Makanan yang Mengandung Asam Folat Tinggi Untuk Ibu Hamil

5 bulan lalu, by duniabunda

supplement asam folat untuk ibu hamil

Mengandung si buah hati merupakan anugerah dan kebahagiaan terbesar bagi seorang wanita. Tentunya segala hal yang baik akan Bunda berikan agar si kecil tumbuh berkembang dan sehat selama di perut Bunda. Mungkin Bunda sudah mengetahui mengenai penggunaan asam folat bahkan jauh sebelum mengandung dan selalu dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen asam folat sejak merencanakan kehamilan. Namun, apakah Bunda sudah tahu mengenai manfaat luar biasa dari asam folat untuk kehamilan? Dan apakah hanya bisa diperoleh dari tablet yang diberikan dokter? Apa saja makanan yang mengandung asam folat? Sebelum kehamilan, Ayah dan Bunda dianjurkan untuk mengonsumi asam folat, salah satu manfaatnya adalah berperan penting sebagai nutrisi untuk meningkatkan kesuburan baik pria maupun wanita.

Ternyata, sumber asam folat tidak hanya berasal dari suplemen asam folat yang Bunda minum saja, tetapi juga dapat diperolah dari makanan sehari-hari. Jadi, selain secara rutin mengonsumsi suplemen asam folat, Bunda juga dianjurkan mengonsumsi makanan-makanan di bawah ini ya. Tapi sebelum mengetahui sumber makanan yang mengandung asam folat, mari simak dulu beberapa penjelasan dari Dunia Bunda mengenai asam folat Bund.

Fungsi Asam Folat

Asam folat dianjurkan untuk dikonsumsi Bunda bahkan sebelum hamil atau ketika merencanakan kehamilan. Folat atau disebut juga vitamin B9 merupakan bentuk dari vitamin B yang larut dalam air dan tidak dapat disimpan di dalam tubuh. Oleh karena itu, Bunda harus mengonsumsi makananan kaya asam folat setiap harinya.
Asam folat memiliki banyak fungsi, yaitu:

1. Produksi sel-sel darah merah

Anemia atau yang sering dikenal dengan kekurangan darah sering terjadi pada ibu yang sedang hamil. Pada kondisi hamil, dibutuhkan pasokan darah yang lebih banyak dari sebelumnya untuk mencukupi kebutuhan Bunda dan janin. Anemia dapat menyebabkan Bunda menjadi lemas, pucat, pusing, sulit untuk berkonsentrasi atau sesak napas, akibat tubuh tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup. Tidak hanya Bunda, bayi dalam kandungan pun akan kekurangan oksigen dan nutrisi yang tentunya akan membahayakan perkembangannya, seperti kerusakan pada otak, jantung, bahkan dapat mengancam jiwa. Oleh karena itu, anemia tidak boleh disepelehkan dan harus segera ditangani karena dapat membahayakan ibu dan si buah hati.

Anemia berhubungan dengan defisiensi zat besi, folat dan vitamin A. Asam folat merupakan salah satu unsur yang diperlukan tubuh untuk memproduksi sel darah merah. Namun, Bunda juga harus mengonsumsi suplemen besi ya.

2. Menghindari cacat tabung saraf (spina bifida)

Kekurangan asam folat dapat menyebabkan gangguan pada pembentukan tabung saraf, sehingga saraf tulang belakang tidak terbentuk secara sempurna dan menyebabkan kecacatan tabung saraf (neural tube defect).

Tulang belakang memiliki fungsi yang sangat penting untuk melindungi saraf tulang belakang yang berisi kumpulan serabut saraf sebagai penghubung antara otak dengan berbagai bagian tubuh, termasuk sebagai pengatur gerakan refleks.

Beberapa penyakit akibat kecacatan pada tabung saraf adalah Spina bifida dan anencephaly. Spina bifida merupakan cacat lahir yang ditandai dengan adanya celah pada tulang belakang dan saraf tulang belakang bayi. Spina bifida dapat menyebabkan kecacataan fisik, seperti kelemahan otot bahkan kelumpuhan dan gangguan intelektual. Anencephaly terjadi akibat pembentukan yang tidak sempurna dari bagian utama otak. Bayi dengan anencephaly biasanya tidak dapat bertahan hidup dalam waktu yang lama.

Kecacatan pada pembentukan tabung saraf tentunya sangat mengerikan, namun kabar baiknya dengan mengonsumsi asam folat yang cukup dapat menghindari bayi dari kecacatan tabung saraf setidaknya sebesar 50%.

3. Mencegah bayi lahir sumbing

Sumbing bibir dan sumbing langit-langit (cleft lip dan cleft palate) merupakan kecacatan yang terjadi pada bagian mulut dan bibir yang tidak menyatu secara sempurn pada usia kehamilan minggu ke-6 sampai minggu ke-10, yang ditandai dengan adanya celah atau belahan pada bibir bagian atas. Bayi dengan bibir sumbing dan langit-langit dapat mengalami gangguan pendengaran, masalah pada pertumbuhan gigi, kesulitan untuk minum atau menghisap ASI serta kesulitan dalam berkomunikasi. Operasi diperlukan untuk memperbaiki kecacatan janin ini. Penggunaan asam folat juga dapat menurunkan risiko bibir sumbing atau cleft palate.

Selain defisiensi asam folat, memang terdapat faktor lain yang dapat menyebabkan bayi lahir sumbing, seperti faktor genetik, jenis kelamin, ibu dengan penyakit diabetes, ibu dengan obesitas atau penggunaan obat tertentu pada masa kehamilan. Obat yang diketahui tidak boleh digunakan pada ibu hamil adalah obat golongan kortikosteroid, seperti Methylprednisolone, Dexamethasone dan lain-lain. Jadi, sebelum Bunda akan menggunakan obat, pastikan sudah mendapatkan persetujuan dari dokter atau apoteker ya Bund, karena tidak semua obat yang dijual bebas di apotek atau toko obat aman untuk digunakan pada ibu hamil.

4. Mencegah kelainan jantung

Beberapa penelitian sudah menunjukkan terdapat penurunan risiko gangguan jantung bawaan pada wanita hamil yang mengonsumsi asam folat. AHA (American Heart Association) menyatakan bahwa gangguan jantung bawaan terjadi ketika jatung atau pembuluh darah tidak berkembang secara normal sebelum lahir, sehingga dapat berdampak pada dinding jantung, katup jantung atau pembuluh darah arteri dan vena jantung.

5. Mencegah keguguran

Penelitian menyatakan penggunaan asam folat 400 mcg setiap harinya dapat menurunkan risiko keguguran. Selain keguguran, asupan asam folat yang cukup juga dipercaya dapat menurunkan risiko bayi lahir prematur.

6. Menurunkan risiko preeklamsia

Preeklamsia adalah salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah (hipertensi) dan proteinuria (protein terdeteksi pada urin) yang umumnya terjadi pada usia kehamilan minggu ke-20. Preeklamsia merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian ibu dan bayi, sehingga harus cepat mendapatkan penanganan. Komplikasi ini juga bisa disebabkan akibat kekurangan asupan asam folat, meskipun ada risiko lain yang dapat menyebabkan preeklamsia.

Kapan Harus Mengonsumsi Suplemen Asam Folat?

Masa awal kehamilan merupakan proses yang sangat penting karena pada trimester pertama terjadi pembentukan organ-organ tubuh, seperti jantung, otak dan spinal cord (sumsum tulang belakang). Pada usia kehamilan minggu ke-12 sampai minggu ke-14 organ janin sudah terbentuk secara lengkap. Jadi, kecacatan janin terjadi pada trimester pertama, yaitu dalam usia kehamilan minggu ke-3 sampai minggu ke-4 sebelum Bunda mengetahui sedang mengandung. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengonsumsi asam folat pada masa awal kehamilan.

CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menganjurkan untuk mulai mengonsumsi asam folat setidaknya 1 bulan sebelum hamil, dan setiap hari selama hamil. CDC juga merekomendasikan penggunaan asam folat untuk semua wanita yang telah melahirkan.

Asam folat bisa digunakan bersama vitamin dan mineral lain yang dibutuhkan selama masa kehamilan. Namun, pastikan komposisi dari vitamin yang Bunda gunakan agar tidak melebihi dosis yang dianjurkan, konsultasikan dengan dokter kandungan Bunda, karena setiap orang memiliki kebutuhan vitamin dan mineral yang berbeda.

Berapa dosis Asam Folat yang Dianjurkan?

Dosis asam folat yang diperlukan untuk mepersiapkan kehamilan adalah 400 mcg setiap harinya. Dosis ini terbukti dapat membantu mencegah bayi lahir cacat.

Menurut CDC, pemberian asam folat pada wanita dengan riwayat melahirkan bayi dengan gangguan atau cacat tabung saraf dapat menurunkan risiko keterulangan kecacatan bayi sebesar 70%, namun membutuhkan dosis yang lebih tinggi, yaitu 4.000 mcg atau 4 mg/hari diberikan satu bulan sebelum hamil sampai akhir trimester pertama.

Asam folat dengan dosis 400 mcg digunakan sebelum hamil sampai 3 bulan pertama kehamilan (trimester pertama), dan dosis dapat ditingkatkan menjadi 600 mcg/hari pada usia kehamilan bulan ke-4 sampai ke-9 (trimester dua dan tiga), sedangkan untuk ibu menyusui dapat digunakan asam folat dengan dosis 500 mcg/hari.

Makanan yang Mengandung Asam Folat Tinggi

makanan yang mengandung asam folat

sayur brokoli – Photo via pexels.com

FDA (Food and Drug Association) sudah menganjurkan untuk memfortifikasi asam folat pada makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat, sebagai usaha untuk menurunkan risiko yang muncul akibat kekurangan folat. Adapun sumber folat yang dapat Bunda konsumsi selama masa kehamilan, yaitu:

1. Sayuran hijau

Hampir semua sayuran hijau kaya akan asam folat, seperti bayam, brokoli, kentang, selada, lobak hijau, okra, asparagus, lettuce, kale.

2. Buah-buahan

Buah yang mengandung asam folat tinggi contohnya seperti alpukat, pepaya, pisang, dan segala jenis jeruk (seperti: jeruk bali, jeruk lemon, jeruk nipis).

3. Buah Beet

Beet mengandung banyak nutrisi seperti mangan, kalium dan vitamin C dan tentunya kaya akan folat, 136 gram beet mentah mengandung 148 mcg folat.

4. Kacang-kacangan

Konsumsi kacang kacangan baik untuk Ibu yang sedang menyiapkan kehamilan maupun sedang mengandung, karena mengandung asam folat tingi, seperti kacang polong, kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, edamame, walnuts, flaxseeds.

5. Biji-bijian, gandum, sereal

Nah,khususnya sereal yang telah terfortikasi asam folat, Bunda dapat mengecek kandungan gizi dari sereal sebelum Bunda membelinya.

6. Hati atau liver sapi, domba atau ayam

7. Makanan laut

Contoh makanan laut dengan tinggi asam folat adalah  ikan salmon.

8. Telur matang

Selain folat, telur juga mengandung protein, selenium, riboflavin dan vitamin B12 yang bagus untuk Bunda dan buah hati.

9. Susu pasteurisasi

Apakah ada Makanan yang Perlu Dihindari Selama Masa Kehamilan?

Nutrisi yang baik sangat diperlukan oleh Bunda yang sedang mengandung si buah hati. Namun, Bunda juga harus menghindari penyakit yang dapat disebabkan oleh makanan, sperti listeriosis dan toxoplasmosis yang dapat mengancam bayi sejak dalam kandungan dan juga dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir cacat.

Makanan yang harus dihindari, yaitu:

  • Keju yang tidak dipasteurisasi, seperti keju feta, blue cheese, keju yang berasal dari susu kambing
  • Susu tanpa pasteurisasi, cuka apel
  • Makanan mentah atau makanan setengah matang, seperti daging, ikan atau kerang
  • Sayur mentah, seperti lalapan
  • Telur mentah atau makanan yang mengandung telur mentah, seperti tiramisu
  • Ikan tinggi merkuri, seperti ikan hiu, swordfish, dan marlin

Wah, ternyata Asam folat memiliki manfaat yang sangat banyak ya Bund, mulai dari persiapan kehamilan, pada masa kehamilan bahkan ketika Bunda telah melahirkan dan menyusui. Jadi, jangan lupa untuk mengonsumsi suplemen yang sudah diberikan dokter ya Bund, diikuti dengan makan makanan yang mengandung asam folat. Selain asam folat, juga perlu diperhatikan pemenuhan vitamin dan mineral lain yang juga tidak kalah penting untuk Bunda dan perkembangan si buah hati ya.

Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat ya Bunda, selalu ikuti website kami untuk mendapatkan informasi terbaru. Sehat selalu Bund!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *