15 Tanda Awal Kehamilan Sebelum Telat Haid Yang Jarang Bunda Ketahui

1 tahun lalu, by duniabunda

tanda awal kehamilan

Anugerah terindah bagi pasangan suami istri adalah dikaruniai si buah hati untuk melengkapi kebahagiaan Ayah dan Bunda. Apalagi jika Bunda sudah lama menantikan kehadiran buah hati. Terkadang banyak loh ditemui Bunda yang sudah mengandung, namun tidak sadar, bahkan sampai usia 3 bulan kehamilan, terutama untuk Bunda yang memiliki siklus menstruasi yang kurang teratur. Tanda awal kehamilan yang paling umum adalah dengan tidak terjadi menstruasi, tapi ternyata ada tanda-tanda lain yang unik dan terduga loh Bun terutama sebelum Bunda mengetahui telat menstruasi. Apa saja sih tanda awal kehamilan sebelum telat haid? simak pembahasan dari Dunia Bunda berikut ini ya.

Pembuahan merupakan proses awal dari kehamilan, yaitu ketika sperma berhasil berenang mencapai sel telur. Uniknya hanya satu sperma yang akan membuahi sel telur. Selanjutnya di dalam sel telur akan terjadi penyatuan materi genetik dan terjadi penggabungan dua pasang kromosom dari Ayah dan Bunda. Kromosom inilah yang akan menentukan jenis kelamin, warna rambut, warna mata, dan karakteristik lain dari calon bayi. Sel tunggal baru yang terbentuk bernama Zigot dan akan dibawa menuju rahim ibu untuk tumbuh dan berkembang menjadi janin selama sekitar 9 bulan. Sungguh proses yang luar biasa ya Bun.

Nah, kali ini kami akan membahas mengenai tanda awal kehamilan yang jarang disadari oleh Bunda, terutama sebelum Bunda telat menstruasi. Jika Bunda mengalaminya beberapa tanda dan gejala di bawah ini, segera cek ya, siapa tahu Bunda sedang mengandung si buah hati!

1. Perubahan pada payudara

Tanda awal kehamilan sebelum Bunda telat haid yang terkadang dialami adalah rasa nyeri dan kencang pada payudara yang muncul.  Dan hal ini sangat wajar terjadi dan merupakan tanda bahwa sel telur telah bertemu dengan sperma. Kehamilan meningkatkan produksi dari hormon estrogen dan progesteron sebagai persiapan produksi air susu bagi si calon buah hati. Ukuran payudara juga akan membesar dan lebih sensitif. Gejala ini mungkin sekilas mirip dengan gejala premenstruasi pada sebagian besar wanita. Selain itu, Bunda juga dapat merasakan rasa gatal dan muncul garis stretch mark pada kulit payudara.

Kehamilan menyebabkan terjadinya peningkatan produksi dari hormon estrogen dan progesteron untuk menyiapkan produksi air susu bagi si calon buah hati.
Ukuran payudara akan membesar dan menimbulkan rasa nyeri dan terasa kencang, mungkin mirip dengan gejala menstruasi pada sebagian wanita. Bunda juga mungkin akan merasakan gatal dan muncul strecth mark, puting susu juga akan mulai membesar dengan perubahan warna menjadi lebih gelap. Rasa nyeri dan kencang pada payudara bisa dikurangi dengan menggunakan bra yang nyaman ya Bun.

2. Perubahan warna aerola

Aerola merupakan daerah gelap di sekitar puting payudara Bunda. Pada aerola terdapat kelenjar Montgomery yang berfungsi untuk menjaga kelembapan dari puting, dan menghasilkan lubrikan (pelumas) untuk membantu saat proses menyusui. Pada kehamilan, aerola akan mengalami hiperpigmentasi atau perubahan warna menjadi lebih gelap dan membesar.

3. Suhu tubuh basal meningkat

Suhu tubuh basal adalah suhu tubuh ketika Bunda bangun tidur di pagi hari. Peningkatkan suhu basal juga terjadi sama seperti ketika ovulasi. Mungkin Bunda akan merasa tubuh terasa lebih panas dibandingkan hari-hari sebelumnya.

4. Sering buang air kecil

Ketika terjadi kehamilan, aliran darah ke ginjal akan meningkat 35-60%, sehingga produksi urin pun akan meningkat sebesar 25% dari keadaan normal. Selain itu, pada kehamilan rahim akan mulai membesar dan menekan kandung kemih Bunda. Oleh karena itu, Bunda akan merasa lebih sering buang air kecil, walaupun jumlah urin yang dikeluarkan setiap berkemih tidak terlalu banyak. Jika gejala ini terjadi, jangan lupa untuk selalu menjaga asupan cairan ya Bunda, sekitar 6 sampai 8 gelas/hari agar tidak dehidrasi.

5. Keputihan

Keputihan atau produksi lendir dari vagina merupakan hal yang dapat terjadi pada wanita hamil atau tidak. Namun, pada kehamilan, produksi lendir menjadi lebih banyak dari biasanya. Kehamilan menyebabkan Serviks dan dinding vagina menjadi lebih lunak dan pengeluaran lendir ini membantu untuk mencegah infeksi dari vagina ke janin.
Tapi, juga harus diperhatikan ya Bun, lendir yang dihasilkan berwarna bening sampai putih, tidak berbau dan Bunda tidak merasa gatal atau nyeri.

6. Kram perut

Kram atau nyeri perut dapat terjadi pada awal kehamilan sebagai proses dari implantasi zigot. Rasa sakitnya berbeda dengan kram perut saat menstruasi. Saat menstruasi kram perut terpusat pada bagian bawah perut dan terasa seperti diremas-remas, sedangkan pada kehamilan, nyeri perut terasa di bagian tertentu saja. Selain kram di daerah perut, beberapa wanita juga mengeluh nyeri pada daerah pinggang.

7. Flek atau bercak darah

Flek dapat muncul pada awal kehamilan. Sayangnya, seringkali flek atau bercak darah dikira sebagai menstruasi hari pertama. Sekitar 20% wanita melaporkan mengalami bercak darah selama usia kehamilan 12 minggu pertama. Bercak darah yang dihasilkan berbeda dengan menstruasi, biasanya hanya sedikit dan berwarna lebih muda, yaitu merah muda sampai merah kecoklatan.

Implantation bleeding atau pengeluaran bercak darah merupakan hal yang wajar pada masa awal kehamilan. Hal ini terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi menempel pada dinding rahim (terjadi sekitar 10 sampai 14 hari setelah konsepsi).

8.Sakit kepala

Perubahan hormon di dalam tubuh meningkatkan sirkulasi darah dan menyebabkan sakit kepala ringan pada awal masa kehamilan.

9. Sensitif terhadap bau

Bunda yang sedang hamil memiliki peningkatan sensitivitas terhadap bau yang dikarenakan peningkatan hormon estrogen. Aroma apapun dapat mengganggu Bunda, seperti aroma masakan, parfum, pewangi ruangan, atau asap rokok, bahkan aroma badan suami pun bisa menyebabkan Bunda mual.

10. Merasa lelah dan sering merasa kantuk

Merasa lelah juga merupakan tanda awal kehamilan, terutama di trimester awal. Bukan tanpa alasan, hal ini terjadi karena peningkatan hormon progesteron yang disekresi oleh plasenta dan merupakan salah satu hormon yang berfungsi untuk menjaga kehamilan. Tubuh juga akan menghasilkan lebih banyak darah untuk membawa nutrisi ke calon buah hati. Selain itu, perubahan fisik dan suasana hati, serta peningkatan denyut jantung juga berkonstribusi untuk menurunkan energi Bunda.

11. Mual

mual tanda awal kehamilan

mual mual sebagai tanda awal kehamilan

Mual atau yang lebih dikenal dengan morning sickness juga merupakan pertanda klasik bahwa Bunda sedang hamil dan dapat berlangsung hingga usia kehamilan 12 minggu. Meskipun dikatan morning sickness, tapi mual yang dapat disertai dengan muntah ini bisa terjadi sepanjang hari. Pada beberapa wanita, mual mulai terjadi dua minggu setelah pembuahan. Gejala ini dipercaya disebabkan oleh hormon hCG (Human chorionic gonadotropin) yang dihasilkan oleh plasenta dan berfungsi untuk menjaga kehamilan.

Namun, gejala ini jangan dibiarkan ya Bun, karena kekurangan nutrisi tentunya akan mengganggu kesehatan ibu dan si buah hati.

Tips Mengatasi Morning Sickness

• Istirahat yang cukup
• Makan dengan porsi sedikit, tapi dengan frekuensi yang lebih sering
• Siapkan makanan ringan di samping tempat tidur dan makanlah ketika Bunda bangun sebelum beranjak dari tempat tidur
• Minum air putih yang cukup
• Jangan hilangkan porsi makanan ringan di sepanjang hari. Makanan ringan yang dapat dipilih, seperti crackers atau biskuit
• Makanan atau minuman yang mengandung jahe dapat mengurangi mual
• Hindari makanan belemak dan berbau tajam, seperti lodeh, durian. Tapi kembali lagi pada masing-masing orang, ada juga loh Bunda yang malah doyan dengan durian.

12. Kembung

Bunda juga bisa merasa kembung dan sering buang angin loh di masa kehamilan. Hal ini juga wajar ya Bunda, karena pergerakan saluran cerna yang lebih lambat dari biasanya.

13. Perubahan suasana hati atau mood

Perubahan mood umum terjadi akibat peningkatan hormon estrogen dan progesteron, khususnya pada trimester pertama. Hal ini menyebabkan Bunda menjadi lebih sensitif, emosional dan reaktif dari biasanya. Perubahan suasaa hati ini juga dapat menyebabkan Bunda menjadi depresi, cemas atau bahkan euforia. Jadi, untuk calon Ayah harus banyak bersabar ya dengan Bunda, perubahan mood ini wajar kok.

14. Sulit buang air besar

Konstipasi atau sulit buang air besar juga bisa menjadi pertanda bahwa Bunda sedang mengandung. Hormon progesteron yang meningkat memiliki efek relaksasi, termasuk di saluran pencernaan. Pergerakan saluran cerna yang lebih lambat inilah yang menyebabkan terjadinya konstipasi. Hal ini bisa dikurangi dengan memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah dan sayur ya Bunda dan jangan lupa untuk minum air yang lebih banyak. Aktivitas fisik juga dapat membantu mengatasi konstipasi dengan menstimulasi kerja dari saluran pencernaan. Jalan ringan di pagi hari bisa menjadi pilihan untuk Bunda. Sebagai informasi tambahan, mengonsumsi suplemen besi (Fe) juga dapat menyebabkan konstipasi.

15. Hidung tersumbat

Peningkatan hormon dan produksi darah dapat menyebabkan membran mukus di hidung menjadi bengkak, kering dan mudah berdarah. Hal ini yang mungkin menyebabkan munculnya gejala hidung berair dan tersumbat.

Kesimpulan

Beberapa tanda dan gejala tersebut bisa menjadi pertanda baik bagi Bunda yang sedang menunggu kehadiran buah hati. Memastikan kehamilan memang tidak bisa hanya dilihat dari tanda atau gejala yang dirasakan, jadi segera cek ya Bunda, jika mengalami beberapa tanda di atas. Cara yang paling mudah adalah dengan alat tes kehamilan atau yang sering dikenal dengan test pack yang bisa Bunda dapat di Apotek atau toko obat terdekat.

Test pack dapat dibeli tanpa resep dokter. Alat ini bekerja dengan mendeteksi peningkatkan kadar hormon hCG dan perlu diingat peningkatkan ini sangat bervariasi pada masing-masing orang. Sebelum menggunakan test pack, baca dulu aturan pakai dari masing-masing merk test pack ya Bun. Tidak semua test pack digunakan dengan cara yang sama, penggunaan yang tidak tepat dapat membuat hasil menjadi tidak akurat. Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan pada pagi hari, yaitu urin pertama ketika Bunda buang air kecil akan memberikan hasil yang lebih akurat. Untuk hasil yang paling akurat, gunakan test pack satu hingga dua minggu setelah Bunda terlambat menstruasi ya.

Lalu apakah Bunda boleh menggunakan obat-obatan untuk gejala kram perut, pusing atau mual? Jika dibutuhkan, obat-obatan dapat digunakan untuk mengatasi gejala-gejala di atas, namun sebaiknya jangan sembarang menggunakan obat ya Bunda. Tidak semua obat aman diberikan pada ibu hamil. Beberapa obat dilaporkan memiliki efek samping pada janin, sehingga konsultasikan terlebih dahulu jika Bunda akan mengonsumsi obat-obatan.

Semoga informasi tanda tanda awal kehamilan sebelum telat haid kali ini bermanfaat ya Bunda!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *