7 Mitos Seputar Merawat Bayi Yang Perlu Bunda Ketahui

1 bulan lalu, by duniabunda

mitos-mitos seputar merawat bayi

Bunda, selama merawat bayi tentu akan sering menerima masukan-masukan baik dari keluarga sendiri seperti mertua atau kerabat dan lingkungan sekitar tempat tinggal Bunda. Nah, sebelum menerapkan hal tersebut, alangkah baiknya Bunda mengetahui kebenaran atau fakta-faktanya terlebih dahulu. Karena pada beberapa hal, baik secara medis ataupun psikologis tidak disarankan. Yuk, Bunda sebaiknya kita simak dulu apa saja mitos-mitos kehamilan yang banyak beredar di masyarakat kita pada umumnya.

Mitos-Mitos Seputar Merawat Bayi

1. BEDONG

Mitos : Bayi harus dibedong supaya kakinya lurus

Fakta : Semua bayi baru lahir, kakinya memang tampak sedikit bengkok atau menekuk ke dalam, ini wajar saja karena selama kurang lebih 40 minggu dia berada dalam rahim ibu yang ruangnya memang terbatas, jadi dia selalu dalam posisi meringkuk. Dalam beberapa bulan setelah lahir, dan tanpa dibedong pun, kedua kaki bayi akan ’lurus’ dengan sendirinya dan berbentuk normal. Jadi kaki jadi lurus tidak ada hubungannya dengan dibedong

2. MENGGENDONG BAYI

Mitos : Menggendong bayi bikin bayi bau tangan/manja

Fakta : Tidak sepenuhnya benar. Selain memiliki kebutuhan fisik (makan, minum, ganti popok, ganti baju) bayi juga memiliki kebutuhan emosional yang harus dipenuhi. Jadi jangan kira setelah bayi anda cukup minum, cukup tidur, popok bersih, dia tidak butuh apa-apa lagi. Bayi butuh tahu bahwa dia juga disayang oleh Bundanya, mereka butuh di gendong, di peluk dan memastikan Bundanya selalu berada disampingnya dan mengetahui semua yang bayi butuhkan.

Bayi yang baru lahir sampai kira-kira berumur 3 bulan biasanya kebutuhan digendongnya masih sangat tinggi karena ini adalah masa penyesuaiannya dengan dunia luar. Jadi dengan memenuhi kebutuhan emosional bayi dengan menggendongnya tidak akan membuat dia jadi manja dalam jangka panjang. Justru dikemudian hari dia akan memiliki rasa percaya diri yang lebih besar daripada bayi yang jarang digendong. Bayi juga lebih cepat mandiri, dan motoriknya lebih cepat berkembang. Tergantung frekuensi menggendongnya, kalau digendong sepanjang hari ya mungkin jadi manja dan motoriknya jadi tidak berkembang, kita harus bijak mengenai kapan saatnya bayi digendong kapan tidak.

3. BEDAK

Mitos : Bayi harus dibedaki sehabis mandi supaya harum dan untuk menyerap keringat, setiap BAK juga harus dikasi bedak terutama bagian selangkangan, lipatan paha, lipatan lengan dan wajah.

Fakta : Salah. Indonesia adalah negara tropis, jadi bayi anda akan cenderung lebih sering berkeringat. Campuran bedak dan keringat malah merupakan media yang baik untuk berkembangbiaknya kuman, apalagi dibagian tertutup seperti ketiak, lipatan paha dan selangkangan, dan juga campuran keringat dengan bedak akan menutup pori-pori kulit bayi yang halus, sehingga pernafasan kulit dan kelenjar keringatnya akan tersumbat terutama kalo ditaburkan terlalu tebal kekulit bayi. Hal inilah yang malah menyebabkan ruam pada kulit bayi (kemerahan). Sebenarnya tanpa bedak pun kulit bayi sudah punya wangi alami kok.

4. BAYI MAIN AIR LIUR

Mitos : Kalo bayi suka main air liur itu ada hubunganya dengan keinginan ibu yang tidak kesampaian saat hamil, dan ada juga hubungannya dengan kerontokan rambut ibu.

Fakta : Bermain air liur merupakan aktivitas yang sangat menarik bagi bayi, kira-kira saat bayi berumur 2-4 bulan bayi mulai suka mengisap jari dan bermain ludah, itu tandanya bayi mulai tertarik dan mendapat pengetahuan tentang tindakan terhadap tubuhnya. Artinya bayi beranjak pintar.

Mengenai kerontokan rambut : saat hamil sebagian ibu-ibu rambutnya akan tumbuh lebih banyak karena pengaruh hormon, dan ketika usai melahirkan rambut tersebut akan rontok dengan sendirinya yaitu kira-kira saat usia bayi 2-4 bulanan jadi banyak yang salah menafsirkan hubungan bayi bermain air liur dengan kerontokan rambut ibu, karena masa mulai rontoknya rambut ibu kebetulan sama dengan masa dimana bayi mulai main air liur.

5. GURITA

Mitos : Bayi harus dipakaiin gurita supaya perutnya tidak masuk angin, supaya perutnya tidak besar ataupun supaya pusarnya tidak bodong.

Fakta : Sebenarnya tidak ada istilah masuk angin dalam istilah medis mungkin maksudnya perut bayi banyak mengandung udara yang disebabkan cara minum susu yang salah sehingga banyak udara yang masuk lewat mulut saat minum atau karena menangis lama. Kalau perutnya terlalu banyak udara, udaranya bisa dikeluarkan dengan menyendawakan bayi atau menengkurapkanya.

Mengenai perut bayi: besar kecilnya perut ditentukan oleh ketebalan kulit, lemak kulit, dan otot perut yang sanggup menahan daya dorong isi perut atau usus keluar. Nah pada bayi, kulit maupun lemak dan ototnya masih tipis karena belum tumbuh, sehingga belum mampu menahan ususnya yang mendorong keluar. Jadilah si bayi kelihatannya seperti kembung/perutnya agak besar. Lama kelamaan perutnya tidak akan kembung lagi kecuali kalau makannya terlalu banyak.

Mengenai pusar bodong : kalau perut bayi masih besar tentulah pusarnya jadi terlihat menonjol, jadi bukan lantaran tidak dipakaikan gurita, nanti kalau perut bayi sudah normal, pusarnya tidak akan bodong lagi. Kalaupun masih bodong itu karena pengaruh keturunan

6. ASI

Mitos : Asi yang tampilannya putih keruh serta encer adalah asi yang kualitasnya kurang bagus.

Fakta : Salah. tak ada ibu yang mempunyai ASI seputih dan seindah penampilan susu formula. Namun begitu, kualitas ASI tak dapat ditandingi oleh susu formula manapun. ASI itu ada foremilk dan hindmilk. Foremilk tampilannya memang lebih encer.

7. TIDUR

Mitos : bayi tidak boleh ditengkurapkan karena bisa susah bernafas

Fakta : Salah. Justru bayi harus sering-sering ditengkurapkan, supaya bayi merasa nyaman dan tidurnya lebih nyenyak ini terkait dengan reflek moro pada bayi baru lahir (suka kaget). Dengan tidur tengkurap juga melatih motorik bayi, karena bayi punya kesempatan untuk berlatih mengangkat leher. Hal ini sudah saya terapkan pada bayi saya walau awalnya ngeri. Hari-hari pertama ditengkurapkan dia memang suka nangis, tapi setelah beberapa hari dia merasa senang ditengkurapkan, bayi saya yang biasanya saat tidur suka terbangun, malah tidurnya jadi sangat lelap sekali, dan kemampuan mengangkat lehernya meningkat drastis.

Nah itulah beragam mitos tentang merawat bayi beserta fakta-faktanya. Mudah-mudahan semakin membuka pikiran Bunda dalam merawat bayi dengan lebih baik sehingga bayi Bunda tumbuh lebih sehat dan bahagia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *