Tips Menyimpan Bumbu Dapur Agar Awet

3 bulan lalu, by duniabunda

tips menyimpan bumbu dapur agar awet

Memasak menjadi salah satu aktivitas yang Bunda lakukan hampir setiap hari. Cita rasa yang lezat dan tidak terlupakan selalu ingin Bunda sajikan di atas meja. Hal ini menjadi lengkap karena kinerja bumbu dapur yang kaya aroma dan rasa bagi segala resep masakan Bunda.

Berbicara soal bumbu dapur, umumnya Bunda sudah menyediakan stok yang bisa disimpan dalam jangka waktu tertentu sebagai bahan baku memasak. Namun, apakah Bunda sudah menyimpannya dengan tepat?

Mengapa Harus Menyimpan Bumbu Dapur Dengan Tepat?

Alasan utama dari teknik, metode, maupun bentuk penyimpanan yang benar akan menjaga bumbu dapur tetap awet dan siap digunakan. Apabila berhasil disimpan dengan baik, otomatis rasa serta kualitasnya terjaga ketika sudah ditambahkan pada resep kesukaan keluarga.

Bunda akan memperoleh cara yang tepat dalam menyimpan bumbu dapur berdasarkan kebutuhan. Apa saja tips dan cara efektif yang bisa Bunda terapkan setiap harinya?

Tips Menyimpan Bumbu Dapur Agar Awet

1. Pastikan tidak terpapar sinar matahari secara langsung

Tips pertama yang harus Bunda pahami adalah tidak meletakkan bumbu dapur pada area yang berpotensi terpapar sinar matahari. Mengapa demikian?

Sinar matahari nyatanya berpotensi untuk mengubah warna bumbu dapur kemudian menjadikannya kering sehingga mudah membusuk. Hal ini bisa terjadi akibat penurunan kualitas pada bumbu dapur atau rempah-rempah jika terkena sinar matahari dalam waktu tertentu.

Terdapat beberapa bumbu dapur yang memang tergolong rentan dan tidak mampu dibiarkan di bawah sinar matahari, seperti cabai, tomat, dan sebagainya.

2. Ganti keberadaan kresek dengan wadah khusus bumbu dapur

Umumnya, bumbu dapur dibungkus dengan kresek ketika Bunda membelinya di pasar. Namun, sebaiknya segera pindahkan ke wadah terbuka apabila Bunda sudah sampai di rumah.

Bahan-bahan yang semula segar akan menjadi kurang bagus jika ditempatkan di kresek terlalu lama, apalagi sampai penyimpanan. Kondisi tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan kresek dalam menyerap gas yang muncul dari bumbu dapur yang ada.

Hal itulah yang menjadikan kantung kresek bersuhu lembap sekaligus mempercepat pembusukan pada bumbu dapur. Padahal, bisa jadi bahan-bahan yang sudah diperoleh malah lebih mampu tahan lama. Sungguh disayangkan, bukan?

3.  Cuci dan keringkan bumbu dapur yang akan disimpan

cuci bumbu dapur sebelum disimpan

cuci bumbu dapur sebelum disimpan

Seluruh bumbu dapur yang bersifat segar dan siap dipakai harus dicuci dan dikeringkan terlebih dahulu sebelum menuju metode penyimpanan. Bilas di bawah air yang mengalir kemudian tunggu sampai kering maksimal, tanpa ada air masih menempel pada bagiannya.

Keberadaan air yang masih tersisa dan buru-buru disimpan hanya menimbulkan kelembapan pada bumbu dapur. Setelah dicuci dengan air mengalir, letakkan bumbu dapur di atas handuk atau kain khusus untuk menyerap air yang tersisa.

Beberapa bumbu dapur yang harus Bunda perhatikan untuk mendapatkan step penyimpanan ini adalah kencur, lengkuas, jahe, kunyit, dan lain-lain.

4. Penyimpanan di area yang tidak lembap

Selain dalam persiapannya, tentu Bunda tidak boleh melewatkan penyimpanannya. Jika sudah benar, biasanya bumbu dapur yang cenderung segar dan basah bisa bertahan hingga satu bulan.

Upayakan untuk meletakkannya di tempat-tempat terbuka, namun tidak terganggu oleh lingkungan lembap. Seperti yang sudah Bunda ketahui, kelembapan hanya mempercepat proses degradasi kualitas dari bumbu dapur tersebut.

Tempat yang terbuka dan cenderung kering akan membawa sirkulasi udara lebih lancar dalam menjaganya lebih tahan lama.

5. Bumbu dapur bubuk dimasukkan dalam wadah yang kedap udara

Dewasa ini, bumbu dapur dalam bentuk bubuk banyak dikembangkan di masyarakat. Tidak lupa dengan bumbu dapur yang sudah umum berupa bubuk, seperti garam, merica, dan sebagainya.

Kemudahan yang Bunda peroleh dari bumbu dapur bubuk adalah tidak perlu merasa kelelahan atau kerepotan lagi untuk mengolah bentuk mentahannya supaya bisa digunakan. Namun, penyimpanan dari bumbu bubuk cenderung berbeda dari bumbu dapur yang basah atau segar.

Pastikan Bunda memakai wadah yang tertutup rapat dan kedap udara agar tidak mudah menggumpal sekaligus tahan lama. Tentu Bunda sudah paham bahwa bumbu bubuk cenderung lebih efektif dalam menggunakannya untuk memperkaya masakan.

Selain itu, bumbu bubuk yang tersimpan dengan baik tanpa tercecer dari wadah tertutup tidak akan mudah tumpah atau terkena cairan yang berpotensi mengubahnya menjadi gumpalan.

Baca juga Rekomendasi Merk Food Processor Terbaik

6. Bentuk dedaunan harus disimpan dengan cara yang tepat

tips menyimpan bumbu dapur dalam bentuk dedaunan

Masakan Indonesia memang diperkaya dengan rempah dan bumbu dapur berciri khas, salah satunya dalam bentuk dedaunan. Beberapa di antaranya adalah daun salam, pandan, serai, seledri, hingga daun jeruk.

Apabila memang sudah terbentuk lembaran, jangan sampai disimpan di tempat-tempat berpotensi terkena sinar matahari. Masukkan ke wadah yang aman dilanjutkan dengan lemari es dengan suhu yang ideal dan tidak terlalu rendah.

Di samping itu, jangan lupa untuk mencucinya terlebih dahulu supaya bebas dari bakteri yang masih menempel pada permukaannya. Apabila masih menempel pada rantingnya, upayakan simpan di tempat kering, tetap terbuka, dan tidak perlu dicabut.

7. Jangan simpan bumbu dapur di dekat kompor

Sama seperti paparan sinar matahari, nyatanya kompor berpengaruh pada bumbu dapur yang diletakkan di dekatnya. Api pada kompor akan menghasilkan suhu cenderung tinggi dan bisa memengaruhi lingkungan di sekitarnya.

Bumbu dapur yang semula memang segar dan terjaga dengan baik mampu mengurangi kualitas aromanya ketika sudah dicampurkan ke dalam masakan. Akibatnya, sungguh terasa tidak mudah untuk menentukan takaran yang pas dan sesuai resep demi makanan lezat untuk keluarga.

Hal ini sungguh-sungguh perlu mendapatkan perhatian karena bumbu dapur berbentuk sayuran yang mudah layu memang rentan dengan kondisi tersebut. Jadi, Bunda memang harus pintar-pintar mencari spot penyimpanan bumbu dapur dan menjauhkannya dari alat penggorengan.

8. Penyimpanan bumbu biji-bijian supaya awet

Selain berbentuk bubuk dan utuh segar, nyatanya Bunda juga masih banyak yang menggunakan bumbu berbentuk biji-bijian. Contohnya adalah merica butiran dan ketumbar. Jika dicermati, bumbu biji bersifat lebih mudah tahan lama.

Namun, penyimpanan yang salah membuatnya sangat mudah terkena serangan jamur, serangga, dan bakteri. Oleh sebab itu, usahakan untuk menyimpannya pada sebuah toples yang cenderung rapat dan aman.

Tempat tersebut bisa diarahkan pada sedikit sinar matahari yang tetap teduh dan mencegahnya dari lingkungan penuh kelembapan.

9. Bawang-bawangan dan rempah tidak perlu dicuci sebelum disimpan

Banyak dari Bunda yang membeli golongan bawang dan rempah lebih banyak dari bumbu dapur lain karena frekuensi penggunaan lebih sering ketimbang bumbu lainnya. Jika tidak mengetahui tahapan penyimpanan yang benar, bisa jadi bawang maupun rempah menjadi kering lalu membusuk.

Jika tidak segar, hal ini berdampak pada hasil masakan yang tidak kaya rasa sehingga tidak terasa kenikmatannya. Namun sama seperti bahan lainnya, hindari paparan sinar matahari atau lingkungan lembap yang memudahkan pembusukannya.

Bila sudah mendapatkannya dari pasar, pindahkan dari kresek menuju wadah yang sudah disiapkan. Tidak perlu mencucinya saat itu dan sebaiknya cuci saja ketika akan digunakan pada masakan.

10. Cabai-cabaian yang dimasukkan ke dalam lemari es

masukkan cabai cabaian dalam lemari es

masukkan cabai cabaian dalam lemari es

Ada banyak makanan Indonesia yang diolah menjadi pedas dan disukai masyarakat di Indonesia. Jika Bunda adalah salah satunya, maka Bunda tentu sudah tidak asing dan ahli dalam mengolah sambal rumahan. Bahan utama dari pembuatan sambal adalah ragam jenis cabai yang ada.

Masalahnya, Bunda pasti menyiapkan stok cukup banyak dalam menguleknya menjadi sambal. Oleh sebab itu, Bunda memikirkan strategi terbaik untuk menyimpannya dengan baik agar tidak mudah kering atau busuk.

Berbeda dari sebagian bumbu dapur yang ada, Bunda harus memasukkannya ke dalam kulkas karena suhu rendahnya cenderung stabil dalam mempertahankan kesegaran cabai. Meskipun sudah masuk dalam wadah tertutup, pastikan untuk segera meletakkannya dalam lemari es.

Sebaliknya, membiarkan di luar ruangan mudah mengubahnya menjadi bumbu kering, kerut, dan terasa tidak cocok dipakai menjadi bahan baku masakan.

Baca juga Tips Menyimpan Makanan Dalam Kulkas

11.  Tomat dan jeruk nipis cukup di tempat yang terbuka

Jika diperhatikan, mungkin selama ini Bunda tergolong keliru dalam menyimpan tomat atau jeruk nipis. Kesegarannya bisa bertahan jika dimasukkan ke dalam lemari es. Namun, cobalah untuk mengubah kebiasaan tersebut agar stok dua bumbu dapur tersebut tidak mudah rusak.

Jeruk nipis memang tidak masalah jika dimasukkan ke kulkas dalam mempertahankan kesegarannya ketika akan digunakan. Sebaliknya, menyimpan tomat bisa dilakukan dengan menaruhnya di wadah terbuka serta tidak terkena pengaruh dari sinar matahari.

12.  Bumbu dapur yang sudah dihaluskan harus ada di tempat tertutup

Alternatif lain yang mungkin Bunda coba lakukan adalah menghaluskan bumbu dapur menjadi bentu tertentu kemudian disimpan agar lebih mudah digunakan di lain hari. Bunda juga jadi lebih hemat waktu ketimbang harus mengolahnya berulang kali.

Misalnya saja pengolahan bawang putih menjadi halus atau berbentuk pasta supaya lebih mudah disendok dan dituangkan pada olahan makanan.

Tetapi, bentukan bumbu dapur ini bisa menjadi awet jika dimasukkan ke wadah plastik kemudian ditutup sampai rapat. Kerapatan tersebut sudah termasuk kedap air maupun udara. Tambahkan juga menggunakan 1 sampai 2 tetes minyak dalam mempertahankan kualitas bawang putih.

13.  Bawang putih dan bawang merah ternyata harus disimpan di wadah berbeda

Dengan warna yang berbeda, kedua bawang ini juga punya ciri khas yang berbeda, lho Bun. Keduanya bisa menghasilkan gas dari penyimpanan dalam bentuk yang berbeda. Maka dari itu, sebaiknya letakkan pada wadah sendiri-sendiri menurut jenisnya.

Apabila perbedaan gas ini bertemu karena tempat penyimpanan yang menjadi satu, tidak menutup kemungkinan kalau kedua bawang juga cepat membusuk dan tidak bisa dipakai lagi. Tidak heran karena aroma keduanya yang mempunyai sedikit perbedaan meskipun nyaris sama persis.

14.  Bumbu basah yang diolah bisa dibekukan

Bawang, cabai, dan tomat adalah kombinasi bumbu dapur yang biasa dihaluskan terlebih dahulu sebelum dipakai untuk memasak. Cara ini dipakai dan mampu mengawetkan bumbu jadi yang akan Bunda gunakan dalam jangka waktu tertentu.

Caranya seluruh bahan dihaluskan kemudian ditumis sampai matang karena mampu menentukan keawetannya. Simpan dalam sebuah wadah atau plastik kemudian tunggu sampai dingin dan masukkan ke dalam freezer pada lemari es untuk dibekukan.

Tips ini biasanya berlaku bagi bumbu untuk rendang, soto, ayam goreng, maupun bumbu dasar kuning dan putih. Ketahanannya mampu mencapai satu bulan, asalkan freezer tidak sering-sering dibuka dan ditutup.

15.  Dicampur dengan mentega atau merendam di dalam minyak

Perlu Bunda garisbawahi bahwa beberapa rempah yang direkomendasikan dengan pengawetan ini adalah basil, sage, dan rosemary. Gunakan minyak zaitun agar terjadi infuse aroma dari bumbu dapur menuju minyak.

Ketiga rempah tersebut juga bisa dirajang dan mencampurkannya memakai mentega. Bekukan dengan cara memasukkannya ke dalam freezer. Bunda hanya perlu menyendok sesuai kebutuhan saat ingin menumis bahan makanan.

Tidak hanya itu, bawang putih ternyata juga cocok direndam dalam minyak sayur sebagai bentuk pengawetan. Masukkan bawang putih ke dalam wadah khusus yang cocok dan cukup disendok ketika ingin digunakan.

 

Itulah beberapa tips yang bisa Bunda terapkan supaya bumbu dapur lebih awet dan bermanfaat bagi masakan lezat setiap saat. Penyimpanan yang benar mampu menghasilkan stok bumbu dapur tahan lama untuk memudahkan proses memasak sekaligus menyajikan makanan. Selamat mencoba, Bun!

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *