Nyeri Payudara Saat Hamil, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

2 bulan lalu, by duniabunda

nyeri payudara saat hamil

Tidak dapat dipungkiri kehamilan akan menyebabkan berbagai perubahan bagi tubuh Bunda. Usia kehamilan dibagi menjadi 3 trimester dan setiap trimester akan terjadi berbagai perubahan pada tubuh Bunda. Beberapa perubahan yang terjadi terkadang membuat Bunda merasa tidak nyaman, tapi harus dinikmati ya Bund, karena hamil merupakan suatu anugerah dari Tuhan. Perubahan yang cukup mengganggu bagi Bunda yang sedang mengandung sudah mulai dirasakan sejak memasuki trimester pertama kehamilan yaitu sekitar minggu keempat atau minggu ketujuh, salah satunya adalah keluhan nyeri pada payudara. Baik payudara sebelah kiri dan sebelah kanan akan terasa lebih lembut, namun lebih sensitif, sehingga akan terasa lebih nyeri dibandingkan sebelum Bunda hamil. Selain itu, penumpukan lemak juga akan meningkatkan aliran darah ke payudara sehingga payudara Bunda menjadi lebih sensitif.

Keluhan nyeri payudara saat kehamilan terjadi akibat peningkatan hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh yang bertujuan untuk mempersiapkan tubuh Bunda untuk menghasilkan air susu atau ASI. Tidak hanya menjadi lebih sensitif, ukuran payudara pun akan mulai membesar, sehingga terasa lebih berat dan penuh. Keluhan nyeri payudara saat kehamilan seringkali dikeluhkan oleh banyak Bunda dan banyak Bunda yang belum tahu cara mengatasinya. Oleh karena itu, kali ini kami akan membahas mengenai cara mengatasi nyeri payudara saat kehamilan, dan cara untuk merawat payudara sebelum Bunda aktif untuk menyusui si buah hati. Simak yuk Bund!

Perubahan Payudara Saat Kehamilan

1.Puting payudara

Puting Bunda akan lebih sensitif selama kehamilan, sehingga akan lebih mudah terasa nyeri dan geli jika disentuh. Puting juga akan terlihat lebih besar dan menonjol dibandingkan sebelum kehamilan. Perubahan pada puting pauudara dapat terjadi kapan saja selama kehamilan dan hal ini wajar terjadi. Puting payudara juga dapat berubah warna, seperti warna krem, kuning, hijau atau coklat.

2.Aerola

Aerola adalah daerah gelap yang berada di sekitar puting payudara, di dalamnya terdapat sinus laktiferus yang berfungsi untuk menyimpan air susu dalam payudara Bunda sebelum dikeluarkan untuk si kecil. Aerola dapat melebar dan berwarna lebih gelap selama kehamilan. Perubahan warna pada aerola terjadi selama Bunda memasuki usia kehamilan trimester kedua yaitu minggu ke-13 sampai minggu ke-26 dan juga dapat terus berlanjut sampai memasuki usia kehamilan trimester ketiga.

Pada aerola juga dapat muncul titik-titik putih, hal ini wajar terjadi selama kehamilan. Titik putih tersebut disebut dengan montgomery’s tubercles. Montgomery’s tubercles adalah kelenjar minyak yang muncul sebagai benjolan kecil di sekitar aerola. Kelenjar ini dapat mengeluarkan cairan yang bertujuan untuk melumasi dan menjauhkan kuman dari payudara. Ketika Bunda sudah mulai menyusui, kelenjar ini berfungsi untuk mencegah ASI Bunda terkontaminasi sebelum masuk ke dalam mulut si kecil.

3.Pembuluh darah

Selama kehamilan, pembuluh darah di sekitar payudara juga akan terlihat lebih menonjol.
Selama usia kehamilan trimester kedua dan ketiga, Bunda mungkin akan mulai mengalami adanya cairan kekuningan yang keluar dari payudara. Cairan tersebut adalah kolostrum. Jangan panik ya Bunda, hal ini juga wajar terjadi selama kehamilan. Kolostrum adalah cairan yang memiliki fungsi yang sangat baik bagi daya tahan tubuh si kecil. Kolostrum ini akan diminum oleh bayi pada hari-hari pertama setelah kelahiran, setelah itu payudara akan mengeluarkan ASI. Jadi, saat kelahiran pastikan Bunda tidak membuang cairan kekuningan ini ya Bund, karena manfaat kolostrum sangat baik bagi si kecil.

Perubahan ukuran pada payudara akan terus terjadi selama masa kehamilan, namun kabar baiknya rasa nyeri tersebut akan hilang setelah melewati usia kehamilan trimester pertama, karena hormon-hormon tubuh akan cenderung lebih stabil.

Cara Mengatasi Nyeri Payudara Saat Kehamilan

1.Gunakan bra yang nyaman

Pastikan Bunda memilih bra dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran payudara Bunda dan bisa menopang payudara dengan baik, hal ini bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri. Penggunaan bra dengan kawat tidak disarankan karena dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri. Jangan lupa juga untuk memilih bra dengan bahan yang nyaman, seperti bahan katun.

Bunda juga bisa menggunakan bra dengan bahan katun saat tidur jika keluhan nyeri membuat Bunda menjadi susah tidur. Penggunaan bra olahrga juga bisa Bunda coba, karena bra ini dirancang untuk mengurangi gerakan payudara, sehingga payudara Bunda tidak mengalami gesekan yang dapat menimbulkan rasa nyeri.

2.Kompres dengan es

Mengompres payudara dengan es atau air dingin bisa menjadi salah satu cara yang patut Bunda coba untuk mengatasi keluhan nyeri dan bengkak pada payudara Bunda. Caranya mudah loh Bund, siapkan handuk bersih dan letakkan di payudara Bunda, selanjutnya letakkan beberapa es di atas handuk dan biarkan beberapa saat. Bunda juga dapat membalut es dengan handuk bersih dan mengompres payudara secara perlahan.

3.Mandi air hangat

Sejak dahulu, mandi air hangat diketahui dapat membantu merilekskan otot-otot yang kaku. Hal ini yang membuat mandi air hangat bisa menjadi pilihan Bunda untuk mengurangi rasa nyeri pada payudara, karena dapat melemaskan otot-otot di payudara. Basuhlah payudara dengan air hangat secara perlahan.

4.Hindari sentuhan berlebih pada payudara

Karena payudara Bunda menjadi lebih sensitif, maka hindari menyentuh payudara dengan tekanan yang kuat. Bunda juga dapat memberitahu Ayah mengenai keluhan nyeri payudara yang Bunda alami, agar Ayah tidak menyentuh payudara Bunda untuk beberapa waktu ke depan.

5.Gunakan pakaian yang nyaman

Untuk mengurangi penekanan dan rasa nyeri pada payudara, maka Bunda harus menggunakan baju yang nyaman, tidak ketat atau sempit. Jadi, pastikan Bunda memilih pakaian dengan bahan yang nyaman dan lentur ya!

Nyeri payudara ketika sedang mengandung merupakan hal yang umum terjadi akibat adanya perubahan hormon di dalam tubuh. Namun harap diperhatikan bahwa selama kehamilan akan terasa nyeri pada payudara tapi tidak ada benjolan ya bun. Jika Bunda merasakan nyeri yang tidak tertahankan dan terus-menerus atau Bunda merasakan adanya benjolan pada payudara, maka Bunda harus memeriksakannya ke dokter kandungan yang merawat Bunda ya. Dan selama kehamilan harap untuk tidak menggunakan obat yang dibeli bebas di apotik tanpa resep dokter untuk menghilangkan nyeri tersebut.

Cara Merawat Puting Payudara Selama Kehamilan

merawat payudara dengan minyak zaitun

merawat payudara dengan minyak zaitun

Merawat puting payudara selama kehamilan merupakan hal yang wajib Bunda lakukan untuk mempersiapkan payudara Bunda untuk menyusui si kecil. Namun, karena payudara Bunda lebih sensitif dari biasanya, maka perawatan puting harus dilakukan secara perlahan dan hati-hati agar Bunda tidak merasa kesakitan.

1.Gunakan handuk yang sudah dibasahi dengan air hangat untuk mengelap puting payudara secara lembut.

Pastikan Bunda menggunakan handuk berbahan lembut agar tidak terasa nyeri saat bergesekan dengan payudara Bunda. Tidak disarankan untuk menggunakan sabun ketika Bunda mengelap puting payudara, hal tersebut bisa membuat puting payudara menjadi kering, sehingga berisiko menyebabkan luka.

2.Oleskan minyak zaitun, atau baby oil

Bunda juga dapat mengoleskan minyak zaitun atau baby oil yang bertujuan untuk menjaga kelembapan puting susu dan menghindari puting menjadi kering. Selain itu penggunaan minyak dapat membantu Bunda untuk melepaskan kulit mati pada puting susu. Pastikan saat mengoles minyak Bunda melakukannya dengan benar, yaitu dengan memberikan sedikit gerakan menarik ke arah luar. Hal ini bertujuan agar puting susu Bunda tetap menonjol, agar nantinya akan lebih mudah untuk dihisap oleh si kecil. Jika Bunda kesulitan untuk melakukan gerakan menarik dengan jari tangan, maka Bunda dapat menggunakan penari puting atau nipple puller yang bisa Bunda beli toko perlengkapan bayi.

3.Gunakan breast pads

Mendekati waktu kelahiran, payudara Bunda mungkin sudah mengeluarkan air susu atau cairan bening (kolostrum) ketika Bunda membersihkan payudara. Bunda bisa menggunakan breast pads untuk menghindari baju Bunda menjadi basah, terutama ketika bepergian ke luar rumah.

Nyeri payudara saat menyusui

Nah, tidak hanya selama kehamilan, setelah melahirkan pun Bunda juga bisa merasakan nyeri pada payudara, hal ini dapat disebabkan oleh saluran ASI yang tersumbat. Tentunya hal ini akan membuat Bunda menjadi bingung, karena tidak dapat memberikan asupan nutrisi bagi si kecil. Selain nyeri, beberapa tanda lain yang bisa Bunda amati ketika saluran ASI tersumbat adalah aliran ASI yang lebih lambat dibagian salah satu sisi payudara, dan biasanya si kecil akan menolak untuk menyusu di bagian payudara tersebut, kulit di sekitar payudara akan terlihat kemerahan, terasa nyeri, panas dan bengkak di daerah payudara yang tersumbat. Selain itu akan terlihat juga adanya bintik putih kecil pada bagian puting yang tersumbat, yang disebut dengan milk bleb.

Penyebab nyeri payudara saat menyusui

Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  1. Produksi ASI yang lebih banyak dibandingkan jumlah ASI yang diminum si kecil, sehingga sisa ASI akan menumpuk di payudara Bunda
  2. Bunda tidak menyusui si kecil secara rutin atau teratur
  3. Adanya penekanan yang berlebihan pada payudara Bunda, misalnya Bunda menggunakan bra yang terlalu ketat atau karena posisi tidur yang tidak tepat
  4. Stres atau kelelahan

Mengatasi nyeri payudara karena aliran asi yang tersumbat

Jika Bunda mengalami saluran ASI yang tersumbat maka ada beberap hal yang bisa Bunda lakukan, yaitu:

1.Kompres dengan air hangat

Bunda dapat menggunakan handuk bersih yang sebelumnya sudah dibasahi dengan air hangat. Kompres payudara yang tersumbat secara perlahan.

2.Lakukan pijat payudara

Setelah mengompres dengan air hangat, maka Bunda bisa melakukan pijatan lembut yang bertujuan untuk membuka saluran ASI yang tersumbat. Lakukan pijatan pada bagian payudara yang terasa keras ke arah puting. Jika Bunda tidak dapat melakukannya sendiri, maka mintalah bantuan Bidan atau terapis khusus untuk pemijatan payudara.

3.Tetaplah menyusui si kecil

Beberapa orang mungkin menyarankan untuk menggunakan pompa ASI untuk membuka saluran ASI yang tersumbat, namun percayalah hisapan bayi adalah pompa ASI terbaik untuk melancarkan saluran ASI Bunda. Usahakan posisi dagu si kecil mengarah ke bagian payudara yang tersumbat.

4.Hindari stres

Mungkin memang tidak mudah untuk menghindari rasa cemas ketika saluran ASI Bunda tersumbat, namun untuk mengatasi masalah tersebut juga dibutuhkan ketenangan. Bunda juga dianjurkan untuk beristirahat dengan cukup.

Itulah, beberapa informasi yang bisa kami berikan untuk mengatasi keluhan nyeri pada payudara yang bisa Bunda alami saat kehamilan dan bahkan setelah melahirkan. Semoga informasi dari Dunia Bunda bermanfaat ya Bunda!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *