Tips Mencuci Pakaian Anak yang Kotor Agar Terlihat Seperti Baru Kembali

5 bulan lalu, by duniabunda

tips mencuci pakaian anak yang kotor

Bunda kesulitan mencuci baju si kecil yang kotor sehabis bermain? Jangan kesal dulu ,Bun. Inilah tips mencuci pakaian anak yang kotor agar terlihat seperti baru lagi

Apakah Bunda menetapkan jadwal rutin untuk mencuci pakaian yang kotor? Jika ya, akan lebih baik karena dengan jadwal yang teratur dan tidak menunda, pakaian Bunda dan keluarga tidak akan cepat rusak.

Apalagi, Bunda pasti senang apabila pakaian yang dicuci kembali bersih seperti baru. Pakaian milik anak-anak adalah salah satu hal yang harus Bunda perhatikan.

Tidak hanya untuk yang berusia anak-anak, justru pakaian untuk bayi juga harus diperhatikan dan dijaga kebersihannya. Mengapa?

Dilansir dari bhg.com, pakaian bayi harus dicuci seperti baru karena kulit yang masih sensitif serta menghilangkan residu atau bakteri penyebab penyakit yang menempel pada si kecil.

Berikut adalah beberapa tips mencuci pakaian anak yang kotor supaya terlihat baru dan segar ketika dikenakan kembali oleh mereka.

Apakah Bunda Bisa Mencuci Pakaian Anak Menjadi Terlihat Seperti Baru?

Tentu saja, bisa! Apabila mampu membiasakan mencuci pakaian secara rutin menggunakan cara yang benar, Bunda akan mendapatkan hasil cucian pakaian anak yang sangat bersih seperti baru.

Tidak hanya berpengaruh pada pakaian yang kotor, kebersihan dan kesehatan si kecil akan terjaga karena pakaiannya tidak menimbulkan masalah pada kulit ataupun pernafasan.

Tentu ada anak-anak yang memiliki kulit sensitif dan harus terjaga dengan baik, bukan? Apalagi, koleksi pakaiannya akan dipakai sehari-hari dan menempel pada tubuh mereka saat beraktivitas.

Tips Mencuci Pakaian Anak

1. Pilih detergen yang sesuai

deterjen untuk mencuci pakaian yang bagus

pilihlah deterjen yang bagus untuk mencuci pakaian kotor

Salah satu hal mendasar yang biasanya Bunda siapkan untuk mencuci adalah detergen yang bekerja untuk membasmi kuman yang bertengger pada pakaian. Umumnya, bahan aktif yang bekerja adalah surfaktan.

Detergen bekerja dengan memanfaatkan tegangan permukaan untuk menahan kotoran dan partikel supaya tidak lolos ketika terjadi pengolahan suspensi.

Sebenarnya, detergen apapun tidak masalah digunakan selama anak-anak tidak mengalami reaksi alergi yang menentu atau kulit yang sensitif saat mengenakan pakaian kembali.

Detergen yang memiliki tekstur cair biasanya memiliki kekuatan membilas yang lebih baik daripada detergen bubuk yang bisa meninggalkan bekas serbuk pada pakaian dan menyebabkan terjadinya iritasi pada kulit anak-anak.

Pakaian anak-anak dengan kulit sensitif sebaiknya dicuci menggunakan deterjen non biologis.

2. Perhatikan bahan pakaian anak

Berkembangnya zaman diikuti dengan berkembangnya teknologi mesin cuci. Apabila ingin mencuci pakaian anak, gunakan pengaturan mesin cuci yang sesuai dan tidak merusak.

Mencuci baju anak yang berbahan lembut, Bunda harus sesuaikan pengaturan mesin cuci yang berputar tidak terlalu keras.

Ketika Bunda sudah memahami dengan baik bentuk dan rupa bahan pakaian anak, maka hasil pencucian nanti akan lebih bagus, tidak kusam atau berbulu, dan tampak seperti baru kembali.

Beberapa bahan memang membutuhkan perhatian khusus dan tidak selalu boleh dicuci dengan mesin. Pastikan Bunda bisa mencuci pakaian anak dengan benar, ya!

3. Tidak mau repot? Cek label pakaian anak juga bisa!

Kalau Bunda tidak mau bingung dan repot menentukan cara mencuci pakaian anak yang kotor supaya tidak kusam dan tampak baru, cukup periksa tag label yang menempel pada pakaian.

Dikutip dari parenting.firstcry.com, instruksi pencucian akan membuat Bunda mengerti material dan perlakuan yang sebaiknya diberikan kepada pakaian sesaat sebelum dicuci.

Beberapa tanda label yang perlu Bunda ketahui adalah sebagai berikut.

  • Machine wash, normal
  • Machine wash, cold terdapat angka 30
  • Machine wash, warm terdapat angka 40
  • Machine wash, hot terdapat angka 50, 60, 70, dan 95
  • Machine wash permanent press, satu underline
  • Machine wash gentle or delicate, dua underline
  • Hand wash
  • Do not wash

Tentu lebih baik apabila Bunda bisa mencuci pakaian anak sesuai instruksi yang berfungsi agar pakaian dan bahannya tidak cepat rusak serta tetap cerah.

4. Pisahkan pakaian berdasarkan warna

tips mencuci pakaian dengan memisahkan warna

tips mencuci pakaian dengan memisahkan warna

Selain memisahkan pakaian anak di tempat yang khusus, Bunda harus menyortir kembali pakaian si kecil sesuai warnanya masing-masing.

Pisahkan warna putih dengan warna terang supaya tidak terjadi kelunturan.

Bila perlu, pisahkan juga pakaian berbahan jeans atau denim karena kedua bahan tersebut cenderung mudah luntur dan bisa mengubah warna pakaian lain yang dicuci bersamaan.

Untuk mengutamakan kebiasaan ini, Bunda harus menghilangkan rasa malas supaya tidak ada pakaian anak yang rusak, namun nyatanya masih bagus dan tergolong baru.

5. Cuci pakaian anak terlebih dahulu

Tentu pakaian yang kotor tidak hanya milik si kecil saja. Bunda juga harus mencuci bersih pakaian keluarga yang lain.

Saran yang bisa Bunda biasakan adalah dengan mencuci terlebih dahulu pakaian anak-anak. Hal ini bertujuan supaya tidak ada bakteri pada pakaian Bunda dan keluarga yang lain tidak merembet ke pakaian milik anak.

Dilansir dari momlovesbest, ada beberapa alasan mengapa Bunda mencuci baju anak terlebih dahulu, yaitu:

  • Anak-anak mempunyai kulit yang sangat sensitif.
  • Salah satu keluarga di rumah bekerja dengan bahan-bahan kimia.
  • Bunda dan orang dewasa lain di rumah cenderung menyukai detergen yang berbau dan menghasilkan cucian yang harum.
  • Anak-anak menggunakan banyak pakaian dalam satu hari.

6. Cuci pakaian baru sebelum digunakan

Jangan lupa untuk cuci terlebih dahulu pakaian baru yang Bunda belikan untuk si kecil. Pakaian baru sudah tersentuh dengan debu atau kotoran dari luar, apalagi ketika masih di display atau tersimpan dalam waktu yang lama.

Pakaian harus menjadi bersih dan segar terlebih dahulu sebelum memakaikannya untuk si kecil.

Dikutip dari thespruce.com, berikut beberapa alasan mengapa Bunda harus mencuci pakaian si kecil terlebih dahulu sebelum digunakan.

  • Menghilangkan pewarna berarti yang mampu mengganggu kenyamanan kulit. Beberapa pakaian terbuat dari pewarna azo-aniline yang mudah bereaksi dengan alergi dan iritasi.
  • Tidak mentransfer penyakit kulit karena pakaian yang sudah berulang kali dicoba oleh orang lain.
  • Menghilangkan bahan kimia yang dimanfaatkan untuk mengomposisikan penguat warna supaya pakaian lebih mencolok. Mungkin bahan kimia ini tidak akan hilang dalam satu kali cuci, namun pencucian berikutnya akan membantu menghabiskan kadar kimia pada bahan pakaian.

Hal ini tentu akan menyelamatkan kulit anak-anak yang mudah terkena alergi atau iritasi dan cenderung mengganggu ketika mereka sedang beraktivitas.

7. Menghilangkan noda pada pakaian

Urutan langkah-langkah berikut bisa menjadi solusi yang Bunda gunakan untuk membersihkan noda membandel pada pakaian si kecil.

  • Rendam pakaian kotor ke dalam air suam-suam kuku.
  • Masukkan beberapa sendok baking soda ke dalam larutan air dan pakaian. Gosok perlahan menggunakan sikat gigi.
  • Setelah menunggu 5-10 menit, Bunda bisa segera mencuci pakaian dengan cara yang biasa.

Banyak cara yang bisa Bunda gunakan untuk membersihkan noda. Salah satunya adalah dengan menggunakan lemon.

Caranya cukup mudah, yaitu Bunda cukup siapkan air dalam bak dan masukkan pakaian kotor ke dalamnya. Lemon yang sudah dipotong-potong bisa dimasukkan ke dalam bak.

Setelah menunggu 15-30 menit, kotoran yang membandel akan berpindah dari pakaian menuju air rendaman.

Bunda bisa melanjutkannya dengan mencuci pakaian seperti biasa.

8. Gunakan softener bila perlu

Softener akan memberikan hasil akhir yang wangi dan melembutkan pakaian anak. Seratnya menjadi halus dan nyaman ketika dipakai oleh si kecil.

Bunda bisa memilih softener dengan wewangian yang cenderung sedikit pada komposisi dan teruji klinis oleh dermatologis. Kulit anak-anak cenderung harus beradaptasi selama masa pertumbuhannya.

Akan tetapi, khusus anak bayi Bunda bisa memberikan softener yang tidak mengandung pewarna atau pewangi untuk mencegah iritasi akibat bahan kimia yang berlebihan.

Tidak hanya itu, pakaian yang sudah disimpan juga tidak akan mudah kusut saat harus terlipat dan digunakan kembali dalam jeda waktu yang cukup lama.

9. Pakaian dikeringkan dengan benar

Ketika pakaian sudah selesai dibilas, segera jemur pakaian di bawah sinar matahari. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan bakteri yang masih hidup pada pakaian yang sudah Bunda cuci. Sinar matahari juga aman untuk kain pakaian dan mencegah pengeringan yang memudarkan pakaian.

Apabila mesin cuci Bunda sudah memiliki teknologi pengering, kombinasikan pula dengan sinar matahari supaya bakteri dapat hilang sama sekali dan tidak akan merugikan si kecil ketika mengenakan pakaian tersebut.

Namun, tidak ada salahnya kalau Bunda sudah memanfaatkan pengering dengan benar untuk menghindari pakaian yang disimpan menjadi lembap.

Selain itu, pengeringan yang benar tidak akan memudarkan warna pakaian si kecil.

10. Membalik baju ketika dicuci

Bagian dalam dan luar pada pakaian harus mendapatkan jatah pencucian yang seimbang. Namun, untuk mencegah warna pakaian yang memudar, Bunda bisa lebih mengutamakan bagian dalam.

Umumnya bagian pada pakaian yang terletak di luar cenderung cepat memudar dan tidak terlihat segar kembali seusai dicuci.

Bagian dalam yang sering dicuci tidak akan terlihat apabila memudar. Tetapi, Bunda juga harus memperhatikan kebersihan bagian luar dari pakaian supaya tidak ada debu dan bakteri yang tersisa yang hanya akan merusak bahan kainnya.

11. Jangan cuci baju terlalu banyak

tips mencuci pakaian agar tidak bertumpuk

tips mencuci pakaian agar tidak bertumpuk

Selain merusak mesin cuci, mencuci pakaian terlalu banyak akan merusak pakaian dan kotoran masih mudah menempel di sana.

Mesin cuci overload hanya menyesakkan tumpukan pakaian kotor, sehingga tidak dapat berputar di dalam secara fleksibel karena tidak memiliki ruang gerak.

Bunda bisa membagi pencucian pakaian anak jika dirasa terlalu banyak untuk sebuah mesin cuci. Apabila memungkinkan, pastikan deterjen tidak perlu terlalu banyak, namun memiliki busa yang melimpah.

Kucek sedikit supaya pakaian si kecil semakin bersih setelah terkena kotoran dari aktivitasnya seharian.

12. Kaus kaki kotor? Cuci dengan air dingin

Mengapa air dingin? Air hangat hanya akan menumpuk kotoran supaya semakin membandel pada ksu kaki. Hal ini akan menyebabkan warna kaus kaki menjadi kusam dan tidak seperti aslinya.

Tidak hanya itu, elastisitas kaus kaki yang direndam dengan air dingin tentu lebih baik dibandingkan dengan rendaman air panas.

Ketika merendam, usahakan untuk memasukkan deterjen ke dalam air dingin, supaya kaus kaki dapat dinetralisir secara sempurna dan tidak menyusut ataupun memuai.

 

Ikuti beberapa tips mencuci pakaian anak yang kotor di atas supaya selalu tampak seperti baru. Apabila Bunda mampu membiasakan mencuci pakaian rutin dengan benar, tentu pakaian anak jadi awet, selalu nyaman dipakai, dan warnanya tetap cerah tanpa memudar.

Selamat mencuci pakaian anak, Bun!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *