Permainan Anak Anak yang Menstimulasi dan Mengoptimalkan Perkembangan Otak

2 bulan lalu, by duniabunda

permainan anak anak untuk perkembangan otak

Dunia Bunda kali ini akan membahas tentang pentingnya permainan anak anak untuk perkembangan otaknya. Tentunya harapan terbesar menjadi orang tua adalah melihat buah hati tumbuh dan berkembang dengan baik. Nutrisi dan stimulasi untuk perkembangan otak si kecil sudah Ayah dan Bunda berikan bahkan sejak di dalam kandungan. Tentunya bukan informasi baru bahwa masa usia 0 sampai 5 tahun merupakan masa penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik dan otak anak, oleh karena itu disebut dengan golden age atau masa emas anak. Semua masa perkembangan anak merupakan masa yang penting, namun masa ini akan menjadi pengalaman pertama yang akan diingat di alam bawah sadar, dan menjadi landasan bagi perkembangan anak selanjutnya.

Sebelum kami memberikan tips untuk Ayah dan Bunda memaksimalkan masa emas anak, mari kita pelajari terlebih dahulu mengenai perkembangan anak berdasarkan usianya. Setiap anak memiliki cara tersendiri untuk belajar, ada yang lebih menyukai dengan melihat, atau belajar dengan menyentuh, merasakan atau mendengarkan suara. Oleh karena itu, Ayah dan Bunda harus mengenali cara belajar dan kebutuhan si kecil agar proses belajar bisa diterima dengan maksimal.

Permainan Anak Anak yang sesuai dengan Tahap Perkembangannya

Berikut adalah masa perkembangan dan apa yang dibutuhkan si kecil yang kami kutip dari California Departement of Education.

1. Usia 0 bulan sampai 18 bulan

Pada usia ini si kecil menunjukkan berbagai peningkatan yang mengejutkan. Si kecil melihat dunia dengan perasaan atau nalurnya. Ia belajar melalui sentuhan, rasa, bau, penglihatan dan suara. Si kecil akan sangat senang untuk menemukan apa yang bisa dilakukan dengan suara, tangan dan kakinya, serta mulai belajar berguling dan merangkak.

2. Usia 18 bulan sampai 2 tahun

Pada masa ini, si kecil sudah mulai bisa mendefinisikan dirinya sendiri. Rasa ingin tahunya semakin tinggi. Berikan rangsangan atau permainan yang memacu imajinasi dan kosa katanya.

3. Usia 2 tahun

Pada usia 2 tahun, si kecil mulai belajar mengenai kasih sayang dan responsif terhadap orang di sekitarnya, ia akan kesal atau sedih ketika teman seusianya merasa kesal. Si kecil mulai ingin menyenangkan orang lain, tidak sabaran untuk menungu, dan suka memerintah, namun masih takut dengan suara yang keras, seperti gonggongan anjing.
Si kecil butuh untuk terus bereksplorasi, ajak si kecil untuk mengenali lingkungan baru, seperti taman, perpustakaan, atau toko-toko. Si kecil butuh Bunda untuk memperhatikan apa yang bisa ia lakukan dengan baik dan berikan pujian untuknya. Ajari si kecil untuk displin tentang aturan yang sudah dibuat, tetapi tetap tenanga, sabar dan berikan pengertian jika si kecil melanggarnya. Bunda bisa mencoba memberikan hukuman kecil, seperti menyuruh anak berdiri atau merenung atas kesalahan yang ia perbuat.

4. Usia 3 tahun

Usia ini Bunda akan dipusingkan dengan menjawab pertanyaan si kecil. Si kecil mulai suka dan akan selalu bertanya “Mengapa? Itu apa? Kok begitu?”. Si kecil juga mulai ahli menggunakan toilet, bermain dan mencoba hal baru adalah cara terbaiknya untuk belajar. Usia ini si kecil memiliki energi yang luar biasa dan melakukan apapun yang dia inginkan. Ajari si kecil membaca dan bersosialisasi untuk mempersiapkan memasuki usia sekolah.

5.Usia 4 tahun

Si kecil lebih aktif, berlari, melompat, dan memanjat merupakan keahliannya. Ia mulai tertarik dengan angka dan dunia di sekitarnya, termasuk bermain dengan teman-temannya. Si kecil juga mulai suka berkreasi dengan gambar. Pada masa ini, si kecil membutuhkan ruang untuk tumbuh namun Bunda harus tetap memberikan batasannya. Si kecil mulai mengerti jika Bunda memberikan penjelasan apa yang diharapkan atau tidak, dan perlu belajar untuk menerima dan bermain dengan baik bersama orang lain. Si kecil perlu untuk diajak bicara dan didengarkan. Beri label pada objek dan jelaskan pada si kecil untuk menambah pengetahuan mengenai kata dan hal-hal yang baru.

6.Usia 5 tahun

Si kecil mulai melambat dalam pertumbuhan, namun memiliki kontrol motorik yang baik. Si kecil mulai menyukai menulis namanya, menggambar, membuat proyek atau pergi ke perpustakaan. Si kecil lebih tertarik untuk melakukan kegiatan secara berkelompok dan membagikan perasaannya. Pada masa ini si kecil tetap membutuhkan perhatian Ayah dan Bunda, ia membutuhkan cinta, waktu, kesabaran, pengertian, perhatian yang tulus dan jaminan bahwa ia penting bagi Ayah dan Bunda.

Dalam setiap masa perkembangan si kecil, yang dibutuhkan adalah cinta, pengertian dan waktu dari Ayah dan Bunda! Jangan lewatkan masa-masa ini ya.

Cara Memaksimalkan Golden Age Pada Anak

1.Memandu anak untuk memahami masalah yang dihadapi

Ayah dan Bunda harus sabar untuk memandu si kecil memahami masalah yang dihadapinya. Si kecil belum bisa berpikir dan mencerna segala sesuatu dengan cepat, jadi Bunda harus sabar dalam untuk memberikan pengertian dan bernegosiasi dengan si kecil ya.

2.Pahami apa yang dibutuhkan si kecil

Setiap anak memiliki sifat, karakter dan kepribadian yang beragam, jadi kenalilah si kecil dengan baik sehingga Bunda dapat memberikan apa yang dibutuhkan.

3.Belajar sambil bermain

Ayah dan Bunda bisa menemani si kecil untuk bermain dan bernyanyi bersama. Beri motivasi agar si kecil berani bereksplorasi dan bermain. Jangan lupa untuk sering berbicara dan membacakan cerita untuk si kecil.

4.Mendidik anak untuk menanamkan kebiasaan, sikap dan tingkah laku yang baik

Hal ini merupakan kewajiban orang tua untuk mengenalkan sikap dan kebiasaan baik kepada buah hati mulai sejak dini, serta ajarkan si kecil untuk displin dengan memberikan jadwal yang rutin dalam keseharian si kecil. Pastikan juga Ayah dan Bunda memberikan contoh yang baik ya, karena si kecil adalah peniru yang handal, maka dia akan menirukan semua hal yang dilihat, entah itu baik atau buruk.

5.Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Pendidikan Anak Usia Dini bisa menjadi salah satu pilihan untuk Bunda untuk mempercepat adaptasi si kecil terhadap lingkungan. PAUD ditujukan agar bisa mengarahkan fungsi motorik, kognitif dan emosi anak. Jadi, tidak hanya mengajarkan pelajaran tapi juga diikuti dengan waktu bermain yang cukup.

6.Berikan nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang otak anak

Nutrisi ini  meliputi karbohidrat, vitamin dan mineral, kalium, natrium dan lemak.

Permainan Anak Anak Yang Baik Untuk Perkembangan Fungsi Motorik, Kognitif dan Emosinya.

permainan anak yang mengasah otak

permainan anak yang mengasah otak

Tidak dapat dipungkiri bahwa mainan memiliki dampak yang sangat baik bagi perkembangan fungsi motorik, kognitif dan emosi. Jadi, selalu luangkan waktu untuk bermain dengan si kecil ya Bund. Di zaman dengan kemajuan teknologi, hindari memperkenalkan anak dengan gadget. Anak mungkin terlihat tenang dan tidak rewel ketika diberikan gadget, namun hal itu dapat membatasi perkembangan si kecil. Ada beberapa mainan yang bisa Bunda coba berikan untuk si kecil.

1.Mobil-mobilan

Mobil-mobilan atau kereta yang dapat dinaiki dan digerakan dengan kaki dapat mendukung perkembangan fisik si kecil. Si kecil dapat berpetualang dan berkeliling rumah dengan mainan ini.

2.Memasukkan bola ke dalam gelas yang sesuai warna

Permainan ini bisa dibuat sendiri di rumah, untuk membantu si kecil untuk mengidentifikasi warna.

3.Balok huruf dan angka

Permainan ini bisa membantu si kecil untuk mengenali abjad dan angka. Tentunya ini akan menambah kemampuan kognitifnya.

4.Mainan balok

Permainan menyusun balok dapat mengembangkan kreativitas dan mengasah kecerdasan otak si kecil. Permainan ini membutuhkan imajinasi, kreativitas dan problem solving untuk membentuk balok menjadi suatu benda atau bangunan. Selain itu, si kecil juga bisa melatih motorik halusnya melalui proses menggengam, menyusun dan merangkai balok. Bunda bisa memberikan contoh cara menyusun balok menjadi sebuah rumah atau jembatan.
Selain menyusun balok, Bunda juga dapat memberikan permainan balok kotak pos geometri (balok bentuk) untuk melatih si kecil untuk mengenali berbagai macam bentuk, seperti bulat, kotak, persegi, dan lainnya.

5.Flash card

Flash card dapat membantu si kecil mempelajari banyak hal, seperti angka, warna, hewan, buah-buahan, objek dan lain sebagainya. Hal ini bagus melatih daya ingat si kecil. Bunda bisa bermain tebak-tebakan dengan permainan ini.

6.Puzzle

Tidak hanya orang dewasa, mainan yang satu ini bagus untuk mengasah otak anak, khusunya dalam kemampuan memecahkan masalah (problem solving), serta dapat meningkatkan nalar dan kreativitas si kecil.

7.Boneka

Terlihat sederhana, permainan ini memungkinkan si kecil untuk mengganti baju dan memasang aksesoris pada boneka. Hal ini dapat mengembangkan keterampilan dan imajinasi si kecil yang dapat diterapkan di kehidupannya sehari-hari.

8.Mewarnai

Selain dapat meningkatkan kreativitas dan imajinasi si kecil. Mewarnai juga dapat meningkatkan keterampilan motorik halus melalui proses memegang pensil warna atau krayon. Mewarnai juga dikatakan dapat meningkatkan kepercayaan diri anak.

9.Mainan edukasi musik

Mainan musik, seperti drum, piano, atau alat musik mainan dapat membantu si kecil untuk mengenali berbagai macam suara.

10.Main masak-masakan

Rasa ingin tahu si kecil sering membuat Bunda menjadi khawatir, apalagi jika sudah memasuki area dapur. Oleh karena itu, mainan ini bisa menjadi pilihan Bunda untuk mengenalkan berbagai macam alat masak dan fungsinya.

Permainan Anak Anak yang Harus Dihindari

Meskipun permainan memiliki manfaat yang sangat banyak bagi perkembangan anak, namun tidak semua mainan aman diberikan untuk si kecil. Hindarilah beberapa mainan di bawah ini ya Bund.

1. Mainan berbentuk tajam dan runcing

Mainan seperti ini dapat melukai si kecil atau teman bermainnya. Selain mainan yang berbentuk tajam, sebaiknya juga hindari jenis mainan yang bisa mengeluarkan peluru, seperti pistol mainan. Hal ini dapat berpotensi melukai si kecil atau orang lain.

2. Mainan dengan ukuran yang terlalu kecil

Rasa ingin tahu si kecil bisa diluar dugaan Bunda. Mainan yang berukuran kecil seperti kelereng dapat membuat si kecil penasaran dan mencoba memasukkannya ke dalam mulut. Hal ini bisa saja membuat si kecil tersedak.

3. Pilihlah mainan yang aman

Beberapa waktu yang lalu, kita sempat dihebohkan dengan beredarnya mainan anak dengan bahan yang berbahaya. Pastikan Bunda memilih mainan dengan bahan yang aman untuk kecil, salah satunya dengan melihat tanda “SNI” pada mainan.

4. Mainan dengan bau yang menyengat

Hal ini bisa menandakan bahwa kandungan atau bahan yang digunakan tidak aman untuk si kecil. Bau menyengat bisa berasal dari cat untuk mewarnai mainan.

5. Mainan dengan suara keras

 

Wah, informasi dari kali ini menarik ya Bund. Yuk, terapkan untuk membantu mendukung perkembangan si kecil. Baca juga ulasan mengenai Permainan Yang Mendidik dan Seru Dilakukan Bersama Anak ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *