Perubahan Psikologi Pada Ibu Hamil Disetiap Trimesternya

2 tahun lalu, by duniabunda

Perubahan Psikologi Ibu Hamil

Perubahan psikologi pada ibu hamil merupakan kondisi normal yang juga dialami oleh banyak calon ibu selama masa kehamilannya. Biasanya perubahan ini menimbulkan kondisi yang membuat ibu menjadi tidak dapat mengontrol emosinya. Dimana perubahan emosi ini dapat mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan mengganggu kesehatan janin jika tidak segera diatasi.

Perubahan psikologi ini sudah terlihat sejak masa awal kehamilan. Dapat merasakan kehadiran janin yang sedang berkembang didalam tubuhnya, turut menimbulkan perasaan emosional pada diri ibu, mulai dari perasaan senang, kecemasan hingga rasa takut terjadi hal-hal yang buruk terhadap kondisi sang janin. Perubahan psikologi pada setiap ibu hamil ini berbeda-beda karena didasarkan oleh kondisi ibu dan lingkungan setiap orang yang berbeda.

Perubahan Psikologis Ibu Hamil Trimester Pertama

Secara psikologis, masa awal kehamilan merupakan masa awal penyesuaian diri dimana semakin lama, biasanya ibu hamil akan semakin baik dalam beradaptasi dengan kondisi kehamilannya, sehingga berbagai kendala yang dialami pada kehamilan dapat diatasi. Itulah sebabnya periode ini dikenal dengan periode penyusaian.
Secara kasat mata perubahan psikologis di trimester pertama belum dapat terlihat dengan jelas namun walaupun demikian pada umumnya perubahan yang terjadi cukup signifikan. Perubahan psikologis ini merupakan perasaan ekstrem dan bergejolak yang meliputi perasaan cemas. Adapun beberapa kondisi berikut meupakan kondisi yang umumnya dialami sang ibu dimasa awal kehamilannya

khawatir dan takut dari sang ibu yang meliputi kondisi sang janin dan kesehatannya hingga masa depannya. Seperti takut melakukan kesalahan yang dapat berakibat kehilangan sang calon bayi sampai rasa takut tidak dapat menjadi ibu yang terbaik bagi anaknya kelak.

kebingungan yang timbul karena ketidaktahuan sang ibu mengenai kondisi yang sedang dialaminya terutama jika kehamilan tersebut baru pertama kali dialami. Biasanya kondisi normal ini akan berkurang dan beransur menghilang pada akhir trimester pertama.

Timbulnya perasaan tidak nyaman yang disebabkan rasa mual dan muntah. Selain itu biasanya sang ibu juga mengalami perubahan selera makan, cepat merasa lelah, lebih emosional. Kondisi ini juga dapat berpengaruh pada penurunan keinginan untuk melakukan hubungan seksual.

Perubahan Psikologis Ibu Hamil Trimester ke Dua

Pada umumnya berbagai kendala yang timbul dari perubahan psikologi ibu hamil pada trimester pertama tidak dirasakan lagi di trimester kedua, itulah sebabnya periode ini sering kali disebut dengan periode yang memancarkan kesehatan yang lebih baik karena pada masa tersebut sang ibu kembali merasa nyaman dengan kondisinya setelah melewati ketidaknyamanan di trimester pertama.

Namun walaupun demikian kondisi tertekan dan cemas yang terjadi pada trimester pertama mungkin saja akan berlanjut di trimester kedua dengan perubahan emosi yang relatif tidak sesering ketika di trimester pertama. Pada masa ini akan mulai terlihat perubahan fisik, berupa pembesaran area perut, yang dapat membuat ibu hamil menjadi kurang percaya diri pada penampilan fisiknya. Pada masa ini biasanya ibu hamil menjadi lebih bergantung kepada pasangannya, mengingat tingginya kebutuhan sang ibu.

Pada trimester kedua, ibu akan mulai merasai khawatir, mengenai kesediaan dan kesigapan sang suami dalam membantunya melewati masa-masa kehamilan ini dan juga timbul perasaan takut akan berkurangnya ketertarikan pasangan kepadanya. Trimester kedua dikelompokkan menjadi dua fase, yaitu pra quickening serta pasca quickening.

Perubahan Psikologis Ibu Hamil Trimester ke Tiga

Memasuki trimester akhir, ibu semakin terbiasa dengan perubahan fisik yang terjadi secara signifikan. Perode ini dikenal juga dengan periode penantian dimana calon ibu sudah mulai mempersiapkan mental dalam menghadapi proses melahirkan.

Ada perasaan tidak sabar, perasaan gembiran yang campur aduk dengan perasaan khawatir. Perubahan psikologis di trimester ketiga biasanya berupa rasa takut dan cemas mengenai persalinan yang semakin dekat dan juga kekhawatiran mengenai kondisi dari sang bayi. Pada trimester ketiga perasaan tidak nyaman mungkin akan kembali muncul menggingat kondisi fisik yang yang semakin membesar sehingga semakin menyulitkannya untuk bergerak yang juga disertai dengan timbulnya perasaan canggung.

Kondisi ini dapat diatasi dengan terus mempersiapkan diri dengan mencari tahu beberapa informasi mengenai proses melahirkan melalui teman atau kerabat yang sudah berpengalaman atau dengan membaca buku sehingga calon ibu dapat mengurangi rasa khawatir yang muncul dan dapat menerima kehadiran bayi. Membaca dapat membantu dalam mengatasi emosi yang tidak menentu. Dan dukungan dari pasangan sangat diperlukan ibu hamil di masa ini.

Demikian informasi mengenai psikologi ibu hamil pada setiap trimester pertama, kedua dan ketiga dari Dunia Bunda. Semoga dapat bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *