Tips Melatih Anak Toilet Training Dengan Mudah dan Menyenangkan

7 hari lalu, by duniabunda

tips untuk melatih anak toilet training dengan mudah

Pada usia 18 sampai dengan 36 bulan anak biasanya sudah bisa mengontrol keinginan untuk BAK maupun BABnya karena pada usia tersebut kesinambungan antara kinerja otot kandung kemih, pencernaan serta otaknya sudah bekerja dengan sempurna sehingga si kecil dapat mengetahui kapan sebaiknya dia ke toilet.

Nah, ini saat terbaik bagi Bunda untuk mulai memperkenalkan dan melatih anak menggunakan toilet. Perlu Bunda ketahui bahwa proses melatih buang air besar dan kecil pada anak ini tidak akan selalu berjalan mulus-mulus saja. Ada saatnya Bunda akan merasa frustasi karena si kecil susah untuk diajak kerjasama dan tidak berhasil melakukannya. Tentunya Bunda harus terus bersabar mengajarinya.

Sedapat mungkin Bunda melakukan proses perkenalan ini dengan cara yang menyenangkan. Jangan pernah memaksa anak jika dia sendiri belum siap. Tidak perlu membanding-bandingkan diri anak dengan anak lain. Percayalah bahwa pada saatnya anak pasti bisa toilet training, biasanya terjadi antara rentang usia 18-36 bulan.

Tanda-tanda si kecil sudah siap untuk toilet training

Dalam melatih menggunakan toilet hanya dapat di mulai jika si kecil sudah menunjukkan tanda-tanda kesiapan fisik dan mentalnya. Pada saat itu biasanya kandung kemih dan sistem saraf yang mengatur bak dan baknya sudah bekerja dengan baik.

Tidak ada yang bisa Bunda lakukan untuk mempercepat proses ini jika memang belum saatnya. Masing-masing anak akan memerlukan waktu yang berbeda-beda, ada yang lebih awal bisa menggunakan toilet dan ada yang lebih lama. Umumnya anak laki-laki membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berlatih dan mengenal toilet.

Jika Bunda terlalu terburu-buru, hal ini malah akan menimbulkan rasa frustasi baik dari si anak maupun Bunda sendiri karena tidak berhasil dengan baik.

Nah berikut tanda-tanda kalau si kecil sudah siap untuk toilet training :

1. Berhenti bermain atau menunjukkan gelagat aneh

Jika si kecil bak atau bab saat sedang bermain, biasanya si kecil akan tiba-tiba berhenti bermain dan tiba-tiba berdiri dan terdiam. Selain itu mimik wajahnya akan terlihat berbeda dan memerah. Terkadang dia akan melihat kepada Bunda dan mengatakan dalam bahasanya sendiri kalau dia sedang bak atau bab.

2. Intensitas buang air kecil lebih lama

Jika si kecil tidak buang air kecil dalam waktu yang cukup lama seperti 3-4 jam. Maka hal ini menunjukkan bahwa sistem kontrol bak dan babnya sudah mulai sempurna sehingga dia bisa mengontrol bak dan babnya sendiri.

3. Tidak lagi mengompol di pagi hari saat baru bangun

Nah selain hal diatas tanda-tanda kalau si kecil sudah bisa diperkenalkan toilet training adalah anak tidak lagi mengompol di pagi hari

4. Merasa tidak nyaman dengan popok yang sudah terisi

Jika popoknya sudah terisi oleh bak maupun bab maka si kecil akan menunjukkan gelagat kalau dia tidak nyaman seolah ingin melepaskan popoknya sendiri atau dia akan meminta Bunda untuk menggantinya.

5. Mengerti sistem kerja toilet

Anak mengerti cara kerja toilet dari apa yang bunda jelaskan kepadanya dan dia mau mencoba atau menirunya walau sebagian anak biasanya tidak bersedia

6. Anak sudah bisa menurunkan celana sendiri

Tanda-tanda selanjutnya adalah si kecil biasanya sudah handal dalam menaikkan dan menurunkan celananya sendiri.

Tips melatih anak menggunakan toilet sendiri

Nah berikut cara-cara yang bisa Bunda terapkan untuk melatih anak menggunakan toilet :

1. Lakukan sounding pada anak

Sounding sendiri maksudnya adalah Bunda memberitahu anak bahwa dia sudah besar dan sudah tidak perlu lagi menggunakan popok. Dan kalau mau pipis dan buang air besar di toilet saja seperti mama dan papa.

2. Berikan Contoh

Berikan anak contoh bagaimana cara menggunakan toilet dengan menunjukkan kepadanya langsung bagaimana cara duduk. Atau anda juga bisa mengajaknya untuk duduk diatas toilet tanpa perlu melepas celana, hal ini untuk memperkenalkan toilet kepadanya.

3. Siapkan dudukan toilet anak

Bunda bisa membeli dudukan toilet khusus anak agar anak bisa duduk lebih nyaman dan tidak takut terjatuh. Siapkan juga sebuah bangku kecil untuk menyangga kakinya saat duduk ditoilet, sehingga anak mudah turun dan naik sendiri ke toilet.

4. Pastikan toilet bersih dan tidak licin

Sebelum mengajak anak ke toilet, pastikan Bunda sudah membersihkan toiletnya. Karena si kecil biasanya akan sibuk bereksplorasi dengan memegang dinding atau benda-benda saat sedang ditoilet. Pastikan lantainya tidak licin ya Bun agar anak tidak terjatuh

5. Jangan memaksa anak

Jika anak belum mau, bunda jangan pernah memaksa anak untuk ke toilet ya Bun. Karena jika anak sudah frustasi dan tertekan hal ini malah membuatnya enggan untuk belajar dan akan membutuhkan proses yang lebih lama lagi untuk memperkenalkannya.

6. Toilet Jongkok

Toilet jongkok biasanya lebih mudah di gunakan oleh anak laki-laki ketimbang anak perempuan. Walaupun begitu Bunda tetap bisa mengajarkan anak untuk berjongkok. Biasanya anak akan takut berjongkok diatas toilet karena takut jatuh. Pada proses awal Bunda bisa sambil memeganginya. Setelah sedikit lebih besar si kecil akan terbiasa untuk berjongkok sendiri.

7. Ajarkan Cuci Tangan

Setelah selesai menggunakan toilet selalu ajarkan si kecil selalu ingat untuk mencuci tangannya sendiri dengan sabun. Jangan sampai terlewatkan ya Bun.

8. Berikan Pujian

Saat anak sudah selesai menggunakan toilet selalu berikan pujian. Agar anak lebih termotivasi untuk belajar.

9. Bersabarlah

Jangan sekalipun Bunda marah bahkan menghukum si kecil jika dia belum bisa melakukannya. Karena hal ini hanya akan menambah rasa cemas dan ketidak percayaan pada dirinya. Bunda harus ingat berlatih menggunakan toilet adalah hal baru yang sedang dipelajarinya jadi Bunda harus bersabar ya.

Nah itulah serangkaian tips untuk melatih anak menggunakan toilet. Semoga bermanfaat dan jangan lupa dicoba caranya ya Bun kepada si kecil dirumah. Semoga berhasil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *