Tips Memancing Kontraksi Untuk Ibu Hamil Agar Cepat Melahirkan

2 bulan lalu, by duniabunda

memancing kontraksi agar cepat melahirkan

Menunggu kelahiran bayi merupakan masa-masa yang paling mendebarkan bagi setiap orang tua. Kelahiran buah hati melengkapi segala penantian dan perjuangan selama kurang lebih 9 bulan mengandung. Bagi Bunda yang ingin melahirkan secara normal, tentunya gejala kontraksi merupakan tanda-tanda yang ditunggu untuk menantikan kehadiran si buah hati. Beberapa Bunda tidak membutuhkan waktu lama untuk melahirkan, namun bagi sebagian Bunda mungkin tidak merasakan gejala kontraksi, padahal sudah sampai pada hari perkiraan lahir (HPL). Hal ini tentu saja membuat Ayah dan Bunda cemas bahkan stres. Di usia kandungan 38 minggu, umumnya bayi sudah siap untuk dilahirkan akan tetapi bunda belum juga merasakan kontraksi asli. Ada banyak cara untuk memancing kontraksi dan pembukaan agar cepat melahirkan bahkan sebelum hpl, yaitu salah satunya dengan makanan dan minuman tertentu.

Persalinan biasanya diperkirakan ketika sudah memasuki usia kehamilan sekitar 38-40 minggu. Nah, apa nih yang harus dilakukan jika sudah mencapai hari perkiraan lahir, tetapi Bunda belum juga mengalami kontraksi atau tanda-tanda akan melahirkan? Jangan dibiarkan ya Bund, harus kontrol ke dokter, karena jika sudah lewat hari perkiraan lahir, tapi si kecil belum juga keluar dari rahim Bunda dapat berpotensi menyebabkan hal yang tidak diinginkan, seperti kekurangan oksigen yang tentunya akan membahayakan si kecil. Tapi, jangan terlalu khawatir juga ya ketika dokter memutuskan untuk menunggu kontraksi lebih lama dari HPL, yang penting Bunda harus tetap dalam pengawasan dokter. Sambil menunggu waktu kelahiran Bunda bisa menyiapkan segala sesuatu lebih mantap lagi untuk menyambut kehadiran buah hati tercinta.

Penyebab Tertundanya Proses Persalinan

Oleh karena itu, kali ini kami akan coba memberikan beberapa tips atau cara yang bisa Bunda coba untuk memancing kontraksi agar bisa cepat melahirkan. Tapi, sebelum membahas tips-tips, mari kita pelajari dahulu mengenai kemungkinan penyebab yang bisa menunda proses persalinan.

1. Kehamilan pertama

Berdasarkan Profesor Allen Downey, telat melahirkan artinya belum terjadi kelahiran melewati usia kehamilan 40 minggu, biasanya dapat mencapai usia 41 sampai 43 minggu. Kehamilan pertama bisa jadi salah satu penyebab si kecil telat lahir, yaitu sekitar 15% lebih tinggi dibandingkan 10% bayi lainnya.

2.Salah menghitung hari perkiraan lahir

Umumnya janin dikatakan sudah siap dilahirkan pada usia kehamilan 40 minggu yang dihitung dari menstruasi terakhir. Namun, perkiraan ini tidak selalu reliabel untuk semua wanita, apalagi jika Bunda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Oleh karena itu, biasanya dokter akan memperkirakan hari lahir berdasarkan ukuran anak dengan pemeriksaan USG (ultrasonography) selama kehamilan.

3.Stres pada kehamilan

Tidak dapat dipungkiri kondisi stres atau cemas berlebihan pada Bunda dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Hormon oksitosin yang berperan penting untuk merangsang rahim untuk berkontraksi pun juga akan menurun.

4.Posisi bayi

Umumnya, posisi bayi yang siap untuk dilahirkan adalah kepala di bawah. Nah, jika posisi bayi Bunda tidak seperti itu, maka bisa menyebabkan proses persalinan lebih lama dan sulit. Pada bayi yang sudah diketahui sungsang, biasanya lebih dipilih untuk melakukan operasi sesar.

5.Pembukaan yang lama

Tidak semua wanita akan mengalami ini, tapi tidak jarang juga beberapa Bunda akan mengalami pembukaan jalan lahir yang lama, bisa berjam-jam atau bahkan berhari-hari.

Apakah bayi telat lahir berbahaya?

Pada minggu pertama setelah melewati HPL, Bunda dan bayi tidak berisiko tinggi mengalami komplikasi jika keduanya dinyatakan baik oleh dokter. Namun, perlu Bunda ketahui juga ada beberapa risiko tertentu yang meningkat pada bayi yang telat lahir.

  1. Fungsi plasenta menurun. Seperti yang kita ketahui, plasenta berperan penting selama kehamilan, berfungsi untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen dari Bunda ke janin selama proses kehamilan. Fungsi plasenta akan semakin menurun seiiring dengan usia kehamilan yang semakin besar. Penurunan fungsi plasenta ini dapat berisiko si kecil tidak mendapatkan asupan nutrisi dan kekurangan oksigen.
  2. Ritme detak jantung bayi menjadi tidak normal
  3. Cairan ketuban mulai berkurang
  4. Bayi berisiko menelan atau menghirup tinjanya atau dikenal dengan mekonium yang terdapat pada air ketuban. Umumnya, bayi akan mengeluarkan tinja atau feses pertamanya setelah kelahiran, namun pada kelahiran yang lama bayi dapat mengeluarkannya di dalam kandungan. Hal ini dapat menyebabkan masalah pada sistem pernafasan si kecil, seperti peradangan dan infeksi paru-paru.
  5. Risiko infeksi di dalam rahim
  6. Bayi mengalami stres
  7. Bayi menjadi lebih besar dan sulit melewati jalan lahir
  8. Risiko lain yang tidak terduga pada persalinan

Hampir semua bayi akan dilahirkan dalam 3 atau 4 minggu setelah HPL. Jika belum lahir, maka dapat berisiko bayi meninggal saat lahir lahir atau meninggal di dalam kandungan. Namun, biasanya dokter akan menginduksi persalinan paling lambat 2 minggu setelah HPL untuk mengurangi risiko komplikasi bagi Bunda dan si kecil.

Tips untuk memancing kontraksi agar cepat melahirkan

1.Berjalan-jalan

berjalan jalan agar cepat melahirkan

berjalan jalan agar cepat melahirkan

Kegiatan ini ternyata dapat membantu bayi untuk masuk ke dalam jalan lahir. Tidak hanya itu, berjalan-jalan juga bisa mengurangi stres dan menjaga kesehatan agar kondisi Bunda tetap kuat.

2.Hindari stres.

Stres pada Bunda dapat mengacaukan sistem hormon tubuh.

3.Berhubungan suami istri

Mungkin terdengar sulit ya Bund, tetapi berhubungan intim ternyata dapat memicu hormon yang merelaksasi rahim, sehingga akan lebih mudah untuk melahirkan. Cairan sperma Ayah mengandung hormon prostaglandin yang bisa membantu relaksasi rahim. Tapi, tetap lakukan dengan hati-hati ya!

4.Merangsang payudara

Merangsang payudara atau puting sekitar 1 sampai 3 jam per hari dikatakan dapat meningkatkan kontraksi rahim. Walaupun, berdasarkan Institute for Quality and Efficiency in Health Care (2006), cara ini masih belum memiliki bukti penelitian yang cukup kuat. Namun, tidak ada salahnya untuk coba ya Bund.

Bunda dapat memijat puting menggunakan jari atau dengan bantuan pompa ASI (breast pump). Jika sulit untuk dilakukan sendiri, Bunda bisa meminta bantuan suami untuk membantu merangsang puting. Stimulasi puting dapat dilakukan sekitar 5 menit saja ya Bund dan dapat diulangi dengan jedah 15 menit kemudian. Stimulasi yang berlebihan bisa mengakibatkan kontraksi yang lama dan kuat dan ditakutkan dapat membahayakan janin.

5.Melakukan squat

Cara ini juga bisa Bunda coba untuk merangsang kontraksi. Posisi squat dapat membuka panggul sehingga merangsang bayi untuk mendorong rahim Bunda. Lakukan dengan perlahan dan hati-hati ya Bund, pastikan juga Bunda dibantu orang lain untuk melakukan squat.

6.Relaksasi

Hindari kondisi stres atau cemas berlebihan akan kelahiran. Jalani dengan santai dan jangan lupa untuk berdoa kepada Tuhan. Bunda juga dapat mendengarkan musik, menyalakan aromaterapi atau bermeditasi.

7.Mandi dengan air hangat

Cara ini dapat mengurangi ketegangan otot-otot atau dengan kata lain dapat melemaskan otot yang tegang, sehingga merangsang jalan lahir terbuka.

8.Akupuntur

Beberapa titik di tubuh Bunda dapat merangsang kontraksi rahim. Bunda bisa meminta bantuan terapis untuk melakukan hal ini. Pastikan juga Bunda sudah berkonsultasi dengan dokter ya sebelum melakukan terapi ini.

9.Senam hamil

Sudah tidak diragukan lagi, rutin untuk melakukan senam hamil dapat bermanfaat untuk memperlancar proses persalinan dan tentunya membantu menjaga kebugaran tubuh Bunda.

10.Latihan dengan bola karet besar (birthing ball)

Latihan dengan birthing ball dapat mengurangi risiko nyeri punggung dan nyeri ketika kontraksi mulai datang. Selain itu, latihan ini juga dapat membantu Bunda dengan posisi janin yang belum berada di jalan lahir. Duduklah dan lakukan gerakan memutar pinggul di atas bola ini.

11.Berenang

Berenang bisa Bunda jadikan salah satu pilihan lain untuk merangsang kontraksi ya. Selain menyenangkan, berenang juga bermanfaat untuk membantu bayi menemukan jalan lahir.

12.Makan pisang

makan pisang agar cepat kontraksi

memancing kontraksi dengan makan pisang

Makanan yang dapat merangsang agar cepat kontraksi adalah pisang dan kurma. Dikarenakan mengandung kalium tinggi, yang bisa membantu proses kontraksi otot rahim.

13.Berbicara dengan si kecil

Cara ini mungkin terlihat aneh, penelitian mengungkapkan cara ini dapat membuat si kecil merasa diterima dan membuat ikatan Bunda dan buah hati lebih kuat, dan diharapkan dapat merangsang kontraksi.

14. Mengepel Jongkok

Selain dapat memancing kontraksi agar cepat melahirkan. Kegiatan mengepel jongkok dapat mempercepat posisi kepala bayi turun  ke jalan lahir, dan mempermudah proses persalinan

Pemberian Induksi dan Operasi

Selain cara yang dapat Bunda lakukan sendiri di rumah. Berdasarkan pertimbangan dokter, jika bayi harus segera dikeluarkan maka bisa saja dilakukan induksi dengan obat-obatan atau melakukan operasi sesar. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dokter untuk melakukan induksi, antara lain: kondisi atau kesehatan ibu, kesehatan bayi (seperti bayi sudah berhenti bertumbuh atau detak jantung melemah), usia kehamilan dan ukuran bayi, posisi bayi di dalam rahim dan kondisi jalan lahir. Selain itu, komplikasi kehamilan atau penyakit penyerta seperti preeklampsia (peningkatkan tekanan darah pada saat kehamilan), riwayat kencing manis atau diabetes, hipertensi juga merupakan salah satu pertimbangan untuk dilakukan induksi persalinan.

1. Pemberian oksitosin infus

Oksitosin merupakan hormon yang secara alami sudah diproduksi di dalam tubuh Bunda. Namun, jika belum mengalami kontraksi, maka salah satu cara yang dapat dipilih oleh dokter adalah dengan merangsang kontraksi menggunakan oksitosin yang diberikan secara infus intravena. Cara kerja obat ini sama dengan hormon oksitosin alami tubuh, yaitu dengan merangsang kontraksi rahim dan meningkatkan produksi prostaglandin setempat, sehingga dapat memicu kontraksi rahim.

2.Pemberian Misoprostol

Misoprostol juga merupakan salah satu obat yang digunakan untuk induksi persalinan. Misoprostol merupakan prostaglandin sintetis yang berperan dalam merangsang kontraksi rahim. Dokter dapat memberikan obat ini melalui vagina Bunda atau bisa dengan cara per oral (diminum). Namun, pemberian melalui vagina lebih efektif dan lebih cepat menimbulkan efek dibandingkan secara per oral. Dosis yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan Bunda.

3.Operasi sesar

Operasi sesar dapat menjadi pilihan jika terlalu banyak risiko komplikasi yang mungkin terjadi pada persalinan normal. Apalagi jika dokter menilai bahwa bayi harus segera dikeluarkan, maka operasi sesar merupakan satu-satunya cara yang aman untuk mengeluarkan si kecil dari rahim Bunda. Jadi, jangan terlalu memaksakan untuk lahir normal ya Bund, jika ada risiko yang mungkin muncul.

Kelahiran si buah hati yang sudah dinanti selama 9 bulan tentunya menjadi kerinduan tersendiri bagi Ayah dan Bunda. Namun, jika Bunda belum mengalami tanda-tanda kelahiran ketika sudah berada pada hari perkiraan lahir (HPL), segera konsultasikan ke dokter ya. Semoga artikel dari Dunia Bunda kali ini bermanfaat ya Bund, sehat selalu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *