15 Tips Memilih Daycare yang Aman Untuk Anak di Masa New Normal

1 bulan lalu, by duniabunda

tips memilih daycare yang aman untuk si kecil

Dimasa new normal ini Bunda harus lebih selektif memilih daycare yang tepat dan aman untuk si kecil. Berikut tips memilih daycare untuk anak yang tepat.

Menyongsong datangnya new normal, apakah Bunda sudah mengetahui langkah berikutnya untuk mengurus dan mengasuh anak-anak di rumah?

Tentu hal ini berlaku apabila Bunda adalah seseorang yang harus bekerja di kantor atau di tempat lain yang berada di luar rumah.

Selain mempertimbangkan sumber daya lain yang bisa membantu Bunda dalam mengurus anak, tentu Bunda harus mengeluarkan sejumlah biaya tambahan apabila ingin menyewa seorang tenaga kerja.

Namun, keadaan tersebut tidak akan menutup kemungkinan kalau Bunda memutuskan untuk menitipkan anak di daycare terdekat.

Dilansir dari chomp.org, daycare menjadi sarana pengasuhan penting bagi sebagian keluarga, diikuti dengan banyaknya masyarakat yang sudah kembali bekerja untuk beradaptasi dengan new normal.

Sebelum memilih salah satu daycare yang mampu memenuhi kebutuhan untuk mengasuh sekaligus merawat anak Bunda, sebaiknya Bunda menetapkan beberapa pertimbangan yang matang saat bekerja sama dengan daycare tersebut.

Apa saja yang wajib Bunda ketahui terlebih dahulu?

Tips Memilih Daycare Untuk Anak

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penitipan anak sudah diizinkan untuk dibuka kembali untuk mendampingi anak-anak, namun dengan menerapkan aturan physical distancing dengan tepat.

Selain bersikap selektif, Bunda harus memperhatikan dengan teliti fasilitas yang akan diterima oleh anak saat harus dititipkan ke jasa daycare selama seharian. Pastikan fasilitas tersebut juga mendukung protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Berikut tips memilih daycare yang tepat untuk anak di tengah-tengah new normal pandemic COVID-19.

1. Daycare menerapkan kebijakan rajin cuci tangan

pilih daycare yang menerapkan kebijakan cuci tangan pada anak

pilih daycare yang menerapkan kebijakan cuci tangan pada anak

Seperti yang sudah Bunda ketahui, mencuci tangan adalah salah satu cara yang efektif untuk mencegah penyebaran infeksi virus COVID-19. Penerapan mencuci tangan secara rutin dan sesering mungkin sangat direkomendasikan kepada daycare yang melayani penitipan anak.

Daycare harus mampu mengarahkan anak-anak untuk disiplin mencuci tangan, terutama sebelum dan sesudah makan. Bunda perlu memastikan bahwa daycare tersebut memberikan fasilitas lengkap berupa air, sabun, atau hand sanitizer.

Ingatkan daycare untuk mendampingi anak apabila mereka mencuci tanggan menggunakan hand sanitizer. Selain mengandung alkohol, hand sanitizer rentan tertelan oleh anak-anak bila mereka tidak diawasi.

2. Upaya desinfeksi

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan ruangan daycare dengan lingkungan yang rajin dibersihkan dalam rangka penyesuaian terhadap COVID-19.

Bunda perlu menanyakan pihak daycare seputar rutinitas desinfeksi yang dilakukan selama new normal. Seluruh permukaan dengan daya kontak yang tinggi, seperti meja dan kursi harus dibersihkan sebelum maupun sesudah digunakan.

Area daycare harus mendapatkan jaminan kebersihan selama jam kerja dan layanan desinfektan untuk mengakhiri jam kerja pada hari itu. Perhatian juga perlu dikhususkan kepada segala hal yang berbau makanan dan minuman.

Pastikan makanan dan minuman mampu disiapkan dengan tata cara kebersihan yang benar. Alat makan dan minum harus disterilkan setelah digunakan oleh anak-anak.

3. Pemeriksaan suhu anak dan karyawan saat melewati pintu masuk

daycare melakukan pengecekan suhu badan anak sebelum masuk kelas

daycare melakukan pengecekan suhu badan anak sebelum masuk kelas

Screening atau pemeriksaan suhu badan adalah cara sederhana untuk memastikan bahwa semua orang yang berada di dalam daycare harus dalam keadaan sehat dan bugar.

Dengan fasilitas ini, Bunda tidak akan khawatir ketika ada pihak yang masuk ke dalam daycare secara sembarangan, padahal kondisinya sedang tidak fit. Pastikan juga daycare menyediakan kesempatan pemeriksaan lanjut untuk beberapa orang yang mungkin sedang tidak sehat.

Daycare harus aktif mempromosikan cara terbaik yang bisa dilakukan bersama untuk mencegah penyebaran virus. Setiap orang tua, anak, atau karyawan yang tidak sehat bisa diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri sesegera mungkin.

4. Penggunaan masker secara wajib

Tips memilih daycare untuk anak berikutnya adalah dengan memastikan bahwa daycare tersebut mampu menegakkan aturan penggunaan masker bagi siapapun, baik staf, orang tua, maupun anak-anak yang dititipkan.

Masker merupakan Alat Pelindung Diri yang wajib dimiliki sekaligus dikenakan oleh semua orang saat menghadapi new normal di luar rumah.

Periksa kembali apakah daycare memiliki aturan yang ketat dan harus diterapkan. Seluruh petugas daycare nantinya akan bermain dan berinteraksi dengan anak-anak, oleh karena itu imbauan penggunaan masker harus bisa dipatuhi oleh semua orang.

Bunda dapat melihat kembali aturan memakai dan membuang masker dengan cara yang benar melalui kebijakan yang sudah dianjurkan oleh World Health Organization.

5. Penyediaan Alat Pelindung Diri cadangan

daycare menyediakan apd cadangan untuk anak

daycare menyediakan apd cadangan untuk anak

Tidak jarang, pihak daycare juga masih menemui beberapa orang tua atau anak-anak yang lupa membawa masker sebagai pelindung diri saat berada di luar rumah.

Apabila sewaktu pemeriksaan suhu orang tua dan anak-anak tergolong sehat namun tidak mengenakan masker, daycare harus mengusahakan ketersediaan masker untuk dibagikan kepada tamu yang tidak membawa masker.

Daycare dapat menyediakan beragam Alat Pelindung Diri dengan menyesuaikan kebutuhan. Lebih baik, daycare menyiapkan sejumlah masker dan faceshield apabila diperlukan oleh sebagian anak yang belum terlalu memahami etika batuk dan bersin yang benar.

6. Memisahkan peralatan pribadi

Menitipkan anak-anak kepada layanan daycare berarti memberikan kepercayaan sepenuhnya untuk mengurus kebutuhan si kecil selama beberapa waktu, bisa jadi sejak pagi hingga malam hari.

Daycare yang baik memastikan untuk tidak menjadikan satu peralatan pribadi milik anak-anak, seperti alat mandi atau alat makan. Pastikan peralatan pribadi bukanlah sarana untuk memakaikannya kepada anak secara bergantian dengan teman-temannya.

7. Pembagian kelompok dan petugas

Di era new normal, seluruh kegiatan yang berhubungan dengan interaksi harus dibatasi seminimal mungkin untuk menghindari penyebaran. Begitu pula dengan aturan dan ketetapan yang harus sedikit diubah oleh layanan daycare.

Dengan berpedoman pada protokol kesehatan melalui CDC maupun WHO, daycare harus mampu membagi kelompok secara merata dan tidak melibatkan banyak anggota.

Apabila sebelumnya petugas harus mendampingi lebih dari 4 anak, peraturan new normal sedikit mengalami perubahan menjadi 1 sampai 2 anak saja. Kelompok yang sudah ditentukan juga tidak boleh diubah atau dicampur kembali.

8. Pembatasan jumlah anak yang bisa dititipkan

daycare menetapkan kebijakan pembatasan jumlah anak di dalam kelas

daycare menetapkan kebijakan pembatasan jumlah anak di dalam kelas

Mengurangi jumlah anak-anak tentu merupakan sebuah langkah efektif yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kontak secara langsung pada era new normal.

Ditambah dengan sikap anak-anak yang cenderung aktif dan suka bergaul, hal ini menjadi langkah yang tepat untuk dilakukan sebuah daycare.

Pengurangan jumlah anak akan mengurangi keramaian serta membantu merealisasikan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan. Jumlah orang yang sedikit di dalam sebuah daycare turut membantu orang tua yang membutuhkan layanan daycare aman dan sehat.

9. Menentukan area khusus antar jemput

Bunda perlu mempertimbangkan daycare yang memberikan aturan khusus seputar antar jemput anak. Daycare yang tegas tentu mampu dipercaya untuk memberikan layanan yang sesuai dengan anjuran dan protokol kesehatan selama new normal berlangsung.

Biasanya, daycare akan menyediakan semacam meeting point atau tempat khusus untuk menurunkan anak-anak atau menjemput mereka saat jam pengasuhan sudah habis.

Tentu Bunda harus menaati aturan ini supaya anak-anak dapat dititipkan dan Bunda dapat bekerja tanpa ada rasa khawatir mengenai si kecil.

10. Ruang isolasi dan kontak tenaga medis

Pandemi virus Corona memungkinkan bahwa seluruh peristiwa bisa saja terjadi. Begitu pula dengan area penitipan atau asuhan daycare. Untuk mengatasi kejadian tidak terduga, sebaiknya daycare sudah menyediakan ruang isolasi khusus serta kontak tenaga medis terdekat.

Apabila ada staf atau anak-anak yang menunjukkan gejala secara tiba-tiba, Bunda cukup mempercayakan daycare yang sudah melaksanakan tahap antisipatif tersebut.

Daycare tidak akan panik dan mampu melakukan kontrol dengan benar serta tepat. Penanganan situasi mendesak dan persiapan new normal yang matang berhak dipertimbangkan Bunda untuk memilih daycare tersebut.

11. Kebijakan daycare apabila staf atau anak sedang sakit

kebijakan daycare jika ada anak yang sakit

kebijakan daycare jika ada anak yang sakit

Nah tips memilih daycare untuk anak yang patut untuk diperhatikan adalah adanya kebijakan daycare apabila ada staff atau anak yang sedang sakit. Menanggapi petugas atau anak yang sakit, terdapat peraturan daycare yang bisa diperhatikan, yaitu bagaimana menanggapi beberapa orang yang sedang tidak fit dan harus berada di dalam daycare selama beberapa waktu.

Apabila ada anak yang sakit, petugas harus bisa mengondisikan anak tersebut untuk terpisah secara sementara dari teman-temannya. Kalau memang sakitnya agak berat, biasanya anak yang sakit harus melakukan isolasi mandiri di rumah.

Petugas yang sakit harus memiliki keterangan yang jelas mengenai kondisinya. Pastikan mereka bekerja sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Penyakit ringan mungkin bisa ditoleransi, namun biasanya daycare memberikan kesempatan kepada petugas yang sakit untuk beristirahat terlebih dahulu disertai keterangan yang jujur, jelas, dan lengkap.

Baca juga 17 rekomendasi vitamin yang bagus untuk daya tahan tubuh anak

12. Aktivitas interaksi fisik tidak terlalu banyak

Petugas daycare tentu sudah mempertimbangkan aktivitas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk menyesuaikan new normal. Memang agak berbeda, namun hal ini akan membantu meminimalisir transfer virus.

Pastikan daycare memberikan informasi jelas seputar kegiatan yang boleh dilakukan oleh anak-anak. Tentu kegiatan atau permainan tersebut jangan sampai melibatkan banyak orang.

Interaksi tentu boleh dilakukan, namun daycare harus mampu mendampingi anak-anak melakukan physical distancing dengan benar saat berkegiatan.

13. Tanggap menghadapi kebutuhan anak-anak

daycare yang baik selalu menanggapi kebutuhan anak

daycare yang baik selalu menanggapi kebutuhan anak

Tidak hanya mengandalkan persiapan tempat yang matang selama new normal, daycare perlu menjamin untuk bekerja tanggap apabila anak-anak memiliki keinginan atau keperluan khusus selama dititipkan kepada petugas.

Misalnya, jadwal makan atau minum obat karena si kecil baru saja mendapatkan perawatan dari rumah sakit. Petugas harus melakukan tindakan yang cepat dan tanggap ketika anak-anak meminta bantuan.

Apabila Bunda membutuhkan bantuan dari daycare untuk kebutuhan tertentu pada anak, sampaikan sejelas mungkin supaya rutinitas khusus itu tidak dilewatkan begitu saja karena si kecil terlalu sibuk untuk bermain.

14. Daycare hanya menerima anak-anak lokal

Kebijakan yang satu ini akan membantu mengurangi transmisi penyebaran virus Corona. Daycare lebih mudah mengasuh anak-anak karena sudah mengenali mereka dari lingkungan terdekat.

Belum lagi kalau daerah tempat tinggal Bunda merupakan daerah transmisi rendah, sedangkan ada anak-anak dari daerah luar yang berasal dari area transmisi tinggi. Daycare harus menetapkan aturan secara tegas kepada orang tua di luar area lokal.

Bunda bisa menitipkan si kecil kepada daycare yang mampu memfasilitasi hal tersebut.

15. Minimalisir penggunaan ruangan umum

Setelah si kecil berkelompok dengan staf maupun teman-temannya yang lain, tentu penggunaan ruangan yang sifatnya umum harus dikurangi. Kelompok kecil masing-masing bisa menggunakan ruangan yang ada, selain ruang makan atau tempat bermain yang luas.

Namun, hal ini dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Apabila daycare bisa menerapkan strategi pengaturan ruangan dengan tepat, maka kesehatan dan kebersihan mampu dijalankan selama pengasuhan berlangsung.

 

Bunda harus bersikap selektif untuk memilih daycare yang bisa dipercaya menjalankan protokol kesehatan selama new normal. Kesehatan dan kenyamanan anak-anak harus diperhatikan untuk mendukung pencegahan transmisi terhadap virus Corona. Semoga tips memilih daycare untuk anak diatas dapat membantu Bunda menentukan tempat penitipan yang aman untuk si kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *