Tips Agar Siklus Menstruasi Normal

8 bulan lalu, by duniabunda

cara mengatasi siklus menstruasi tak wajar

Menstruasi atau yang dikenal dengan datang bulan merupakan siklus bulanan yang terjadi pada wanita di masa subur. Di masyarakat kita, menstruasi yang teratur sering dijadikan ukuran untuk melihat kesuburan atau kemungkinan seorang wanita untuk hamil. Sebagian besar wanita mungkin memiliki siklus menstruasi normal, tapi bukan berarti siklus yang tidak teratur menandakan ketidaksuburan dari seorang wanita. Beberapa wanita dapat mengalami menstruasi dua kali dalam sebulan atau malah menstruasi dua bulan sekali. Nah, apakah itu wajar? Berdasarkan beberapa pertanyaan yang seringkali muncul, maka kali ini kami akan membahas mengenai menstruasi dan apa yang terjadi ketika menstruasi Bunda tidak teratur. Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai siklus menstruasi yang tidak wajar, mari kita kenali dulu mengenai siklus menstruasi yang terjadi pada tubuh kita ya Bund.

Menstruasi merupakan proses pengeluaran darah atau material lain dari dinding rahim (endometrium) melalu vagina. Menstruasi bertujuan untuk mempersiapkan rahim wanita untuk kehamilan. Menstruasi dialami wanita pada masa subur, yaitu mulai puber sampai menopause, menstruasi juga tidak terjadi pada kehamilan. Mungkin Bunda bertanya-tanya bagaimana menstruasi merupakan proses untuk mempersiapkan kehamilan. Saat terjadi pembuahan (bertemunya sperma dan sel telur) akan terbentuk zigot (calon janin). Rahim wanita terdiri dari beberapa bagian, salah satunya adalah endometrium. Pada waktunya endometrium akan menebal, endometrium inilah yang akan menjadi tempat menempelnya Zigot untuk selanjutnya berkembang menjadi janin dan bayi. Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan mengenai 4 fase dalam siklus menstruasi.

Fase Siklus Menstruasi Normal

Siklus menstruasi diatur oleh siklus hormonal di dalam tubuh. Terdapat 4 fase pada siklus menstruasi, yaitu:

1. Fase menstruasi atau fase pendarahan

Fase menstruasi atau fase pendarahan merupakan proses peluruhan endometrium dan sel telur yang tidak dibuahi. Hal ini terjadi secara bertahap pada hari pertama sampai ke-7. Durasi menstruasi pada wanita bervariasi, umumnya sekitar tiga sampai tujuh hari. Saat menstruasi terjadi penurunan kadar dari hormon estrogen, hal ini juga yang menyebabkan perubahan suasana hati, tubuh terasa lemas, dan perasaan yang lebih sensitif pada wanita. Selain itu, gejala yang paling sering dialami adalah kram perut, hal ini dikarenakan dinding rahim harus berkontraksi untuk mengeluarkan darah dari endometrium.

2. Fase folikular

Fase ini terjadi pada hari ke-7 sampai ke-13. Pada fase ini kelenjar pituitari di otak akan menghasilkan FSH (Follicle Stimulating Hormone), yaitu hormon yang bertanggungjawab pada produksi sel telur (ovum). Ovarium akan menghasilkan sel telur dan pada saat ini kadar hormon estrogen mulai meningkat.

3. Fase ovulasi

Fase ovulasi atau yang lebih Bunda kenal dengan masa subur, terjadi pada hari ke-13 atau ke-14. Pada fase ini, sel telur yang telah dihasilkan oleh ovarium akan berjalan menuju tuba falopi dan siap untuk dibuahi. Hormon estrogen meningkat pada fase ini, ditandai dengan suasana hati yang baik, bersemangat dan peningkatan gairah seks. Nah, jika Bunda sedang merencanakan kehamilan, lakukan hubungan suami istri pada fase ini ya.

4. Fase luteal

Fase ini terjadi sekitar hari ke-15 sampai hari ke-28. Pada fase ini akan terjadi peningkatan produksi progesteron, sehingga endometrium akan menebal dan siap untuk menerima zigot. Namun, jika tidak terjadi pembuahan, maka estrogen akan menurun kembali dan masuk lagi ke fase menstruasi.

Wanita diciptakan secara unik, sehingga siklus menstruasi juga dapat bervariasi. Umumnya adalah 28 hari plus minus 7 hari. Jadi, siklus menstruasi wanita masih dikatakan normal jika berada pada rentang 21-35 hari dan dikatakan tidak teratur bila kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari, selama 3 bulan berturut-turut. Nah, oleh karena itu, pada wanita yang memiliki siklus menstruasi yang pendek, wajar saja jika mengalami menstruasi 2 kali dalam sebulan. Selain itu, juga perlu diingat dikatakan tidak normal jika telah terjadi 3 bulan berturut-turut, jadi kalau hanya terjadi sesekali saja belum dapat dikatakan Bunda memiliki siklus yang tidak wajar ya.

Apa Yang Menyebabkan Siklus Menstruasi Bunda Menjadi Tidak Teratur?

1. Stres

Siklus menstruasi sangat dipengaruhi oleh keseimbangan hormon. Stres merupakan penyebab tersering yang menyebabkan gangguan menstruasi. Tekanan hidup atau beban pikiran yang berat akan menghasilkan produksi hormon kortisol dan adrenalin yang dapat berdampak pada keseimbangan hormon reproduksi dan menyebabkan siklus menstruasi menjadi kacau. Jadi, Bunda harus bisa mengendalikan stres ya, jangan lupa hidup hanya satu kali, nikmati segala prosesnya!

2. Diet yang terlalu ketat

Tubuh yang langsing memang menjadi dambaan bagi setiap wanita, tapi jangan berlebihan ya Bund menjalani diet. Ternyata, kekurangan karbohidrat dan penurunan berat badan dapat menekan kadar hormon leptin. Hormon leptin adalah salah satu hormon yang membantu regulasi hormon repoduksi. Penelitian juga menyatakan terjadi gangguan menstruasi pada wanita yang menjalani diet keto selama 6 bulan.

3. Obesitas atau kegemukan

Tidak hanya penurunan berat badan, peningkatan berat badan pun juga bisa menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Kelebihan berat badan dapat menghasilkan estrogen dalam jumlah yang banyak, sehingga akan berpengaruh pada proses ovulasi dan siklus menstruasi pun ikut terganggu.

4. Olahraga berlebihan

Olahraga memang baik untuk kesehatan, tapi jika dilakukan secara berlebihan malah bisa menjadi masalah ya Bund. Gangguan ini diyakini karena terjadinya penekanan sekresi hormon reproduksi, yaitu LH (Luteinzing hormone) dan FSH (Follicle Stimulating Hormone). Tidak heran jika banyak atlet yang mengalami gangguan menstruasi.

5. Gaya hidup yang tidak sehat

Mengonsumsi alkohol, makanan cepat saji atau merokok ternyata juga dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Alkohol dikatakan dapat meningkatkan kadar estrogen dan testosteron yang dapat mengacaukan fluktuasi hormon yang dibutuhkan untuk proses ovulasi.

6. Menggunakan alat kontrasepsi

Jika Bunda adalah pengguna alat kontrasepsi, seperti pil KB, KB suntik ataupun IUD, bisa jadi siklus menstruasi yang tidak teratur disebabkan karena hal tersebut. Memang tidak semua alat kontrasepsi dapat menyebabkan gangguan menstruasi.

7. Siklus Menstruasi Tak Normal Setelah Melahirkan atau Setelah Keguguran

Setelah melahirkan umumnya akan membutuhkan waktu 3 bulan untuk bisa berjalan normal kembali. Tapi bagi ibu yang menyusui siklus menstruasi akan normal kembali dalam waktu yang lebih lama. Kurang lebih satu tahunan.

Gejala Gejala yang Bunda Harus Waspadai

Wah, ternyata banyak juga ya faktor-faktor yang dapat menyebabkan siklus menstruasi Bunda menjadi tidak teratur. Selain gaya hidup atau ketidak seimbangan hormon, gangguan menstruasi juga bisa menjadi pertanda bahwa ada yang salah di dalam tubuh. Jadi, jika Bunda mengalami tanda atau gejala yang tidak wajar seperti yang kami jelaskan di bawah ini, segera periksa ke dokter ya Bunda.

  • Mengalami pendarahan setelah melakukan hubungan suami istri
  • Mengalami menstruasi kembali atau muncul flek atau spotting ketika baru beberapa hari selesai menstruasi. Hal ini mungkin bisa disebakan karena penyakit tertentu, misalnya PCOS (Polycystic ovary syndrome) atau endometriosis
  • Memiliki siklus menstruasi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari
  • Terjadi perubahan pola menstruasi secara tiba-tiba, misalnya jika seseorang telah secara rutin menstruasi selama 3 hari, dan pada bulan berikutnya tiba-tiba menjadi 7 hari
  • Nyeri yang tak tertahankan ketika menstruasi, meskipun sudah mengonsumsi obat anti nyeri
  • Volume darah yang sangat banyak, ditandai dengan Bunda harus mengganti pembalut setiap 2 jam. Umumnya jumlah darah yang dikeluarkan saat menstruasi adalah 30-50 ml.
  • Menggeluarkan gumpalan darah yang besar dan sering. Saat menstruasi, sering terlihat gumpalan darah dengan ukuran kecil atau sedang. Penggumpalan darah tersebut wajar terjadi karena merupakan proses pertahanan tubuh untuk mencegah pendarahan berlebih, terutama pada menstruasi hari pertama atau kedua ketika volume darah yang dikeluarkan banyak.

Tips Agar Siklus Menstruasi Normal

meditasi untuk mengatasi siklus menstruasi tak wajar

meditasi untuk mengatasi siklus menstruasi tak wajar – Photo by Pexels.com

Untuk menjaga siklus menstruasi normal dan teratur, simak beberapa tips dari kami ya Bunda.

1. Hindari stres, misalnya dengan meditasi, atau jalan-jalan bersama keluarga

2. Konsumsi makanan yang bergizi seimbang, meliputi karbohidrat, protein, lemak baik, vitamin dan mineral, serta zat besi (untuk menghindari Bunda dari anemia). Kunyit, jus buah nanas atau cuka apel dikatakan bisa membantu untuk memperlancar menstruasi Bunda.

3. Rutin berolahraga, namun tetap diingat ya Bund tidak boleh berlebihan. Durasi olahraga yang disarankan adalah 30 menit, 3-5 kali dalam seminggu. Olahraga yang rutin dapat memperlancar aliran darah dan menjaga keseimbangan hormon.

4. Menjaga berat badan ideal, tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk

5. Beristirahat dengan cukup, jangan begadang (tidur 6 sampai 8 jam)

6. Hindari konsumsi alkohol dan jangan merokok

7. Menjaga kebersihan organ reproduksi, misalnya ketika Bunda menstruasi, usahakan untuk mengganti pembalut tiap 3 jam dan pilihlah pembalut yang nyaman

Mitos Seputar Menstruasi

Nah, ada bagian yang menarik jika membahas mengenai menstruasi. Banyak orang tua memberikan tips untuk memperlancar menstruasi. Bunda pernah dengar nggak, agar menstruasi lancar dan cepat bersih, dianjurkan untuk minum air soda. Agar Bunda tidak bingung, kami akan mengulas sedikit mengenai beberapa mitos saat menstruasi.
MITOS:

1. Tidak boleh minum air es. Katanya sih dapat menghambat proses menstruasi, ini mitos ya Bund, karena proses menstruasi ditentukan oleh hormon di tubuh kita

2. Minum air soda agar mentruasi lancar. Sampai saat ini belum ada penelitian memperlancar menstruasi dengan air soda. Konsumsi minuman soda yang berlebihan malah dapat mengganggu kesehatan loh.

3. Tidak boleh keramas saat menstruasi

4. Menggunakan pembalut bisa menyebabkan mandul

5. Tidak bisa hamil jika berhubungan suami istri saat menstruasi

6. Tidak boleh berolahraga saat menstruasi. Olahraga ringan justru dianjurkan karena dapat mengurangi rasa nyeri saat menstruasi, tapi bukan olahraga berat ya Bund. Olahraga yang dapat dipilih seperti senam, yoga, atau jalan pagi.

Gimana Bund? Sudah paham kan mengenai siklus menstruasi, penyebab siklus menstruasi yang tidak teratur, tips-tips untuk menjaga siklus menstruasi yang normal, serta beberapa mitos mengenai menstruasi. Kami juga menganjurkan Bunda untuk selalu mencatat tanggal menstruasi di setiap periodenya, sehingga dapat terdeteksi jika terjadi perubahan pada pola menstruasi. Mungkin sebagian wanita akan merasa malas dan ribet untuk mencatat secara manual. Dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, sudah sangat banyak aplikasi smartphone yang bisa Bunda unduh, sebagai tempat untuk mencatat tanggal menstruasi Bunda.

Semoga informasi kali dari Dunia Bunda ini bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ya Bun. Ikuti terus website kami untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *