Daftar Makanan Yang Dihindari Saat Hamil. Hati-hati Dalam Memilih Asupan Selama Kehamilan ya Bun…

4 bulan lalu, by duniabunda

makanan yang harus dihindari ibu hamil

Ketika hamil, banyak hal yang harus dilakukan dengan lebih hati-hati. Salah satunya adalah makanan. Selama hamil tidak semua makanan boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Melengkapi kebutuhan nutrisi ketika hamil wajib dilakukan untuk menjaga agar janin sehat dan bisa tumbuh dengan baik. Apapun yang dikonsumsi ibu hamil akan berpengaruh pada janin dalam kandungan. Namun, ada beberapa makanan yang dihindari saat hamil, karena berpotensi membahayakan kesehatan janin dalam kandungan. Nah, penasaran kan bun apa saja makanan yang harus dihindari ketika hamil ? Yuk simak pembahasan dari Dunia Bunda berikut ini.

Daftar Jenis Makanan Yang Dihindari Saat Hamil

Daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil dibawah ini telah teruji dapat membahayakan janin dalam kandungan. Bahkan beberapa dari pantangan ini dapat menyebabkan keracunan pada ibu hamil dan mengganggu perkembangan otak janin. Berikut daftar makanan yang harus bumil hindari :

1. Susu atau Keju yang belum dipasteurisasi

Pasteurisasi adalah proses pemanasan yang berfungsi untuk membunuh bakteri dalam makanan atau minuman, tanpa merusak kandungan nutrisinya. Maka sebaiknya bumil tidak mengonsumsi susu yang belum melewati proses ini, karena bisa jadi susu tersebut mengandung bakteri yang dapat membahayakan kesehatan janin.

2. Ikan bermerkuri tinggi

Ikan dan hewan perairan lainnya adalah sumber protein yang juga kaya omega 3, yang juga nutrisi ini baik untuk tumbuh kembang bayi. Namun FDA selaku Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat menggolongkan beberapa jenis seafood sebagai makanan yang dilarang untuk ibu hamil karena mengandung merkuri. Jika dikonsumsi berlebihan, dapat menyebabkan ibu hamil mengalamai gangguan saraf, ginjat dan janin juga bisa mengalami kecatatan dan gangguan pertumbuhan.
Nah, ikan dan hewan laut apa saja yang mengandung banyak merkuri ?
Dikutip pada Alodokter.com, ada beberapa jenis ikan dan hewan laut lainnya yang mengandung merkuri tinggi, yaitu :

a. Ikan Todak (Swordfish)
b. Tenggiri
c. Hiu
d. Tuna
e. Dan Kerang

3. Ikan Mentah atau yang dimasak kurang matang

Bagi bunda penggemar makanan khas Jepang seperti sushi dan sashimi, sebaiknya hindari dulu makanan ini selama hamil ya Bun. Mengkonsumsi seafood mentah atau yang dimasak setengah matang dapat membahayan janin dan infeksi pada ibu hamil. Hal ini dikarekana terdapat cacing parasit dalam dagingnya. Terlebih jika tempat dan proses persiapannya tidak steril.
Jangan khawatir bun, ibu hamil tetap bisa mengkonsumsi seafood asal dimasak dengan benar dan hingga benar-benar matang. Bunda dapat memasak ikan dengan temperatur api 63 derajat celcius hingga matang sempurna, untuk udang dan lobster bunda dapat memasaknya hingga dagingnya berubah warna menjadi putih susu. Kemudian jika memasak kerang tunggu sampai cangkangnya terbuka lebar.

4. Telur Mentah

makanan pantangan ibu hamil

telur setengah matang – Photo via pexels.com

Makanan yang sebaiknya dihindari saat hamil selain ikan mentah tentunya juga telur yang tidak dimasak dengan matang. Telur mentah dan makanan yang dibuat dari telur mentah, seperti mayones segar, beresiko terkontaminasi oleh bakteri Salmonela lho Bun. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi cairan ketuban, infeksi ini jarang terjadi namun bisa serius bahkan dapat menyebabkan keguguran. Dalam beberapa kasus, kram perut akibat infeksi ini bahkan dapat menyebabkan kelahiran prematur.

5. Kafein

Sebenarnya boleh saja mengkonsumsi kafein saat hamil, tapi tidak boleh berlebihan. Sebab, kafein dapat menembus plasenta dan mengakibatkan gangguan pada detak jantung bayi. Beberapa penelitian juga menunjukan bahwa mengkonsumsi tinggi kafein selama hamil bisa meningkatkan resiko keguguran, berat badan bayi lahir rendah, dan bayi lahir mati (stillbirth). Selama hamil, konsumsi kafein dalam sehari sebaiknya tidak lebih dari 200mg, atau sekitar segelas kopi, terutama pada trimester pertama kehamilan.

6. Alkohol

Ibu hamil dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi alkohol sama sekali. Meskipun dalam jumlah sedikit, alkohol dapat mengganggu perkembangan janin dan meningkatkan potensi keguguran. meskipun bukan makanan, alkohol dilarang untuk ibu hamil karena dapat menyebabkan fetal alcohol syndrome. Fetal alcohol syndrome adalah sindrome yang dapat menyebabkan kelainan bentuk wajah, kelainan jantung, dan keterbelakangan mental anak sejak dalam kandungan. Jadi, minum air putih saja ya Bun.

7. Buah dan Sayur yang belum dipasteurisasi.

Jangan kaget ya Bun. Karena makanan yang sebaiknya dihindari saat hamil adalah sayuran. Bukan berarti bunda tidak boleh menkonsumsi sayur sama sekali, akan tetapi sebaiknya di masak dengan baik terlebih dahulu. Karena sama halnya dengan susu nonpasteurisasi, mengkonsumsi buah dan sayuran yang tidak dipasteurisasi termasuk pantangan untuk ibu hamil. Ini dikarenakan buah dan sayuran tersebut dapat mengandung bakteri E.coli dan Salmonela yang berbahaya. Jika ingin membuat jus buah, sebaiknya bunda buat sendiri di rumah. Dengan begitu, bunda bisa memastikan kesterilan dan kesegaran buahnya. Sebelum dikonsumsi, bunda perlu mencuci  sayuran dengan air bersih. Untuk buah buahan sebelum di buat jus bisa dicuci dengan air garam terlebih dahulu. Jangan lupa buang bagian sayur atau buah yang sudah berwarna hitam atau kecokelatan.

8. Daging Mentah

Daging mentah atau yang tidak dimasak dengan benar memiliki resiko mengandung cirus toksoplasma dan dapat tidak menimbulkan gejala apapun pada ibu hamil tetapi berbahaya bagi janin di dalam kandungan, seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, gangguan otak dan lainnya.

Lalu, bagaimana jika bunda terlanjur mengkonsumsi makanan-makanan yang dilarang diatas ?
Bunda tidak perlu khawatir, tetapi langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan berkonsultasi pada dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala setiap bulannya. Upayakan untuk menjaga asupan makanan selama kehamilan, perhatikan cara mengolah juga penyajian makanan agar terhindar dari bahaya kesehatan pada ibu dan janin selama kehamilan.

Mitos Makanan untuk Ibu Hamil

Selama masa kehamilan, bunda pasti sering mendapatkan nasihat dan mitos yang beredar dari orang terdekat maupun disekitar, mulai dari makanan yang harus dikonsumsi, pantangan, hingga berbagai kebiasaan yang harus dilakukan maupun dihindari. Padahal tidak semua mitos itu benar adanya.
Beberapa mitos yang beredar terkait makanan sehingga bunda menghindari untuk mengkonsumsi makanan yang dianggap mitos tersebut, padahal makanan tersebut dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ibu hamil. Agar bunda tidak lagi disesatkan oleh mitos-mitos tersebut, berikut beberapa penjelasan untuk membedakan mana yang mitos dan fakta .

1. Teh Hijau

Dikatakan teh hijau kaya akan antioksidan yang baik bagi kesehatan bunda, namun faktanya teh hijau mengandung kafein yang tinggi dapat meningkatkan denyut jantung dan metabolisme, sehingga bunda mudah merasakan stress. Selain itu, teh hijau juga tidak baik untuk janin, karena kafein dapat menembus plasenta yang akan memicu kontraksi. Hal ini diperkuat dengan studi yang dilakukan oleh Kaiser Permanente Division of Research bahwa konsumsi kafein akan melipat gandakan risiko keguguran

2. Mangga muda

Saat hamil muda, Bunda kerap menginginkan makan buah dengan rasa asam seperti mangga muda atau buah lainnya untuk mengurangi rasa mual. Namun pada kenyataannya, perasaan mual bisa diredakan dengan makanan yang kaya akan serat seperti biskuit atau roti gandum. Konsumsi mangga muda atau buah asam lainnya dikhawatirkan akan membuat bunda merasa semakin mual karena rasa asam berlebihan dan juga berisiko mengiritasi lambung.

3. Kacang Hijau

Ibu hamil sering dianjurkan untuk sering menkonsumsi bubur kacang hijau agar rambut bayi yang dikandungnya bisa tumbuh tebal. Jelas tidak ada korelasi antara rambut tebal dan kacang hijau. Faktanya, tebal tipisnya rambut bayi tergantung dari gen kedua orangtuanya. Tapi anjuran untuk lebih serng menkonsumsi kacang hijau memang benar, karena mengandung serat tinggi, vitamin B1, B6 dan B12 yang bisa membantu ibu hamil yang mengalami konstipasi.

4. Air Es

Banyak yang mengatakan bahwa minum air es dapat menyebabkan bayi besar. Hal tersebut tidaklah benar, Dr. dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG(K) meluruskan mitos tersebut dengan mengindikasikan bahwa yang menjadi masalah adalah bahan lainnya yang diminum bersama dengan air es tersebut. Jika bunda menkonsumsi air es dengan minuman atau makanan manis yang mengandung gula berlebihan tentu akan menimbulkan risiko kegemukan, sehingga membuat berat badan naik dan juga berpengaruh pada berat janin di dalam kandungan

5. Memakan dua porsi

Kebutuhan kalori Ibu hamil memang membutuhkan lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Namun bukan berarti bunda harus makan dua kali lebih banyak dari sebelum hamil. Menurut Frances Largeman-Roth, RD, ahli nutrisi dari situs Health, memang benar bahwa zat gizi yang dibutuhkan menjadi lebih banyak, contohnya seperti kebutuhan kalsium menjadi 1200 mg dan zat besi menjadi 27-30 mg, namun ternyata itu hanya sepertiga dari asupan normal yang dibutuhkan. Jadi bukan berarti ibu hamil harus makan lebih banyak. Bila Ibu makan berlebihan, maka asupan kalori yang berlebih tersebut akan membuat tubuh kegemukan, yang akan memicu berbagai komplikasi kehamilan yang berbahaya

6. Air kelapa

Air kelapa hijau memang diketahui tinggi kalori untuk memberikan tenaga saat melahirkan dan mengandung banyak ion elektrolit yang mudah diserap tubuh, sehingga baik untuk mencegah dehidrasi. Dehidrasi selama kehamilan akan menyebabkan masalah kesehatan diantaranya sakit kepala, kaki bengkak, kram, bahkan kontraksi yang mengakibatkan persalinan prematur. Selain mencegah dahidrasi, air kelapa juga dapat melancarkan proses pembuangan urine dan membantu membersihkan saluran kemih. Namun, tidak ada kaitan dengan kebersihan air ketuban atau kulit bayi ya bun.

7. Minyak Kelapa

Dikatakan bahwa minyak kelapa dapat melancarkan persalinan ini tidak benar ya bun. Pasalnya saluran pencernaan berbeda dengan saluran untuk melahirkan. Daripada diminum, minyak kelapa bisa dimanfaatkan sebagai pelembab kulit dan mencegah stretch mark dengan mengoleskannya pada bagian tubuh yang membesar, seperti perut, paha, kaki dan payudara. Minyak kelapa juga baik digunakan sebagai pelicin alami untuk memijat payudara sebagai persiapan menyusui lho bun.

Nah, sekarang bunda sudah tahu makanan apa saja yang harus bunda hindari ketika hamil dan beberapa mitos yang beredar di masyarakat. Tidak semua mitos benar adanya bun. Bunda hanya perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan, tidak harus banyak, asal kebutuhan nutrisi tercukupi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *