Manfaat Probiotik di 1000 Hari Pertama Kehidupan Bayi

2 minggu lalu, by duniabunda

manfaat probiotik pada bayi

Tahukah Bunda bahwa 1000 hari pertama kehidupan bayi adalah periode terpenting baik untuk perkembangan fisik maupun psikologisnya. Tentunya Bunda harus memastikan memberikan nutrisi yang terbaik untuk menunjang tumbuh kembangnya selama periode emas tersebut. Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk mencegah atau paling tidak meminimalisir gangguan kesehatan yang kerap terjadi pada bayi di 1000 hari pertama kehidupannya.  Upaya pemenuhan nutrisi bagi si kecil adalah dengan memberikan asupan makanan yang kaya dengan komponen zat gizi seimbang. Namun, salah satu komponen penting yang sering terlewatkan oleh Bunda adalah probiotik. Padahal probiotik memiliki segudang manfaat untuk kesehatan bayi Bunda lho. Mungkin sebagian Bunda belum mengetahui apa itu probiotik dan manfaat probiotik untuk bayi dan anak-anak.

Kali ini, Bunda akan mengetahui manfaat probiotik secara lebih mendalam bagi 1000 Hari Kehidupan Pertama bayi. Mari simak penjelasannya!

Apa Itu Probiotik?

Dilansir dari my.clevelandclinic.org, probiotik merupakan kombinasi dari bakteri dan/atau jamur menguntungkan yang hidup secara alami di dalam tubuh.

Umumnya, bakteri banyak dilihat dari sudut pandang yang negatif dan dianggap sebagai penyebab penyakit. Namun, manusia memiliki dua jenis bakteri yang hidup secara konstan di dalam tubuh, yaitu bakteri baik dan bakteri jahat.

Probiotik termasuk bakteri baik yang membantu tubuh supaya tetap sehat dan bekerja dengan baik, terutama pada sistem pencernaan yang lebih lancar.

Cara Kerja Probiotik

Tugas utama probiotik sebagai bakteri baik adalah menjaga keseimbangan yang sehat di dalam tubuh atau sebut saja mempertahakan tubuh dalam kondisi netral.

Ketika Bunda atau si kecil terserang penyakit, bakteri jahat akan masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan dalam tubuh.

Bakteri baik akan bekerja melawan bakteri jahat dan mengembalikan keseimbangan tubuh supaya membuat manusia merasa lebih baik.

Probiotik ini juga bekerja untuk mendukung fungsi kekebalan tubuh sekaligus mengendalikan peradangan. Selain itu, Bunda dan anak juga akan merasakan beberapa pekerjaan probiotik berikut:

  • Membantu tubuh dalam mencerna makanan
  • Mencegah bakteri jahat supaya tidak lepas kendali
  • Membentuk vitamin
  • Melapisi usus untuk melawan bakteri jahat yang bisa masuk melalui makanan atau minuman
  • Memecah dan menyerap obat

Seluruh tindakan keseimbangan tersebut berjalan sepanjang waktu dan dapat ditunjang dengan konsumsi makanan yang bergizi.

Jenis Probiotik

jenis jenis probiotik

yogurt adalah salah satu jenis probiotik yang sering dikonsumsi anak-anak

Ada banyak jenis bakteri yang diklasifikasikan sebagai probiotik. Seluruhnya memiliki manfaat yang berbeda, namun kebanyakan berasal dari kelompok tertentu.

Apabila Bunda akan memberikan seluruh manfaat probiotik untuk bayi atau anak-anak, ketahui dahulu beberapa jenis probiotik berikut:

  • Lactobacillus

Probiotik paling umum yang biasa ditemui dalam yogurt atau makanan fermentasi lainnya. Strainnya dapat membantu mengatasi diare serta membantu orang-orang yang tidak dapat mencerna laktosa atau gula dalam susu.

  • Bifidobacterium

Bunda bisa menemukannya dalam beberapa produk susu. Probiotik ini mampu meringankan gejala sindrom iritasi usus besar serta beberapa kondisi kesehatan lainnya.

  • Saccharomyses boulardii

Ragi yang ditemukan dalam probiotik untuk membantu melawan diare atau pun masalah pencernaan lainnya.

Sumber Makanan Probiotik

Dilansir dari healthline.com, berikut beberapa sumber makanan serta minuman yang kaya akan probiotik dan mampu memenuhi kebutuhan di dalam tubuh.

  • Yogurt
  • Kefir
  • Sauerkraut (kubis yang sudah difermentasi)
  • Tempe
  • Kimchi
  • Miso
  • Kombucha
  • Acar
  • Natto
  • Buttermilk

Mengapa Probiotik Penting Bagi 1000 Hari Kehidupan Pertama?

Nutrisi dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan memiliki dampak yang berjangka panjang. Fase 1000 Hari Pertama Kehidupan dari konsepsi hingga usia 2 tahun secara luas diterima sebagai periode paling signifikan dalam perkembangan anak-anak.

Selama masa pertumbuhan ini, organ dan sistem tubuh sedang berkembang dengan pesat serta sangat responsif terhadap pengaruh nutrisi.

Periode ini juga menawarkan jendela kritis untuk memengaruhi kesehatan si kecil secara jangka panjang.

Dilansir dari optibacprobiotics, memiliki banyak bakteri yang tepat itu penting bagi perkembangan fisik, emosional, kognitif, dan sosial pada 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Dalam hal ini, probiotik merupakan bakteri baik yang bisa dimaksimalkan untuk membantu tumbuh kembang bayi di 1000 Hari Kehidupan Pertamanya.

Manfaat Probiotik Untuk Bayi di 1000 Hari Kehidupan Pertama

Kebutuhan probiotik nyatanya termasuk esensial dan sangat diperlukan dalam perannya bagi pertumbuhan golden age si kecil.

Dengan pertumbuhan probiotik yang baik, anak juga akan merasakan beberapa manfaat di bawah ini.

1. Meningkatkan imunitas

bayi tumbuh dengan tingkat imunitas yang lebih baik

bayi tumbuh dengan tingkat imunitas yang lebih baik

Sebanyak 70% sistem kekebalan berada di usus, sehingga tahapan ini juga penting untuk perkembangan kekebalan tubuh yang sehat.

Oleh sebab itu, mungkin Bunda harus mempertimbangkan probiotik sebagai bagian dari rutinitas harian anak Bunda.

Mikrobioma seimbang dan beragam sangat penting untuk membantu program sistem kekebalan bayi yang baru lahir untuk merespon patogen.

Penelitian juga menyebutkan bahwa pemberian probiotik hingga masa anak-anak akan membuat si kecil lebih cepat sembuh ketika sakit dan mengurangi risiko infeksi pada saluran pernafasan.

Bakteri baik membentuk penghalang fisik pada usus untuk mencegah masuknya pathogen berbahaya. Probiotik akan merespon dan efektif mengatasi penyerang yang ada di dalam tubuh si kecil.

Baca juga Rekomendasi Vitamin Anak Yang Bagus Untuk Imunitas Tubuhnya

2. Menurunkan risiko kolik

probiotik dapat menurunkan resiko kolik pada bayi

probiotik dapat menurunkan resiko kolik pada bayi

Mungkin saat ini belum jelas mengenai apa yang menyebabkan kolik. Namun, beberapa bukti dari Eropa menyatakan bahwa probiotik mungkin membantu.

Beberapa penelitian menemukan bahwa suplemen bakteri baik ini dapat mengurangi tangisan bayi dengan kolik. Sebuah studi yang diterbitkan di JAMA Pediatrics menunjukkan bahwa probiotik mungkin mencegah kolik.

Dr. Flavia Indrio, seorang ahli gastroenterologi di Universitas Bari di Italia selaku pemimpin studi menyatakan bahwa, “Kami menemukan bahwa bayi yang meminum probiotik sejak minggu pertama kehidupan, mereka mengalami lebih sedikit kolik dan sembelit pada bulan pertama kehidupannya.”

Bayi-bayi dalam penelitian tersebut diberikan probiotik berupa Lactobacillus reuteri.

3. Mencegah dan mengurangi konstipasi

konstipasi pada anak dapat dicegah dengan rutih konsumsi probiotik

konstipasi pada anak dapat dicegah dengan rutih konsumsi probiotik

Dilansir dari reuters.com, bayi yang mengonsumsi probiotik mengalami lebih banyak buang air besar secara signifikan dan menunjukkan perbaikan optimal pada sembelit atau konstipasi.

Pernyataan tersebut didasarkan pada sebuah penelitian, di mana awalnya bayi yang diberikan probiotik rata-rata buang air besar kurang dari 3 kali seminggu.

Seiring berjalannya waktu, pada minggu ke delapan rata-ratanya meningkat menjadi 5 kali dalam seminggu.

Melalui penelitian ini, bisa didapatkan bahwa probiotik bisa berfungsi sebagai pengobatan alami, aman, dan dapat ditoleransi dengan baik untuk mengobati sembelit pada bayi.

Meskipun demikian, orang tua masih dianjurkan untuk mengutamakan lebih banyak air atau makanan dengan serat tinggi ketika si kecil mengalami konstipasi.

4. Mengurangi ruam popok

probiotik mengurangi resiko ruam popok yang disebabkan oleh jamur

probiotik mengurangi resiko ruam popok yang disebabkan oleh jamur

Ruam popok adalah sebuah kondisi umum pada bayi yang disebabkan oleh jamur.

Dilansir dari parenting.firstcry, probiotik mengandung bakteri baik, seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium yang tidak hanya membantu penyembuhan ruam, tetapi juga mencegahnya untuk datang kembali.

Kondisi ruam popok terkadang disebabkan oleh penggunaan antibiotik dalam jangka waktu yang lama. Probiotik dapat menjadi agen baik untuk mengatasi masalah tersebut.

5. Mengatasi sariawan pada bayi

probiotik dapat mempercepat proses penyembuhan sariawan pada bayi

probiotik dapat mempercepat proses penyembuhan sariawan pada bayi

Terkadang, si kecil bisa terkena sariawan karena menyusu melalui puting Bunda yang mengalami infeksi. Kondisi ini bisa berangsur menjadi kronis dan menyebabkan rasa sakit pada anak.

Jika keadaan sariawan menjadi semakin parah, Bunda bisa membawa si kecil ke dokter untuk ditangani segera.

Suplemen probiotik yang mengandung bakteri Acidophilus paling baik untuk mencegah atau mengatasi situasi ini. Bunda bisa menemukannya dalam bentuk bubuk untuk bayi dalam masa perkembangannya.

6. Mengatasi diare

mengurangi resiko diare pada bayi

mengurangi resiko diare pada bayi

Diare ditandai dengan seringnya buang air besar dengan konsistensi tinja yang cair. Diare merupakan sebuah gejala di mana sistem pencernaan anak sedang tidak sehat.

Biasanya, dokter merekomendasikan pemberian probiotik dalam rangka memperbaiki kondisi kesehatan bayi.

Suplemen probiotik yang diberikan kepada si kecil akan mengkolonisasi usus kembali supaya sistem pencernaan bayi mulai bekerja kembali dengan cepat.

7. Tidak ada lagi refluks

Beberapa pembuktian juga menyatakan bahwa bakteri probiotik dapat mengurangi sebagian besar gejala refluks yang terjadi dalam saluran pencernaan bayi.

Bakteri yang ada dalam probiotik membantu anak mampu mencerna makanannya dengan baik di perut. Secara bersamaan, hal ini mengurangi terjadinya refluks, dyspepsia, maupun kondisi serupa yang lainnya.

8. Mengurangi eksim

Sebuah penelitian menyatakan bahwa konsumsi bakteri probiotik dapat meredakan gejala eksim pada bayi. Eksim biasanya ditandai dengan ruam merah dan rasa gatal yang terjadi pada kulit bayi dan dapat dikurangi dengan pemerian probiotik secara optimal.

9. Mengurangi kembung karena perut terisi gas

probiotik dapat mencegah terjadinya perut kembung pada bayi

probiotik dapat mencegah terjadinya perut kembung pada bayi

Dilansir dari mommysbliss.com, sistem pencernaan bayi yang masih berkembang menyebabkan tidak semua flora bermanfaat yang dibutuhkan sistem mampu mencerna makanan secara menyeluruh.

Probiotik akan membantu menyeimbangkan kondisi ini dengan cara menambahkan flora bakteri yang bermanfaat ke usus.

Bakteri sehat akan tumbuh dari waktu ke waktu untuk membantu proses pencernaan dan membantu usus mengeluarkan enzim. Peradangan usus mudah dikurangi dan mencegah kantong gas terjebak di dalamnya.

10. Menjaga mood yang lebih bahagia

bayi sehat dan bahagia maka ibupun senang

bayi sehat dan bahagia maka ibupun senang

Banyak sekali data yang mendukung koneksi antara usus dengan otak. Faktanya, 80-90% serotonin atau hormone perasaan senang dan dopamine dibuat di usus.

Dengan pencernaan yang sehat, tentunya hal ini akan berdampak pada mood si kecil yang lebih bahagia dan tidak mudah menangis.

Pemberian probiotik yang terbukti menjaga kesehatan usus akan membantu meningkatkan kebahagiaan bayi selama masa tumbuh kembangnya.

Bagaimana Memberikan Probiotik Pada Bayi?

Probiotik tersedia dalam bentuk cair maupun bubuk, keduanya mudah diberikan si kecil. Suplemen dalam bentuk cair dapat dicampurkan ke dalam makanan rutin anak, baik ASI maupun makanan padat.

Di samping itu, probiotik juga dapat diberikan secara langsung. Jika suplemen dalam bentuk bubuk, Bunda dapat mencelupkan jari ke dalam wadah probiotik kemudian buat si kecil menghisap bubuk tersebut dari jari Bunda.

Cara ini dapat memastikan bahwa probiotik dapat diserap oleh tubuh secara instan.

Apakah Ada Efek Samping Pemberian Probiotik Pada Bayi?

Tidak ada efek samping yang bertahan lama pada bayi, meskipun mungkin ada beberapa masalah dalam beberapa hari ketika si kecil memulai asupan probiotiknya.

Hal ini dapat dapat berupa masalah pencernaan ringan, seperti perut kembung, kembung, sakit perut, sembelit, atau diare.

Namun, Bunda tidak perlu khawatir karena kondisi ini terjadi sebagai akibat dari perubahan keseimbangan di usus, yaitu pergeseran menuju lebih banyaknya jumlah bakteri baik di dalam tubuh.

Jika gejala ini terus berlanjut, Bunda bisa mengurangi dosis yang sudah diberikan dan menaikkannya secara bertahap atau perlahan.

 

Manfaat probiotik untuk bayi memang beragam dan masih berkembang dengan berbagai penelitian yang mendukung seiring berjalannya waktu.

Selama masa 1000 Hari Pertama Kehidupan, Bunda dapat memberikan probiotik sebagai agen yang baik untuk menjaga maupun mengatasi kebutuhan kesehatan si kecil dalam masa pertumbuhannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *