuh di dalam kantong atau yang disebut dengan folikel yang terletak di dalam ovarium. Umumnya, folikel akan terbuka dan mengeluarkan sel telur untuk menuju ke tuba fallopi, namun jika folikel tidak terbuka maka cairan di dalam folikel tersebut dapat berubah menjadi kista folikel. Kista folikel biasanya akan hilang dalam 1 sampai 3 bulan.

Selanjutnya, ketika folikel berhasil mengeluarkan sel telur, folikel yang kosong tersebut akan mengerut dan berubah menjadi sel yang dinamakan corpus luteum. Namun, jika folikel tersebut tidak mengerut maka dapat menyebabkan penumpukan cairan dan terbentuk kista corpus luteum. Kista ini biasanya akan hilang dalam beberapa minggu, namun juga dapat bertumbuh dan menyebabkan pendarahan dan nyeri.

2. Kista endometriosis

Kista ini disebabkan karena endometriosis, yang terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di ovarium. Kista ini dapat mencegah pelepasan normal sel telur, sehingga mempengaruhi fertilitas atau kesuburan wanita.

3. Kista dermoid

Kista ini terjadi karena kehamilan dan biasanya tidak menimbulkan gejala

4. Kista adenoma

Kista adenoma berisi cairan dan terkadang dapat berkembang menjadi ukuran yang besar.

5. Sindrom Ovarium Polikistik

Sindrom ovarium polikistik atau yang sering kita kenal dengan sebutan PCOS (Polycystic ovary syndrome), merupakan gangguan hormon yang ditandai dengan siklus menstruasi jarang atau panjang atau kelebihan hormon androgen (hormon laki-laki). Pada ovarium dapat berkembang banyak kista yang berisi cairan dan mengganggu rilis sel telur. PCOS yang tidak ditangani dapat menyebabkan wanita menjadi infertil. Kelebihan hormon androgen dapat ditandai dengan tumbuhnya rambut pada wajah atau tubuh lainnya yang umumnya tidak ditumbuhi rambut pada wanita (misalnya di dada, bawah dagu atau atas bibir), dan munculnya jerawat yang parah.

Ciri Ciri dan Gejala Kista Ovarium

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, terkadang kista ovarium tidak menunjukkan gejala spesifik, namun hal ini justru bisa berbahaya juga loh Bund, karena ketika diketahui kista sudah berukuran besar. Jadi, sebaiknya harus dilakukan pemeriksaan secara berkala ya Bund, terutama jika mengalami tanda atau gejala di bawah ini.

• Siklus menstruasi tidak teratur
• Nyeri menstruasi
• Nyeri panggul
• Nyeri perut bagian bawah pada sisi yang terdapat kista
• Nyeri saat berhubungan intim
• Jumlah darah saat menstruasi berlebih
• Pendarahan di luar siklus menstruasi
• Sering buang air kecil dan sering merasa tidak tuntas
• Perut terasa kembung
• Mual dan muntah
• Peningkatan berat badan tanpa alasan yang jelas

Jadi, jika Bunda mengalami salah satu dari tanda atau gejala tersebut, harus segera periksa ke dokter ya Bund, agar bisa terdeteksi dan mendapatkan penanganan yang lebih cepat.

Komplikasi dan Bahaya Kista Ovarium

Umumnya kista yang ditemukan adalah kista yang berisi cairan, sehingga kista dapat pecah dan menimbulkan rasa nyeri yang hebat. Selain itu, dapat menyebabkan perlengketan pada tuba fallopi atau bahkan ovarium Bunda juga dapat pecah. Hal ini yang menyebabkan fungsi ovarium tidak dapat berjalan secara normal dan tentunya akan menyebabkan Bunda menjadi sulit untuk hamil. Beberapa kista juga dapat berkembang menjadi sel kanker.

Pengobatan

Penanganan kista ovarium berbeda-beda bergantung dari usia, jenis, ukuran serta lokasi kista. Kebanyakan kista memang bersifat jinak dan berukuran kecil, sehingga dapat dilakukan observasi atau pemantauan secara berkala. Namun jika kista tidak hilang dan menimbulkan masalah maka harus dilakukan penanganan khusus, seperti operasi.

Operasi dilakukan untuk kista dengan ukuran di atas 5 cm atau pada kista dengan ukuran yang kecil namun sering menimbulkan masalah atau gejala yang mengganggu.

Selain operasi, obat kontrasepsi hormonal juga dapat diberikan agar kista tidak muncul kembali. Penggunaan obat lain seperti Metformin yang biasanya digunakan untuk pasien diabetes mellitus atau kencing manis, juga dapat digunakan pada pasien dengan PCOS, karena dapat menurunkan resistensi insulin dan menurunkan kadar insulin yang merupakan salah satu penyebab terjadinya PCOS.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Kista Ovarium?

pencegahan kista ovarium

pencegahan kista ovarium

Sampai saat ini, memang belum ada cara khusus yang dipastikan efektif untuk mencegah Bunda menderita kista ovarium, namun beberapa tips untuk menjaga kesehatan ovarium dari kami bisa Bunda terapkan untuk meminimalkan risiko terkena penyakit ini, termasuk dengan menghindari makanan penyebab kista ovarium seperti junkfood.

• Konsumsi makanan sehat, misalnya dengan menghindari makanan tinggi lemak khususnya lemak jenuh yang dapat meningkatkan kolesterol, namun perbanyak konsumsi makanan yang mengandung omega 3. Konsumsi buah dan sayuran yang kaya akan vitamin A, vitamin C dan vitamin D.
• Minum air yang cukup
• Olahraga secara rutin
• Menjaga berat badan ideal
• Hindari rokok
• Membatasi konsumsi minuman yang mengadung kafein dan alkohol
• Kelola stres dengan baik
• Kondisi stres telah terbukti dapat mengganggu keseimbangan hormon

Tips Pencegahan Kista Ovarium dengan Perawatan Organ Intim Yang Benar

Selain tips untuk menjaga kesehatan ovarium Bunda, kami juga akan memberikan tips untuk merawat Miss V, yang tentunya tidak kalah penting loh Bund.

• Menjaga kebersihan Miss V

Jagalah kebersihan Miss V dan pastikan agar Miss V tidak dalam kondisi lembap karena dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri dan jamur. Gantilah celana dalam minimal 2 kali dalam sehari, atau jika celana dalam sudah basah harus segera diganti yah.

• Cuci tangan sebelum dan setelah menyentuh Miss V

• Hindari memakai celana dalam yang ketat

Gunakan celana yang nyaman dan menyerap keringat, seperti celana dengan bahan katun

• Hindari penggunaan sabun antiseptik atau sabun pencuci Miss V tanpa indikasi atau petunjuk dari dokter

Penggunaan sabun pencuci Miss V ternyata dapat mengganggu keseimbangan flora normal atau bakteri baik di Miss V loh Bund. Padahal flora normal diperlukan untuk menjaga Miss V dari infeksi.

•Membilas dari depan ke belakang

Jadi bukan dari belakang ke depan ya Bun. Arah pembilasan/cebok yang salah dapat mentransfer bakteri dari anus ke dalam Miss V. Setelah selesai membilas, pastikan dikeringkan ya Bund, dengan tissue dan ditepuk perlahan. Kondisi lembap akan meningkatkan risiko infeksi.

• Jangan menggunakan pantyliner terlalu lama

Jika Bunda pengguna pantyliner maka pastikan untuk sering diganti ya Bund, terutama jika sudah terasa basah.

• Rajin ganti pembalut saat menstruasi

• Hindari penggunaan pembalut yang mengandung parfum

Pilihlah pembalut yang nyaman dan tidak menyebabkan iritasi.

• Memangkas rambut pada Miss V

Rajin memangkas rambut Miss V, namun tidak sampai habis ya Bund. Rambut pada Miss V berperan sebagai penghalang masuknya bakteri atau benda asing ke dalam Miss V. Namun, tetap perlu dipangkas agar tidak bergesekan dengan area di sekitarnya dan menyebabkan gatal dan iritasi.

• Konsumsi produk yang kaya akan bakteri baik yaitu Lactobacillus, seperti yogurt dan minuman probiotik lainnya

Bakteri baik sangat membantu menciptakan lingkungan Miss V yang cocok untuk pertumbuhan flora normal.

Gimana Bund, sudah paham mengenai kista ovarium? Jangan lupa, untuk selalu menjaga kebersihan Miss V dan kesehatan ovarium ya agar Bunda tidak mengalami penyakit ini. Namun, jika Bunda merasakan gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, segera periksa ke dokter ya Bund. Deteksi yang lebih cepat diperlukan untuk memaksimalkan hasil terapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *