Si Kecil Sedikit-Sedikit Menangis. Perlu Ditanggapi Gak Sih Bun?

2 minggu lalu, by duniabunda

tips mengatasi anak yang cengeng

Bunda tentu sering mengalami fase-fase saat si kecil sangat mudah sekali menangis alias cengeng karena sesuatu hal. Kebanyakan dari kita tentu akan buru-buru menenangkan dan melakukan apa saja untuk mengalihkan perhatiannya. Hal ini wajar, karena naluri seorang Ibu tidak akan tega melihat buah hatinya bersedih dan senang melihatnya tertawa ceria dan bahagia.

Namun, tahukah Bunda? Jika hal ini dilakukan terus-menerus, secara tidak langsung sebenarnya kasih sayang Bunda bisa jadi bumerang buat si kecil kedepannya.

Bunda harus mengetahui kapan harus menanggapi tangisan si ke kecil dan kapan harus mengabaikannya. Bunda tidak perlu merasa bersalah karena tidak semua tangisannya harus ditanggapi karena justru bisa menumbuhkan sesuatu yang tidak baik untuk karakternya.

Baca juga Rekomendasi Buku Parenting Terbaik untuk Panduan Bunda Mengasuh Anak

Lalu gimana sih cara membedakan tangisan balita?

Jadi tangisan si kecil itu biasanya disebabkan oleh beberapa hal yaitu : kemauannya yang harus dituruti, karena jatuh atau terluka dan menangis hanya karena ingin meluapkan emosinya, contohnya seperti tantrum.

Ketika si kecil menangis karena keinginannya tidak dituruti, maka Bunda bisa sementara mengabaikannya alias tidak langsung ditanggapi. Mengapa? Karena agar tidak terbiasa menggunakan tangisan sebagai alat untuk memaksa Bunda untuk menuruti segala permintaanya. Jika terus dituruti, si kecil akan berpikir ” menangis saja deh, nanti juga pasti dituruti oleh mama”

Jadi tangisannya itu sebenarnya merupakan manipulasi, bukan menangis karena sedih tapi sebenarnya sedang memanipulasi Bunda. jangan salah Bun, anak kecil itu sebenarnya sangat pintar dan selalu belajar dari pengalamannya. Mungkin kita sudah lupa, tapi anak tidak. Si kecil selalu ingat dengan kejadian-kejadian yang dialami kemudian dia akan melakukan hal yang sama agar Bunda menuruti permintaanya. Jadi Ingat Bunda harus tetap konsisten ya.

Lalu bagaimana cara menghadapi tangisannya ?

Jadi sebaiknya Bunda biarkan saja dia menangis hingga kelelahan dan berhenti sendiri. Agar mereka mengerti bahwa tangisan tidak akan menyelesaikan masalah dan keinginan mereka tidak lekas dituruti.

Hindari mengalihkah perhatian anak dengan memberikan hal lain agar tangisannya berhenti, karena hal ini malah membiasakan dia untuk berpikir bahwa harus ada pengganti yang lain jika hal yang dia inginkan tidak dituruti.

Nah setelah dia lelah menangis, baru Bunda dekati dan peluk dia sambil menjelaskan dengan pelan-pelan dan kasih sayang bahwa kalau Bunda bilang tidak ya artinya tidak jadi menangis pun percuma.

Bagaimana jika si kecil menangis karena keinginannya tidak dituruti saat berada ditempat umum?

Bunda tentu khawatir dan malu jika si kecil menggunakan tangisannya agar mainan yang dia inginkan Bunda beli saat ada di mall. Jika sejak dari rumah Bunda selalu konsisten untuk mendidik anak, maka hal ini tidak akan terjadi di tempat umum. Karena tentunya saat dirumah Bunda akan sering menemui kejadian anak menangis bukan? Jadi sebaiknya Bunda terapkan dulu sikap konsisten terhadap anak sejak dari rumah. Jangan tunggu anak menangis dan merengek di tempat umum baru kemudian Bunda panik.

Anak Menangis Karena Tantrum

Selain karena keinginannya tidak dituruti, balita biasanya menangis karena emosi atau tantrum. Biasanya saat hal ini terjadi, si kecil akan menangis keras dan susah untuk dihentikan. Ketika hal ini terjadi, sebaiknya Bunda biarkan dulu dia meluapkan emosinya. Jangan di tanggapi dulu karena justru akan membuatnya semakin mengamuk.

Selain itu, tidak menanggapi tangisannya untuk sementara akan mengajarkan dia untuk mengelola emosinya. Ini merupakan sesuatu yang penting untuk dimilikinya saat dewasa nanti. Bunda tentu sering mendengar remaja yang mudah stress dan tidak dapat bersosialisasi dengan baik karenaa tidak biasa mengelola emosinya dengan baik Inilah contoh dari mereka yang sejak kecil dibiasakan untuk tidak dibiarkan menangis dan mengelola emosinya sendiri.

Maka dari itu Bunda jangan sedikit-sedikit panik saat anak menangis ya. Jangan sampai ketika dewasa nanti dia tidak memiliki kecerdasan emosi yang baik dan selalu menuntut orang lain untuk mengalihkan emosi dan menyenangkannya.

Setelah tangisan si kecil reda baru Bunda ajak bicara kalau Bunda akan selalu ada disampingnya dan kalau dia perlu sesuatu.

Kapan sebaiknya balita langsung ditanggapi saat menangis?

Nah, jika si kecil ternyata menangis karena terjatuh, kesakitan atau terluka, baru Bunda dengan sigap segera menanggapinya dan menenangkannya. Dan ingat untuk selalu mengingatkannya untuk berhati-hati agar tidak terjatuh lagi lain kali.

Sekian tips untuk menghadapi anak yang menangis dari Dunia Bunda. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi Bunda untuk bisa mendidik anak dengan lebih baik lagi.

Baca Juga Dampak Buruk Terlalu Sering Memanjakan Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *